
kita akan tahu seberapa besar kita mencintai seseorang ketika seseorang itu sudah meninggalkan kita untuk selama - lamanya ~
# # # # # # #
Selama perjalanan pulang entah kenapa perasaanku tidak enak sekali rasanya. ah, mungkin ini semua karena aku sedang bertengkar dengan Glen, pikirku.
jam sudah menunjukkan pukul 6 petang, jalanan juga lumayan macet, mungkin kami akan sampai rumah agak lama, hmmm.... kasian Bapak sendirian, tiba - tiba aku memikirkannya dengan rasa cemas, kenapa ya??? bisikku.
Mama yang sedari tadi tertidur di sampingku akhirnya bangun.
" duh, Mama ketiduran... udah sampai mana La?? " tanya Mama seraya merapihkan bajunya yang berantakan sewaktu tertidur.
" masih di jalan Padjajaran Ma, macet nih... " jawabku sambil melipat kedua tangan merasa bete.
" hmmmm....Bapak udah makan belum yah?? " tanya Mama cemas, seketika menjadi gelisah.
" udah kali Ma, kan udh jam segini...biasanya Bapak memang makan jam - jam segini ka?" aku balik bertanya, dan Mama hanya mengangguk.
satu jam kemudian, akhirnya kami sampai di rumah.
rumah terlihat begitu gelap, padahal Bapak bisa menyalakan lampu, tapi kenapa gelap sekali pikirku. Mama pun buru - buru masuk ke rumah dan memanggil Bapak.
" Pak....Pak...." teriak Mama sambil menyalakan lampu.
namun tidak ada jawaban dari Bapak. kemudian Mama menuju kamar, hasilnya sama, Bapak juga tidak ada disana. seketika Mama panik dan gusar. aku pun yang mengekor di belakang Mama ikutan cemas.
" Ma Sheila cari ke tempat lain yah..." ujarku seraya beranjak menuju dapur.
baru beberapa langkah berjalan aku mendengar suara Mama berteriak.
" Bapakkkkkkkkkkkk....." teriak Mama begitu histeris, membuatku langsung berlari ke arah Mama yang ternyata di kamar mandi.
" ya ampun Bapak........" ujarku histeris tidak kalah kagetnya dengan Mama.
Bapak sudah terbujur kaku dengan darah yang mengalir dari kepalanya.
" ya Tuhannn Bapakkkkkkkk....." seketika tangisku pecah tidak percaya dengan apa yang aku lihat. jantungku rasanya ingin copot melihat Bapak yang tidak berdaya.
" panggil tetangga La.... " perintah Mama sambil menjerit, tangisannya luar biasa kencang. akupun langsung menuruti kata - kata Mama dan berlari ke rumah tetanggaku. tak lama kemudian tetanggaku berdatangan, mengangkat Bapak dan membawanya ke rumah sakit terdekat dengan mobil Pak Dewo, yang rumahnya berada di depan rumah kami.
__ADS_1
Aku dan Mama menemani Bapak di dalam mobil, aku pun langsung mengambil HP dan menelpon abangku Andi dan Ari. sambil menangis aku mengabarkan keadaan Bapak, yang disambut oleh kekagetan Abang - abangku yang langsung bergegas ke rumah sakit yang hendak kami tuju.
sesampainya di rumah sakit kamipun langsung menuju ke dalam agar Bapak cepat dapat pertolongan, terlihat perawat buru - buru membantu menaikkan tubuh Bapak ke tempat tidur lalu mendorong Bapak ke UGD. Beberapa dokter pun terlihat langsung menangani Bapak. aku dan Mama yang tidak di izinkan masuk hanya bisa menangis sejadi-jadinya, kami tidak menyangka hal ini bisa menimpa Bapak. Aku jadi menyesal meninggalkan Bapak di rumah sendirian.
" Mama nyesel banget La...udah ninggalin Bapak sendirian di rumah, hu hu hu...." ucap Mama sambil terisak dan air mata yang tak henti-hentinya mengalir.
" Sheila juga Ma...aku gak nyangka akan begini... " timpalku yang tak kalah sedihnya.
oh...Tuhan tolong selamatkan lah Bapakku Tuhan.....pintakku dalam hati.
jangan dulu pergi Pak, sebelum Bapak melihat Sheila sukses dan membahagiakan Bapak....hiks...hiks....
setelah 30 menit lamanya kami menunggu di luar ruang UGD dengan penuh kecemasan, tiba - tiba dokter yang menangani Bapak keluar, aku dan Mama secepat kilat bangun dari kursi kami dan menghampiri.
" bagaimana Dok keadaan suami saya ???" tanya Mama dengan ekspresi begitu sedih.
terlihat Dokter mempersiapkan jawaban yang tepat untuk Mama, karena ia tampak ragu ingin mengutarakan jawabannya.
" kami sudah berusaha semaksimal mungkin menangani Pak Sony Bu...."
Deg
Deg
Deg
" namun Tuhan jauh lebih sayang dengan suami ibu, maaf kami sudah mencoba yang terbaik di dalam Bu, tapi kami tidak bisa menyelamatkan suami Ibu..." Ungkap sang Dokter dengan wajah penuh penyesalan.
DUARRRRRRRRRRRR .....
sepertinya aku tidak ingin mempercayai apa yang aku dengar barusan, ah tidak ini tidak nyata ini hanya mimpi tidakkkk....
" gak mungkin Dok.......suami saya gak mungkin meninggal....... " teriak Mama histeris kemudian badannya terhuyung dan terjatuh ke lantai, aku pun tidak kuasa menahan badan Mama, karena aku sendiri rasanya ingin terjatuh tak sadarkan diri.
Bagaimana mungkin Bapak meninggalkan aku secepat ini???
Belum lama Bapak menasihatiku, dan aku bahkan tidak punya firasat apapun untuk ini.
Mengapa Engkau mengambil seseorang yang begitu penting bagiku secepat ini Tuhan????
__ADS_1
aku tak henti-hentinya menangis, seorang diri...karena kini Mama sedang pingsan, saking hancurnya. suami yang sangat ia cintai harus pergi meninggalkannya untuk selamanya. Lelaki yang sudah berjuang begitu keras untuk membahagiakan dirinya dan anak - anaknya, hingga Stroke datang menyerang lelaki yang ia cintai, tak sedikitpun rasa cintanya berkurang, ia begitu setia merawat suaminya sepenuh hati, hingga tiba - tiba kejadian naas ini menimpanya, akibat keteledorannya yang meninggalkan suaminya sendiri di rumah hingga akhirnya terjatuh di kamar mandi dan meninggalkan dirinya.
dadaku terasa sesak sekali, rasanya aku lelah sekali sedari tadi menangis. kemudian aku melihat kedua abangku berlari menghampiriku.
" Bapak gimana La...???? " tanya Ari Abang pertamaku, nafasnya tersengal-sengal karena berlari.
" jawab La.. ??? " sentak Andi yang tak sabaran.
rasanya lidahku kelu ingin menjawab, bahkan aku tidak ingin mengucapkan kata yang menyedihkan itu. Air mataku mengakir tambah deras, dengan terisak aku menjawab.
" Bapak....Bapakk....udah Gak ada Ka..."
" Apaaaaaa ???? " teriak kedua abangku kompak.
Andi terlihat menutup wajahnya dan Ari langsung terdiam seperti tidak percaya pada kata - kataku.
ya kami semua begitu terpukul, dan tak tau lagi harus bagaimana, ditambah Mama yang belum kunjung sadar, membuatku merasa begitu berduka.
dirt......
tiba - tiba Handphone ku berdering, ada telpon masuk...dari Glen, tanpa banyak berpikir aku pun langsung mengangkatnya, aku merasa membutuhkan nya, untuk menemani ku melewati ini semua.
" Halooo.... " sapaku dengan suara bergetar.
membuat Glen terkejut dengan suaraku yang jelas sekali seperti sedang menangis.
" kamu kenapa La??? kamu nangis ???? kenapa sayang??? gara - gara aku ya - "
" Bapak meninggal Glen..... " ujarku memotong perkataan Glen lalu menangis tersedu-sedu.
Glen pun terlihat begitu kaget mendengar berita duka itu, ia bisa merasakan betapa sedihnya ditinggal oleh orang yang kita sayangi, apalagi Sheila selalu menceritakan sosok Bapaknya pada Glen dengan penuh keceriaan, membuat Glen paham betul betapa gadisnya itu sangat menyayangi Bapaknya.
" kasih tau aku La dimana kamu sekarang biar aku kesana..." ucap Glen.
" bukannya kamu di Surabaya Glen???" tanyaku.
" aku sekarang udah sampai di bandara La, aku udah pulang dari Surabaya..." jawab Glen.
sebenarnya ia masih emosi akibat kecemburuannya tadi siang dan ingin meluruskan kejadian itu dengan Sheila. tapi setelah mendengar musibah ini, tentu saja Glen mengubur dalam - dalam niatnya itu.
__ADS_1
Glen pun segera bergegas menuju rumah sakit yang Sheila beritahu barusan, dengan kecepatan tinggi, Glen pun menembus jalanan ibukota dengan mobil mewahnya.
BERSAMBUNG....