Sang Pengantin Palsu

Sang Pengantin Palsu
Tiana Sangat Panik


__ADS_3

Sementara dari dalam kamar, gadis cantik yang sedang mengintip lewat kaca jendela itu tampak syok dan juga merasa sangat panik, saat melihat David yang kini seperti sedang berjalan menuju ke arahnya.


Dengan reflek ia segera menutup gorden. Sehingga membuat David menyadari pergerakannya.


"Aduh ... gawat! Apakah laki-laki itu akan menuju ke mari?" batin Tiana mulai resah.


Kini dengan bergerak gusar, Tiana berjalan mondar-mandir di dekat ranjang. Sesekali ia menoleh ke arah pintu. Sungguh ia merasa sangat panik dan juga ketakutan.


Ia takut jika lelaki itu datang menghampirinya. Namun, ia berusaha untuk tetap tenang dan mencoba berpikiran positif.


"Tidak mungkin, 'kan laki-laki itu akan masuk ke dalam kamar ini. Lagi pula buat apa ia ke sini? Ah ... mungkin ini hanya perasaan kamu saja, Tiana! Jadi kamu harus tetap tenang, ok?" batin Tiana sibuk berbicara dengan dirinya sendiri.


"Huff ...." Sembari menempelkan tangan di dada, Tiana menghela nafasnya pelan. Berusaha menenangkan dirinya. "Ok-ok, sekarang aku harus tenang!"


Beberapa kali gadis cantik berlesung pipi itu menarik nafas panjang, lalu menghembuskannya dengan pelahan.


Namun, di saat ia sedang sibuk menenangkan pikirannya sendiri. Tiba-tiba saja ia seperti mendengar derap langkah kaki seseorang yang kian mendekat ke arah kamarnya. Sehingga membuat gadis itu kembali merasa tak tenang.


Seketika itu dadanya semakin berdebar-debar. Dan degup jantungnya juga berdetak lebih kencang dari biasanya. Karena suara derap langkah itu masih terus terdengar hingga berhenti tepat di depan kamarnya.


Dug-dug-dug ....


Dug-dug-dug ....

__ADS_1


Dengan perasaan tak karuan, Tiana menelan salivanya dengan kasar.


Glekk!


Pandangan mata kini terus tertuju ke arah pintu, perlahan ia mulai mendekat lagi ke arah jendela yang berada tepat di samping pintu tersebut. Dengan tangan yang bergetar kuat, ia menyibak sedikit gorden untuk bisa melihat ke arah luar kamar.


Namun, apa yang terjadi? Sungguh di luar dugaan, ia merasa sangat syok ketika melihat laki-laki Itu kini tengah berdiri tepat di depan pintu kamarnya.


"Hah! Kenapa dia ada di sini?" ucap batinnya merasa sangat kaget.


Sontak dengan reflek Tiana langsung menutup kembali gorden itu. Lalu dengan sangat gugup ia melangkah mundur, hingga tanpa ia sadari, kakinya malah membentur kursi plastik yang berada tepat di belakangnya. Sehingga dengan tidak terelakkan kursi itu pun terjatuh dan mengeluarkan suara gaduh.


Glutakk!


"Aduh ... Tiana! Kenapa kamu ceroboh banget sih? Dia pasti mendengarnya. Sekarang aku harus bagaimana ini?" Gadis itu merasa sangat kebingungan.


"Hallo! Apakah ada orang di dalam?" seru David.


Dan benar saja, ia mendengar suara lelaki itu. Sehingga membuatnya kian merasa bertambah panik saja.


"Aduh ... Tiana! Bagaimana ini?" tanya batinnya semakin resah.


Satu detik ....

__ADS_1


Dua detik ....


Dan ....


Krekett!


Dengan membelalakan kedua mata, gadis itu terjingkat kaget dan melihat pintu itu mulai terbuka. Dengan sangat panik gadis itu segera naik ke atas kasur dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.


Lalu dengan meringkuk di bawah selimut, ia memiringkan tubuhnya membelakangi pintu. Sambil menutupi telinganya dengan bantal, kemudian dengan harap-harap cemas, gadis itu merasa sangat ketakutan.


Tap-tap-tap!


Jantungan kian berdetak dengan sangat kencang dan keringat dingin mulai mengalir deras membasahi seluruh tubuh. Perasaannya semakin tak karuan tak kala dengan samar-samar ia masih mendengar suara derap langkah itu kini sedang masuk ke dalam kamar. Dan semakin mendekat ke arah dirinya.


Hingga ....


Degg!


Ia tersentak kaget, ketika merasa ada sebuah tepukan tangan di bahunya.


"Tiana!"


Lalu ....

__ADS_1


__ADS_2