Sayang, Apa Kau Menyesal??

Sayang, Apa Kau Menyesal??
Episode 52 " Menyesal "


__ADS_3

" Suster....tolong Istriku.... " teriak Glen sambil berlari menggendong Sheila yang masih tak sadarkan diri. Ia menangis seperti anak kecil yang ditinggal mati ibunya. Tak lama kemudian datang perawat yang membantu Glen meletakkan Sheila di bed rumah sakit dan membawanya ke ruangan pemeriksaan, Dokter yang bertugas malam itupun pun segera datang memeriksa kondisi Sheila. Dokter memeriksa bola mata dan detak jantung Sheila yang tampak lemah.


Glen yang menunggu di luar ruangan merasa begitu cemas, ia menyesali perbuatan kejinya yang berakibat buruk pada gadisnya.


" Arghhhhh....Idiot...!!! " ungkapnya seraya mengusap kasar wajahnya.


Beberapa saat kemudian Dokter yang menangani Sheila pun keluar, tampangnya terlihat serius, Glen pun langsung menghampirinya.


" Dok...bagaimana keadaan istri saya??? " tanya Glen begitu khawatir, ia sengaja menyebut Sheila sebagai istrinya agar Dokter dan Perawat disana tidak curiga padanya.


" Apa benar anda suaminya??? " tanya sang Dokter dengan mimik wajah ragu - ragu.


" iya Dok...saya suaminya, memangnya kenapa Dok?? " Glen bingung dengan pertanyaan sang Dokter yang tampak meragukannya.


" Istri anda sepertinya mengalami kekerasan seksual, sehingga organ intimnya luka dan dia merasakan sakit yang luar biasa hingga tak sadarkan diri. Jika anda memang suaminya, pastinya anda tidak akan tega melakukan pemaksaan terhadap istri anda sendiri. " ungkap sang Dokter dengan miris, membuat Glen merasa tertampar dengan perkataannya.


" iya Dok...saya memang bersalah telah berlaku kasar pada istri saya..." ucap Glen penuh penyesalan, tampangnya kini sangat kacau.


" hmmm...saya harap Anda bisa menjaga istri anda dengan baik, keadaannya masih lemah tapi dia akan segera membaik, asalkan anda tidak mengulangi perbuatan kasar lagi padanya. " ujar sang Dokter lalu pergi meninggalkan Glen.


Dengan penuh rasa iba, Glen memasuki kamar perawatan Sheila. Ia begitu terluka melihat Sheila yang terbaring lemah dengan menggunakan infus.


" Maafkan aku sayang, karena kebodohan ku kejadian terkutuk tadi harus terjadi, aku menyiksamu dengan begitu kejamnya hingga tidak menggubris keluhan mu yang sudah sangat merasa kesakitan....Maaf... " gumamnya sambil menggenggam tangan Sheila dan menempelkan nya pada wajahnya yang begitu basah dengan air mata.


" Aku berjanji tidak akan menyakitimu lagi sayang..aku akan membahagiakanmu selamanya, aku akan secepatnya menikahimu agar kamu bisa seutuhnya jadi milikku.. " ujar Glen lalu mencium tangan Sheila.

__ADS_1


***


" Ryan...aku ingin kamu mencari keberadaan calon istriku, aku akan mengirimkanmu foto dan ciri - cirinya " ucap Radith melalui ponselnya.


" baik Tuan...Saya akan berusaha sekuat tenaga untuk mencari calon istri Anda. " jawab Ryan patuh. Radith pun mengakhiri panggilannya.


ia mengepal tangannya menahan emosi yang luar biasa menyeruak dalam dirinya.


" sial....kemana Sheila pergi??? aku rasa seseorang telah menculiknya, tapi siapa??? siapa yang berani menculik calon istriku!!! BRENGSEK... berani - beraninya orang itu mengambil milikku, akan aku cari sampai ke lubang semut sekalipun, karena apa yang sudah menjadi milikku, tak akan bisa menjadi milik orang lain!!! " tukas Radith, ia semakin kalut ketika acara penting dihidupnya malah berantakan. Rita ibunya pun terlihat begitu terpukul melihat anak sulungnya batal menikah, sejak mendengar kabar buruk itu Rita tak mau keluar kamar sama sekali, membuat Radith semakin frustasi. Seandainya saja Sheila membawa ponselnya, pasti Radith bisa dengan mudah melacak keberadaan Sheila, tapi ini... Sheila bahkan tidak membawa apa-apa selain baju yang ia kenakan.


***


Renata menangis tersedu-sedu, memikirkan hal buruk yang bisa saja menimpa anaknya yang tiba-tiba menghilang. Amel terlihat berusaha menenangkan Kakaknya itu, meskipun dalam hatinya ia bahagia melihat kakaknya menderita, entah kenapa ia tidak menyukai keberuntungan Sheila keponakannya yang selalu mendapatkan laki - laki kaya raya dan tampan sedangkan Luna anaknya tidak.


" sudah Mbak tenang dulu..jangan menangis terus...nanti mbak bisa jatuh sakit. " bujuk Amel dengan perhatian yang penuh kepalsuan padahal hatinya sedang tertawa bahagia.


' Kalau bisa dia tidak usah balik - balik lagi, biar Luna saja yang menggantikan nya menikah dengan Radith. ' batin Amel.


" Mbak jangan pikir macam - macam Mbak, Sheila pasti baik - baik saja. " bujuk Amel.


sementara Luna dengan sumringah nya meneliti lemari pakaian Sheila yang tidak terkunci, betapa silau matanya melihat baju - baju bagus milik Sheila dan juga beberapa perhiasan milik Sheila yang menarik perhatian Luna.


" hmmm...semoga kamu tidak pernah kembali lagi La...jadi baju - baju bagus dan perhiasan mu bisa menjadi milikku, dan juga calon suami Kaya raya mu..." gumam Luna penuh kemenangan, ia bahagia bukan main mengetahui Sheila menghilang dan batal menikah dengan Radith, lelaki kaya raya nan tampan seperti pangeran dalam dongeng. Terlintas dalam benak Luna untuk mendekati Radith dan menggantikan Sheila untuk menikah dengannya.


***

__ADS_1


Tangan Sheila bergerak, membuat Glen terbangun dari tidurnya yang tanpa sedikitpun melepas genggamannya pada Sheila. Senyum Glen pun merekah melihat gadis yang sangat ia cintai sudah siuman.


" La...kamu sudah sadar sayang??? " sapa Glen dengan sumringah, melihat kedua mata Sheila yang sudah terbuka.


Sheila yang masih meringis kesakitan menyadari keberadaan Glen dan merasa takut, ia trauma akan perlakuan buruk Glen padanya kemarin. Secepat mungkin Sheila melepaskan genggaman tangan Glen. membuat lelaki itu kecewa melihat perubahan sikap Sheila yang tampak takut padanya.


" Maafkan aku sayang sudah berbuat keji padamu kemarin...Aku menyesal, aku hanya kecewa padamu karena telah mengkhianatiku sedemikian rupa, padahal kamu tahu aku sangat mencintai kamu, tapi sudahlah lupakan saja semua itu. Aku ingin kita memulai dari awal lagi, aku ingin kamu menikah dengan ku. " ungkap Glen berusaha menenangkan hati Sheila yang kecewa padanya.


Sheila tertegun mendengar perkataan Glen, ia melihat sorot penyesalan pada mata lelaki dihadapannya. Sosok yang ia sangat rindukan sebelum ia berubah menjadi monster kemarin, ia pun menangis meratapi jalan hidupnya yang rumit, di satu sisi ia memang mencintai Glen tapi ia sudah menjadi calon istri Radith yang seharusnya kemarin ia menikah dengan lelaki itu.


" Tapi...Aku adalah calon istri Radith Glen, aku tidak bisa menikah denganmu. " sanggah Sheila dengan suara bergetar.


" aku gak peduli La... Aku akan tetap menikahimu, karena kamu hanya milikku dan orang lain tidak boleh memiliki kamu. Aku sangat mencintai kamu, dan akan terus begitu sampai kapanpun, jika kamu menikah dengan orang lain lebih baik aku mati saja. karena kebahagiaan ku adalah kamu!! " elak Glen serius, ia tidak menerima penolakan, ia tidak mau mengambil resiko untuk merelakan gadis yang ia cintai untuk lelaki lain dan meninggalkan dirinya terluka seorang diri.


Sheila hanya terdiam, ia tidak mampu berkata-kata lagi. ia bingung harus bagaimana, namun hati kecilnya memilih untuk bersama Glen, karena memang hanya Glen yang ia cintai bukan Radith.


Glen sadar Sheila sedang bimbang, ia langsung memeluk Sheila dengan lembut dan mencium keningnya. Sheila hanya terdiam tapi hatinya merasa nyaman dengan perlakuan lembut Glen. Ternyata cintanya masih kuat, meskipun perlakuan Glen kemarin sangatlah kejam.


" Apa kamu tidak jijik padaku yang sudah merelakan kesucianku direnggut oleh Radith?? maafkan aku sudah mengecewakan kamu, aku terbuai akan dendam ku padamu yang telah menculikku dan berpura-pura mesra bersama Angel waktu itu sehingga aku tidak berpikir panjang lagi dan menyerahkan kesucianku pada Radith...maaf Glen.... " ujar Sheila dengan penuh penyesalan.


" sudahlah...jangan di ungkit lagi, aku sudah tidak peduli lagi. Toh aku juga sudah menodai kamu kemarin bahkan aku melakukannya dengan begitu keji, maafkan aku sayang...oleh karena itu aku ingin bertanggung jawab atas perbuatan ku, aku ingin kita secepatnya menikah. " ungkap Glen.


" tapi bagaimana dengan Mamaku, ia harus tahu Glen, Mama pasti sangat khawatir padaku, apalagi aku tiba - tiba menghilang di hari pernikahan ku dengan Radith... " ujar Sheila sedih.


" aku ingin kita kawin lari La...Karena jika aku membiarkan kamu kembali ke rumah, Radith pasti tidak akan tinggal diam. Jika kita sudah menikah baru kemudian kita mendatangi Mama mu, sehingga mereka tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain menerima pernikahan kita. " bujuk Glen, ia tidak mau mengambil resiko Radith kembali merebut Sheila dari sisinya.

__ADS_1


Meski berat, Sheila tidak bisa menolak permintaan Glen. Ia juga tidak sanggup jika harus hidup bersama Radith , lelaki yang tidak ia cintai. Suatu saat nanti Mama pasti akan mengerti dengan keputusan yang ku ambil, pikir Sheila.


bersambung


__ADS_2