Sayang, Apa Kau Menyesal??

Sayang, Apa Kau Menyesal??
Episode 42 " Hanya Milikku "


__ADS_3

Ada dendam yang tersirat pada wajah Glen yang dengan memalukannya di seret paksa oleh kedua orang security restoran. belum lagi kecemburuannya yang berkecamuk dihati membekas dengan sempurna.


" Hari - harimu tidak akan menjadi mudah kedepannya Radith...BEDEBAH kau !!! " umpatnya, ia pun dengan kasarnya melepaskan diri dari kedua orang security yang terlihat mendorong tubuhnya agar menjauh dari restoran.


" LEPASKAN SAYA....saya bisa pergi sendiri !!! " teriak Glen dengan ketusnya.


" kami harap Tuan tidak kembali membuat keributan di tempat kami dan bisa segera pergi dari sini... " pinta salah seorang security berkumis tebal sambil merentangkan tangan kanannya.


Glen tampak tidak peduli dan meninggalkan tempat itu dan menderu mesin mobilnya dengan kecepatan penuh.


Tampaknya sudah terlalu lama aku terdiam, hingga hidupku menjadi terlalu hancur dan menyakitkan seperti ini, pikir Glen, ia memukul stir nya dengan emosi. " Arghhhh.. "


Ia hendak menjebak Angel dengan berpura-pura membalas perasaan wanita laknat itu. setelah Angel berhasil masuk ke dalam perangkapnya, ia akan melumpuhkan wanita itu dengan tangannya sendiri. sehingga kedepannya, ia bisa secepat mungkin mendapatkan Sheila kembali.


" Bro...gw butuh bantuan Lo.... " ucap Glen melalui ponselnya pada Ivan di dalam mobilnya dengan mimik serius.


Ivan yang mendengar suara Glen yang tampak serius pun mengerti, bahwa temannya itu sedang emosional.


" oke Bro...gw siap bantu Lo semampu gw... " balas Ivan.


" oke kita ketemuan sekarang di resto Clark's " pinta Glen.


" oke sip...gw segera kesana... " sahut Ivan langsung bergegas ganti baju dan menuju resto Clark's.


***


" Roni... apa kamu masih dengan cermat memata - matai gerak gerik Glen??? " tanya Angel melalui ponselnya, sambil menikmati indahnya kota Jakarta dari jendela Rumahnya yang terletak di pusat kota.


" Tentu nona Angel... saya selalu mengikuti gerak - gerik Glen kemanapun dia pergi... " jawabnya penuh percaya diri.


" Bagus... " decak Angel.


" apa dia masih menemui gadis bodoh itu???"


" tidak Nona, dia banyak menghabiskan waktunya di club malam hanya untuk mabuk - mabukkan lalu kembali lagi ke apartemennya." jelas Roni.


hmmmm.... sepenting itukah gadis bodoh itu dihidupmu Glen??? hingga kamu terlihat begitu hancur dan mendekati Alkohol, yang selama ini kamu benci dan jauhi. keluh Angel kesal mengetahui betapa penting nya gadis bodoh itu bagi Pria yang ia cintai. Aku akan membuatmu bertekuk lutut di bawah kaki ku Glen, sumpah Angel sambil tersenyum sinis.


" bagus Roni.. ikuti dia kemanapun sebisamu... esok aku akan menemuinya.. " Angel mengakhiri sambungan telponnya.


***


Radith tak hentinya memandangi wajah khawatir Sheila yang begitu teduh keibuan. pikirannya hingga melantur kemana - mana, sesaat ia lupa akan rasa nyeri di sudut bibirnya. ia ingin sekali mengecup bibir Sheila yang begitu ranum dan menantang dengan lipstik merahnya. Sekelebat pikiran jahat terlintas dalam benaknya, apa kuhamili saja dia, agar dia mau jadi milikku dan tidak akan meninggalkanku. Rasanya Radith takut sekali kehilangan gadis cantik di hadapannya. Ia kesal membayangkan Glen yang pastinya tidak akan tinggal diam melihat kebahagiaan mereka kedepannya nanti. Ya, rasanya ideku itu bagus juga, jika Sheila ia hamili, otomatis gadis polos sepertinya akan menuntut pertanggungjawabannya dan memintanya untuk menikah dengannya, pikiran kotor itupun bergema dalam pikirannya.

__ADS_1


merasa diperhatikan oleh Radith, Sheila merasa salah tingkah.


" Apa masih sakit Dith??? " tanya Sheila seraya membersihkan luka di wajah Radith dan membubuhkan obat antiseptik.


" Gak La...aku baik - baik saja... " senyum Radith mengembang, membuat Sheila menghentikan gerakannya.


" Baguslah... aku jadi merasa gak enak sama kamu Dith, ini semua gara - gara aku... maaf ya... " ucap Sheila dengan wajah menyesal.


Tanpa ia sadari wajah Radith sangat Tampan dilihat dari dekat, membuat ada gelenyar aneh dalam dirinya. ' Ah... apa aku sudah gila??? kenapa tiba-tiba jantungku berdebar melihat tatapan Radith, hmmm... tampaknya otakku sudah korslet, gumamnya kesal. baru saja putus dari Glen, dia sudah mulai meracau.


Radith tersenyum melihat rona merah di wajah Sheila, menambah kecantikan gadis itu. tampaknya Sheila mulai merasakan hal yang sama dengan dirinya. Radith pun merencanakan sesuatu di otaknya.


" Dith... sebaiknya kita pulang saja...sudah malam, kamu juga harus istirahat...." seru Sheila mengakhiri acara pandang - pandangan itu.


" ahh iyahh...benar ini sudah malam, aku hampir lupa La...hehe, nampaknya waktu berlalu begitu cepat..hmmm.. " keluh Radith dengan mimik kesal yang dibuat - buat.


Radith dan Sheila pun bangkit berdiri dan berjalan menuju ke parkiran mobil.


sesampainya Radith membukakan pintu mobilnya untuk Sheila.


" makasih Dith... " ucap Sheila merasa begitu spesial. Radith pun mengangguk dengan senyum tampannya.


ketika sudah sama - sama berada di dalam mobil, Radith pun mulai melancarkan rencananya.


" ohh iya... aku ada sesuatu barang yang harus aku ambil, kamu mau gak temenin aku sebentar La??? " tanya Radith.


" ke apartemen ku La, gak jauh kok dari sini, cuma sebentar oke... " pintanya dengan wajah yang begitu imut, membuat Sheila gemas dan tidak bisa menolak permintaan Radith.


" iya Dith aku mau... " jawabnya.


 


Radith pun tersenyum puas, merasa rencananya akan berjalan dengan lancar.


 


' aku tidak akan melepaskanmu malam ini La!! ' tekadnya bulat.


***


hanya 15 menit dari restoran tempat mereka makan malam letak Apartemen mewah milik Radith, setelah menaiki Lift, akhirnya Radith dan Sheila sampai. merekapun memasuki Apartemen Radith yang terlihat mewah dan luas. Sheila pun berdecak kagum melihat luasnya apartemen milik Radith, di tambah dengan lantai marmer dan lampu kristal yang terlihat mewah dengan furniture yang juga tak kalah mewahnya.


" tunggu sebentar ya La...Aku ambil dulu barangnya... " Pinta Radith sambil menyuruh Sheila duduk di sofa berwarna Grey di ruang depan.

__ADS_1


 


" oke Dith " angguk Sheila menurut.


5 menit kemudian Sheila terkejut mendengar teriakan Radith.


 


"ARGHHHH.... "


tanpa berpikir panjang Sheila pun berlari dengan kencang ke arah sumber suara.


" Radith... kamu baik - baik saja???? " tanya Sheila panik kemudian mendekati Radith. terlihat darah segar menetes dari jari Radith.


" ya ampun...jari kamu berdarah, bagaimana bisa Dith??? memangnya kamu sedang apa??? " Sheila begitu panik, membuat Radith terpukau dengan mimik Sheila yang semakin membuat lelaki itu gemas.


" iya La...aku gak sengaja terkena pisau ketika hendak membuka bungkusan barang itu " Jawab Radith seraya menunjuk pisau dan bungkusan coklat barang di depannya.


" Sheila pun mengambil beberapa lembar tissue yang ada di ruangan itu dan mengelap darah Radith yang tak hentinya menetes, saking paniknya Sheila tak sadar bahwa wajahnya dengan Radith terpaut begitu dekat. Ia pun melirik Radith, Radith pun membalas lirikan Sheila, sehingga mata mereka bertemu, secepat kilat Radith menempelkan bibirnya di bibir Sheila, karena terkejut Sheila pun dengan cepat menjauhkan wajahnya dari Radith, namun Radith memaksa lalu mendekatkan kembali wajah Sheila dan menciumnya paksa, Sheila dengan kerasnya meronta berusaha melepaskan diri, namun Radith menahannya dengan kuat lalu mengulum bibir Sheila dengan buasnya, membuat Sheila kelelahan meronta.


Tangan Radith mulai menjelajahi dada Sheila dan menyentuh area sensitifnya. membuat Sheila marah tapi dengan gilanya ia menikmati sensasi yang tercipta dengan kelihaian tangan Radith, ia sungguh terkejut dengan kenikmatan ini, selama ini belum pernah ia merasakan gejolak aneh ini, bahkan ketika bersama Glen mereka hanya sebatas berciuman saja.


Radith merasa lega karena Sheila memberikan respon yang baik, ia pun melanjutkan aksinya, menjelajahi bagian lain yang sangat penting bagi wanita, dimana semua kenikmatan itu berpusat. Radith mulai menyentuhnya lembut dan memijatnya penuh gairah, membuat Sheila mendesah " ahhhh.. stop Radith ahhh... " Sheila berusaha meronta tapi tubuhnya seakan berkata lain, ia malah menikmati sentuhan Radith yang sangat berani itu.


Sheila melepaskan dirinya dari ciuman Radith, karena ia butuh menghirup oksigen jika tidak ingin pingsan karena kehabisan nafas. melihat nafas memburu Sheila membuat Radith semakin bernafsu, belum sempat Sheila mengumpulkan akal sehatnya, Radith dengan gemas kembali mencium Sheila, kali ini lebih dalam dan menuntut. entah mengapa Sheila menikmati nya, apa karena rasa sakitnya pada Glen sehingga ia butuh pelampiasan, ah ia memilih untuk menepis bayangan Glen dalam benaknya.


Tangan Radith mulai membuka baju Sheila secara kasar dan merobeknya, ia sudah tidak sabar melepaskan bajunya dengan cara yang benar, membuat Sheila melepaskan dirinya dan terperangah.


" Kamu mau apa Dith??? " tanya Sheila setelah berusaha keras mengumpulkan kesadarannya.


" Aku mau kamu jadi milikku selamanya La... " ungkap Radith dengan wajah sendunya, ia masih bernafsu sekali.


" tapi ini gak benar Dith...ini salah... ini _ "


belum sempat Sheila melanjutkan perkataannya Radith sudah dengan buas melumat bibir Sheila, lalu lelaki itu menindih Sheila dan menikmati tubuh mulus gadis itu, ia menggumam memuji kecantikan Sheila yang sungguh membuat libidonya naik. ia pun mundur sebentar untuk membuka baju dan celananya kemudian bergabung dengan Sheila di ranjang.


Sheila terbelalak melihat tubuh atletis Radith, yang tampak sempurna dengan wajah tampannya. ' ahhh kenapa aku bisa jadi seliar ini...aku sudah seperti pelacur' pikirnya miris. bukannya menolak, ia malah diam saja.


Radith menjelajahi tubuh Sheila sehingga membuat erangan - erangan penuh gairah dari bibir Gadis itu, tidak pernah Sheila merasakan kenikmatan seperti ini. Oh, Nampaknya aku telah menghancurkan hidup ku sendiri dengan menjadi seorang gadis murahan malam ini, tapi aku tak peduli, aku yang bodoh dan polos memang sudah mati.


Sheila terlihat begitu responsif, membuat Radith begitu menyukainya, dan melancarkan aksinya memasuki milik Sheila yang berharga, agar ia bisa memiliki gadis itu untuk selamanya. Menyadari Sheila yang masih perawan membuat Radith sumringah, ia bahagia menjadi lelaki pertama yang bisa memiliki gadis itu.


Malam itu menjadi malam yang begitu panas, keringat mengucur di tubuh keduanya.

__ADS_1


" aku akan memilikimu untuk selamanya Sheila... Kamu adalah milikku, hanya milikku!! " bisik Radith ditelinga Sheila, namun kenikmatan yang Sheila rasakan membuatnya tidak fokus dengan kata - kata Radith.


bersambung


__ADS_2