Sang Pengantin Palsu

Sang Pengantin Palsu
Pulang Ke Rumah


__ADS_3

David dan Rendy kini sedang berada di dalam perjalanan menuju rumah keluarga Jhonny Abraham.Yang tidak lain adalah rumah David juga.


Dengan mengendarai mobil mewahnya yang berwarna silver, David pun menuju ke sana bersama Rendy sang asisten yang terkadang suka merangkap menjadi supir pribadinya juga.


Ya, memang dengan sengaja lelaki berkulit putih dan berhidung mancung itu memutuskan untuk pulang ke rumah terlebih dahulu. Nanti, di saat Tiana sudah kembali bekerja lagi, sesuai dengan rencana ia akan mendatangi hotel itu kembali.


Semenjak ibunya meninggal dunia 7 tahun yang lalu, sebenarnya lelaki tampan yang baru berusia 27 tahunan itu sangat malas untuk pulang ke rumah itu.


Namun, demi wasiat mendiang ibunya dulu, yang pernah berpesan, 'Apapun yang terjadi di masa depannya nanti, jangan perna sekalipun ia meninggalkan rumahnya itu.'


Sehingga dengan terpaksa David harus tetap mau tinggal satu atap bersama dengan dua orang yang sangat ia benci dalam hidupnya ini. Yaitu sang ayah kandungnya bersama istri ataupun ibu tirinya tersebut.


Kedua lelaki tampan itu kini sudah sampai di halaman rumah. Mereka langsung di sambut oleh security yang menjaga pintu gerbang rumah tersebut.


"Selamat malam, Tuan," ucap sang security menyapa mereka berdua. Dengan sigap lelaki berkulit coklat itu membungkuk dan membukakan pintu mobil untuk tuannya.


"Ya, malam, Pak," jawab David sembari turun dari mobil.


Begitu juga dengan Rendy, pemuda berkumis tipis itu juga ikut turun dari mobil. Lalu keduanya segera masuk ke dalam rumah dan langsung berjalan menuju ruang makan. Di mana di ruang itulah pasti semua anggota keluarga sedang berkumpul untuk melakukan makan malam.


Rumah yang sangat besar dan megah itu kini dihuni oleh 7 anggota keluarga dan beberapa pelayan juga security yang berjaga di gerbang pintu depan.


Sungguh, jika boleh jujur dan ia boleh memilih. Sebenarnya lelaki tampan bermata biru itu sudah tidak betah tinggal di rumah ini lagi. Dan ingin sekali rasanya ia tinggal terpisah saja dengan mereka semua. Karena ia merasa tidak cocok dengan sang ayah ataupun dengan ibu tirinya.


Tetapi sekali lagi demi sang ibu dan demi semua harta waris yang seharusnya memang menjadi miliknya. Lelaki itu harus bisa menahan ego dan amarahnya jika sedang berhadapan dengan kedua orang tersebut.


Pada awalnya David adalah anak yang baik, patuh, penurut dan penuh sopan santun. Namun, setelah ibunya meninggal, sifatnya langsung berubah drastis. Sifat baik yang dulu ia miliki seakan telah lenyap bersamaan dengan kepergian sang ibundanya dulu.


Kini sifat lelaki itu keras kepala, arogan, dan tidak memperdulikan orang lain. Yang bahkan membuat Jhonny pada akhirnya hanya bisa pasrah dengan semua sikap kasar dan buruk terhadap dirinya ini.


Karena lelaki paruh baya itu tau dan sadar. Kalau penyebab perubahan sikap anak sulungnya itu. Ya semata mata karena dirinyalah, sehingga membuat hubungan keduanya menjadi renggang dan kaku seperti yang sekarang ini.


"Hallo, selamat malam semua," sapa David begitu memasuki ruang makan.

__ADS_1


Tampak di ruang itu sudah ada papa, ibu dan adik tirinya. Beserta istri dan juga putri kecilnya yang belum genap berusia 1 tahun sedang berkumpul di meja makan.


Sontak semua orang yang ada di sana pun menoleh ke arahnya.


"Hai, Sayang. Akhirnya kamu pulang juga," ucap seorang wanita cantik nan seksi langsung menyambut kedatangannya.


Wanita yang semula sedang terduduk di sebelah putrinya itu segera bangkit dan menghampirinya. Lalu dengan senyum yang merekah indah di bibirnya, wanita tersebut langsung memeluk tubuh tegap suaminya. Dan tidak lupa sebuah kecupan mesra ia daratkan di kedua pipinya.


Dengan sangat enggan David membalas pelukan istrinya seraya berkata," Sorry, kemarin lagi banyak kerjaan dan meeting pun sangat padat. Jadi, aku baru bisa pulang sekarang."


"Ya, Sayang. Gak pa-pa, aku ngerti kok. Yang penting kamu sekarang udah pulang, 'kan? Jadi, nanti kita bisa kangen-kangenan, deh!" sahut Kania dengan sangat mesra ia langsung mengelanjut manja memeluk lengan kekar suaminya.


Lalu keduanya segera berjalan mendekati meja makan.


"Hai, Ren, gimana kabarmu? Masih betah, 'kan menghadapi si David ini?" sapa Jhonny.


"Alhamdulillah baik sih, Om. Ya, kalau boleh jujur sebenarnya udah gak betah sih, Om. Tapi ... demi gaji yang besar, saya betah-tahin deh. Biarpun harus dimarahin tiap hari sama dia, aku rela. Hehehehe...!" jawab Rendy. Sambil melirik ke arah David, pemuda itu tertawa mengejeknya.


Sehingga membuat pria yang diliriknya itu hanya mendengus kesal.


"Hahaha ...." Seraya menjatuhkan bokongnya di salah satu kursi yang ada di sebelah David. Pemuda itu masih tergelak.


"Hai, Kak," sapa Renatta sang adik tirinya yang sedang terduduk di samping ibundanya.


"Hemm," jawab David dengan datar. Seoalah lelaki itu sangat enggan untuk menjawabnya.


Kemudian tanpa mau menoleh ke arah Papahnya sedikit pun, lelaki berkemeja hitam itu memilih untuk duduk di sudut meja yang bersebrangan jauh dengan pria paruh baya tersebut. Seolah ini menandakan betapa jauh kerenggangan hubungan di antara keduanya.


Sedangkan Renatta gadis berusia 6 tahun itu tampak memanyunkan bibirnya karena sedih melihat sikap kakanya yang selalu saja dingin dan cuek padanya.


David memang sengaja tidak ingin dekat dengan ibu dan adik tirinya itu. Karena baginya adiknya itu sama saja dengan ibu tirinya yang tidak pernah suka terhadapnya dan ingin menyingkirkannya.


Padahal Renatta tidak seperti itu. Dia hanyalah seorang gadis kecil yang baru berusia 6 tahun yang selalu ceria dan ingin dimanja oleh keluarganya saja. Termasuk juga dengan dirinya yang merupakan kakaknya.

__ADS_1


Renatta sebenarnya ingin sekali dekat dengan sang Kakak. Tetapi justru ia selalu mendapatkan sikap kasar dan acuh darinya.


Ya, memang seperti itulah David. Yang memang sengaja memberi jarak dengannya. Sehingga mereka pun seolah bukan kakak beradik yang terlihat akur atau pun akrab seperti layaknya adik dan kakak pada umumnya.


Berbeda dengan Sizka sang ibu tirinya malah sebaliknya. Dia menginginkan anak tirinya itu agar tidak terlalu dekat dengan anak gadisnya tersebut.


Karena dia begitu membenci David dan ingin menyingkirkannya agar semua harta warisan keluarga Abraham nanti bisa menjadi miliknya ataupun anak gadisnya itu.


Namun, tampaknya untuk bisa menyingkirkanya tidaklah mudah. Karena hingga saat ini, ia tetap tidak bisa mendapatkan semua harta warisan tersebut.


Anak tirinya itu tetaplah yang akan menjadi sang ahli waris hampir dari seluruh harta suaminya. Sedangkan dirinya ataupun putrinya nanti hanya akan mendapat berapa persen saja.


Sehingga ia pun memikirkan cara lain agar tetap bisa mendapatkan semua harta itu. Termasuk juga dengan menjodohkan keponakannya itu dengan David.


Wanita berusia 37 tahunan itu berharap setelah keponakan satu-satunya itu bisa meraih hati David. Sehingga dengan demikian ia bisa menguasai semua harta itu bersama dengan keponakannya nanti.


Tetapi, lagi-lagi semua usahanya itu tampaklah sia-sia belaka. Karena pada kenyataannya si Kania sama saja dengannya. Dia tak berhasil meraih hatinya juga. Jangankan untuk bisa menaklukannya? Bahkan untuk masuk ke hatinya saja tidak bisa.


Sahingga membuat wanita itu merasa sangat kecewa dengan Kania. Percuma sudah dengan susah payah ia berhasil menjodohkannya. Namun, berakhir sia-sia. Si Kania malah hanya dijadikan istri kontraknya selam 5 tahunan saja.


"Cih, dasar gadis bodoh! Untuk merayu seorang David saja tidak becus!" sungutnya membatin. Dengan wajahnya yang terlihat sangat judes Ia melirik kesal pada Kania.


Sedangkan Kania tampak acuh dan masa bodoh terhadapnya. Selama ini ia merasa cukup senang dengan semua kemewahan yang diberikan oleh David kepadanya.


Wanita mana sih yang tidak suka dengan kemewahan? Dirinya cukup duduk manis, foya-foya dan jalan-jalan bersama teman sosialitanya. Menikmati semua uang yang diberikan oleh David di setiap bulannya.


Dan wanita cantik berkulit putih itu berharap selama menjadi istrinya nanti, dengan perlahan ia bisa meraih hati suaminya dan bisa membuatnya jatuh cinta kepada dirinya.


Ya, walaupun hingga saat ini ia belum seratus persen berhasil. Setidaknya masih ada waktu 3 tahun lagi, ia akan mengunakan waktu itu dengan sebaik-baiknya.


Dan jika itu berhasil. Dengan sangat bangga ia akan menunjukan kepada wanita paruh baya itu bahwa ia mampu menaklulan hati David dan akan membuat laki-laki itu tahluk di bawah kakinya.


"Hem ... mari kita liat saja, Tante! Akan aku buktikan, aku pasti bisa menaklukan hati David. Tidak sepertimu, menikah dengan Papah Jhonny, tapi hanya sekedar di atas kertas saja. Sedangkan hati Papah Jhonny masih tetap mencintai Mamahnya David. Hahaha ... kasian sekali sih kamu, Tante!"

__ADS_1


Di dalam hati, Kania sedang menertawakan Tantenya sendiri.


Padahal jika dipikir-pikir, bukankah nasib mereka berdua sama saja? Sama-sama nenikah hanya di atas kertas. Karena kedua suami mereka sama-sama tidak pernah mencitai keduanya.


__ADS_2