Sayang, Apa Kau Menyesal??

Sayang, Apa Kau Menyesal??
Episode 34 " Hari Baru "


__ADS_3

Hari yang dinantikan Sheila pun tiba, ia akhirnya menjadi mahasiswa yang seutuhnya. Hari ini adalah hari pertama ia kuliah, ia bangun sepagi mungkin karena sejak malam juga sudah gelisah dan tak bisa tidur karena deg - degan.


Luna tampak belum bangun dari tidurnya, sedangkan Sheila sudah bersiap hendak berangkat, ia pun menunggu Glen datang menjemputnya.


Renata dan Amel sudah bangun dan bersama menyiapkan makanan. Sheila pun menuju ruang makan hendak sarapan.


" kamu udah rapih La??? " tanya Renata.


" udah Ma...ni aku lagi nunggu Glen jemput... " jawab Sheila.


mendengar Nama Glen membuat mimik wajah Amel yang sedang membantu menyiapkan sarapan berubah sinis, ia nampak sangat tidak suka melihat Sheila bersama Glen, dalam hatinya ia berharap Luna lah yang berada di posisi Sheila. Ia ingin melihat anaknya bahagia di sisi lelaki yang mapan, Agar tidak mengalami kesusahan seperti dirinya.


" ohh...kamu dianter Glen ke kampus??? " tanya Renata.


" iya Ma... " jawab Sheila.


" yaudah kamu sarapan dulu yah... Mama sama Tante Amel bikin nasi kuning. " sambil menyodorkan piring. Sheila pun mengangguk.


ketika Sheila sedang menikmati nasi kuningnya Luna pun datang ke ruang makan.


" kamu sudah bangun Na?? " sapa Amel.


" iya Ma.. " jawab Luna.


" ayo sarapan sekalian bareng Sheila Na... " ujar Renata.


" iya Tante Renata... " jawab Luna sambil tersenyum. Lalu duduk di samping Sheila. terlihat betul Luna masih murung dengan kejadian kemarin, ia tidak sama sekali menyapa Sheila, dan Sheila pun cuek seakan tidak peduli.


dirt.... ada pesan masuk di ponsel Sheila, ternyata dari Glen yang mengabari kalau ia sudah sampai di depan Rumah Sheila.

__ADS_1


" Ma...Glen udah Dateng, aku berangkat dulu yah " Sheila pun bangkit berdiri sambil meminum teh nya dan menyalim Renata juga Amel. Luna yang mendengar nama Glen langsung merasa tidak suka.


" aku berangkat ya Ma... "teriak Sheila pamit.


" iya hati - hati ya La...kamu belajar yang bener .. " sahut Renata lalu kembali menikmati sarapannya.


Amel dan Luna terlihat saling bertatapan penuh kedengkian. Mereka berdua sama - sama tidak suka melihat kebahagiaan Sheila. Entahlah, mungkin lingkaran kemiskinan merubah sifat Amel yang dulunya begitu baik. Keadaan yang membuatnya menjadi pribadi yang tidak suka melihat kebahagiaan orang lain, sekalipun itu saudaranya sendiri.


***********


Radith terlihat begitu semangat pagi ini, dia menikmati kopinya dengan penuh senyum. membuat Rita merasa ada yang aneh dengan anaknya itu.


" Dith.... kamu kenapa senyum - senyum sendiri...kayaknya lagi happy nih .. " Ledek Rita sambil menyeruput teh hijau nya.


" ahh Mama....bisa aja, hehe.... " jawab Radith salah tingkah.


" hayoooo....kamu lagi jatuh cinta ya??? sama siapa Dith???? pasti sama Sheila yah...??" Ledek Rita lagi menyelidiki asal muasal keriangan anaknya itu. Ia sadar setelah Radith bertemu dengan Sheila, anaknya itu terasa lebih bersemangat dan ceria, pasti karena ia sedang jatuh cinta.


" jelas lah...Feeling seorang ibu kan gak bisa dibohongi, Mama bisa ngerasa lah kalau anak sulung Mama lagi jatuh cinta... " ujar Rita sambil tertawa kecil.


" hmmmmm..... tapi Sheila nya gak suka sama aku Ma... dia udah punya pacar... " ucap Radith, wajahnya berubah masam.


" masa sih Dith??? kamu tau dari mana dia udah punya pacar??? " tanya Rita penasaran.


" iya Ma, aku liat sendiri kok waktu kita ngelayat ke rumah almarhum Om Sony, bahkan pacarnya itu negor aku karena deketin Sheila, Sok Arogan !!! " keluhnya kesal mengingat ulah Glen waktu itu.


" hmmmm....sombong sekali dia ... " ungkap Rita kesal mendengar cerita Radith.


" Renata pasti gak tau kelakuan pacar anaknya, nanti biar Mama main ke rumah Renata dan membicarakan kamu dan anaknya... Mama rasa dia pasti lebih nyaman anaknya bersama dengan lelaki dari keluarga yang jelas-jelas dia kenal dengan baik, dibandingkan lelaki yang belum jelas asal - usulnya..." tukas Rita, berharap Sheila dan Radith bisa menjalin hubungan yang serius.

__ADS_1


" serius Ma??? " tanya Radith bersemangat. Merasa ada yang mendukung rencananya mendekati Sheila. Baguslah, siapa tau Tante Renata dan Sheila bisa luluh dengan Mama, pikirnya.


" iya sayang ... Mama setuju kok kalau kamu sama Sheila, dia cantik dan sopan, Mama juga kenal betul dengan orangtuanya. Zaman sekarang mencari perempuan dari keluarga baik-baik itu sulit, yang ada hanya mengincar harta si lelaki." ujar Rita.


" makasih ya Ma udah dukung aku.... " ucap Radith lalu bangkit dari kursi dan memeluk Mamanya. ia pun menyeringai dengan penuh kemenangan.


**********


Glen dan Sheila berbincang tentang kejadian kemarin. Glen khawatir Luna akan mengatakan banyak kebohongan kedepannya dan mengganggu hubungannya dengan Sheila.


" sayang ... pokoknya kamu harus hati - hati yah sama Luna, kamu jangan sampai lengah... aku takut dia sedang merencanakan sesuatu yang buruk sama kamu... " ujar Glen cemas. Ia merasa Luna bukan gadis biasa yang polos dan tak tau apa - apa. sepertinya Luna adalah gadis yang licik dan nekat, mengingat bagaimana kemarin ia begitu tak tau malunya menggoda Glen secara terang-terangan.


" iya Glen... aku akan lebih berhati-hati sekarang, aku juga merasa ada yang Luna sedang rencanakan. Dia seperti tidak suka melihat hubungan kita, entahlah mungkin dia iri padaku.... " tukas Sheila dengan mimik wajah sedikit kesal.


" iya... mungkin dia berpikir bisa merebut aku dari kamu....ckck " ungkap Glen kesal.


" terus, kamu bakalan tergoda gak sama dia???" tanya Sheila yang tiba-tiba merasa khawatir, duh kenapa aku bertanya begitu sama Glen....huft...


" ya nggak lah sayang....Aku sama sekali gak tertarik sama dia, mau seseksi apapun pakaiannya, dan setebal apapun make up nya...aku gak akan suka sama dia " jawab Glen kemudian tertawa geli. membuat hati Sheila merasa tenang. semakin lama gadis itu semakin menyayangi Glen dan merasa bergantung pada lelaki itu, terlebih lagi setelah Bapaknya pergi, Sheila merasa Glen seperti pengganti Bapak.


setelah 45 menit akhirnya mereka sampai di depan kampus Sheila. Sheila terlihat begitu excited, jelas sekali dari wajahnya.


" selamat belajar ya sayang....semangat... nanti siang kalau kamu udah pulang kasih tau yah biar aku jemput... " Glen menyemangati kekasihnya yang tampak begitu bahagia, ia lalu memeluk Sheila dan mencium kilas bibir Sheila.


" makasih sayang.... iya nanti aku kabarin kalau sudah selesai " jawab Sheila lalu mereka melepaskan pelukan.


Sheila pun keluar dari mobil dan melambaikan tangan pada Glen yang berlalu pergi.


" ahhh..... Akhirnya aku kuliah juga seperti teman-teman ku yang lain....ahhh senangnya, terimakasih Tuhan... " gumamnya bahagia, lalu berjalan menuju kelasnya.

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2