SANG JUARA HATI

SANG JUARA HATI
7. MASALALU ALDO


__ADS_3

Alfin sama Aldo suka sama Alya dan mereka bersaing secara sehat. Aldo jatuh cinta sama Alya karena selain gadis tomboy Alya juga penyayang dan penuh perhatian.


Flashback on


Saat Aldo patah hati. Saat itu Aldo dan Alfin berada di sebuah kafe Aldo tidak seperti biasanya dia menjadi pendiam.


"Aldo!" Kata Alfin mulai berbicaraan.


"Hmm." Jawab Aldo dengan tatapan kosong ke depan


"Ada apa denganmu? Kamu tidak seperti biasanya?." Tanya Alfin


"Aku gak papa kok. Kamu pesan dulu ya, aku mau ke toilet sebentar." Kata Aldo lalu pergi.


Alfin memesan 2 porsi. Pesanan sudah datang, Alfin masih menunggu Aldo tapi Aldo tidak muncul hingga Alfin menyusulnya ke toilet.


"Lama banget kemana tuh anak." Gumam Alfin dan pergi.


Saat sampai di toilet pria Alfin mencari Aldo setiap pintu toilet di buka, ada satu pintu yang sulit untuk dibuka. Alfin mulai panik saat melihat darah yang mengalir di pintu itu lalu dengan paksa ia membukanya. Alfin terkejut saat melihat tubuh sahabatnya tergeletak dengan pergelangan tangan yang berlumuran darah. Alfin spontan pembuka bajunya dan membalutkannya pada pergelangan tangan Aldo. Alfin berteriak mintak tolong dan ada orang yang membantu Alfin mengangkat tubuh Aldo yang sudah tak sadarkan diri dan membawa kedalam mobil. Alfin melajukan mobilnya ke klinik terdekat.


Drrrt. Drrt. Hpnya Alfin berbunyi. Ternyata telfon dari Alya.


"Hallo, Al!." Kata Alfin


"Bisakah kamu ke apartemenku sekarang??. Ajak Aldo bersamamu." Alya


"Aku dan Aldo ada di klinik B." Alfin.


"Baik aku akan menemuimu." Alya lalu mematikan telfonnya


15 menit kemudian Alya sampai di klinik. Selang beberapa menit dokter keluar.


"Bagaimana keadaan sahabat saya dok??". Tanya Alfin khawatir pada seorang dokter.


"Dia bisa diselamatkan. Bersyukur kamu membawanya tepat waktu." Kata Dokter

__ADS_1


"Boleh kami menemuinya dok." Alya


"Silahkan" dokter.


Alfin dan Alya masuk. menunggu Aldo siuman, saat Aldo siuman


"Apa masalahmu? Sampai mencoba ingin bunuh diri." Kata Alfin


"Kamu bisa menceritakannya kepada kami, jangan simpan sendiri." Kata Alya.


"Aku putus dengan pacarku Rina. Dia selingkuh dengan Toni apa kurangnya aku sudah turuti semua yang dia mau. Apa karena laki-laki itu beruang dia meninggalkanku." Kata Aldo patah hati


"Aldo!." Kata Alya mengelus pundah Aldo.


"Wanita bukan cuma dia saja, masih banyak wanita lain di sana yang menginginkan kamu untuk menjadi kekasihnya." Sambung Alya


"Sudahlah lepaskan dia Aldo. Kamu beruntug bisa mengetahui sifatnya sebelum kamu menikahinya." Kata Alfin dan memeluk Aldo agar lebih tenang.


"Aldo. Kamu tau kenapa hujan turun??" ucap Alya. Aldo dan Alfin diam mendengarkan. "Karena setelah itu akan terbit pelangi." Sambung Alya tersenyum.


"Sangat sangat mencintainya Al." Jawab Aldo dengan mata yang berkaca-kaca.


"Jadi apa yang kamu lakukan untuk membuat orang yang kamu cintai bahagia?" Tanya Alya


"Apa pun." Jawab Aldo


"Apakah kamu bahagia jika melihat orang yang kamu cintai bahagia??." Kata Alya.


"Iya." Kata Aldo mengnggukkan kepalanya.


"Itu yang aku maksudkan jadi yang harus kamu lakukan adalah merelakan Rina pergi, karena dia sudah bahagia dengan pasangannya sekarang." Kata Alya tersenyum.


"Aku tau itu sulit. Bukankah kamu bilang akan melakukan apapun untuk membuatnya bahagia." Sambung Alya.


"Aku akan mencobanya Al." Jawab Aldo.

__ADS_1


"Bukan mencoba Do, tapi harus kamu melakukannya. Dan jangan coba-coba melakukan hal ini lagi (bunuh diri). Apakah kamu tau bagaimana khawatirnya Alfin saat membawamu ke sini?. Dan bagaimana reaksi keluargamu jika mengetahuinya, khususnya Ibumu dia telah bertaruh nyawa untuk memberikanmu kehidupan, jangan sia-siakan pengorbanan yang ibumu berikan." Kata Alya.


Aldo menangis sejadi-jadinya karena ingat ibunya di kampung. Alfin memeluk Aldo, Alya mengelus-ngelus pundak Aldo.


"Terimakasih Alfin, Alya." Kata Aldo.


"Sama-sama Do." Jawab Alfin dan Alya bersamaan.


"Aku keluar sebentar mau beli makanan." Kata Alya


"Mau aku temenin Al??." Alfin


"Gak usah Fin, kamu jaga Aldo saja. Dia lebih membutuhkanmu dari pada aku." Kata Alya lalu pergi


"Kamu benar Fin, dia baik cantik lagi. Dulu aku menertawakanmu karena menyukai wanita jadi jadian." Kata Aldo saat tinggal mereka diruangan itu.


"Jangan bilang kamu menyukainya juga." Kata Alfin menaikan alis kirinya


"Kalau iya kamu mau apa?." Aldo


"Jadi kita saingan nih ceritanya?." Alfin


"Iya saingan secara sehat." Aldo


"Tapi kan aku yang duluan menyukainya, jadi kamu tidak bisa bersaing denganku." Alfin


"Lihat aja. Tidak penting kamu mencintainya atau aku mencintainya yang terpenti itu siapa yang dia cintai. Kalau Alya bahagia dengan mu maka Aku yang akan mengalah. Tapi ingat jika Alya bahagia denganku maka kamu yang harus mengalah. Bagaimana?." Aldo


"Baiklah. Tapi jangan curang ya." Alfin


"Iya, tenang." Aldo.


Aldo dan Alfin tidak pernah tau tentang kehidupan Alya dan keluarganya. Mereka tau Alya akan marah jika mengganggu prifasinya dan Alya pandai menyembunyikannya.


Flashback off

__ADS_1


__ADS_2