Sayang, Apa Kau Menyesal??

Sayang, Apa Kau Menyesal??
Episode 38 " Kalut "


__ADS_3

Roni menuntun Sheila keluar dari gedung tempat dimana ia diculik, lalu mendorong tubuh Sheila dengan kasar ke pinggir jalan.


" Cepat pergi dari sini... sebelum aku berubah pikiran!!! " Ancam Roni kasar lalu meninggalkan Sheila begitu saja di pinggir jalan raya yang jaraknya tidak jauh dari gedung terbengkalai itu.


Sheila pun menyeka air matanya yang sedari tadi terus mengalir.


" Tega sekali kamu Glen....Apa salahku??? " gumamnya sedih, ia pun segera berjalan untuk mencari Taksi.


Setelah menunggu selama 10 menit akhirnya Ada Taksi yang lewat, Sheila langsung menghentikannya, dengan perasaan yang masih ketakutan ia buru - buru masuk ke dalam lalu taksi pun beranjak pergi.


Sheila memberitahukan alamat tujuannya kepada pak supir, lalu pak supir pun mengangguk. Ia menghempaskan tubuhnya ke kursi, ia menyandarkan kepalanya lalu matanya melihat ke langit-langit mobil, tubuhnya masih bergetar, hatinya masih shock akan kejadian menyeramkan tadi. dan yang lebih menyakitkan ternyata pelakunya adalah Glen, kekasihnya sendiri. Rasanya Sheila ingin pingsan karena tidak mempercayai apa yang telah terjadi.


ditambah Glen mencium wanita itu di depan matanya. Untuk apa??? untuk menyakitiku?? jika Glen memang tidak lagi menyukaiku kenapa ia tidak bilang saja baik - baik, kenapa harus melakukan hal sekeji ini... beginilah wajah aslimu Glen.??? pikir Sheila masam. Gadis itu kecewa berat, dengan seluruh jiwa dan raganya ia membenci Glen. ia berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak lagi menjadi gadis yang polos, sebab karena kepolosan nya lah ia jadi dipermainkan seenaknya oleh laki - laki.


***


" terimakasih telah menuruti mau ku sayang... " ucap Angel dengan manisnya dan merangkul pundak Glen yang terdiam membatu.


seketika Glen menepis tubuh Angel dengan kasar dan mendorongnya, membuat kedua penjaga yang berada di dekat Glen langsung menahan tubuh lelaki yang tampak murka itu.


" KURANG AJAR KAMU WANITA IBLIS!!!! PUAS KAMU SEKARANG HAH?????!!! " teriak Glen sambil meneteskan air matanya dan meronta mengeluarkan seluruh tenaga yang tersisa dalam dirinya. bukannya marah, Angel malah tertawa puas sekali.


" HAHAHA.... terserah kamu mau panggil aku apapun....aku tidak peduli Glen!! yang aku pedulikan hanya janjimu padaku!!! Kamu harus menikahi ku secepatnya, jika tidak Kamu akan menyesal untuk selamanya. Dan nyawa gadis bodoh itu lah taruhannya. " ancam Angel dengan mimik wajah serius dan mengerikan, lalu pergi meninggalkan Glen seorang diri.


" Aku akan segera menghubungi mu Glen... " tambah Angel dan melambaikan tangannya lalu menghilang.


" SHIT......!!!! " umpat Glen kesal, dia menendang bongkahan batu yang ada di depannya dengan penuh amarah. Lalu menjatuhkan tubuhnya hingga terduduk di lantai, ia menangis sejadi-jadinya sambil berteriak meluapkan emosinya. Hancur sudah hubungan cintanya dengan Sheila, gadis yang ia sangat cintai selama 9 bulan ini.


" Aku akan membuatmu menyesal telah menghancurkan hidupku Angel!!!! " Ujar Glen dengan nafas memburu.


***


Sheila meringis merasakan perih di pergelangan tangan dan kakinya, bekasnya pun begitu jelas terlihat, Bagaimana jika Mama melihat ini, huhu... pikirnya sedih, ia takut akan membuat Mamanya cemas.

__ADS_1


Sesampainya di rumah Sheila pun langsung berlari ke arah kamarnya. Ia tidak melihat Mama, Tante Amel ataupun Luna, mungkin mereka sedang pergi. Sheila pun masuk dan mengunci kamarnya. Ia menjatuhkan badannya ke kasur, menangis tersedu-sedu, karena sedari tadi berusaha menahan diri untuk tidak menangis di dalam taksi.


ia kembali teringat saat pertama kali Glen menyatakan perasaannya, bahwa ternyata Glen telah menyukai Sheila pada pandangan pertama. Tepatnya 9 bulan yang lalu, hatinya begitu berbunga-bunga, karena baginya Glen adalah cinta pertamanya. ia begitu percaya bahwa perasaan Glen padanya nyata, namun semua hanya kesemuan semata. Sheila rasanya ingin berteriak dengan kencang, tapi ia tidak mau membuat kegaduhan, sudah cukup kekacauan yang terjadi hari ini, ia sungguh lelah.


Tanpa terasa Sheila pun tertidur karena kelelahan.


***


Glen pulang ke apartemennya, ia berniat untuk pulang ke rumah dan menemui Papinya. ia ingin memastikan apakah lelaki paruh baya itu adalah orang yang membantu Angel untuk melancarkan aksinya. Ingin sekali rasanya ia mengundurkan diri menjadi anak dari Seorang Roy Zaldi, dia benci sekali lelaki itu, ia tidak percaya ada orangtua yang setega itu pada anaknya demi keuntungan pribadinya.


kumprianggggggg......


Glen terlihat membanting semua gelas dan piring yang berada di atas meja makan dapurnya. Emosinya sudah tak terbendung lagi. Kemudian terlintas di pikirannya untuk menghubungi Ivan temannya. ia pun merogoh ponselnya lalu menghubungi Ivan. ia butuh dukungan seorang teman,jika tidak bisa saja ia jadi gila karena frustasi.


" Halo Bro... " sapa Ivan di ujung telpon.


" Bro...Lo bisa Dateng gak ke apartemen gw??? gw butuh bantuan Lo.. " ujar Glen dengan nada sedih, membuat dahi Ivan mengernyit heran, pasti ada sesuatu yang terjadi, pikirnya.


" oke Bro...gw langsung otw kesana sekarang juga... " jawab Ivan tanpa berpikir panjang, lalu menutup telponnya.


30 menit kemudian...


Ivan mengetuk pintu Apartemen Glen, tak lama kemudian Glen membukakan pintunya. terlihat Glen begitu berantakan dan menyedihkan.


" Lo kenapa Bro???? Ada apa sebenarnya ??? " tanya Ivan menyelidik.


" masuk dulu Bro nanti gw jelasin " jawab Glen datar, merekapun menuju ruang tamu lalu duduk di sofa berwarna Grey milik Glen.


" Angel bro..... " Glen memulai ceritanya.


mendengar nama Angel membuat Ivan langsung kaget.


" Angel udah kembali dari Australia, dan tadi dia nyulik Sheila dan memaksa gw untuk mau nikah sama dia.... " Lanjut Glen sambil mengusap wajahnya kasar.

__ADS_1


" Are you serious Bro???? " tanya Ivan tak percaya dengan apa yang ia dengar barusan.


Glen pun hanya mengangguk mengiyakan.


" dasar wanita Saiko !!!!! " umpat Ivan ikutan kesal.


" terus gimana kabar Sheila Glen, apa dia baik - baik aja?? " tambahnya.


Glen kembali murung mendengar nama Sheila. ia terus menekan dahinya dengan kedua tangannya.


" dia pasti kecewa berat sama gw Van... Dia harus menyaksikan gw yang harus berpura - pura jadi pacarnya Angel dan memutuskan dia gitu aja....Angel maksa gw untuk akting di depan Sheila, supaya Sheila percaya kalau gw lah dalang dibalik penculikan itu.. " Glen pun menghempaskan dirinya di sofa dan menangis di depan Ivan, ia sudah tak lagi peduli soal harga diri atau rasa malunya.


" BRENGSEK.... " umpat Ivan.


" wanita itu memang licik dan gila... dia harus diberi pelajaran Glen... " ucap Ivan serius. Ia merasa sikap Angel sudah amat keterlaluan.


" Ya gw juga berpikir begitu Van...tapi sepertinya Bokap gw ikut campur dalam rencana busuk Angel... "


Ivan sekali lagi terkejut, ia tidak menyangka Seorang Om Roy Zaldy yang terhormat itu bisa kejam juga pada anaknya.


" Lo yakin bokap Lo terlibat Glen??? " Ivan memastikan sekali lagi.


" iya Van...Beberapa hari kemarin kan Lo tau gw kabur dari rumah sampai akhirnya gw tinggal disini karena bokap gw maksa gw harus nikah sama Angel... Terus hari ini tiba - tiba Angel menculik Sheila dan menggunakannya untuk memaksa gw nikahin dia.... " ungkap Glen.


" iya bener juga.... " gumam Ivan setuju. Sepertinya memang mereka bekerjasama.


" terus Lo bakalan nyerah dan nikahin Angel gitu??? " tanya Ivan penasaran.


" sampai matipun gw gak akan pernah nikahin wanita Iblis itu!!! gw gak Sudi menghabiskan sisa hidup gw bersama dia... " tegas Glen.


" lalu rencana Lo kedepannya apa Bro???? "


Glen kembali *** rambutnya kesal, ia belum mendapatkan ide yang tepat untuk menghentikan kegilaan Angel, untuk melawan Angel otomatis dia juga harus melawan Papinya sendiri, ahh siall... pikirnya.

__ADS_1


" Lo tenang dulu Bro....Lo pikirin semuanya matang - matang, gw pasti akan berusaha sekeras mungkin untuk bantuin Lo... " Ujar Ivan berusaha menenangkan Glen yang nampak sangat berantakan.


bersambung


__ADS_2