
Sheila kembali teringat akan sosok almarhum Bapaknya. ia berencana untuk mengunjungi makamnya segera untuk meminta maaf atas kesalahan yang sudah ia perbuat dengan Radith, jika saja beliau masih hidup pasti akan kecewa sekali dengan perbuatannya, mungkin Sheila juga tidak akan dianggap anak lagi, mengingat betapa Almarhum Bapaknya memang orang yang konservatif.
Di dalam mobil Sheila terus termenung, membuat Radith menyadari kegalauan yang Sheila rasakan. untuk gadis sepolos Sheila pastinya sangat tidak mudah menerima semua ini, berbeda dengan jalang yang sering ia temui, yang melakukannya karena memang sudah terbiasa dan tidak ada penyesalan.
" tenang La..aku akan segera menikahimu.... " ucap Radith memecah lamunan Sheila lalu menggenggam tangan Sheila. Sheila pun menatap Radith dengan tatapan sendu, terlalu banyak yang ia pikirkan, salah satunya alasan ia tidak pulang semalam, bagaimana jika Mama memarahinya, ini pertama kalinya aku begini, pikirnya khawatir.
" kamu gak usah takut La... aku juga nanti akan kasih penjelasan yang masuk akal ke Tante Renata. " tambah Radith seakan bisa membaca jalan pikiran gadis yang ia cintai.
merasa sedikit lega, Sheila pun tersenyum pada Radith. ia mampu merasakan ketulusan lelaki di sampingnya itu, meski ia belum bisa mencintainya, tetapi kejadian semalam membentuk ikatan dalam hatinya, untuk gadis polos seperti Sheila yang baru pertama kali melakukan hal itu pastinya ia masih memiliki pikiran yang konvensional, dalam arti kata orang pertama yang menyentuh kesuciannya adalah orang yang akan menjadi suaminya, padahal di zaman ini penikmat kesucian pertama seorang gadis belum tentu akan menjadi suaminya kelak.
***
" Ma...Sheila parah juga ya, aku kira dia anak yang polos eh masa dari semalam dia gak pulang - pulang ke rumah, ckck. " seru Luna pada Amel di teras rumah, yang tidak sengaja terdengar oleh Renata.
" iya Mama juga gak nyangka Na...Sheila separah itu, mana perginya sama lelaki lain lagi bukan sama Glen pacarnya." sahut Amel sama kompornya. Membuat Renata sedih mendengarnya, ia tidak menyangka adik dan ponakannya itu ternyata adalah orang yang usil dan berpura-pura baik di depannya.
Tak lama Renata menyadari ada mobil SUV mewah berwarna hitam baru tiba di depan rumahnya.
" sepertinya itu mobil Radith... " gumam Renata, dan benar saja Radith segera turun lalu berlari mengitari mobil untuk membukakan pintu untuk Sheila. terlihat Sheila yang turun dengan baju yang sudah berganti, bukan mengenakan gaun yang semalam ia pakai. Segera saja Renata keluar.
" kamu dari mana La ?? kenapa semalam gak pulang??? " tanpa basa basi Renata langsung menodong anaknya dengan pertanyaan.
Sheila agak terkejut melihat Mamanya, ia tahu ini pasti akan terjadi, baru saja ia mau menjawab tiba - tiba Radith maju dan menghadapi Renata.
" Maaf Tante semalam tiba - tiba Radith gak sengaja nabrak pemotor di jalan waktu mau antar Sheila pulang, lalu karena merasa bersalah Radith tanggung jawab dan membawa korban ke rumah sakit, karena tidak ada saudara korban yang bisa datang, akhirnya Radith dan Sheila terpaksa menunggu korban di rumah sakit sampai pagi , untungnya saudara korban ada yang datang juga makanya kami bisa pulang sekarang...Maafin Radith ya Tante, ini bukan salah Sheila " ungkap Radith merangkai kebohongan agar Renata tidak memarahi Sheila, disamping itu dia tidak mungkin menceritakan yang sesungguhnya pada Renata, yang ada ia akan membenci Radith dan tidak merelakan anaknya hidup bersama pria **** yang sudah merusak anak perempuannya.
__ADS_1
Sheila melirik Radith dengan penuh keterkejutan, matanya sedikit membulat membuat Radith menahan tawanya karena ia merasa gemas dengan ekspresi Sheila.
" ohhh begitu....Tante kira Sheila kenapa - kenapa.. " sahut Renata tenang. Membuat Amel dan Luna yang juga berada di antara mereka melirik sinis, tidak suka melihat keberuntungan Sheila yang bisa berada di tengah-tengah para pria kaya raya.
" iya Ma ... " jawab Sheila agar Mamanya semakin percaya pada alasan yang Radith berikan.
" iya Maaf banget ya Tante... kita mau kasih kabar ke Tante juga gak bisa karena handphone kami berdua batere nya lowbat. " tambah Radith dengan mimik menyesal.
" iya gak apa - apa Dith yang penting kalian selamat... " Renata melunak dan tersenyum pada Radith.
Radith pun pamit pulang, karena ia tahu Sheila pasti lelah dan butuh istirahat, ia pun tidak sabar untuk pulang ke rumah dan bicara dengan Rita mengenai rencananya untuk menikahi Sheila secepatnya.
" Tante Radith izin pulang dulu ya... " pamitnya.
" baik Tante Renata, salam dari Tante pasti akan Radith sampaikan..." jawab Radith lalu menyalim tangan Renata.
" La aku balik ya... " pamit pada Sheila sambil tersenyum.
" iya Dith...hati - hati yah " jawab Sheila.
Amel dan Luna semakin tidak suka memandang kebahagiaan Renata dan Sheila, wajah mereka semakin sinis, Sheila bahkan melihat tampang masam mereka dan semakin tidak peduli, baginya mereka tidak berarti apa-apa.
" Radith ganteng ya La.. " ujar Renata tiba - tiba, membuat mata Sheila membulat menatap Mama nya.
" kamu kenapa lihat Mama begitu??? emang bener kan Radith ganteng, udah gitu anak orang terpandang lagi yang Mama kenal keluarganya. " tambah Renata seraya tersenyum senang. Nampaknya ia menyukai Radith.
__ADS_1
" iya Ma...Radith memang ganteng dan kaya... " sahut Sheila malas - malasan.
" eh tapi Glen gimana La?? memangnya kamu sudah gak sama dia lagi?? perasaan udah seminggu Mama gak lihat dia lagi??" tiba - tiba Renata mengingat keberadaan Glen yang selama seminggu ini tidak lagi terlihat, padahal biasanya hampir setiap hari Glen menjemput Sheila.
Pertanyaan Renata membuat Sheila lama terdiam, ia sadar pasti Mamanya akan menanyakan hal itu cepat atau lambat.
" Aku sudah putus Ma sama Glen... " jawab Sheila singkat.
Luna langsung menyeringai mendengar nya, ia merasa punya kesempatan untuk mendekati Glen.
" putus??? kok bisa??? kelihatannya dia serius sama kamu La??" tanya Renata kaget.
" yah gitu deh Ma...mungkin kita memang gak cocok... " ujar Sheila dengan wajah masam, ia masih membenci Glen yang sudah bersikap begitu tega padanya.
" hmmmm.... ya mungkin memang jodoh kamu gak jauh La... Radith mungkin, hehe... " ledek Renata. Dalam hati ia memang menyukai Radith, disamping anak itu memang ganteng dan kaya, Renata juga tahu betul latar belakang keluarganya.
" ah Mama bisa aja....udah aku mau masuk ke dalam dulu bersih - bersih terus istirahat, aku ngantuk banget Ma karena masalah semalam.." ujarnya. Padahal ia kelelahan karena semalam telah melakukan hal yang tidak-tidak, ckck.
" iya yaudah, Mama juga mau masak untuk makan siang dulu... " timpal Renata dan mereka pun membubarkan diri dari teras rumah, menyisakan 2 orang julid Amel dan Luna.
***
Sementara Glen sedang menantikan kedatangan Angel di Apartemen nya, kali ini ia bertekad untuk mengakhiri kegilaan Angel, dan menata kembali hubungan nya yang kandas bersama Sheila, hatinya tidak tenang sejak semalam, ia takut Radith akan benar-benar merebut miliknya yang berharga.
bersambung
__ADS_1