Sayang, Apa Kau Menyesal??

Sayang, Apa Kau Menyesal??
Episode 43 " Berubah karena Cinta "


__ADS_3

Meski Sheila begitu responsif dengan serangan - serangan maut yang Radith berikan, lelaki itu tidak masalah dengan gadis dihadapannya yang terdengar berisik. Sebelumnya, ketika meniduri wanita lain, Radith benci wanita yang agresif dan berisik. Entah kenapa dengan Sheila ia malah semakin bergairah mendengar desahan - desahan menggelitik hatinya itu. Radith yang bejat itu kini telah benar-benar jatuh cinta pada gadis polos seperti Sheila.


Radith bangun terlebih dulu di keesokan harinya, ia menikmati indahnya pemandangan di sebelahnya. menatap Sheila yang begitu pulas tertidur, ia bahagia bukan main karena bisa mendapatkan Sheila seutuhnya, meski raganya sudah berhasil ia kuasai, ia juga berharap bisa menguasai hatinya. melihat noda darah di selimut putihnya membuat Radith tersenyum lebar, mengingat betapa nikmatnya gadis itu semalam, ditambah rasa cinta yang Radith miliki, inilah Sex ternikmat yang pernah Radith rasakan seumur hidupnya.


Ia kembali menelusuri tanda - tanda cinta yang ia tinggalkan di leher, dada, perut dan pangkal paha Sheila. Radith pun mengabadikan pemandangan luar biasa itu dengan kamera ponselnya, sebagai senjatanya juga jika suatu saat Sheila berpikir untuk meninggalkannya atau jika ada lelaki yang mengganggu gadisnya kelak, ia tidak mau mengambil resiko kehilangan gadis cantik itu.


kedua mata Sheila akhirnya terbuka, ia terlihat mengucek matanya berkali-kali, memastikan keberadaan dirinya yang sepertinya bukan berada di kamarnya.


" Ya ampunnnn.... " keluhnya sambil menutup mata dengan kedua tangannya. Ia sadar akan apa yang sudah ia lakukan semalam.


" ya ampun bagaimana ini!!!! aku tidak pulang ke rumah, Mama pasti nyariin aku...huhu... Apalagi aku sudah melakukan hal yang di luar batas, oh Tidak..... Masa depanku pasti sudah hancur" Sheila meringis ingin sekali menangis mengingat kebodohannya semalam, ia memang sudah tidak polos lagi, tapi masih saja BODOH!!! pikirnya.


" hei...kamu kenapa La??? " tanya Radith khawatir melihat Sheila yang begitu sedih dan khawatir. mengejutkan lamunan Sheila, ia sampai lupa kalau ada Radith di sebelahnya.


" A....a..aku.... malu Dith.... " ucap Sheila dengan suara bergetar, air mata jatuh dari sudut matanya.


" Apa yang sudah kita lakukan semalam itu gak bener....hiks...hiks...hidupku udah hancur Dith, aku udh gak suci lagi.... hiks...hiks... " seru Sheila menangis meraung-raung. Membuat Radith terenyuh sekaligus gemas melihat tingkah Sheila yang begitu polos dan lucu.


" Kita melakukan itu karena sama - sama suka La.. " kilah Radith lalu memeluk Sheila, pelukannya tidak ditepis sama sekali, karena Sheila sibuk mengutuki dirinya yang bersikap murahan.


" Iyah Dith.... tapi....eh....bagaimana kalau aku hamil???? hiks...hiks.... " tangisan Sheila menjadi lebih keras, ia histeris hingga menjambak kesal rambutnya.


" apa kata Mama dan orang - orang nanti Dith, aku gak kebayang nanti kedepannya bagaimana....hiks...hiks...pasti aku juga akan kesulitan mencari suami nantinya, karena aku sudah gak perawan lagi_"


" kamu pikir aku akan melupakan malam tadi begitu saja La??? kamu pikir aku melakukan itu hanya sekedar iseng??? hah.... kamu bahkan tidak bertanya apa aku akan bertanggungjawab atas apa yang sudah kita lakukan semalam...ckck " keluh Radith kesal, mendengar ucapan Sheila yang sepihak itu, apa ia lupa kalau Radith lah yang membuatnya tak lagi perawan, lantas kenapa berpikir untuk mencari suami lain lagi!!! menyebalkan, umpat Radith dalam hati. Ia melepaskan pelukannya dan terlihat kesal, wajahnya merengut.

__ADS_1


Sheila akhirnya tersadar akan ucapan Radith yang memang benar, kenapa aku tidak menyalahkan Radith juga atas kebodohan ini, dan memintanya bertanggungjawab, malah sibuk memikirkan kesulitan yang ada di depan nanti seorang diri, huh...dasar Bodoh kamu La!!! pikirnya.


Sheila pun melirik ke arah Radith yang masih merengut kesal.


" Apa kamu mau bertanggung jawab sama aku Dith ?" tanya Sheila dengan suara pelan di sela - sela tangisnya yang agak mereda.


" tanpa kamu minta aku pasti akan bertanggungjawab La...aku bukan lelaki yang sepicik itu, meninggalkan wanita yang sudah ia tiduri lalu dengan tanpa rasa bersalah pergi begitu saja. Aku cinta sama kamu, aku sayang sama kamu, aku mau semua tentang kamu jadi milikku seutuhnya.... Bahkan aku rela mengambil resiko hingga sejauh ini supaya aku bisa memiliki kamu selamanya, aku gak mau lelaki lain yang memiliki kamu La... aku gak mau, gak Sudi dan gak akan pernah bisa terima itu La!!! " Ungkap Radith dengan tatapan penuh ketulusan. ya, aku memang bejat, aku memang lelaki hidung belang La, tapi setelah bertemu kamu, rasanya hanya kamu yang ingin aku miliki untuk selamanya dan tak akan berbagi dengan lelaki manapun, pikir Radith.


deg...


deg...


deg...


" kamu serius Dith??? kamu gak bohong kan??" tanya Sheila memastikan dengan mata berkaca-kaca.


" aku serius La... Aku akan segera menikahi kamu..." jawab Radith tulus sambil mencium punggung tangan Sheila, lalu memeluk gadis itu seerat mungkin.


' kamu milikku La, terimakasih sudah luluh padaku...aku tidak akan menyia - nyiakan gadis sepertimu... I Will always Love you... ' kata Radith dalam hati.


" iya Dith... " bisik Sheila sambil mengangguk an kepalanya. Ia tahu ia sudah bodoh sekali mau tidur dengan Radith, ia merasa dendamnya pada Glen malah membuat mata dan hatinya buta dan berubah menjadi liar, tapi menyesali sesuatu yang sudah terlanjur terjadi pun tidak ada gunanya. mungkin ini memang sudah takdirnya untuk bersama Radith bukan Glen.


***


" Bro...gw butuh obat bius untuk menjebak Angel... " ujar Glen pada Ivan ketika bertemu di Resto Clark's.

__ADS_1


" Lo udah punya strategi untuk melawan dia bro ?? " tanya Ivan memastikan, ia berharap jika hendak melawan Angel sebaiknya Glen sudah mempersiapkan matang - matang rencananya, berhubung Angel bukan wanita sembarangan.


" tenang aja Bro...gw udah pikirin matang - matang, gw gak mau semakin kehilangan Sheila terlalu jauh gara - gara wanita iblis itu, langkahnya harus gw hentikan sekarang juga, apapun resikonya nanti, asalkan gw bisa melenyapkan Angel." ucap Glen dengan keyakinan penuh.


" oke kalau begitu Bro, gw telpon temen gw dulu yang ahli dengan obat seperti itu" Ivan pun langsung menghubungi salah satu temannya untuk meminta barang yang Glen mau. Dan sesegera mungkin akan di kirim oleh temannya itu.


Glen pun mengirimkan pesan pancingan pada Angel.


" Datanglah ke Apartemen ku malam ini, I need you!! " tulisnya.


" good luck bro...gw doakan semoga rencana Lo bisa berjalan dengan lancar. " seru Ivan lalu menepuk bahu temannya itu memberi semangat.


" thanks Bro... " balas Glen lalu tersenyum sinis membayangkan rencana jahatnya nanti.


***


dirt...


Angel mengambil ponsel di dalam tasnya yang berbunyi, Ah...ada pesan dari Glen, senyumnya langsung merekah membaca isi pesan Glen.


" Aku tahu kamu pasti akhirnya membutuhkan aku Glen, tanpa aku agresif kepadamu selama seminggu ini, sekarang kamu sendiri yang memintaku datang, tunggu aku Glen...aku akan mengisi kekosongan di hatimu!!! " ujar Angel tersenyum penuh kemenangan, Ia pun bergegas mandi dan berdandan secantik mungkin untuk bertemu dengan pria yang ia cintai.


" malam ini akan menjadi malam yang panas untuk kita... " gumamnya kegirangan.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2