
sesampainya di tempat kerja, aku langsung menanyakan sosok cowok tadi ke Desi. sumpah....aku sudah tidak tahan lagi, aku begitu penasaran akan sosok cowok yang Desi panggil dengan " Mas Glen " itu.
entah kenapa hatiku berdebar, tidak pernah sebelumnya aku merasakan hal ini. Bahkan ketika sempat beberapa kali berpacaran dengan cinta monyet ku, tapi rasanya tidak pernah se ' berdebar ' ini. akupun ragu, rasa berdebar ini arahnya kemana. sebab rasanya aneh, jika aku jatuh cinta. helowwwww... baru juga sekali liat masa iya sih jatuh cinta ????
" Des...Lo kenal sama cowok yang tadi bayarin kita makan???" tanyaku.
" kenal lah La...kan dia boss bengkel Deket restauran kita,...." pungkasnya.
hah....boss bengkel Deket sini?? kok aku gak pernah ngeliat ya selama sebulan lebih kerja disini. atau aku aja yang gak ngeh, tapi aku gak pernah liat disini ada bengkel deh, pikirku.
" bengkel??? emang ada bengkel disini Des???" tanyaku memastikan.
" Ada La....di deretan belakang retauran kita. Lo sih gak pernah keliling - keliling, jadi gak tau deh.haha" ejek Desi, sejauh ini Desi gak merasa curiga dengan pertanyaan - pertanyaanku.
" owh gitu...iya gw gak tau Des, wajarlah anak baru mainnya disini - sini aja, ke kantin aja gw jarang...hehe...terus emng Lo suka ditraktir sama dia Des???" lanjutku, ahhh gila...makin penasaran dong.
" gak tuh baru ini gw ditraktir sama dia La, itu juga gw bisa kenal sama dia karna dia Deket sama manager kita pak Tony, mas Glen itu suka makan disini dan suka ngobrol sama pak Tony kadang, soalnya kan ibaratnya tempat usaha kita deketan, yah pengen akrab gitu mungkin. " jelas Desi dengan lancar.
hmmmm.... aku makin penasaran tentang sosoknya, selama sebulan ini soalnya aku belum pernah melihatnya makan disini.
" tapi kok gw gak pernah liat dia makan disini yah selama sebulan ini..." ujarku heran.
__ADS_1
" Iyah...selama sebulan ini emang gw juga gak pernah liat dia La...baru ini gw ketemu dia lagi di kantin. eh tapi kok Lo kepo banget deh sama mas Glen, naksir ya???" ledek Desi sambil tersenyum menggodaku.
" iiihhh...enggaklah...masa naksir, ya gw aneh aja tiba - tiba makan dibayarin sama orang yang belom gw kenal..." tukasku menepis tuduhan Desi, aku takut mukaku memerah, nanti malah bikin Desi makin seneng nge-bully aku, huftttttttt.....aku menghela nafas mencoba mengendalikan diri.
" naksir juga gpp kali, wajar sih....dia kan cakep, menarik....plus tajirrrr lagi hahahaha" tambah Desi.
" dasar matre Lo Des,haha....jangan - jangan Lo naksir dia lagi!!! ayo ngaku..." ledekku balik.
" ihhh dasar Lo ya La,malah balik ngeledek gw, gw sih cuma ngefans sama dia La, kayak ka Dara dan yang lain, cuma gak mungkin juga kan dia mau sama gw haha....sadar diri gw mah" jawab Desi sambil tertawa. Aku dan Desi kebetulan beda hanya setahun , dan dia sudah setahun juga bekerja disini, dari awal bekerja disini kami sudah cepat akrab, dia tidak pernah merasa lebih senior denganku, makanya kami memanggil satu sama lain dengan sapaan ' Lo gw '.
percakapanku dengan Desi tentang Glen aku akhiri sampai disitu, takutnya Desi curiga jika aku terlalu jauh membahasnya, walaupun kami sudah cukup akrab tetap saja aku harus menjaga privasiku, agar tidak berhembus gosip yang tidak semestinya, maklum aku orang baru disini, watak asli orang disekitarku pun belum bisa terlihat dengan jelas.
yang jelas, mulai hari ini aku akan mulai memperhitungkan sosok cowok bernama Glen itu....
pembagian shift pun keluar, Minggu ini aku dapat shift kedua, yang artinya aku akan masuk siang dan pulang malam, ketika masih training kemarin aku selalu dapat shift pagi, sekarang setelah lepas training aku kebagian shift siang. hmmmm ..... aku agak bingung memikirkan jam pulang, pasti aku akan pulang larut, sedangkan naik kendaraan umum atau ojol malam - malam aku agak takut.
tapi jalanin aja dulu deh, pikirku. aku pasti bisa melaluinya, demo tabungan kuliahku kelak, apapun akan kulakukan.
keesokan harinya aku masuk shift siang untuk pertama kalinya, selama bekerja aku tidak konsen, karena cemas memikirkan pulang nanti bagaimana. apalagi, temanku yang pulangnya searah masuk shift pagi, sehingga aku tidak bisa pulang bareng.
jam pulangpun tiba, sudah pukul 10 malam, hatiku cemas sekali, orang rumah tidak ada yang bisa menjemputku, kedua abangku berada di kostan, sedangkan Bapak...ah mana mungkin aku menyuruh beliau lagi.
__ADS_1
akupun berjalan ke halte dekat tempat kerjaku, berusaha meraih angkutan umum yang semoga saja masih ada, karna ongkos ojol cukup mahal sebab jarak dari tempat kerja ke rumahku lumayan jauh.
diperjalanan ada mobil yang mengikutiku, aku tidak tau persis mobil apa dan siapa karena aku tidak berani menoleh, pikiran jelekku sudah membayangi, apalagi hari sudah larut, ahhh....aku semakin takut. ya Tuhan lindungilah aku...
mobil itu tetap berjalan di dekatku,tidak mendahului. membuatku semakin berpikir yang tidak - tidak, akhirnya sedikit mendahuluiku dan membuka kaca depan.
" hai...kamu gak dijemput??" sapa pengemudi mobil yang ternyata seorang laki - laki. aku masih fokus melihat kedepan, belum berani menoleh, karena takut orang jahat atau apa.
" gak usah takut, gw yang kemaren di kantin..." ucapnya lagi. hah yang kemarin di kantin??? ujarku dalam hati, seketika aku menengok ke arahnya. dan entah mengapa merasa begitu lega....meskipun aku juga tidak tau dia jahat atau tidak, tapi tetap saja aku merasa tenang, kecemasan ku buyar begitu saja.
" ohhhh...ehhh...kirain siapa...hehe" jawabku agak gugup, sehingga tak banyak bisa bicara. ahhh bodoh sekali kamu La....
" mau pulang kemana??? ada yang jemput atau gak???" tanyanya padaku, dia terlihat begitu peduli. membuatku jadi salah tingkah.
" rumah saya jauh dari sini...ini niatnya mau naik angkot tapi kalo udah gak ada mungkin naik ojol" jawabku, entah kenapa aku masih segan menyebutkan alamatku. masih belum yakin mungkin dengan lawan bicaraku.
" jauhnya dimana??? udah ayo gw anter, daripada naik angkot atau ojol...udah malem ngeri..." ajaknya.
ya ampunnnn...aku gak salah denger??? aku gak lagi mimpi kan???? oh my God... perhatian banget dia sama aku, padahal kenal juga belum. duh bingung, mau jawab apa ya... tapi bener juga yang dia omongin, udah malem naik angkot atau ojol pasti rada serem, huft....
" gak usah takut... gw gak jahat kok.." tambahnya seraya tertawa kecil, membuyarkan lamunanku.
__ADS_1
tanpa berpikir lama lagi aku akhirnya menuruti Glen untuk mau diantarkan pulang olehnya. wah....hatiku luar biasa deg - degan.
\* \* \*