Sayang, Apa Kau Menyesal??

Sayang, Apa Kau Menyesal??
Episode 20 " keobsesian "


__ADS_3

Glen berusaha menelpon orang suruhannya untuk segera memesan tiket pesawat ke Jakarta sekarang juga, padahal urusan bisnisnya baru saja 3 hari di Surabaya, tapi rasanya ia tak sanggup lagi berlama - lama dalam situasi menyebalkan ini. belum lagi Sheila tak mau mengangkat telpon dari Glen, membuat Glen teramat frustasi sampai ia tak malu berteriak kesal sambil menjambak rambutnya kasar, nafasnya menderu - deru, tubuhnya begitu panas, seakan - akan darahnya sedang mendidih.


Para karyawan yang mendengar keributan dari dalam ruangan Glen pun hanya bisa diam membisu, mereka takut jika bertanya akan membuat Boss nya yang terkenal ramah itu akan semakin marah.


" kemana sih ni orang gak di angkat - angkat, BRENGSEK!!!" umpat Glen kesal mendapati orang suruhannya tidak juga mengangkat telpon darinya. dia pun macam setrikaan yang tidak bisa diam berjalan kesana kemari karena begitu terbakar api CEMBURU.🔥🔥


Disana pasti banyak cowok yang suka sama kamu, apalagi kamu pakai Gaun maroon yang aku kasih, gak akan ada cowok yang gak suka sama kamu kecuali cowok itu gak normal atau sudah punya pasangan!!!! pikirnya kesal.


Semenjak menjalin cinta dengan Sheila, dan ini adalah pengalaman pertama Glen setelah bangkit dari rasa trauma masa kecilnya tentang wanita, membuatnya merasa begitu MEMILIKI, walaupun Sheila bukan barang yang bisa ditandai oleh pemiliknya kemudian disimpan agar tak dilihat orang, Sheila adalah manusia, yang punya banyak kegiatan, punya banyak teman, saudara, keluarga yang tidak mungkin untuk tidak dia sapa atau ajak bicara.


Namun kebutaan Glen akan cinta pertama membuat logikanya tertutup, ia tak lagi SE ramah biasanya, ia bahkan tega membentak Sheila, dia merasa begitu menyesal telah berbuat demikian, tapi bukan berarti ia melupakan amarahnya. Rasanya ia ingin sekali menuliskan di dahi Sheila bahwa Gadis itu adalah miliknya.


**********


di sisi lain, Sheila sedang mencari Mamanya ke dalam gedung yang semakin lama semakin ramai dipenuhi para tamu. Ia nampak kesulitan mencari Mamanya, tak lama Radith melambaikan tangannya dari kejauhan.


" La...disini...." teriak Radith memanggilku sambil berjinjit, padahal dia sudah tinggi, lebih tinggi dariku.

__ADS_1


dia pikir aku sibuk mencarinya,huh. padahal aku mencari Mama, dimana sih Mama! gumam Sheila kesal, ia masih ingat betul betapa tadi Glen bersikap menyebalkan, ya menyebalkan untuk pertama kalinya selama 8 bulan berpacaran!!!


Apa dia gak bisa nanya aku baik - baik, mereka semua kan saudaraku, apa yang salah dengan itu. dasar POSESIF !!! pikir Sheila kesal.


" Dith, Lo liat nyokap gw gak?? " tanyaku dengan ekspresi datar, tak seramah tadi, karena masih terbawa emosi yang Glen sebabkan.


kenapa Sheila jadi bete dan ketus gitu sama aku??? hmmm....tapi wajahnya tambah cantik kalau lagi bete, hehe. gumam Radith dalam hati.


" tadi lagi ngobrol sama Tante Santi dan Lulu...tuh dia..." sambil menunjuk ke arah Mamaku yang sedang asyik mengobrol, aku pun hendak menghampiri Mama namun tiba - tiba Radith menarik tanganku.


" udah biarin aja nyokap Lo ngobrol La...kan udah lama gak pada ketemu, lagi pada melepas kangen tuh mereka..." ucapnya sambil tersenyum.


kami pun beranjak ke taman yang berada di luar gedung, disana adem sekali, banyak pepohonan yang rindang dan bunga - bunga cantik yang sedang bermekaran, di dekat situ ada bangku dan kami memilih untuk duduk disana.


Radith menceritakan banyak hal padaku, membuatku melupakan masalahku dengan Glen, aku tau Glen pasti saat ini sedang marah besar karena aku menonaktifkan HP ku, apalagi kalau ia tau aku sedang mengobrol dengan Radith, huh dia pasti semakin marah, ah tapi biarin deh...toh dia gak ada disini sekarang. lagipula, aku gak macam - macam sama Radith, hanya sekedar mengobrol.


waktu berlalu jam demi jam, tak terasa sudah jam 5 sore, berhubung rumahku jauh, Mama memutuskan untuk pulang, apalagi ia tidak tega meninggalkan Bapak lama - lama sendiri di rumah. biarpun Bapak stroke, beliau masih bisa pergi ke toilet sendiri, makan sendiri dan berjalan, walaupun tidak normal 100% seperti dulu.

__ADS_1


aku dan Mama pun pamit kepada saudara - saudara, meskipun buat Mama perjumpaan ini terlalu singkat tapi itu saja sudah membuatnya luar biasa senang. Radith sempat menawarkan diri untuk mengantar kami pulang, tapi Mama menolak, mengingat rumah kami yang jauh, akhirnya kami kembali pulang dengan taksi online yang ku pesan.


setelah kembali mengaktifkan HP untuk memesan taksi online, banyak sekali pesan masuk yang berisi kata maaf dan penyesalan dari Glen, Sheila tidak membaca semua pesan Glen, karena banyak sekali membuat kepalanya pusing.


dan Glen yang mengetahui HP pacarnya sudah aktif pun langsung berusaha kembali menelpon Sheila, namun hasilnya nihil, gadis itu masih mengabaikannya. membuat hatinya kecewa dan tak berdaya.


*********


setelah tadi Glen berhasil menghubungi orang suruhannya dan menyuruhnya untuk secepatnya memesan tiket menuju Jakarta akhirnya ia dapat penerbangan menuju Jakarta jam 6 sore. Ia pun sedari jam 5 sudah stand by berada di bandara, dia tidak tahan lebih lama lagi menunggu di tempat usaha barunya. pikirannya hanya Sheila dan Sheila. bak seorang pesakitan yang sedang kecanduan, ia pun merasa begitu,.


sebetulnya Glen adalah orang yang sangat rasional, ia tidak suka bertindak gegabah, bahkan dulu ia begitu dingin dengan wanita. hanya sedikit wanita yang pernah mampir dihidupnya, dan itu pun tidak ada yang bisa membuat Glen merasa sayang apalagi cinta. Hanya hubungan singkat yang tak berarti, namun dengan Sheila, hatinya jadi begitu sensitif, pikirannya yang sebelumnya disibukkan dengan bekerja pun kini dipenuhi dengan Sheila, gadis cantik yang ia harapkan hanya terlahir untuknya.


" apa aku harus secepatnya juga menikahimu La??? jika hal kecil begini saja membuatku kalang kabut. rasanya aku ingin menangis karena pesawatku datang lama sekali, membuatku semakin gelisah karena tak sabar ingin bertemu denganmu.


Glen pun berencana untuk segera menemui Orang tua Sheila sesampainya ia di Jakarta nanti, ia pun akan memberanikan diri menemui Papinya dan meminta izinnya untuk menikah.


" kamu akan selamanya menjadi milikku Sheila Rasty Pradipta "

__ADS_1


# BERSAMBUNG #


__ADS_2