SANG JUARA HATI

SANG JUARA HATI
33. KEJAHILAN ZIDAN TERUNGKAP


__ADS_3

Ditengah jalan ada seorang ibu-ibu hamil yang ingin melahirkan bersama suaminya yang lagi menunggu angkot, tapi tidak kunjung datang hingga sang suami menyetop Alya.


"Tolong istri saya mau melahirkan non." Kata Sang suami panik, Alya memberi kode untuk naik ke motornya dan mereka pergi ke klinik terdekat dengan bergonjeng 3 Alya yang menyetir.


"Terimakasih non." Kata sang suami saat sampai di klinik terdekat.


"Sama-sama pak. Saya langsung pamit, semoga lahirannya di lancarkan ibu dan bayinya sehat." Kata Alya lalu pergi.


Sesampainya di rumah Alya pukul 11:30


"Pasti di depan sudah di kunci aku lewat belakang saja." Gumam Alya sambil berjalan mengendap-ngendap ke belakang ternyata Zidan sedang menunggunya di belakang.


"Hehehe, pak bos." Kata Alya nyengir kuda.


"Jam berapa ini?." Tanya Zidan serius.


"Jam 11:30." Jawab Alya sambil tersenyum.


"Apa kesalahanmu??." Tanya Zidan


"Pulang terlambat." Jawab Alya.


"Apa hukumannya?." Tanya Zidan


"Tidur diluar." Jawab Alya.


"Malam ini kamu tidur di luar." Kata Zidan tegas lalu masuk kedalam.

__ADS_1


"Emang siapa dia ngatur-ngatur aku, ini kan rumahku." Kata Alya langsung manjat dinding dan setelah sampai di depan balkon kamarnya Alya masuk.


"Untung tidak di kunci." Kata Alya lalu masuk dan membersihkan badannya di kamar mandi kemudian tidur.


Pagi saat Zidan akan sarapan keluar kamar dia kaget saat melihat Alya ada di dalam rumah, pasalnya Zidan sudah berpesan pada bi Shita untuk tidak membiarkan Alya masuk.


"Kamu kok bisa masuk?." Tanya Zidan pada Alya.


"Ya bisalah." Jawab Alya santai.


"Bukannya kamu saya hukum tidur di luar semalam." Kata Zidan masih bingung.


"Mimpi kamu." Kata Alya sambil menikmati sarapannya.


"Masa tadi malam saya mimpi sih." Kata Zidan menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


"Saya yakin itu bukan mimpi. Lewat mana kamu?." Tanya Zidan.


"Ya lewat pintulah." Jawab Zidan.


"Sama." Jawab Alya santai.


"Apa kamu punya kunci cadangan?." Tanya Zidan.


"Terjawab sudah, jadi kamu masuk ke kamarku menggunakan kunci cadangan!." Kata Alya sambil mengangkat sebelah alis kanannya.


"Aku berangkat kantor dulu, takut terjebak macet nanti." Kata Zidan mengalihkan pembicaraan saat kejahilannya sidah tertangkap basah oleh Alya.

__ADS_1


"Pak Bos!!!." Teriak Alya saat Zidan sudah menjauh dengan berjalan cepat. "Kamu sudah mengambil keperawananku." Gumam Alya dalam hati sambil memukul-mukul meja karena kesal. Tapi Zidan tak juga menghentikan langkahnya atau menoleh.


***


Alya pergi ke kampus,


"Al, skripsimu sudah siap dan sekarang pelajari isi skripsinya biar saat kamu di sidang bisa menjawab pertanyaan dari para dosen." Kata Aldi memberikan file Skripsi Alya.


"Oke, terimakasih ya." Kata Alya


"Al, hari ini adalah perepsmian delernya Man." Kata Aldi.


"Oh, iya aku lupa. Di kamu mau ikut?." Tanya Alya pada Aldi


"Tidak Al, aku harus mengoreksi skripsi yang di refisi oleh pak Guntur." Jawab Aldi


"Disana ada Linda adeknya Prem." Kata Alya.


"Kayanya aku butuh hiburan dek Al, bosan di depan leptop terus." Kata Aldi.


"Barusan gak mau ikut, giliran ada Linda mau ikut alasanya cari hiburan." Celutuk Alfin, Alya tersenyum.


"Ayo kita pergi." Kata Aldi semangat.


"Sie, sudah kelar belum Skripsinya? Kita tungguin Di sampai selesai, gak usah keburu-buru." Kata Alfin.


"Gampang ini bisa besok lemburnya, ayo berangkat sekarang nanti macet di jalan." Kata Aldi yang sudah berdiri. Alfin dan Alya pun tersenyum lalu pergi menyusul Aldi yang sudah menuju ke parkiran.

__ADS_1


Mereka pun pergi menggunakan mobil Alfin.


Sesampai di deler Man.


__ADS_2