Sang Pengantin Palsu

Sang Pengantin Palsu
Kecurigaan Si David


__ADS_3

Sementara di pelaminan, terlihat seorang pemuda sedang duduk di depan penghulu. Ditemani oleh beberapa para tamu undangan yang duduk berjejer di sekitarnya. Pemuda itu terlihat sangat tampan, gagah dan mempesona dengan mengenakan jas pengantin berwarna putih yang senada dengan pakaian pengantin wanita.


Ketika melihat sang memepelai wanita yang sedang berjalan mendekati ke pelaminan. Pandangan semua orang langsung tertuju kepadanya.


Walaupun wajah gadis itu tertutup masker, namun aura kecantikannya masih saja tetap terpancar dengan sangat jelas. Hingga mampu membuat orang yang memandangnya pun merasa terkagum-kagum, takjub, dan langsung terhipnotip oleh kecantikan gadis itu.


Begitu juga dengan David Abraham, nama si pemuda sang calon pengantin pria itu juga cukup terkesimanya melihatnya. Dia kini tertegun memandangi sang calon istrinya itu. Sungguh ia merasa begitu luar biasa aura kecantikan yang terpancar dari gadis yang akan menjadi istrinya itu. Gadis itu terlihat begitu cantik nan ayu bak putri keraton dengan kebaya putihnya sedang berjalan anggun mendekat ke arahnya.


Namun, sayangnya ia belum bisa melihat kecantikan yang sesungguhnya wajah gadis tersebut. Karena masker yang melekat di wajahnya itu menutupi hampir separuh wajah gadis tersebut. Sehingga membuat pemuda itu mengernyitkan dahi menatapnya dengan keheranan.


Dirinya merasa ada hal yang aneh, kenapa gadis tersebut harus memakai masker? Bukankah seluruh tamu ataupun para pengunjung yang menghadiri acara ini sudah lolos tes web Corona. Berarti mereka semua tidak perlu memakai masker lagi, kan? Lalu, kenapa hanya dia sendiri saja yang hanya memakai masker? Sungguh aneh!


Entah kenapa hatinya ini seperti merasa ada yang tidak beres dengan wanita itu. Namun ia pun tidak tau apa penyebab yang membuatnya merasakan keanehan tersebut.


Berbagai macam pertanyaan mulai bermunculan dalam hati. Hingga membuat lelaki itu tertegun dan terbengong menatapnya.


Saking terbengongnya dia, membuat orang-orang yang melihatnya pasti mengira kalau pemuda itu sedang terpesona dengan kecantikan gadis yang akan menjadi istrinya tersebut.


"Hey, Bro! Awas ngeces tuh air liurmu!" Sambil menepuk pundak lelaki itu, Mike yang duduk di belakangnya, melihat David yang terbengong seperti sapi ompong memandangi wajah cantik yang tertutup masker sang calon pengantin. Ia pun langsung menggodanya.

__ADS_1


"Ih, apaan sih lo?" jawab David dengan sewot.


Namun pemuda yang seumuran dengan David itu malah tersenyum tengil terus mengejeknya. "Alah ... gak usah malu gitu deh, Dav! Kemarin-kemarin ... aja nolak mati-matian. Eh, sekarang malah gak mau kedip ngeliatinya. Awas, nanti bisa jatuh cinta loh!" celetuk Mike jail.


"Berisik! Bisa diam gak!" geram David kesal. Dengan setengah berbisik kepada temannya itu, kedua matanya pun melotot tajam ke arah pria tersebut.


Namun Mike hanya terkekeh menahan tawanya agar tidak mengganggu orang-orang yang ada di sana.


"Kamu, merasa aneh gak sih, Mik?" tanya David dengan nada yang sangat pelan agar tidak sampai terdengar oleh orang lain yang berada di sekitarnya.


Kini berganti Mike yang mengerutkan dahinya merasa kebingungan. "Hah, aneh bagaimana?"


Sehingga membuat pemuda berkemeja hitam itu ikut mengedarkan pandangannya ke seluruh orang-orang tersebut. Lalu beberapa detik kemudian, baru Mike menyadarinya. "Eh, iya ya. Kok bisa gini?"


"Cih, sungguh ini benar-benar aneh bukan? Dan ... entah kenapa aku jadi merasa curiga gitu, ya?" sambung David lagi.


"Hah, curiga bagaimana?" sahut Mike.


"Ya, aku merasa seperti ada yang janggal saja. Tapi ... apa ya?"

__ADS_1


"Ah ... itu mah cuma perasaan kamu aja kali," imbuh Mike.


"Tapi ... ya sudahlah." David langsung menghentikan ucapanya di saat ia melihat gadis itu kini sudah duduk berada di sisinya.


Lalu sambil melirik sinis, Ia mencuri pandang mengamati gadis tersebut. Dan ia dapat melihat kalau sang calon istrinya ini tampak begitu panik dan juga tegang. Itu semua terlihat jelas dengan cara ia yang kini duduk menunduk dan terus bergerak gusar. Seolah gadis itu sedang merasa ketakutan ataupun karena hal yang lainnya, ia pun tidak tau.


"Baiklah, saudara David. Apakah Anda sudah siap?" tanya si Pak penghulu membuat pemuda itu sedikit terkesiap kaget dan langsung tersadar dari lamunannya.


"Iya, saya sudah siap, Pak." David mengangguk mantap.


"Baiklah, kita mulai ijab kabulnya sekarang." Kemudian Pak penghulu itu menjabat tangan sang mempelai pria.


"Saudara David Abraham, saya nikah dan dikawinkan dengan saudari ...."


"Saya terima nikah dan kawinnya ... dengan mas kawin tersebut dibayar tunai." Suara David terdengar begitu mantap dan lantang.


"Sah!"


"Sah!" sahut semua orang.

__ADS_1


Walaupun David merasakan ada hal yang aneh pada gadis tersebut. Pada akhirnya lelaki itu tetap saja melanjutkan pernikahan itu.


__ADS_2