Sayang, Apa Kau Menyesal??

Sayang, Apa Kau Menyesal??
Episode 28 " Pergi dari Rumah "


__ADS_3

Glen menyetir dengan penuh emosi, beberapa kali ia memukul stir mobil dengan geramnya, suasana hatinya begitu buruk, ia tidak menyangka kedatangan Papinya ke rumah hanya membuatnya sakit hati dan kecewa.


merasa butuh temen untuk meluapkan emosinya, Glen menelpon Ivan. Pria jenaka itu pasti bisa menghiburnya malam ini.


Glen pun merogoh ponselnya dan mencari nomer Ivan lalu menghubunginya.


Tut......


" Halo.... "


" Halo....wah bro ada apa malem - malem telpon gw tumben banget.. "


" Bro...Lo bisa Dateng ke apartemen gw gak?? sebentar lagi gw sampe nih, ada yang pengen gw omongin sama Lo..." tambah Glen dengan nada putus asa, membuat Ivan menyadari bahwa keadaan temannya itu pasti sedang buruk.


" oke oke bro....gw segera meluncur kesana yah, Lo tunggu gw disana oke?? " ujar Ivan kemudian menutup telponnya.


Tak lama pun Glen sampai di Apartemen nya yang berada di pusat kota Jakarta, Apartemen yang ia beli dulu tanpa sepengetahuan sang Papi, sehingga ia punya tempat untuk bersembunyi jika situasi sedang Urgent, dan hari yang buruk ini tiba juga.


Glen bukan tipe lelaki yang suka tinggal di apartemen seorang diri, dia lebih suka pulang ke rumah karena di rumah dia bisa menemukan kehangatan sebuah keluarga meskipun bukan keluarga dalam konteks yang lengkap, hanya ada Adik dan Tantenya dan itu sudah lebih dari cukup.


Dia menaiki Lift menuju Lantai atas apartemen nya. Sesampainya ia langsung merebahkan tubuhnya yang memang sudah sangat lelah sebenarnya, dan kini hati dan pikirannya pun ikut merasa lelah. Dia mengingat kembali raut wajah Papinya yang penuh keangkuhan ketika berkata semua yang Glen miliki adalah pemberian dari Papinya.


" oke Papi jika itu memang mau mu, aku tidak akan lagi menggunakan semua pemberian dari mu, aku akan berusaha mencari kerja di tempat lain atau membangun usaha dengan tabungan yang selama ini aku miliki!!! tabungan itu adalah hakku yang selama ini sudah membantu menjalankan usahamu, jadi aku berhak menyimpannya untuk diriku sendiri kan??? " ucap Glen dengan nafas yang memburu penuh diselimuti rasa kesal dan benci.


***********

__ADS_1


tok..


tok..


tok...


terdengar ada yang mengetuk pintu, Glen pun beranjak dari ranjangnya dan menuju pintu Apartemen.


setelah melihat dari lubang pintu, dapat dipastikan itu adalah Ivan, lalu Glen membuka pintu.


" what's up Bro.... " sapa Ivan sambil memeluk kilas Glen.


" Not good enough bro... " balas Glen dengan wajah kesalnya.


" hey what's wrong ??? " tanya Ivan dengan raut wajah penasaran, biasanya ketika kuliah di Singapura dulu Glen jarang sekali terlihat murung, meskipun Ivan tau cerita hidup milik Glen tidaklah bisa dibilang mulus, namun temannya itu selalu ingin menampilkan sisi terbaiknya di depan orang lain.


" Lo tau kan bokap gw yang cuma Dateng ke rumah setahun bisa dihitung pake jari.... "


" iya....Lo pernah cerita ke gw dulu bro " jawab Ivan.


" barusan dia Dateng ke rumah, gw udah senang banget karena udh hampir 6 bulan dia gak pulang. Tapi tiba - tiba gak ada angin gak ada hujan dia nyuruh gw nikah sama Angel, anak teman bisnisnya itu.... F*ck!!! " Glen mengumpat dengan kesalnya, bahkan ia masih ingat bagaimana jijiknya ia dengan perempuan agresif itu yang selalu mengejar Glen, untung saja perempuan itu sedang mengambil S2 nya di Australia sehingga untuk sementara waktu Glen bisa bernafas lega.


" Are you serius Bro???....Angel yang punya dada montok dan body sexy itu???? wow.... Lo dalam masalah besar bro... " pungkas Ivan sambil geleng-geleng kepala, menyadari Angel memang gadis yang sexy dan sangat agresif yang selalu mengejar Glen, bahkan Angel juga berkuliah di kampus yang sama dengan mereka di Singapura. Ivan adalah saksi betapa menderitanya Glen selama di kejar - kejar perempuan yang bisa di bilang almost crazy itu.


" huh.... gw benci banget sama laki - laki EGOIS itu... gw benci punya orangtua seperti dia yang bisanya cuma mikirin dirinya sendiri!!! " ujar Glen dengan geramnya, hingga dahinya mengernyit dan hidungnya kembang kempis.

__ADS_1


Ivan hanya diam menanggapi perkataan temannya itu dan menepuk bahu Glen.


" Lo tenang Bro ... jangan kebawa emosi, biar gimanapun dia tetap bokap Lo... " hibur Ivan yang merasa ikut simpatik dengan Glen.


" By the way, Sheila tau kalau Lo disini?? " tiba - tiba Ivan mengalihkan pembicaraan supaya temannya itu bisa melupakan emosinya sejenak.


" gw belom ngabarin dia Bro...gw gak pengen dia tau sama masalah ini, dia gak perlu tau kalau gw di jodohin sama orang lain, gw takut dia malah pergi menjauh... " mengingat betapa Polosnya Sheila, Glen takut mendengar kata perjodohan malah membuat Sheila pergi menjauh darinya.


*************


Seorang wanita dengan tubuh seksi dan tinggi menjulang terlihat sedang menunggu supirnya datang menjemput di depan Bandara, ia terlihat begitu memukau dengan pakaian terbuka dan rambut panjang menjuntai indah, sedari tadi entah berapa puluh pasang mata yang sudah tergoda akan parasnya. Namun ia tampak seperti sudah terbiasa dan tak menghiraukan mata - mata nakal yang menyorotinya tanpa henti, baginya wajah dan tubuhnya memang sempurna, maka wajar kaum Adam bahkan kaum Hawa terpukau dengannya.


tak beberapa lama sang supir pun datang dengan mobil mewah dan dengan sigap turun untuk membuka pintu dan memasukkan beberapa koper milik majikannya ke dalam bagasi.


" Silahkan Non.... " ucap Sang supir seraya menundukkan badannya.


kemudian perempuan itu pun langsung naik ke dalam mobil mewahnya.


di dalam perjalanan, ia menyipitkan matanya dan bergumam dalam hati.


" tunggu aku Glen.... aku datang kembali untuk mu... aku sangat merindukanmu sayang... kali ini aku tidak akan melepas mu... ingat itu baik - baik!!! " ia pun menyeringai.


dia adalah Angel.... yang selama ini tidak pernah berpaling dari Glen, ia sangat mencintai lelaki yang ia kenal sedari kecil itu. ia bahkan tidak peduli dengan seberapa banyaknya Glen menolak cintanya. Baginya semua hanya masalah waktu, ia yakin dengan tekadnya yang kuat bahwa suatu hari nanti Glen akan jatuh ke dalam pelukannya, menikah dan memiliki anak dari lelaki tampan itu.


" Jangan panggil aku Angel...jika aku tidak bisa mendapatkan Hatimu sayang.... "

__ADS_1


BERSAMBUNG


__ADS_2