
Drrt.. drrt.. drrt. Bunyi hp Alfin.
"Hallo !" Alfin mengangkat telfon.
"Dimana Al ?? ." Tanya seorang yang sedang menelfon. (Yafiq)
"Aku sendiri." Alfin.
"Aku tunggu di markas." Yafiq.
"Kamu menantang kami??." Tanya Alfin.
"Bisa jadi." Jawab Yafiq langsung mematikan sambungan telfon.
Alya turun dengan wajah yang segar, habis mandi.
"Apakah kalian lapar??" Tanya Alya pada kedua sahabatnya.
"Iya." Jawab keduanya.
"Ayo kita keluar." Ajak Alya.
"Oh iya. Bos punya nasi dan telur?" Tanya Aldi kepada Alya.
"Iya ada di dapur." Jawab Alya
"Aku bisa memesak nasi goreng. Apakah kalian suka??" Tanya Aldi
"Benarkah?" Tanya Alfin pada Aldi.
"Caba buktikan." Sambung Alfin.
"Siap!". Jawab Aldi dengan percaya diri, kemudian pergi dan beraksi di dapur.
Saat di ruang santai.
" Alya." Kata Alfin
"Hmm". Jawan Alya.
"Yafiq menatang geng "AL" dalam pertandingan. Dia menunggu kita di markas." Kata Alfin.
"Tunjukkan kepadanya siapa kita." Kata Alya sambil tersenyum.
"Oh iya. Panggil Aldo ke sini segera." Perintah Alya pada Alfin.
"Baik." Jawab Alfin dan langsung menghubungi Aldo.
Aldo adalah sahabat Alfin dan Aldo sama Alya dikenalkan sama Alfin. Aldo lulus kuliah duluan karena Aldo mendapatkan kuliah gratis dan harus tamat tepat waktu. Sedangkan Alfin dan Alya anak orang kaya, mereka bermain-main dalam kuliahnya maka dari itu mereka tidak bisa di luluskan 3 tahun berturut-turut karena banyak tugas yang terbengkalai.
10 menit kemudian Aldo datang dan langsung bergabung dengan Alya dan Alfin.
"Bagaimana ?? Kamu siap!" Tanya Alfin pada Aldo. Aldo adalah teman gengnya Alya dan Alfin.
Mereka adalah pembalap yang tak tertandingi karena selama 3 tahun berturut-turut mereka memenangkan pertandingannya.
Banyak kalangan muda- mudi yang menyukainya baik dari kalangan laki-laki maupun perempuan. Pemimpin geng ini adalah Alya. Selain gadia tomboy dia juga seorang pembalap sepeda motor.
"Siap tidak siap Aku harus siap bukan begitu." Jawab Aldo sambil tersenyum
"Makanan sudah siap!!". Kata Aldi yang tiba-tiba muncul.
Mereka diam sejenak.
"Kita melupakan dia," kata Alfin menunjuk Aldi dengan matanya.
"Apakah kita harus membawanya??". Tanya Alfin pada Alya.
"Kita makan dulu. Lihat saja nanti dia mau ikut apa tidak." Jawab Alya langsung berjalan ke meja makan.
Mereka berempat ada di meja makan.
"Silahkan di cicipin bos." Kata Aldi kepada Alya.
"Kamu makan dulu. Aku takut kau memberi racun pada makananku." Jawab Alya dengan santainya.
"Walau aku gak suka sama kamu, aku tidak berani membunuhmu. Membunuh tikus saja aku takut. Dan aku tidak akan ada disini Kalau bukan karena..." Aldi menggantungkan perkataannya.
"Apa??" Tanya Alfin.
"Lanjutkan." Kata Alya dengan santai.
" Apa jangan-jangan karena ketenaran kami. Kamu mendekati kami??" Sambung Aldo
Alya, Alfin dan Aldo sudah menunggu jawaban dari Aldi. Aldi diam seribu bahasa dia mencari-cari jawaban yang tepat agar tidak dicurigai oleh Alya.
"Hehe.. jangan melihat seperti itu." Kata Aldi nyengir kuda. "Iya karena kalian adalah pembalab terpopuler di kota ini." Jawab Aldi asal-asalan. Karena di apartemen Alya Aldi melihat foto pembalab bersama Aldo dan Alfin.
"Jadi?? Kamu tau kalau pembalab yang memenangkan pertandingan 3 tahun berurut-turut itu seorang perempuan??."tanya Aldo pada Aldi.
__ADS_1
Pasalnya saat Alya mengikuti balapan iya tidak pernah melepas helmnya dan tidak ada satupun penggemarnya yang menyetuh dan memeluknya cuma minta foto sama tanda tangannya saja.
Jika di ajak bicara dia cuma berisarat mengangguk atau menggelengkan kepala atau dengan isarat tangan bahasa tubuh ( bahasanya orang bisu). Alya tidak mau idetitasnya terbongkar karena takut memalukan nama baik orang tuanya.
Alya berdiri mendekati Aldi dan menarik kerah bajunya dengan keras.
"Jangan coba-coba mengubarnya. Jika kamu masih ingin hidup tenang." ancam Alya di depan Aldi pandangan mereka bertemu.
Aldi yang merasa detak jantungnya semakin cepat cuma bisa bergumam dalam hatinya.
"Cantik juga, dilihat dari dekat." Aldi
"Mengerti!!" Bentak Alya. Aldi hanya menganggukkan kepala. Alya melepaskan tangannya yang sedari tadi menarik kerah baju Aldi lalu mengusap-ngusap tangannya ke dada Aldi beberapa kali.
"Cih.. sejijik itukah kamu menyentuhku." Gumam Aldi dalam hati.
"Silahkan makan dulu." Kata Alfin meberanikan diri untuk bicara kepada Aldi. Alfin dan Aldo tau betul jika Alya marah tidak ada yang bisa menghentikan apa yang ia lakukan.
Aldi pun memakannya nasi gorengnya. Karena tidak terjadi apa-apa. Alya, Alfin dan Aldo pun memakannya.
Setelah makan.
"Saya ke kamar mandi dulu, kita berangkat ke markas nanti sore" kata Alya lalu pergi.
Alfin, Aldo dan Aldi duduk di ruang santai.
"Sikapmu benar kawan!". Kata Aldo merangkul Aldi.
Aldi hanya melihat Aldo tak mengerti.
"Jika Alya marah jangan pernah melawannya diam saja." Lanjut Aldo.
"Oh." Jawab Aldi mengerti.
"Karena kamu sudah menjadi anggota geng kami. Jadi apa yang kamu lihat dan kamu dengar jangan sampai keluar. Kamu mengerti." Kata Alfin
"Tenang. Rahasia kalian tetap aman." Kata Aldi tersenyum
"Kami punya cerita tentang Alya, kenapa alasan kami melarang kamu melawannya saat dia lagi marah. Begini ceritanya.." kata Alfin mulai bercerita
Flashback on
Saat di maras balapan.
Balapan telah usai geng "AL" pemenangnya. Di perjalanan pulang ada yang berteriak minta tolang. Alya, Alfin dan Aldo mendatangi suara tersebut. Ternyata ada seorang gadis SMA yang hendak di perkosa oleh 2 preman. (Kita sebut namanya dengan Prem dan Man).
Prem memegang miras dan memaksa gadis tersebut untuk meminumnya. Gadis itu setenah sadar meminta tolong. Man yang mulai membuka baju gadis tersebut dengan paksa. Alya turun dari motornya dan menghampiri preman tersebut dan menghajarnya habis-habisan.
Aldo dan Alfin membawa ke markas. Alya mencari tempat untuk berganti baju balap dengan kaos dan celana jins karena ingin bertuemu dengan pamannya dan membawa Amel (gadis SMA) ke tempat yang aman. Lalu Alya menelfon pamannya seorang polisi.
Alya tomboy di depan umum. tapi kalau di depan keluarganya dia gadis yang manja.
Paman Burhan adalah Kakaknya Anjani (ibunya Alya).
"Hallo! Paman Burhan." Alya saat sambungan telfon terhubung
"Iya, Alya. Ada apa??" Paman Burhan.
"Saya ada di taman kota di sini ada seorang gadis yang terbaring lemas." kata Alya.
"Baik, tunggu paman akan kesana". Paman Burhan. Langsung mematikan sambungan telfon.
5 menit kemudian beberapa polisi yang bertugas patroli malam itu dan paman Burhan datang.
"Alya rasa gadis ini sedang mabuk paman." Kata Alya sambil merangkul Amel yang lemas karena mabuk
"Paman mengira juga begitu. Gimana kejadiannya tadi??". Tanya Paman Burhan.
"Saat Alya akan pulang Alya melihat ada dua preman yang menggoda Amel. Kemudian Alya menghampirinya. Preman itu lari paman." Jawab Alya bersandiwara.
"Tadi Alya lihat preman itu lari kemana??" Tanya paman Burhan.
"Alya akan memberi tau Paman dengan syarat. Gimana?" Tanya balik Alya.
"Hmm.." paman Burhan berfikir ingin menyetujui persyaratan tersebut atau tidak.
"Paman jangan lama-lama waktu Alya cuma sedikit. nanti premannya semakin menjauh." Kata Alya mendesak Paman Burhan agar syaratnya di penuhi.
Salah satu anggota polisi mendekat.
"Komando, mau di apakan gadis itu." Tanya Dani seorang polisi.
"Masukakan kekantor, dan kita akan mewawancarainya kalau dia sudah sadar nanti." Jawab komandan Burhan.
"Siap!" Balas Dani.
"Paman!!! Gimana?." Kata Alya saat Dani pergi mengurusi gadis itu.
"Alya sendiri yang akan ke kantornya peman membawa kedua perman itu." Sambung Alya.
__ADS_1
"Baiklah. Apa persyaratannya?." Tanya paman Burhan
"Jangan bilang-bilang sama mama kalau Alya keluar malam ya." Kata Alya tersenyum.
"Hmm." Jawab paman Burhan sambil menganggukan kepalanya.
"Terimakasih paman. Paman duduk manis saja di kantor nanti Alya ke kantor paman bersama teman Alya. Dadaa paman!". Kata Alya melambaikan tangan pada paman Burhan dan mengambil sepeda motornya.
Saat lewat di depan paman Burhan, Alya berhenti
"Dan satu lagi paman, jangan bilang mama kalau Alya beli sepeda baru ya." Kata Alya lalu pergi meninggalkan peman.
"Anak itu tidak pernah berubah." Gumam paman Burhan sambil tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
Di markas. Alya menghampiri Alfin dan Aldo yang memegan Prem dan Man yang sudah babak belur di pukuli Alya.
Alya mendekat. Tanpa mereka ketahui ada seorang laki-laki yang mengambil foto mereka, lalu pergi.
"Apa alasanmu melakukan ini?" Tanya Alya
"Hanya sebagai kepuasan." Jawab Prem
"Kepuasan semacam itu seperti binatang. Jika kamu ingin puas menikahlah. Dan puaskan nafsumu pada istrimu." Kata Alya.
"Apakah kau mau menikah denganku" kata Man
Alya langsung menghajarnya.
"Itulah alasan kami. Tidak ada yang mau menikah dengan kami." Sambung Man.
"Apa pekerjaanmu??" Tanya Alya.
"Keluar malam, mabuk-mabukan, atau berjudi. Menghabiskan uang orangtuamu?" Sambung Alya.
Prem dan Man hanya diam.
"Tidak ada wanita yang mengiginkan suami hanya berfoya-foya. Jika kamu ingin menjadi suami, maka kamu harus siapkan kebutuhan istrimu.. Jika pekerjaanmu tidak berubah, bagaimana wanita akan tertarik kepadamu. Kalian berfikir tidak?? Jika kalian memperkosa Amel. Bagaimana jika Amel hamil? Siapa yang mau bertanggung jawab atas bayi yang di kandungnya??. Dan bagaimana jika saudara perempuanmu diperlakukan demikian!. Apakah ini hasil dari didikan orangtua kalian!.. tidakkah kalian berfikir bagaimana malunya orangtua kalian jika mengetahui perbuatan kalian ini??.." Alya menasehati Prem dan Man.
"Aku menyesalinya, dan tidak akan mengulanginya." Kata Prem dengan penuh penyesalan.
"Terimakasih, kamu telah menghalangi kami untuk berbuat keji Kepadanya" Kata Man dengan airmata penyesalannya dan teringat akan almarhum ibunya.
"Dan satu lagi hentikan mabuk-mabukan karena akan merusak pikiranmu." Kata Alya
"Selesaikan ini di kantor polisi!. Laki-laki sejati tidak akan pernah lari dari masalah dan ia bertanggung jawab atas perbuatannya, hiduplah lebih baik agar kamu di hargai." Sambung Alya dan membawa mereka ke kantor paman Burhan diikuti oleh Alfin dan Aldo.
Dikantor paman Burhan.
Paman Burhan sudah menunggu Alya dan teman-teman di depan kantor polisi
"Paman!" Kata Alya.
"Eh. Nak Alya, Akhirnya kamu datang." Kata paman memeluk Alya.
"Alya menepati janji Alya paman. Itu mereka preman yang mau memperkosa Amel." Kata Alya menujuk Prem dan Man.
Kemudian paman Burhan memanggil Dani dan anggota polisi lain untuk membawa Prem dan Man.
" Dan ini teman-teman Alya." Kata Alya.
"Alfin." kata Alfin memperkenalkan diri
"Aldo."kata Aldo memperkenalkan diri
"Aldo, Alfin. Ini paman Alya, namannya paman Burhan." Kata Alya memperkenalkan paman Burhan pada Alfin dan Aldo.
"Ini sudah larut malam sana pulang."kata paman Burhan.
"Apa perlu paman suruh Dani (anggota polisi) mengantarmu pulang?." Sambung paman Burhan.
"Tidak uasah paman saya bisa pulang sama Alfin dan Aldo." Kata Alya tersenyum.
"Nak Alfin, nak Aldo jaga keponakan tersayang paman ya." Kata paman Burhan.
"Siap paman!." Kata Alfin dan Aldo bersamaan sambil memberi hormat kepada paman Burhan seperti yang dilakukan para tentara kepada atasannya. Paman Burhan hanya tersenyum.
Saat Alya mau pergi.
"Alya sudah menepati janji Alya paman. Paman harus menepati janji paman ya?." Kata Alya.
"Iya sayang." Kata paman Burhan sambil mengelus pelan rabut Alya.
"Da.. paman!." Kata Alya lalu pergi meninggalkan paman Burhan yang tersenyum dan menggelengkan kepalanya pelan.
Flashback off
"Ooh. Begitu cerita." Kata Aldi memahami foto yang ia ambil tempo hari.
Bersambung . . .
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak ya..
vote, like dan komentarnya. 😍😘😗