
setelah Sheila pulih dari sakitnya, Glen tidak ingin membuang waktu lagi, ia akhirnya membawa pemuka agama setempat untuk menikahkannya dengan Sheila, meskipun secara hukum pernikahan mereka belum tercatat, setidaknya di mata agama Glen dan Sheila sudah sah, Glen pun sesegera mungkin akan meresmikan pernikahan mereka secara hukum, ini semua terpaksa ia lakukan karena keadaan yang mendesak, membuatnya harus bertindak cepat supaya Sheila benar - benar menjadi miliknya.
" Sayang...sekarang kamu telah menjadi istriku, milikku seutuhnya, calon ibu dari anak - anakku, kita akan hidup hingga menua bersama " tukas Glen seraya memeluk Sheila yang tampak terharu karena sekarang ia sudah sah menjadi istri Glen, lelaki yang ia cintai, meskipun ada kesedihan karena di hari yang seharusnya membahagiakan ini ibunya malah tidak ada, ia harus mengambil jalan ini karena memang tidak ada pilihan lain, ia tidak mau hidup menua dengan orang yang tidak ia cintai, ia berharap suatu hari nanti bisa menjelaskan kepada ibunya dan beliau mau mengerti juga menerima keputusan Sheila.
" I love you Sheila...you are mine.. " bisik Glen lalu mengecup kening Sheila mesra.
" I love you too Glen... " balas Sheila, mata mereka beradu, begitu tersirat rasa cinta yang besar terhadap satu sama lain.
Mereka pun saling mendekap satu sama lain di atas ranjang ketika malam datang. mereka memilih untuk tidak bercinta, hanya saling memeluk dan merasakan kehangatan yang tercipta. Karena bagi mereka bercinta bisa kapan saja dan dimana saja, apalagi mereka sudah sah menjadi sepasang suami-istri.
***
Glen memilih untuk meninggalkan kehidupannya yang lama, ia meninggalkan Jakarta dan memilih tinggal di Bandung bersama Sheila, di Villa sederhana miliknya yang dulu ia beli untuk investasi. lelaki itu merasa tempat di dekat perkebunan teh itu sangat cocok untuk keluarga kecilnya kelak. Ia tidak ingin kembali ke Jakarta dimana ia bisa saja kehilangan istrinya karena kejaran Radith.
dengan tabungan yang ia miliki, Glen mulai merintis usahanya sendiri, meninggalkan semua harta benda yang dulu ia miliki. Glen hanya ingin memulai semuanya dari Nol, menguji kemampuan dirinya untuk berdiri di atas kakinya sendiri, apalagi sekarang ia sudah harus bertanggung jawab untuk menghidupi Istrinya.
Glen memiliki perkebunan teh yang ia kelola dengan memperkerjakan 30 orang petani teh lokal lalu menjual hasilnya ke sekitar Bandung dan luar kota. disamping itu Glen juga membuka usaha showroom mobil dan percetakan.
sudah 6 bulan lamanya Glen dan Sheila tinggal disana, mereka semakin intim dan harmonis tiap harinya. Glen tak jarang mengajak Sheila untuk makan malam di luar, pergi ke pusat kota dan mengunjungi restauran terbaik disana, menonton di bioskop juga berjalan - jalan di taman seperti pasangan muda yang sedang kasmaran. Bagi Glen apapun akan ia lakukan untuk membahagiakan Sheila.
***
__ADS_1
Hoek...Hoek...Hoek....
Terdengar suara seseorang yang sedang muntah dari kamar mandi, Glen yang masih tertidur pulas akhirnya terbangun mendengar suara Sheila dari kamar mandi kamar mereka. ia segera bangkit lalu setengah berlari menghampiri pusat suara.
" Kamu kenapa Sayang??? kamu sakit ??? " tanya Glen dengan cemas, sambil memijat tengkuk Sheila yang masih asyik memuntahkan isi perutnya. Wanita itu terlihat begitu kelelahan memuntahkan semua isi perutnya. Ia pun tidak mendengar pertanyaan suaminya karena terlalu fokus dengan rasa mualnya yang luar biasa menyiksa.
melihat raut wajah Sheila yang begitu pucat Glen menjadi semakin cemas dan gusar.
Hoek...Hoek...Hoek...
Sheila tak hentinya memuntahkan isi perutnya, tubuhnya melemas, hingga Glen refleks menahan tubuh istrinya yang hampir limbung. Dengan sigap Glen mengangkat tubuh Sheila dan meletakkannya di atas ranjang.
" sayang....ayo kita periksa ke dokter.. " ujar Glen dengan suara bergetar, ia panik bukan main melihat wajah Sheila yang pucat Pasih dan tatapannya kosong, sesakit itukah??? Glen bertanya - tanya dalam benaknya. Sheila menggeleng pelan, membuat Glen semakin gusar.
setelah berkendara selama 25 menit akhirnya mereka sampai di klinik 24 jam yang berada tidak terlalu jauh dari kediaman Glen. buru - buru Glen langsung menggendong Sheila keluar mobil agar dokter yang sedang praktik subuh hari di klinik itu bisa segera mengecek keadaan istrinya.
Terlihat wajah Glen begitu resah melihat dokter yang tengah sibuk mengecek kondisi istrinya.
" Bagaimana keadaan istri saya Dok??? " tanya Glen menghadang langkah sang dokter yang hendak keluar ruangan.
__ADS_1
Sang Dokter yang seorang Pria tampak menurunkan maskernya.
" Kondisi Istri anda saat ini cukup lemah karena harus mengeluarkan banyak cairan ketika muntah - muntah tadi, tapi itu semua dikarenakan Istri anda sedang mengandung, tapi saya belum yakin untuk usia kandungannya, sebaiknya Bapak periksakan istri bapak ke dokter spesialis kandungan. " jawab sang dokter dengan tampang sumringah, membuat Glen terkejut sekaligus bahagia bukan main. wanita yang sangat ia cintai dan sayangi sedang mengandung darah dagingnya.
" baik dokter...setelah keadaan istri saya cukup membaik akan saya bawa dia ke dokter kandungan, terimakasih dokter... " ujar Glen dengan lantangnya, senyum tak hentinya menghiasi kedua sudut bibirnya. Hatinya terasa begitu bahagia, ia bahkan sampai terharu dan menitikkan air mata.
" Kita akan segera memiliki anak sayang.... " gumam Glen dalam hati, lalu mencium kening Sheila. Sheila yang sempat tertidur setelah di infus pun terbangun.
" kata dokter...aku sakit apa Glen ??? " tanya Sheila dengan suara yang agak pelan.
Senyum di wajah Glen kembali merekah, membuat tanda tanya besar di benak Sheila.
" Kamu sedang hamil sayang....sebentar lagi kita akan punya Anak.... " ucap Glen sambil menciumi punggung tangan istrinya bertubi-tubi, tersirat jelas aura kebahagiaan di wajah lelaki tampan itu.
Sheila terperanjat, tanpa sadar ia membuka mulutnya karena begitu terkejut. Matanya mulai berkaca-kaca, sungguh ia bahagia sekaligus deg - degan, karena di usianya yang ke 21 tahun ia sudah akan menjadi ibu, usia yang cukup muda namun ia juga bersyukur karena bisa mengandung anak dari suaminya sendiri, lelaki yang ia cintai dan mencintai dirinya dengan cara yang luar biasa. melihat reaksi istrinya Glen langsung memeluk Sheila dan menciumi puncak kepala wanita cantik itu dengan sayang.
" Terimakasih sayang...aku akan menjaga kamu dan calon anak kita dengan sebaik mungkin, aku juga akan kasih yang terbaik untukmu dan calon anak kita... Aku sangat mencintai Kamu.. " ungkap Glen, Sheila pun mengeratkan pelukannya.
" Aku juga mencintai Kamu... selalu dan selamanya.... " balas Sheila.
bersambung
__ADS_1