
sesampainya di rumah aku langsung menuju kamar, bahkan sapaan Mama tidak aku hiraukan karena aku ingin segera menumpahkan perasaanku yang rasanya ingin meledak. Ini adalah pertama kalinya aku berciuman, sungguh rasanya sungguh nano - nano, badanku masih bergetar begitupun tanganku dingin sekali. rasanya jantungku ingin copot, ohh God apakah ini nyata??? aku pun refleks mencubit pipiku...." awwww..." teriakku, ternyata aku tidak sedang bermimpi.
Selama ini aku hanya pernah berpacaran 2 kali, dan itupun hanya sekedar jalan bareng, nonton bareng, selebihnya aku tidak pernah bersentuhan atau berciuman karena aku merasa perbuatan itu belum pantas aku lakukan, aku selalu merasa masih jadi anak kecil, padahal teman - teman sebayaku bahkan sudah banyak yang pacarannya kebablasan. tapi aku tidak....
Ternyataa begini rasanya, aku tidak pernah merasakan gejolak ini sebelumnya.
rasanya begitu manis ketika bibir kami saling bersentuhan, aku seperti tersihir oleh pesona Glen dan aroma tubuhnya membuat tubuhku berdesir. seorang Pria dewasa yang umurnya cukup jauh denganku, namun aku nampak menyukainya. biasanya aku berpacaran dengan cowok seumuran yang pemikirannya belum matang dan pembawaannya pun berbeda.
semalaman aku merasa gelisah, sampai lupa untuk mandi dan makan malam. kejadian manis itu terngiang jelas dibenakku, belum lagi perasaan bangga dan senang bisa di taksir oleh cowok keren seperti Glen, ahhh....rasanya seperti dapat kado istimewa. meskipun banyak cowok yang menyatakan perasaannya padaku, tapi belum ada yang mampu menggetarkan hatiku seperti halnya Glen mampu menggetarkan hatiku.
aku sempat merasa tidak enak karena tadi sudah mengabaikan Glen dan berlalu begitu saja. " huh...harusnya aku tadi gak perlu begitu, kan sekarang aku jadi gak enak sama Glen...ck..." keluhku risau, khawatir Glen akan tersinggung. toh dia juga sudah minta maaf dan berkata jujur kalau dia sudah tidak tahan lagi ingin mengutarakan perasaannya padaku, huft...
lamunanku tiba - tiba buyar mendengar suara ponselku yang bergetar, ada pesan WhatsApp masuk. dan ternyata dari Glen...
Glen : " La..gw minta maaf ya kalo Lo marah sama sikap gw yang tadi, gw minta maaf banget, gw gak maksud kurang ajar...itu murni refleks karena gw suka sama Lo...jangan marah ya La please...âšī¸đ "
ya ampunnnn...Glen takut banget aku marah ternyata, duh jadi gak enak nih bikin dia ngerasa bersalah gitu, pikirku.
aku pun membalas pesannya.
" gak papa Glen, gw gak marah kok cuma kaget ajah...hehehe..." balasku.
tak lama Glen membalas pesanku lagi.
" ah...senangnya Lo gak marah La...gw udah takut aja Lo bakalan marah sama gw...hehe, owh iya La...kalo Lo udah siap, tolong kasih tau gw ya apa jawaban Lo tentang pertanyaan gw yang tadi di dalam mobil..đ" tambah Glen.
aku sempat gak konek dengan kata - kata Glen.
" pertanyaan yang mana ya Glen???? " balasku penasaran.
tak lama kemudian Glen membalas pesanku lagi.
" masa Lo lupa La.. itu yang tadi gw tanya...Lo mau gak jadi pacar gw??? đđ" balas Glen kembali mengingatkan pertanyaannya setelah dia menciumku.
UPS....... bodoh banget si kamu La...masih nanya lagi, hadeuhhhh...gumamku dalam hati.
__ADS_1
" owh yang itu...hehe sorry Glen gw gak mudeng...oke iya nanti secepat mungkin gw kabarin yah Glen..." balasku dengan malunya.
" yaudah Lo istirahat aja La udah malem...met tidur ya La...good night đđ" imbuh Glen mengakhiri percakapan kami via WhatsApp.
aku pun membalas.
" oke Glen, thankyou...Good night đ" balasku.
Dan sekarang aku semakin galau harus jawab iya atau gak. Aku merasa tidak percaya diri menjadi kekasih cowok keren dan berduit seperti Glen. aku malu jika teman-teman atau saudara Glen tau latar belakangku nanti. aku tidak berasal dari keluarga berada, apakah nanti tidak akan jadi cibiran di kalangan elit hidup Glen. dan apakah Glen benar - benar suka pada cewek seperti aku yang jelas tidak seberapa cantik dengan cewek - cewek yang ia kenal, yang jelas-jelas perawatannya sebulan melebihi gajiku setahun.
tapi di satu sisi, aku juga tidak mungkin sanggup menolak pesona Glen yang sekarang sudah merasuki diriku yang masih polos ini. bagiku Glen seperti cinta pertama bagiku, dengan pacarku sebelumnya aku tidak merasakan apa - apa, tidak ada yang spesial dengan mantan - mantanku, berbeda sekali dengan Glen yang dalam seminggu saja sudah membuatku berbunga-bunga.
" oh Glen...kamu benar - benar mengoyak perasaanku yang polos ini, hatiku merasa bahagia..." gumamku sambil merebahkan tubuhku yang sudah lelah sedari tadi bergejolak dan tak lama aku tertidur.
keesokan paginya....
" hoammmmm.....udah pagi aja, perasaan aku belum lama tidur,huh .." keluhku merasa istirahatku sedikit sekali karena hari ini aku kembali masuk pagi.
" La...... ayo mandi terus sarapan...mama bikin mie goreng nih..." teriak Mama yang berpikir aku masih tidur.
" iya Ma....Sheila udah bangun kok " teriakku memberitahu Mama. kemudian aku beranjak dari tempat tidurku menuju kamar mandi.
" La...gimana pekerjaanmu?? lancar kan?? " tanya Bapak sambil menikmati ramuan obat herbal yang Mama seduh.
" Lancar kok Pak... aku juga nyaman kerja disana, teman - temanku asyik semua. " jawabku sambil tersenyum dan menyantap mie ku.
" baguslah kalau begitu, Bapak ikut senang dan Bangga, putri bungsu Bapak sekarang sudah mandiri dan bisa menghasilkan uang sendiri " ucap Bapak dengan raut wajah bangga.
akupun hanya balas mengangguk karena sedang sibuk menikmati mie goreng buatan Mama yang lezat.
" tapi ingat pesan Bapak ya La...jaga diri kamu baik - baik, jangan sampai kamu terjerumus ke pergaulan yang tidak baik... " pesan Bapak dengan serius. membuatku mengingat kejadian semalam yang pasti kalau Bapak sampe tau aku bisa habis dimarahi, huhu. ..
" iya Bapak...Sheila akan jaga diri Sheila baik - baik Pak...." jawabku dengan patuh, dan tak lama pamit hendak berangkat kerja, aku pun menyalim tangan Bapak dan bergegas menuju tempat kerja dengan kendaraan umum.
sesampainya di tempat kerja, aku pun jadi tidak fokus. aku memikirkan Glen dan nasihat Bapak tadi, aku tidak mungkin berpacaran, bagaimana kalau nanti Bapak tau, pasti Bapak akan marah besar, huh...tapi dilain sisi, masa iya aku tidak boleh menjalin kasih dengan siapapun...selama ini aku selalu menuruti permintaan orangtuaku, tanpa orangtuaku pernah bertanya apa yang aku inginkan. aku juga hanya gadis biasa yang ingin merasakan dicintai seperti gadis lainnya yang memiliki kekasih.
__ADS_1
kali ini aku memilih untuk mengikuti naluriku. aku merasa sudah berhak untuk menentukan jalan hidup ku sendiri. dan aku pun sudah memutuskan untuk menerima Glen sebagai pacarku.
ketika istirahat akupun langsung mengambil handphone dan mengajak Glen bertemu selepas pulang kerja nanti.
" Glen...gw mau jawab pertanyaan Lo semalem, bisa gak nanti sore kita ketemu di luar??? "
agak lama Glen belum juga membalas pesanku, mungkin dia sedang sibuk, pikirku.
tak lama hp ku berdering.
" oke La...nanti kita ketemuan di restauran Pelangi di Plaza mall yah.." balas Glen.
" oke.." balasku singkat.
jam pulangpun tiba, aku segera bergegas menuju Plaza mall yang kebetulan tak begitu jauh dari tempat kerjaku. setelah sampai aku langsung menuju lantai 2 dimana restaurant Pelangi berada. ternyata Glen sudah lebih dulu sampai, dari kejauhan aku dapat mengendalikan dengan jelas, sore itu dia pakai polo shirt warna merah berkerah, membuatnya tampak lebih keren dari biasanya.
" hei....udah nunggu lama yah??? " sapaku ketika sudah sampai.
" gak kok, baru juga 10 menit gw sampe..." jawabnya tersenyum tampan, sambil menyuruhku duduk.
" Lo mau pesen makan apa La?? biar gw pesenin,." tanya Glen sambil menyodorkan buku menu padaku.
" gw mau minum aja Glen soalnya belum laper, strawberry milkshake aja deh..." pintaku sambil meletakkan tasku di kursi sebelah.
" owh oke kalo gitu...mba...mba...." teriak Glen memanggil sang pramusaji.
" iya mas ..mau pesan apa??" tanya pramusaji sambil mengeluarkan pulpen dan kertas.dan Glen pun hanya memesan strawberry milkshake dan secangkir hot cappucino.
" hmmm....jadi gimana La??? apa jawaban Lo ? " tanya Glen tak sabaran setelah pramusaji berlalu pergi.
" haha...tenang Pak...tenang...sabar..." ledekku sambil tertawa geli melihat sikap Glen yang seperti anak - anak itu.
" haha sorry La...gw udah gak sabaran habis dari semalem gw kepikiran terus sampe gak bisa tidur..ckck...." keluh Glen dengan mimik cemberut yang membuatku merasa gemas.
" oke oke...gw jawab ya Glen..." ucapku lalu melanjutkan " gw udah mikir panjang lebar semalem, sampai susah tidur juga tapi sayangnya gw malah ketiduran sampe pagi, hehe.... dan gw udah punya jawabannya..." jawabku lalu terhenti dalam beberapa saat, membuat wajah Glen semakin pucat menahan rasa penasaran.
__ADS_1
" gw .....gw mau jadi pacar Lo Glen ..." lanjutku sambil tersenyum manis ke arah Glen.
*** bersambung ***