
Di sebuah klub malam yang sangat terkenal mewah dan megah, dengan sengaja David ingin mengadakan pesta pernikahan bersama teman sesama anak pengusaha kaya ataupun teman rekan bisnisnya.
Lelaki tampan nan rupawan itu telah memesan sebuah tempat khusus untuk mereka berpesta nanti. Ya, sudah biasa pria tersebut memang senang sekali melakukan berpesta ria ataupun berfoya-foya dengan cara berdugem, meminum minuman keras dan bahkan bermain perempuan juga di sana.
Nampak sekumpulan para tamu undangan sudah mulai berdatangan memenuhi ruangannya kelas VVIP yang memang dikhususkan hanya orang-orang dari kalangan elite saja yang bisa masuk ke sana.
Orang-orang tersebut ada yang datang bersama pasangannya dan ada juga yang datang hanya bersama teman-temannya saja alias para jomblo yang belum mempunyai pasangan ataupun istri.
Sembari menunggu sang empu yang menyelenggarakan pesta mewah ini. Semua orang itu kini sudah nampak sibuk mulai menikmati pesta tersebut. Ada yang sedang mengobrol saling menyapa dan bersendau gurau dengan tawa yang terdengar nyaring memenuhi ruangan tersebut.
Ada pula yang sedang berkeliling mengitari meja-meja yang dipenuhi dengan berbagai jenis makanan yang telah tersedia di sana.
Lalu ada juga segerombolan pemuda yang sedang asyik berpesta pora menikmati wine yang ditemani oleh cewek-cewek cantik dengan baju kurang bahan.
Tak berselang lama orang yang mereka tunggu-tunggu pun akhirnya datang juga.
Terlihat sepasang suami istri yang baru melakukan pernikahan beberapa hari yang lalu sedang berjalan beriringan menuju tempat tersebut.
Tatapan semua orang yang sedang berada di sana langsung terkagum-kagum dan terperangah melihat pasangan ìtu.
Seorang pria dengan tinggi badan 180 cm, tubuhnya tegap dan atletis. Wajahnya sangat tampan yang ketampanannya di atas rata-rata itu membuat siapa saja terutama bagi para kaum hawa langsung terpesona.
Sementara sang gadis juga tak kalah cantik dan seksi. Dengan gaun ketat berwarna merah, memperlihatkan betapa seksinya tubuh wanita itu bak gitar spanyol dengan pinggang yang ramping, bahu yang terbuka namun tetap elegan. Sehingga membuat keduanya tampak begitu serasi dan membikin orang lain iri saja melihatnya.
Begitu memasuki ruangan itu, mereka langsung disambut oleh riuh tepukan tangan dari samua orang.
"Marilah kita sambut sang pengantin baru kita yaitu Tuan David Abraham dan Kania Maheswari Sanjaya!" ucap sang MC dengan penuh semangat menunjuk ke arah pasangan pengantin baru itu.
Prok-prok- prok ....
"Hallo, selamat malam, terima kasih." Seraya mengulas senyum manis di bibir. Dengan satu per satu David dan Kania menghampiri para tamu itu dan menyalaminya mereka semua.
Hingga tanpa sengaja, Kania langsung membelalakan kedua mata di saat ia melihat ada seorang pria dan wanita yang tak terduga berada di sana juga.
__ADS_1
"Hah! Bi-bisma dan Akira?!" pekiknya membatin. Gadis itu tampak syok dan sekaligus marah melihat pasangan selingkuhan itu.
"Oh, jadi mereka juga tamu di sini. Oke, akan aku tunjukan ke mereka berdua, kalau aku bisa memndapatkan laki-laki yang jauh lebih tampan dan kaya dari pada lelaki brengsek itu!" pikirnya sembari tersenyum menyeringai menganggap remeh pasangan ìtu.
Lalu ketika David dan dirinya mulai berada di dekat mereka berdua. Dengan menggelanjut manja di lengan suaminya, Kania pun berkata, "Sayang, mereka siapa? Apakah mereka ini temanmu juga?"
"0h, mereka. Ya, dia adalah salah satu menejer yang berkerja di hotelku, Kania. Apakah kamu mengenalnya?" jawab David sambil terus melangkah lebih dekat ke arah yang ditunjuk oleh istrinya tadi.
Kania langsung menggelengkan kepalanya. Ia berpura-pura tidak mengenalnya saja.
Sedangkan kedua orang yang sedang berdiri tepat di hadapannya itu juga merasa sangat syok melihatnya. Dengan ekpresi kaget keduanya tertegun menatapnya.
Lalu dengan senyum palsunya, Kania langsung mengulurkan tangannya. "Hallo, saya Kania. Dan Anda berdua--"
Seketika itu, lelaki yang memakai jas biru itu tampak gugup dan canggung menyambut ulurannya. "Ha-hallo saya Bisma. Dan ini--"
"Hallo, kenalkan saya Akira. Dan saya dalah tunangannya," sahut Akira menyela ucapan pria yang ada di sampingnya ini.
Kemudian wanita itu juga bersalaman dengan keduanya. Namun, di saat ia tengah bersalaman dengan David. Dengan sengaja wanita itu tersenyum manis menggodanya. Sehingga membuat Kania yang melihatnya, dengan sangat geram langsung melepas paksa kaitan tangan mereka berdua.
Kania yang jengah mendengar ucapannya, memutar bola matanya malas. Ia merasa makin enek saja melihat tingkah genitnya itu. Ingin rasanya ia mencakar ataupun mencabik-cabik wajahnya yang sok kecakapan itu. Namun, ia tahan. Demi menjaga imej dan reputasinya di depan umum. Tentu saja ia tidak mau mempermalukan dirinya sendiri dengan menyerang wanita murahan itu.
Sedangkan David hanya mengerutkan dahinya menatap aneh kedua wanita tersebut. Sementara Bisma hanya nyengir kuda salah tingkah dan tak tau harus berbuat apa sekarang ini.
"Ayo, Sayang! Kita sambut tamu yamg lainnya!" Kania meraih tangannya dan menariknya untuk menjauhi kedua orang tersebut.
Hingga pada akhirnya David dan Kania memilih untuk duduk di salah satu sofa panjang yang ada di sana. Tak lupa di sana juga sudah ada sang asisten pribadinya dan sahabat dekat David. Yaitu Rendy dan Mike, yang sedang menemani beberapa tamu yang sedang duduk di sekitarnya.
Mereka semua mulai asyik mengobrol satu dengan lainnya.
"Wah-wah-wah, selamat ya, Bro! Akhirnya kamu nikah juga. Kayaknya sudah siap nih untuk menetapkan hati pada satu wanita saja," celetuk salah seorang pria berkemeja coklat tersenyum tengil mengodanya.
"Hahaha ... iya nih. Ada apa gerangan dengan teman kita yang satu ini? Kenapa tiba-tiba dia mau menikah? Padahal--" sahut pria yang lainnya.
__ADS_1
"Woy, udah stop-stop! Apa kalian gak kasihan sama si pengantin wanita ini?" sela pria berjas merah tua melirik ke arah gadis cantik yang duduk di sebelah David.
"Eh, sorry, Nona Cantik. Saya hampir keceplosan membeberkan semua keburukan lelaki brengsek yang ada di sampingmu ini." Dengan tanpa rasa sungkan para kumpulan pria itu terus mengoceh sengaja menggoda sepasang pengantin baru tersebut.
"Tapi tenang, Nona. Jika melihat Anda yang begitu cantik, kurasa si David ini pasti tidak akan bisa berpaling hati dari Anda, Nona. Karena begitu terpesonanya dengan kecantikan Anda. Ya betul gak, Bro?"
"Yo'i. Tentu saja. Jika aku yang menjadi suaminya aku pun akan seperti itu juga." sahut yang lainnya lagi.
"Ah, Anda semua bisa saja," ucap Kania sambil tersipu malu.
Sedangkan David hanya tersenyum geli dan menggelengkan kepala melihat aksi jail para temannya itu.
"Em ... kalau begitu saya permisi. Saya mau ke toilet dulu," ujar Kania sembari bangkit dari duduknya ia pun meminta ijin siaminya.
David hanya mengangguk pelan. Kemudian wanita cantik dengan rambut pirang sepunggung itu bergegas ingin menuju ke kamar kecil.
Namun, di tengah jalan menuju ke sana Akira yang kebetulan baru saja keluar dari toilet pun langsung menghadangnya.
"Ck ck ck ... cie-cie yang sudah menikah." kata Akira dengan nada mengejek. Sembari melipat tangan di depan dada, wanita bergaun hitam itu tersenyum miring padanya.
"Kenapa kamu kaget, dan gak ngira, 'kan? Kalau ternyata aku bisa mendapatkan laki-laki yang jauh lebih baik dari si Bisma yang sialan ìtu?" jawab Kania dengan ketus balas tersenyum meledeknya.
"Ya ya ya, memang ku akui kalau suamimu yang sekarang ini jauh lebih tampan dan tentunya lebih kaya dari Bisma. Tapi ... kamu jangan senang dulu! Aku ingin tau bagaimana reaksinya jika dia tau kalau gadis yang ia nikahi pada hari itu adalah bukan kamu yang sesungguhnya!"
Degg!
Mata Kania langsung melotot tajam kepadanya. "Kamu jangan berani bicara yang macam-macam sama dia. Kalau kamu sampai berani bilang ke David soal itu, maka--"
"Maka apa, Huh? Kamu pikir aku takut dengan ancamanmu? Cih, aku sama sekali tidak takut denganmu," tantang Akira dengan balas melotot tajam juga.
"Dan aku akan bilang sama David kalau di pada hari pernikahan itu sebenarnya ...."
"Sebenarnya apa?" sahut seorang pria yang terdengar dari arah samping mereka berdua.
__ADS_1
Sontak kedua wanita itu terkesiap kaget dan secara serempak menoleh ke arah sumber suara.
"Hah, ka-kamu!"