Sang Pengantin Palsu

Sang Pengantin Palsu
David Yang Ketagihan


__ADS_3

"Tunggu, Tiana? Kenapa kamu jalannya seperti itu? Dan kenapa pula kamu semalam tidak keluar dari kamar, huh? Atau ... jangan-jangan--" Dengan memicingkan sebelah mata, Kania mentapnya curiga.


Walaupun sebenarnya Tiana merasa sangat panik dan juga ketakutan. Namun sebisa mungkin ia tetap terlihat biasa saja. Agar wanita jutek yang ada di hadapannya ini tidak mencurigainya lagi.


"Em, i-itu. Karena saya tadi terburu-buru ingin keluar dari kamar, sehingga dengan tidak sengaja kaki saya malah membentur pintu. Sahingga membuat kaki saya ini merasa sedikit kesakitan, Nona." Dengan tersenyum kaku gadis itu mengarang cerita.


"D-dan se-semalam ... karena kami berdua merasa sangat kecapean. Se-sehingga kami pun langsung tertidur, Non," lanjut Tiana dengan gugup.


"Ta-tapi, Nona tenang saja! Karena semalan kami tidur terpisah kok. Saya tidur di sofa dan Tuan David di kasur. Ja-jadi --" Belum selesai Tiana bercerita, dengan sangat kesal Kania langsung menyelanya.


"Beneran, semalam kalian gak ngapa-ngapain, 'kan?" cercar Kania yang masih saja terus mengintrogasinya.


Dengan gelagapan Tiana langsung menggelengkan kepala. Sungguh di manapun ia berada kini, selalu terpojok. Entah di hadapan ketiga orang ini atau pun di hadapan David, gadis itu merasa sangat tertekan.


"Sudah hentikan, Kania!" sergah Harun. "Mending kamu sekarang pergi ke kamar David. Dan bersikaplah biasa saja, anggap seperti tidak terjadi apa-apa, ok?" titahnya.


Dengan terpaksa gadis keras kepala itu mengangguk pasrah. "Ya sudah, aku mau ke sana sekarang, Pah."


"Hem." Pria paruh baya itu mengangguk. "Dan kalau ada apa-apa, kamu nanti bisa langsung pulang saja ke rumah. Kami harus segera pergi dari sini. Agar semuanya bisa menjadi aman dan tidak menimbulkan rasa curiga David, Ok?"


"Iya, baik, Pah."


Walaupun sebenarnya Kania masih merasa sangat kesal dan menaruh rasa curiga terhadap Tiana. Pada akhirnya gadis itu tetap saja pergi ke kamar David.


Sedangkan Tiana, kini bisa merasa sedikit lega. Karena pada akhirnya sang anak majikannya itu tidak terus mengintrogasinya lagi. Sungguh ia bagai seorang penjahat saja yang terus-terusan merasa terintimidasi oleh ketiga majikannya ini.

__ADS_1


Lalu dengan segera gadis itu segera masuk ke dalam kamar mandi. Begitu berada di balik pintu, tubuh gadis itu langsung merosot ke lantai. Dengan duduk meringkuk ia mulai kembali menangis dengan sejadi-jadinya.


Sungguh perasaannya kini menjadi campur aduk tidak karuan. Ada perasaan sedih, kecewa dan juga kebingungan telah memenuhi hatinya. Dan sekarang ia tidak tau harus berbuat apa untuk bisa menghilangkan semua rasa itu.


Sambil duduk menunduk, dua tangannya memeluk kakinya yang ditekuk. Kini gadis itu terlihat begitu terpuruk dan sangat menyedihkan. Ingin rasanya ia berteriak dengan sekencang-kencangnya untuk meluapkan semua perasaannya yang hancur ini. Namun tidak bisa.


"Hiks ... hiks, Ibu. Maafkan Tiana, Ibu! Karena Tiana sudah ngecewain Ibu. Aku sudah kotor dan sudah tidak suci lagi, Ibu. Apa yang harus Tiana lakukan sekarang?"


Dengan berlinang air mata, gadis itu terus meratapi nasibnya yang malang ini. Setelah semua ini terjadi padanya, apakah nanti masih ada orang yang mau menikahinya?


***


Sementara di dalam kamar VVIP. Pria tampan dengan tinggi badan 180 cm itu kini sudah terbangun. Dengan menggeliat, kedua matanya mulai terbuka lebar. Lalu hal pertama yang ia lakukan adalah menoleh ke arah samping.


Degg!


"Loh, ke mana dia? Oh, mungkin lagi di dalam kamar mandi kali," pikirnya santai.


Pria itu kini duduk bersender pada kepala ranjang. Bibirnya langsung tersungging lebar di saat ia mengingat peristiwa semalam.


Ia masih dapat mengingat dengan jelas, bagaimana luar biasanya tubuh indah milik gadis itu membuatnya kelejotan tidak karuan. Sehingga menjadikan candu ingin mengulanginya lagi.


Baru kali ini, ia merasakan hal yang seperti ini. Untuk sebelumnya dia tidak perna merasakan tegagihan dengan tubuh seorang wanita. Karena sebelum ini, sudah berapa kali ia tidur dengan seorang gadis yang entah itu masih perawan atau tidak, tetapi tidak pernah ingin mengulangnya lagi.


Ia berprisnsip setiap satu gadis hanya bisa satu kali saja tidur dengannya. Tetapi kenapa kali ini berbeda?

__ADS_1


"Ah ... sial! Hanya membayangkannya saja sudah membuatku langsung bereaksi gini!" rutuk pria itu sembari mengelus-elus miliknya yang sudah mulai menegang karena teringat dengan aksi panasnya bersama Tiana semalan.


"Lagian ke mana sih, ni cewek? Dia harus bertanggung jawab karena sudah membuatnya 'ON' lagi. Liat saja, begitu dia sudah keluar dari kamar mandi. Aku akan langsung menerkamnya. Hahaha ...."


Laki-laki yang masih telanjang bulat itu tampak begitu sumringah. Karena saat ini ia merasa telah menenukan mainan baru, yaitu Tiana yang ia anggap sebagai Kania. Si gadis perawan yang telah ia ambil mahkotanya semalam.


Sungguh ia benar-benar merasa sangat puas semalam, karena telah berhasil melakukan malam pertama bersamanya. Dan hal yang membuatnya merasa lebih senang lagi ketika ia tau kalau gadis tersebut ternyata masih virgin. Yang berarti dialah laki-laki pertama yang telah menjamahnya dan membuatnya sangat ketagihan.


Sebenarnya dia merasa cukup aneh sih. Ia tidak mengira kalau gadis modern seperti Kania masih bisa menjaga kehormatannya. Karena untuk jaman yang sekarang ini sudah jarang sekali ada gadis yang masih bisa mempertahankan keperawanannya sebelum menikah.


"Baiklah, mulai saat ini akan kujadikan kau pemuas ranjangku, Kania! Dan setelah aku sudah merasa bosan main-main denganmu nanti, aku akan langsung membuangmu. Hahaha ...."


"Cih, dasar gadis bodoh! Bersiaplah menjadi budakku nanti!" Dengan niat jahatnya laki-laki itu terus tertawa lantang. Pria tersebut membayangkan bagaiman hari-harinya nanti sungguh mengasyikkan dan akan terasa begitu indah saat sedang mengerjai gadis tersebut.


Klikk!


Namun, tawanya langsung terhenti tak kala ia melihat pintu kamarnya terbuka. Dan, dari balik pintu itu ia melihat ada seorang wanita cantik dengan gaun berwarna pink sedang masuk ke dalam kamar.


Sehingga membuatnya langsung mengernyitkan dahi merasa keheranan saja melihatnya.


Begitu juga dengan Kania, gadis itu kini tampak diam tertegun melihatnya. Dengan tidak mengedipkan mata, Kania sungguh terpesona melihat wajah tampan laki-laki yang sedang terduduk di atas ranjang itu.


Namun, di detik berikutnya hatinya langsung mencelos dan merasa sangat panas, saat menyadari kalau lelaki itu kini dalam keadaan toples. Hanya ada selimut saja yang menutupi setengah badannya.


"Loh, kenapa dia telanjang begini? Bukankah kata Tiana tadi--" batin Kania syok.

__ADS_1


"Siapa kamu?" tanya David.


__ADS_2