Sayang, Apa Kau Menyesal??

Sayang, Apa Kau Menyesal??
Episode 10 " First Kiss "


__ADS_3

setelah sejam lamanya kami berbincang, akhirnya Ivan pamit pulang duluan karena tiba - tiba dapat telpon penting yang mendesak, sehingga Ivan mau tak mau harus pergi.


" Glen ... sorry banget nih bro gw gak bisa ngobrol lebih lama lagi sama kalian, gw dapat kabar adik gw kecelakaan, ini gw mau langsung ke rumah sakit " ucap Ivan dengan mimik gelisah tak karuan.


" ya ampunnnn......." sontak Glen merasa kaget


" yaudah bro Lo burusan liat adek Lo gih ke rumah sakit, next time kita ketemuan lagi, semoga adek Lo gak kenapa - kenapa ya bro...." tambah Glen seraya berdiri menyemangati Ivan sambil menepuk pundaknya. dan Ivan pun beranjak pergi.


" kasian banget Ivan, tiba - tiba dapet kabar gak enak tentang kecelakaan adiknya,,huhu..." ujarku yang ikut bersedih membayangkan betapa kagetnya Ivan mendengar berita itu.


" iya....adeknya si Alena emang suka ngebut sih bawa mobilnya, padahal masih anak SMA...ini tuh bukan pertama kalinya dia kecelakaan, mungkin udah yang kelima kalinya..." ungkap Glen yang rupanya tau betul seperti apa kelakuan adik Ivan.


" astagahhhhh.....5 kali kecelakaan???? ya ampunnnn....ckck" ucapku kaget tak sadar aku menutup mulutku dengan tanganku.


" ya gitu deh....biasalah kalo anak terlalu dimanja, susah kapoknya....ckck" ujar Glen sambil tersenyum sinis.


" untung gw gak bisa bawa kendaraan, jadi gak bakal ngebut - ngebutan deh,hahahah...." ungkapku seraya tertawa, menertawakan betapa payahnya aku yang tidak bisa bawa kendaraan lebih tepatnya....huh


" hah...serius Lo gak bisa bawa kendaraan La??? berarti kemana - mana Lo naik kendaraan umum atau dianterin dong???" tanya Glen seakan gak percaya mengetahui kekuranganku itu.


" iya....soalnya gw pas kelas 1 SMP waktu lagi belajar motor nabrak bemper mobil orang, sampe sikut gw luka kena parut aspal sama dagu gw bonyok, sampe malu gw pas SMP mana lagi ujian dagu gw diperban segala...hadeuhhhh" jelasku sambil meringis mengingat betapa malangnya aku waktu itu. sehingga meninggalkan rasa trauma yang dalam.


" belum lagi beberapa bulan kemudian pas lagi nyebrang mau main ke rumah temen gw eh gw ketabrak motor sampe mental cukup jauh, akhirnya gw gak sekolah sampe 2 Minggu....ckck, apes banget kan gw hehehe... maka dari itu gw jadi trauma Glen " lanjutku lagi.


" hmmm...pantesan Lo jadi setakut itu bawa kendaraan, ya walaupun harusnya Lo tetep coba terus untuk belajar bawa kendaraan, biar enak bisa kemana - mana sendiri. " kata Glen dengan mimik serius, dalam hati aku semakin terpesona dengan wajahnya yang hari ini memang terlihat semakin keren.


" ya harusnya sih gitu...tapi gw kalo udah trauma susah sih ngilanginnya...huft..." keluhku dengan mimik tidak bersemangat.


" hahaha...ya ya ya.. eh kita nonton yuk, ada film thriller seru nih lagi tayang, Lo suka gak film gituan??? klo gak suka kita bisa nonton yang lain yang Lo suka..." ajak Glen mengakhiri pembicaraan kami tentang traumaku.


" hmmmm....boleh...gw suka kok film apa ajah, haha...asal jangan yang sadis - sadis kayak model SAW...duh, gw gak kuat kalo itu Glen..." ungkapku sambil bergidik ngeri membayangkan film sadisme seperti SAW yang membuatku malah mual dan keringat dingin.


" hahaha..yaudah klo gitu ayo kita ke XXI...siapa tau ada yang lagi diputar jam 2an. " ajak Glen seraya berdiri.

__ADS_1


" oke sip..."


kamipun beranjak menuju bioskop.


Glen memesan 2 tiket yang main jam 14.15 WIB.


selama di dalam bioskop kamipun sangat menikmati filmnya dengan serius, tidak ada sama sekali sikap yang annoying dari Glen, dia sopan sekali dan tidak berusaha untuk menyentuhku. membuatku merasa nyaman, karena dia benar - benar memperlakukanku seperti temannya sendiri.


2 jam kemudian filmnya pun usai, kami merasa puas dengan alur ceritanya yang sungguh seru dan menarik.


Ketika sedang berjalan turun melewati tangga bioskop aku tak sengaja tersandung lalu hendak terjatuh.." akhhhhhhh...." teriakku kaget. untung dengan refleks yang cepat Glen langsung menangkap badankku hingga tak sampai terjatuh.


deg.....


deg.....


deg.....


saat melihat wajah Glen sedekat itu aku seperti terhipnotis oleh aura maskulinnya, ditambah wangi parfumnya yang serasi.


ahhhh....apakah aku sedang jatuh cinta??? gumamku dalam hati.


beberapa saat kemudian aku pun tersadar dari adegan saling memandang itu, sambil merasa malu hingga wajahku merona aku pun melepaskan tubuhku dari tangkapan Glen.


" sorry Glen...aduh gw teledor banget sih jalan gak liat - liat malah Meleng, kepeleset deh gw..." ucapku dengan tubuh masih bergetar karena adegan tadi.hihihi


" haha...iya lain kali Lo hati - hati ya kalo jalan..." jawab Glen agak kaku, rupanya dia juga merasa kikuk atas kejadian barusan.


setelah dari bioskop Glen mengajakku makan ice cream, pas sekali untuk memadamkan gejolak diriku yang belum menentu akibat kejadian tadi. semakin aku dekat dan berlama - lama dengan Glen, ada perasaan aneh yang timbul, mugkin Glen juga merasa begitu padaku.


di dalam kedai ice cream yang bernuansa manis itu kami berbincang tentang banyak hal. Glen bahkan bercerita tentang keluarganya yang sebenarnya tidak harmonis, Mami dan Papinya bercerai ketika Glen berusia 7 tahun. Glen bersama adik perempuannya yang bernama Mima begitu sedih ketika Maminya pergi dari rumah meninggalkan ia dan adiknya yg masih berusia 3 tahun lalu menikah lagi dengan selingkuhannya. meninggalkan Glen dan Mima bersama Papinya yang berubah menjadi seorang pemabuk.


" orang tau nya keluarga gw terpandang, padahal gak sama sekali, gw dan adik gw tumbuh dengan kurang perhatian dan kasih sayang orang tua...untung ada Tante Lusi yang berbaik hati mau memberikan waktu dan kasih sayangnya untuk ngerawat gw dan Mima " ungkap Glen menceritakan tentang kisah hidupnya yang pahit.

__ADS_1


aku merasa tersanjung melihat Glen yang begitu terbuka padaku hingga tanpa segan menceritakan kisah hidupnya yang pastinya sangat rahasia dan penting, padahal ia baru mengenalku selama 1 Minggu. hatiku merasa menjadi begitu ringan dan semakin merasa kasihan pada Glen.


" ya ampun, gw ikut sedih ya Glen...pasti berat banget jadi Lo....gw gak bisa bayangin gimana rasanya....pasti sedihhh banget..." ucapku merespon cerita sedih milik Glen.


aku bersyukur pada Tuhan, karena memiliki sosok orangtua yang lengkap dan berperan dengan baik dalam hidupku, dari sejak aku kecil hingga saat ini. melihat kedua orangtuaku yang begitu harmonis membuat hatiku bahagia meskipun materi kami tidak berlimpah. tidak seperti Glen yang hartanya berlimpah sejak kecil namun hatinya kosong akan sosok orangtua yang mana sangat amat ia butuhkan.


" ya gitu lah La...hehe, sorry ya gw jadi cerita yang gak penting gitu sama Lo...tau nih gw tiba - tiba ngerasa nyaman buat cerita hal itu sama Lo..." ujar Glen sambil tersipu menatapku yang tampak serius mendengarkan ceritanya.


" gak papa kali Glen, gw seneng malahan Lo udah mau cerita sama gw...hehe..." balasku sambil tertawa kecil berusaha memecahkan suasana.


haripun semakin larut, dan kami memutuskan untuk pulang. waktu terasa cepat sekali berputar pikirku, rasanya baru sebentar aku bersama Glen dan besok aku sudah harus kerja lagi huh...gumamku dongkol.


tiba - tiba Glen menghentikan mobilnya di pinggir jalan yang tidak terlalu ramai.


" ada apa Glen???" tanyaku heran kenapa Glen tiba - tiba menghentikan mobilnya.


" gw pengen ngomong sesuatu La...ada yang gak bisa gw tahan lagi,...." ucap Glen terhenti.


" mau ngomong apa Glen???" tanyaku penasaran.


" La...sorry kalo gw lancang, tapi....gw....gw suka sama Lo La..." ungkap Glen terbata - bata.


whatttt??????


dia suka sama gw???


seorang cowok tajir dan keren seperti Glen suka sama gw????????


sebelum aku menjawab ....Glen dengan cepatnya mencium bibirku. membuatku kaget setengah mati...


seketika tubuhku seperti mendidih, jantungku berdetak luar biasa kencang.


🔥bersambung 🔥

__ADS_1


__ADS_2