Sang Pengantin Palsu

Sang Pengantin Palsu
Ternoda Lagi


__ADS_3

Bab ini mengandung unsur dewasa.


Mohon bijaklah dalam membaca!


Bagi yang tidak suka dan masih di bawah umur bisa diskip saja ya ....


Setelah selesai dari acara ulang tahun itu, David yang dalam keadaan mabuk langsung memasuki kamarnya dengan diantar oleh Rendy.


Lelaki muda ber-tuxido itu memapahnya mendekati ranjang dan menidurkan pria itu di sana. Tidak lupa ia pun menyelimutinya juga.


Rendy hanya menggelengkan kepala melihat David yang terus merancau tidak karuan di atas ranjang itu.


"Bang-bang! Sudah dibilang jangan minum, malah tetep aja minum. Ya jadi seperti ini, 'kan?" dengusnya.


Kemudian ia keluar dari kamar itu dan langsung masuk ke kamarnya yang berada di sebelah kamar tersebut.


Namun, setelah Rendy pergi, bukannya tidur. Pria itu malah terbangun dan dengan perlahan turun dari ranjang. Lalu dengan terhunyung huyung ia berjalan mendekati pintu. Dan tiba-tiba ia melihat ada sesosok wanita yang masuk ke dalam kamarnya.


Cekrek!


"Housekeeping!" seru seseorang yang sedang membuka pintu.


Karena pengaruh alkohol yang ia minum di dalam pesta tadi. Kini ia menjadi bringas tak terkendali. Apalagi ketika melihat ada seorang wanita yang masuk ke dalam kamar, dengan segera ia langsung menghampirinya dan seolah-olah ingin menerkamnya saja.


Lalu dengan tanpa terduga, ia malah menarik wanita itu ke dinding samping pintu.


"Aaaa ...."


Brugg!


Sontak Tiana berteriak kaget. karena tiba-tiba saja ada yang menarik tubuhnya ke sebelah pintu. Punggungnya terasa sakit karena membentur dinding.


Gadis itu langsung merasa panik dan juga ketakutan, ketika melihat ada seseorang yang sedang berdiri menghimpit dirinya.


Namun ia tidak bisa melihat wajah orang itu. Karena keadan dalam kamar itu begitu redup hanya lampu tidur di samping ranjang yang menyala. Sehingga ruangan itu menjadi tamaran.


"Ma-maaf, Tuan. Apa yang Anda lakukan?" Tentu saja gadis itu meronta dan berusaha mendorong tubuh orang tersebut agar bisa terlepas dari kungkunganya.


"Tolong lepaskan saya! Saya hanya petugas housekeeping di sini, Tuan," ujarnya lagi.


Namun orang itu tak bergeming. Ia masih terus berdiri menghimpitnya. Dengan tangan yang berada di sisi kanan kirinya. Orang tersebut terus menatapnya dalam kegelapan.

__ADS_1


Kemudian ia malah tertawa lantang. "Hahaha ... !"


Sehingga membuat gadis itu semakin merinding ketakutan melihatnya.


"Akhirnya kau datang juga, Sayang. Sudah lama aku terus mencarimu. Namun, tidak bisa menemukanmu. Ternyata kau ada di sini, hah?" ucapnya sembari mengusap lembut sebelah pipi Tania dan membuka paksa masker yang menutupi wajahnya lalu melemparnya ke sembarang arah. Kemudian ia mencengkram dagunya dengan kasar.


"Aakh ... !" Sehingga membuat Tiana sedikit meringis kesakitan.


"Hah, apa maksudnya ini? Kenapa dia berkata seperti itu? Ah, aku yakin nih orang pasti sedang mabuk. Sehingga bicaranya ngelantur. Karena aku dapat mencium aroma alkohol dari hembusan nafasnya itu. Terus sekarang aku harus bagaimana nih?' ujar Tiana membatin. Ia mulai waspada, takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.


"Ma-maaf, Tuan. A-anda salah orang. Saya hanya petugas kebersihan di sini." Tiana melengos dan menepis tangan itu agar tidak lagi menyentuh wayahnya.


"Dasar wanita sialan! Selalu saja merepotkan. Kali ini aku tidak akan melepaskanmu lagi!" Orang itu menunduk dan menempelkan keningnya dengan Tiana. Bahkan hidung mereka juga bersentuhan. Tangannya menahan tengkuknya agar kepalanya tidak bergerak. Dan sebelah tanganya lagi memeluk pinggangnya dengan kuat.


Sungguh Tiana merasa semakin panik, dan tidak mengerti dengan ucapan pria itu. Lalu dengan sekuat tenaga ia berusaha untuk mendorong dada bidang yang kini tengah menghimpitnya.


"Tuan, saya mohon! Lepaskan saya! Anda salah orang. Jadi lepaskanlah saya!" pintanya memelas.


Namun dorongan itu tak berarti apa-apa bagi orang itu.


"Diamlah, gadis bodoh!" Kemudian dengan tanpa terduga, laki-laki itu langsung saja meyambar bibirnya secara tiba-tiba.


"Emmmh!" Tiana langsung membelalakan mata dan memukuli dada pria itu. Ia masih meronta-ronta berusaha lepas dari cengkramanya.


"Awww ... !" Namun, beberapa detik kemudian tiba-tiba saja ia melepaskan bibirnya dan mengaduh kesakitan.


Karena Tiana tak kehabisan akal, dengan sengaja ia telah menginjak sebelah kakinya. Sehingga membuat pria itu melepaskan ciumannya dan memegangi kaki yang diijak olehnya tadi.


Merasa pertahan orang itu mulai berkurang. Dengan sekuat tenaga Tiana mendorong dada tegap itu. Dan ia berlari ke arah pintu. Namun, sayangnya ia kalah cepat darinya, karena orang itu bisa mengejarnya dan menangkap tubuhnya kembali. Lalu dengan mudah Ia langsung memanggul tubuh ramping itu di bahunya.


"Ahhh! Lepaskan!" Tiana terus meronta menggerak-gerakan kakinya dan memukuli punggung pria itu.


Seperti karung beras, pria tersebut membopong tubuh Tiana dan menjatuhkanya ke atas ranjang. Dengan gerakan cepat pria yang sedang mabuk itu memposisikan dirinya di atasnya dan mengunci tubuh gadis itu.


'Degg!


Tiana semakin shock karena kini ia bisa melihat dengan jelas siapa pria yang sedang menindihnya itu.


"Hah, Da-david!" serunya sambil melototkan matanya.


Pria itu pun menatapnya dan menyeringai, "Hahaha ... ! Ya aku. Kenapa kaget, hah?"

__ADS_1


"Ja-jadi apakah dia mengenaliku? Tidak-tidak. Mungkin karena dia sedang mabuk jadi mengira aku orang lain," ujarnya membatin.


"Lepaskan saya, Tuan! Saya mohon!" Dengan wajah memelas Tiana terus memohon.


Namun dengan mata yang memerah ia menatap bengis ke arah wanita yang ada di bawahnya itu.


"Berani sekali kau mempermainkanku, hah! Karena kamu sudah berani lari dariku. Sekarang rasakan akibatnya." ucapnya sambil menggertakan giginya. pria itu terlihat begitu marah padanya.


"Hah, apa maksudnya ini? Sebenarnya dia sedang menganggapku siapa?" batin Tiana lagi.


Dengan tanpa aba-aba laki-laki itu kembali membenamkan bibirnya secara paksa. Membuat Tiana terbungkam tidak dapat bersuara lagi. Satu tangannya memegangi dua tangan Tiana ke atas. Sedangkan tangan yang lainya merobek paksa pakaiannya. Sehingga nampaklah tubuhnya bagian atas yang kini terbuka lebar.


Srekk!


Bulir-bulir keristal mulai mengalir dari kelopak matanya. "Ya, Tuhan. Tolonglah hamba, jangan sampai ini terjadi lagi padaku. Aku tidak mau Tuhan," di dalam hati gadis malang itu terus merapalkan doa, dan berharap ada seseorang yang datang untuk menolongnya.


Namun tidaklah mungkin. Mana mungkin malam-malam begini ada yang datang ke kamar ini? Selain dirinya yang memang karena bertugas untuk membersihkan kamar ini. Pasti tidak akan ada orang lain yang datang ke sana.


Kemudian tangan kekar milik pria itu mulai bergerak menjamah tubuhnya. Bibirnya pindah ke ceruk leher jenjangnya, dan menyesap kuat. Meninggalkan kiss mark yang mencolok di kulit putihnya.


"Ahh ... ! Lepaskan aku, mohon! Jangan lakukan ini lagi. Hentikan!" Teriaknya memohon. Ia masih terus meronta agar bisa terlepas darinya.


Namun David tidak perduli, dia tetap bergerak menikmati tubuh wanita yang ada dalam kungkunganya itu. Sambil melepaskan pakainya sendiri. Satu per satu ia tanggalkan hingga tidak tersisa lagi.


Tiana semakin panik ketika melihat tubuh polos pria yang sedang mabuk itu. Namun ia sudah tidak memiliki banyak tenaga lagi untuk memberontak dan berteriak. Tenaganya telah habis terkuras kalah melawan tenaga David yang begitu kuat. Hingga pada akhirnyan dia hanya bisa pasrah dan menyesali kejadian ini.


Air matanya mengalir semakin deras tak kala lelaki itu kembali menyatukan miliknya ke tubuhnya sama seperti malam itu. Ya, dua tahun yang lalu, ia sudah berusaha untuk melupakan dan mengubuh jauh-jauh kejadian malam naas itu.


Tetapi sekarang, kenapa malah terulang lagi? Sungguh ia merasa kesakitan dengan permainan kasar laki-laki itu. Ia kembali seperti diperawani olehnya lagi. Bagaimana tidak? Dirinya hanya melakukan 1 kali dengannya dulu, dan setelah 2 tahun berlalu dengan tanpa ampun lelaki itu malah menjamahnya lagi.


Betapa hancur perasaannya ini. Kini ia sangat kembenci laki-laki itu dan menyesali kenapa ini kembali terjadi padanya lagi.


Sedangkan David masih terus melanjutkan aksinya. Karena pengaruh alkohol yang ia minum tadi. Sehingga yang ada dalam pikiranya adalah membalas dendam kepada Tiana. Dan tanpa ia sadari memang wanita yang ada di hadapanya itu benar- benar orang yang ada dipikiranya kini.


David masih terus merancau sesekali mencium kening Tiana yang dipenuhi oleh keringat yang membanjiri wajah bercampur dengan air matanya.


Wanita itu tidak bergerak, pikiranya kosong dan air matanya terus mengalir dari sudut matanya. Mungkin hatinya ingin menolaknya, namun tidak dengan tubuhnya yang secara perlahan mulai menerima dan terbuai oleh permainannya.


Setelah lama berpacu, dengan peluh yang membasahi seluruh tubuh, akhirnya lelaki itu merasa di puncak kenikmatan. Dia semakin mempercepat gerakannya dan mengerang panjang selama beberapa saat. Sambil menyebut nama seseorang yang selalu ada dalam pikiranya kini.


"Oh, Tiana ... !" Hingga ia menyemburkan benih di dalam rahimnya. Kemudian David mengatur nafasnya yang tersenggal-senggal. Dan langsung tertidur memeluk gadis ìtu dari belakang.

__ADS_1


Di tengah-tengah rasa lelahnya, sebenarnya Tiana kembali terkejut ketika mendengar David menyebut namanya. Namun, ia sudah tidak bisa berfikir lagi karena dirinnya merasa sangat lelah dan ingin segera memejamkan matanya saja.


Hingga akhirnya ia juga ikut teridur di sana. Dan entah apa yang akan terjadi setelah ini besok, ia pun tidak tau.


__ADS_2