
Pada sore hari, David masih berada di dalam kamar hotel. Sedangkan Kania meminta izin untuk pulang ke rumahnya terlebih dahulu.
Dengan ditemani dua orang pria yang terlihat sedang duduk santai di sisi kanan- kirinya. Lelaki tampan berkaos putih itu kini sedang duduk termenung di sebuah sofa yang ada di tengah-tengah ruangan.
Lelaki itu sengaja mengundang kedua orang tersebut untuk menceritakan semua hal kejadian aneh yang telah dialamaminya sejak awal pernikahannya kemarin.
"Jadi, tadi pagi Abang nyuruh aku ngirim foto Kania itu karena masalah ini, Bang?" tanya seorang pria yang berusia 2 tahun lebih muda dari David.
David pun mengangguk malas.
"Tunggu tunggu tunggu! Kok aku jadi bingung ya?" sela pria yang satunya lagi. "Kamu bilang kalau gadis yang kemarin itu adalah Kania yang palsu? Maksudnya bagaimana sih?" Dengan memasang wajah kebingungan, pria yang bernama Mike Emmanuel itu menatap kedua temannya secara bergantian.
"Huff!" Terlihat David menghela nafas panjang. Sepertinya pria itu kini sedang memikirkan suatu hal yang rumit. Lalu ia berkata, "Kan, aku dari kemarin udah bilang sama kamu. Aku merasa ada yang tidak beres dengan gadis itu. Dan ternyata kecurigaanku itu memang benar. Gadis yang kemarin itu adalah pengantin palsu yang mengantikan Kania yang asli."
Dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal, pria berkemeja hitam itu semakin merasa kebingungan. "Duh aku jadi tambah semakin bingung deh, sama cerita kamu, David!" keluhnya.
"Jadi begini, Bang. Dari kemarin gadis itu terus saja menutupi wajahnya dengan masker, 'kan?" Pemuda yang bernama Rendy itu menyahut.
Mike pun mengangguk.
"Nah, ternyata itu hanya akal-akalan dia saja untuk bisa menutupi wajah aslinya, agar tidak ada yang mengetahui kalau dia sebenarnya bukanlah Kania yang asli," lanjut Rendy.
"Terus!" Dengan raut wajah yang terlihat sangat serius, Mike terus menatap ke arah Rendy.
"Dan, pada saat malam tiba, akhirnya dalam keadaan gadis itu yang tidak sadarkan diri alias pingsan. Eh, bukan pingsan sih." Lelaki yang memakai kemeja biru itu malah sibuk meralat ucapannya sendiri.
"Tapi lebih tepatnya tertidur karena pengaruh obat tidur ataupun obat bius yang ia minum. Bang David pun bisa membuka masker itu, kemudian ia baru dapat melihat bagaimana cantiknya wanita itu," lanjutnya lagi dengan gaya sok puitis.
"Obat tidur!" Mike mengerutkan dahinya kebingungan. "Maksudnya, kamu ngasih obat tidur ke gadis itu, Dav?" tuduhnya.
"Ya gak lah. Ngapain juga aku ngasih dia obat tidur segala? Yang ada aku ngasih dia obat perangsang, iya itu baru benar," jawab David kesal.
"Oh, jadi kamu ngasih dia obat perangsang gitu, ya?"
"Enggak juga, Bego!" sungut David semakin dibuatnya semakin jengkel.
Sedangkan Rendy malah cekikikan melihat ke 'Oon' nan salah satu temannya itu.
__ADS_1
Mike langsung memasang cengir kuda saat melihat David yang sudah mulai kesal padanya.
"Jadi begini ya, Bang Mike ...." Rendy mulai menceritakan apa yang tadi David ceritakan padanya. Mulai dari awal David masuk ke kamar pengantin hingga pada saat pagi hari, di mana lelaki itu melihat seorang wanita yang berbeda yang mengaku sebagai Kania.
"Oh, jadi begitu," ujar Mike sambil menggangguk-anggukan kepala. "Berarti sebenarnya tuh cewek nyiapin obat tidur itu buat kamu. Tapi malah dia yang meminumnya sendiri?"
David mengangguk.
"Terus ... setelah dia pingsan langsung kamu sikat deh, tuh cewek?" Dengan cengengesan Mike tersenyum menyeringai.
"Ya iyalah. Siapa juga yang akan tahan jika berada dalam satu kamar dengan seorang gadis cantik seperti dia," sahut David.
"Hem ... aku jadi penasaran deh. Secantik apa sih dia? Hingga membuatmu kayak langsung jatuh cinta gitu," sambung Mike.
"Woy, siapa juga yang jatuh cinta?" sanggah David yang tampak tidak terima dengan ucapan temannya itu.
"Terus kalau bukan jatuh cinta pada pandangan pertama, apa dong itu namanya? Kenapa kamu sekarang terlihat sangat tertarik dengan gadis itu?" celetuk Mike.
"Aku bukannya tertarik sama dia, Bego! Tapi aku merasa sangat marah dan tidak terima karena dia telah berani mempermainkanku semalam. Dengan berpura-pura sebagai Kania, aku pun merasa sangat penasaran apa maksud dan tujuan dari semua tindakannya ini?" ujar David.
"Iya ya. Aku juga jadi ikut penasaran nih," sahut Mike lagi.
"Setelah kamu tau, kalau kamu telah dipermainkan oleh Kania yang asli, terus kamu diam aja gitu? Kenapa kamu gak langsung marahin aja tuh cewek. Kalau gak langsung cerain aja dia. Atau kasih dia pelajaran apa kek, gitu," celetuk Mike.
"Ya, ini aku juga lagi menyusun rencana bagaimana cara membalas gadis itu, Mike. Untuk sementara ini, aku harus berpura-pura bodoh saja. Dan berpura-pura tidak mengetahui rencana busuknya itu."
"Aku jadi merasa sangat penasaran. Sebenarnya apa tujuan mereka semua?" lanjutnya lagi.
"Eh iya, ngomong-ngomong kamu udah dapat semua informasi tentang keluarga Pak Harun?" tanya David.
"Oh, tunggu bentar, Bang! Aku akan menghubungi anak buahku dulu."
Pemuda bernama lengkap Rendy Adi Sutomo itu sebenarnya adalah saudara sepupu laki-lakinya David, yang sengaja bekerja sebagai asisten pribadinya. Dia anak laki-laki dari adik kandung perempuan almahumah Ibunya.
Sedangkan Mike, pria yang hanya beda beberapa bulan saja dengannya itu adalah teman ataupun sahabatnya semenjak dari masa kuliahnya dulu. Dia juga merupakan anak dari pengusaha kaya yang berkecimpung di dunia pertelevisian.
Mereka bertiga menjadi semakin dekat setelah kepulang David kuliah di Singapore dan langsung menjabat sebagai CEO di hotel milik ayahnya.
__ADS_1
Tok tok tok ....
Terdengar suara ketukan pintu.
"Nah, itu pasti anak buah kita, Bang," kata Rendy. Lalu laki-kaki itu segera membuka pintu dan kembali lagi beberapa saat.
"Ini, Bang! Semua datanya ada di sini ." Sembari kembali menjatuhkan bokongnya di atas sofa, Rendy menyerahkan sebuah map merah kepada David.
Lelaki yang berada di samping kirinya itu membuka map tersebut. Lalu dengan sangat cermat dan teliti David mulai memeriksanya. Di sana tertulis semua data tentang keluarga Pak Harun.
Mulai dari nama semua anggota keluarganya hingga siapa saja yang tinggal di rumah keluarga itu. Lalu ia pun mengamati beberapa buah foto yang menampilkan wajah orang-orang yang bekerja di rumah tersebut.
David berharap ia bisa menemukan gadis itu di sana. Namun hasilnya nihil. Karena ia tidak menemukannya. Lalu dengan sangat kesal ia langsung melempar kasar semua berkas itu ke lantai. Hingga semua berkas itu pun berserakan di sana.
Kedua orang yang bersamanya pun sontak terkesiap kaget dan langsung menoleh ke arah dengan keheranan.
"Woy, santai, Bro!" celetuk Mike.
"Ada apa, Bang?" tanya Rendy.
"Sialan! Aku tidak menemukannya gadis itu di sana," jawab David.
"Maksudnya?" sahut Mike.
"Ya, di semua foto itu tidak ada si Kania palsu itu, tau!" sambar David. "Sebenarnya siapa dia? Sungguh membuatku semakin penasaran dan tertantang saja."
"Bagaimanapun caranya nanti. Aku harus bisa menemukannya! Liat saja, sampai kapan pun juga dan dimanapun kamu berada, aku akan tetap mencarimu, Gadis Bodoh!" Dengan mengepalkan kedua tangan, ia mengeratkan gigi dan rahangnya pun mengeras. Sehingga membuat raut wajah laki-kaki itu kini terlihat sangat menyeramkan.
***
Sementara di kediaman keluarga Pak Harun.
Braghkk!
Suara pintu didobrak.
Tiana yang sedang berada di kamarnya terlihat sangat syok. Karena tiba-tiba saja Kania datang dan langsung menyerangnya.
__ADS_1
Dengan mendobrak pintu kamarnya, gadis berambut pirang itu menerobos masuk. Lalu dengan tanpa terduga, dengan penuh emosi ia langsung melayangkan sebuah tamparan keras kepada Tiana.
Plakk!