
Angel mengirimkan foto - foto Sheila yang terikat tak berdaya di sebuah kursi dengan mata tertutup kain hitam kepada Glen melalui ponselnya.
Glen nyaris pingsan melihat foto-foto Sheila yang Angel kirimkan, ia mengepal tangannya dan berteriak memaki - maki Angel tanpa segan tak peduli dimana ia berada saat ini.
" BAJINGAN kamu Angelllll..... wanita IBLIS.... " teriaknya sambil *** ponselnya dengan emosi.
tak beberapa lama ada pesan masuk.
" SEGERA DATANG KE GEDUNG XXX, JANGAN MENGAJAK SIAPAPUN ATAU MELAPOR PADA POLISI JIKA TIDAK INGIN GADISMU TERLUKA "
Membacanya saja sudah membuat Glen merinding membayangkan 1 inchi saja Angel melukai Sheila, ia tidak akan pernah memaafkan dirinya. " Tuhannn....bagaimana ini ??? " keluhnya dengan mata berkaca-kaca dan panik luar biasa. ia menghembuskan nafas panjang dan berusaha menenangkan diri agar bisa fokus untuk langkah selanjutnya.
Glen ingin sekali menghubungi Ivan untuk meminta bantuan lelaki itu, tapi ia takut akan merusak keadaan dan membuat Angel yang terkenal nekat itu malah menyakiti Sheila.
" Aku harus menyelesaikan ini sendiri... " gumamnya.
Glen pun menghentikan taksi yang lewat lalu menaikinya.
" pak....ke gedung XXX yah.... " perintahnya.
" iya siap pak... " sahut si supir taksi sambil mengangguk.
di dalam perjalanan Glen sangat tidak tenang, ia menyesal telah membuat posisi Sheila jadi tidak aman gara - gara dia. Semua karena Angel si wanita gila yang kembali muncul setelah 2 tahun menghilang. Dia tidak menyangka Angel jadi senekat ini menculik kekasihnya.
" bagaimana ia bisa tahu dimana aku tinggal dan siapa kekasihku, sialan... berarti selama ini ia menyuruh seseorang untuk membuntutiku, tapi kenapa Rencana jahat Angel untuk menculik Sheila tak lama setelah Papi memintaku untuk menikahinya beberapa hari yang lalu... apakah Papi dan Angel bekerjasama??? " pikirnya kesal. Apa Iyah Papinya bisa setega itu padanya???
taksi yang Glen naiki pun sudah sampai di depan gedung XXX. Gedung itu terlihat terbengkalai alias gedung yang hampir jadi tapi ditinggal begitu saja oleh pemiliknya. sehingga terlihat begitu menyeramkan. Glen menyusuri gedung itu dengan tangga menuju lantai 6 dimana Angel sudah menunggunya. Kali ini Angel tidak mau mengambil resiko, dia bersama 10 orang penjaga ditambah Roni. sedangkan Sheila ia sembunyikan di tempat yang aman.
" Hai sayang.... " sapanya ketika melihat Glen tiba dihadapannya.
Glen tampak seperti ingin melahap Angel hidup - hidup, ia begitu murka, terlihat jelas sekali dari raut matanya yang membulat dan membesar, nafasnya pun turun naik dengan cepat.
" santai sayang.... kamu terlihat begitu serius...kamu pasti marah ya??? " Ujar Angel dengan nada meledek sambil tersenyum angkuh.
" Tidak usah banyak bicara kamu wanita Iblis!!!! cepat beritahukan apa yang kamu mau???!!! " teriak Glen hingga menggema ke seluruh ruangan. Membuat Angel sedikit terkejut dan langsung tertawa mengejek melihat amarah Glen yang membuatnya terlihat garang namun Angel menyukainya. Ia rindu sekali pada lelaki yang sangat ia cintai sejak dulu itu. sayangnya, Sejak kecil Angel selalu mendapatkan apa yang ia mau, jadi ia tidak terbiasa dengan penolakan.
" Apa kau bodoh sayang??? aku sudah mengatakan mau ku padamu kan??? apa aku harus mengulanginya lagi??? " tanya Angel lalu mendekat ke arah Glen dan berusaha menyentuh wajah Glen namun Glen menepisnya dengan cepat.
" jangan bermimpi Angel, aku tidak akan pernah menikahimu.... sampai matipun aku tidak akan MAU!!!! " tegas Glen dengan nada tinggi.
__ADS_1
" oke baiklah jika itu mau mu, Roni... " Angel berbalik dan mengedipkan matanya pada Roni.
Roni terlihat bicara melalui alat yang terpasang di telinganya. Dan TV yang ada di hadapan Glen pun menyala. Memperlihatkan Sheila yang sedang terkulai lemas dan terikat di kursi.
" arghhhhh....kurang ajar lepaskan dia.... !!!! " teriak Glen ingin menyerang Angel namun segera ditahan oleh 2 orang penjaga.
" kamu serius tidak ingin menikah denganku Glen??? Jika Iya berarti kamu harus siap untuk menyaksikan kematian Pacarmu yang bodoh itu.... " ancam Angel dengan mimik serius. Glen pun langsung memicingkan matanya pada Angel, ingin sekali ia membunuh wanita iblis itu, tapi apa daya ia tidak berdaya saat ini.
Angel pun mengedipkan matanya lagi pada Roni, dan Roni berbicara dengan penjaga yang berada di samping Sheila, kemudian penjaga itu mengeluarkan pisaunya dan mendekatkan pisaunya ke leher Sheila, membuat Glen kaget dan ketakutan.
" hei..... mau kalian apakan dia???? " tanya Glen panik.
" aku ingin membunuhnya Glen, karena kamu bersikeras tidak menuruti permintaanku... " ucap Angel sambil tersenyum dingin.
" BAJINGANNNNNNN ARGHHHH...... LEPASKAN DIA..... " teriak Glen sambil meronta tapi ia tidak sanggup lepas dari cengkraman kedua penjaga Angel. Ia pun frustasi dan menyerah, menyerah bukan karena ia setuju untuk menikahi Angel, tapi semata - mata karena hanya itulah cara terbaik untuk saat ini, dan yang terpenting saat ini adalah nyawa Sheila aman. setelah ini semua berakhir baru Glen akan memikirkan cara lain untuk menghentikan Angel.
" BAIKLAH....aku akan menuruti semua mau mu Angel.... tapi lepaskan dia sekarang!!!! " Glen akhirnya menyerah, karena ia tidak punya pilihan saat ini.
terlihat senyuman manis tersirat di wajah cantik Angel menunjukkan betapa puasnya ia mendengar perkataan Glen.
" Good boy.... " Gumam Angel senang.
" sabar sayang...kamu harus melakukan hal lainnya lagi.... " tukas Angel.
" apa maksudmu??? " tanya Glen tidak paham dengan maksud Angel.
" kamu harus berpura - pura jahat di depan dia dengan mengatakan bahwa penculikan ini memang rencana mu, dan sebenarnya selama ini kamu tidak benar-benar mencintai dia, kamu hanya mencintai Aku...dan kamu harus bilang padanya untuk melupakanmu dan tidak mengganggu hidupmu lagi... " perintah Angel.
Mendengarnya Glen ingin sekali menghilangkan nyawa wanita dihadapannya. sungguh licik sekali kamu Angel, aku pasti akan membalas dan membuat hidupmu menderita.
" DASAR IBLISSSSSS.... " umpat Glen lalu disambut tawa Angel.
" terserah apa katamu sayang....Lakukan yang aku perintahkan atau aku akan membunuh pacar bodohmu itu Glen!!!! " kali ini Angel serius.
Glen semakin ngeri melihat kegilaan Angel, ia tidak bisa mengulur waktu lagi, ia takut Angel akan berubah pikiran dan menyakiti Sheila lebih jauh lagi.
" baiklah .... bawa aku padanya... " ujar Glen dengan wajah pasrah.
kedua penjaga beserta Roni mengantarkan Glen ke ruangan dimana Angel menyekap Sheila.
__ADS_1
Mata Glen terbelalak melihat kondisi Sheila yang tak berdaya, matanya berkaca-kaca, hatinya panas namun ia tidak mau merusak suasana, ia sudah berjanji pada Angel untuk menuruti maunya. Tapi ia berencana setelah semua ini beres, ia akan memikirkan cara lain untuk mendapatkan Sheila kembali. maafkan aku sayang, ucapnya dalam hati.
Roni pun berusaha membangunkan Sheila yang masih dibawah pengaruh obat bius. tak lama Sheila pun tersadar dan membuka matanya, ia seketika histeris melihat matanya tertutup dan kaki tangannya terikat.
" aku ada dimana???? TOLONG.....TOLONG.... " teriak Sheila panik, kebetulan Roni tidak menutup mulut Sheila.
Roni pun dengan sigap membuka ikatan mata Sheila sehingga gadis itu bisa melihat lelaki dihadapannya dengan amat jelas.
" Glen....???? " ujar Sheila dengan keheranan.
" kamu ada disini ???" tanyanya lagi.
mata Glen sudah berkaca-kaca,ingin sekali ia menjelaskan yang sebenarnya tapi tidak mungkin, karena memang semua ini sudah direncanakan oleh Angel.
" lepaskan aku Glen....kenapa kamu diam saja dan tidak menolong aku??? " Sheila terlihat makin bingung melihat sikap Glen yang hanya terdiam melihat dirinya diperlakukan seperti ini, ia berusaha meronta dan melepaskan ikatannya namun sia - sia saja.
Glen yang masih diam membisu akhirnya membuka mulutnya.
" iya La...ini semua memang aku yang merencanakan.... " ucapnya datar, berusaha berpura-pura jahat di depan Sheila, padahal hatinya menangis.
Sheila terkejut dan menatap nanar wajah Glen, membuat gadis itu meneteskan air mata. tidak menyangka Glen bisa bersikap setega ini.
" selama ini aku tidak benar-benar menyukai kamu... aku mencintai wanita lain, dan saat ini wanita itu telah kembali...sehingga aku tidak membutuhkan kamu lagi, aku harap setelah ini kamu tidak menggangguku lagi... " tukas Glen dengan mimik serius yang dibuat - buat, padahal ia setengah mati menutupi kesedihannya.
Ia tahu Angel mengamatinya, sedikit saja ia melakukan hal bodoh, nyawa Sheila lah taruhannya.
Tangis Sheila pecah, ia merasa sakit sekali. ia tidak menyangka Glen bisa sejahat itu padanya, mendekatinya hanya untuk bermain - main saja lalu mencampakkan ia begitu saja ketika kekasihnya sudah kembali. melihatnya membuat Glen mengepal tangannya, ia tidak tega menyakiti Hati Sheila, tapi ia terpaksa.
kemudian Angel pun masuk ke dalam ruangan dan mencium bibir Glen, membuat Sheila melebarkan matanya terkejut. Glen pun tak bisa membantah, ia menurut saja.
" Aku kekasih Glen dan calon istrinya.... Dia tidak akan mencintai gadis biasa seperti kamu... Wanita yang ia cintai adalah aku... " ungkap Angel dengan senyum sinis, menggandeng tangan Glen dan menyenderkan kepalanya di bahu Glen dengan manja. semakin membuat Sheila sakit hati dan menangis sejadi-jadinya.
" sudahi drama ini, cepat lepaskan dia sekarang.... " bisik Glen pada Angel. Angel pun mengangguk. Lalu mengedipkan mata pada Roni, Roni pun paham dengan maksud Angel. dan melepaskan ikatan Sheila. mengangkat tubuh Sheila dan hendak menuntunnya keluar.
" tunggu dulu... " pinta Sheila pada Roni.
" aku memang polos dan bodoh Glen, mungkin itu yang membuatmu berpikir bisa mempermainkan aku..Heh.. terimakasih sudah menyakitiku dengan cara kejam seperti ini, Aku tidak ingin melihat wajahmu lagi... aku harap kamu bahagia bersama wanita disamping mu... " ujar Sheila dengan suara bergetar menahan tangisnya, lalu menuruti Roni yang menuntunnya keluar.
Kata - kata Sheila seperti menampar wajah Glen berkali-kali. Ia melihat kemarahan pada mata Sheila yang selama ini tidak pernah ia lihat. Membuat hatinya hancur berkeping-keping. *** kamu Angel, setelah ini kamu akan menerima ganjarannya. Aku akan membunuhmu dengan tanganku sendiri!!! umpat Glen dalam hati.
__ADS_1
bersambung