
Ketika mendengar rencana Glen yang ingin membiayai kuliahku, aku sangat tersentak, bagaimana tidak, impian terbesarku memang lah itu. aku ingin sekali seperti teman-teman yang lain, bisa sekolah lebih tinggi lagi untuk mengejar mimpi. sebab di zaman sekarang jika kamu hanya seorang lulusan SMA tentu akan sulit mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dan pantas, seperti halnya aku sekarang yang mau tak mau menjadi seorang waitress.
tapi, apakah kebaikan itu semua pantas untuk aku dapatkan? tidakkah itu terlalu berlebihan untukku yang baru saja sebulan menjadi pacarnya ? apakah hal itu bisa dianggap sebagai sesuatu yang wajar, membiayai kuliah pacarmu?? tanyaku dalam hati dengan galaunya.
namun Glen punya alasan yang sungguh membuat jantungku berdebar 2 kali lebih kencang. aku ini CALON ISTRINYA kelak, oh God....rasanya semua ini seperti mimpi yang sempurna, aku amat tersanjung mendengar kata-kata itu. meskipun ini pengalaman pertamaku bisa percaya dan begitu dekat dengan seorang cowok sebagai kekasih, tapi rasanya aku sudah nyaman dan cepat beradaptasi alias tidak canggung lagi, ya...aku mampu beradaptasi dengan baik dalam hubungan yang manis ini.
Yang akan jadi masalah adalah, alasan apa yang akan ku beritahukan pada orangtuaku. mereka pasti bingung aku dapat biaya dari mana untuk kuliah. dan aku juga tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya, bahwa pacarku yang akan membiayai semua. yang ada Bapak tidak akan setuju, huhhh.... kadang aku merasa lelah dengan kekakuan peraturan dalam keluarga kami. semua harus dalam kendali Bapak, apapun harus minta izin ke Bapak, aku selalu dianggap seperti gadis kecil Bapak. membuatku jadi tidak kreatif karena terlalu banyak larangan.
aku masih terus memikirkan alasan apa yang tepat untuk aku utarakan pada orangtuaku sampai aku jadi tidak konsen pada pekerjaanku, yang membuat aku dimarahi Pak Tony managerku.
" kamu jangan banyakan bengong ya La kerjanya, harus lebih fokus lagi..." ujar Pak Tony serius yang tanpa kusadari sudah sejak tadi memperhatikan dari atas tangga. Membuat kak Dara memandangku dengan sinisnya. ' kenapa dia jadi sinis begitu padaku?? apa masalahnya padaku ?? huhhh... ujarku heran dan mulai jengah dengan perlakuan aneh teman - temanku selama mereka tau aku jadian dengan Glen. ah masa bodo!!! toh sebentar lagi aku akan pergi dari tempat menyebalkan ini!!! gumamku dongkol dalam hati.
#########
setelah memikirkan cara untuk menyampaikan keinginanku untuk kuliah pada orangtuaku selama berhari - hari dengan ditambah dukungan dari Glen, aku akhirnya menemukan cara dan memberanikan diri bilang pada Bapak.
" Pak ...Sheila mau kuliah..." ucapku membuka percakapan dengan cukup santai, mengingat kesehatan Bapak yang sudah tidak begitu baik.
" biayanya dari mana La??? Bapak kan udah gak bisa biayain kamu lagi." tanya Bapak diiringi raut wajah sedih.
" bukan pak..Sheila gak minta biaya dari Bapak..." tambahku buru - buru supaya Bapak gak semakin sedih.
" Sheila dapet beasiswa Pak, jadi biaya kuliahnya gratis. dan untuk masalah ongkos, biar Sheila yang cari kerja sampingan untuk itu Pak...jadi Sheila sama sekali gak akan nyusahin Bapak..." tambahku lagi supaya Bapak tidak perlu mencemaskan aku.
__ADS_1
tiba - tiba air mata Bapak mengalir, ia terlihat begitu sedih, aku jadi merasa bersalah.
" Bapak kok nangis?? Sheila salah ya pak??" tanyaku panik.
Bapak tertegun sejenak, kemudian menjawab.
" kamu gak salah La... Bapak cuma sedih karena gak bisa kasih yang terbaik untuk kamu anak bungsu Bapak, sampai kamu harus susah payah demi ingin kuliah. Bapak minta maaf La..." tangis Bapak pun pecah lagi, membuat Mama berlari dengan panik menghampiri lalu menenangkan Bapak.
" Sheila gak apa - apa Pak, Sheila baik - baik aja, Sheila kan udah gede pak, harus bisa mengusahakan mimpi Sheila sendiri, gak mungkin terus mengandalkan orangtua..." hiburku supaya Bapak tenang, dan benar saja akhirnya Bapak tersenyum bangga setelah mendengar perkataan ku.
" Bapak bangga sekali sama kamu nak...meskipun kamu anak bungsu dan satu - satunya perempuan, kamu tidak menonjolkan sisi manja kamu malah sebaliknya, kamu jauh lebih mandiri dan dewasa. Bapak bangga sekali sama kamu nak.." ucap Bapak sembari memeluk dan mencium keningku.
" aku sayang sama Bapak " bisikku ditelinganya.
💙💙💙💙💙💙
1 bulan kemudian akhirnya aku melampirkan surat resignku, banyak yang kaget karena aku hanya bekerja selama 2 bulan disana. Desi yang belakangan berubah sinis padaku akhirnya bertanya kenapa aku resign.
" La Lo cabut dari sini karena perlakuan kita yah???" ucap Desi yang sepertinya merasa tak enak telah memperlakukan aku selama 2 bulan ini dengan sinis gak jelas.
aku yang sedang sibuk membuka lokerku untuk mengambil beberapa barang pun berhenti dan menoleh kearahnya.
" gak kok...gw udah terbiasa digituin sama orang, yang gak jelas apa salah gw sebenernya..." jawabku datar, merasa tidak mengerti dengan jalan pikiran teman - temanku yang norak dan tidak jelas.
__ADS_1
" Lo marah ya La sama gw??? maaf ya La kalo gw selama hampir 2 bulan ini berubah cuek sama Lo, hmm...habisnya gw kebawa temen - temen lain yang gak suka liat anak baru kayak Lo bisa dapetin cowok sekeren dan setajir mas Glen. gw emang salah....padahal itu kan hak Lo mau pacaran sama siapapun..." ujar Desi dengan raut wajah yang sangat menyesal. owh ternyata memang benar, semuanya berubah sinis hanya karena tau aku pacaran sama Glen, hah!! bener - bener norak!!! pekikku gemas.
" gw gak marah kok, biasa ajah... " jawabku datar, tidak mau terlihat kesal dihadapan Desi. walau bagaimanapun, Desi pernah menjadi rekan kerja yang cukup dekat dengannya di awal - awal aku masuk kerja, dan ia menghargai itu.
masalah teman yang sering berubah menjadi tidak suka bukanlah perkara baru. sedari aku duduk di bangku SMP, Masalah itu sudah sering menghampiriku. hanya karena predikatku yang disebut sebagai cewek tercantik 1 sekolah. banyak temen cewek yang menusukku dari belakang, mencari kekuranganku lalu membeberkan kesana kemari supaya imageku jelek, hingga aku sulit percaya pada yang namanya teman dan memilih menjadi sosok yang introvert.
meskipun aku terlihat polos dan penyabar, namun aku punya sisi yang orang lain tidak tau karena aku memilih untuk tidak menunjukkan nya pada orang lain. Aku sebenarnya pemberontak, alias tidak suka hidupku terlalu di dikte oleh orang lain, aku ya aku, aku punya kehendak sendiri. dan akupun adalah tipe orang yang tidak akan mau dekat lagi dengan orang yang sudah kuanggap tidak baik, entahlah mungkin darah pendendam memang mengalir dalam diriku.
dan semenjak bersama Glen, sifat asliku itu dapat kutampilkan ke permukaan, entahlah...semenjak bersamanya aku merasa menjadi diriku seutuhnya, dia membawa dampak yang sangat baik dalam hidupku sekarang.
**********
sebelum aku masuk kuliah Glen menyuruhku untuk kursus selama beberapa bulan sambil menunggu pendaftaran penerimaan mahasiswa baru dibuka kembali, sebab aku sudah terlambat jika mendaftar sekarang juga. akupun mengiyakan, setiap hari Glen dengan setia menjemputku dari berangkat hingga pulang, walaupun aku jadi gak enak karena takut mengganggu pekerjaannya.
teman - temanku pun terperangah melihat mobil jemputan ku yang mewah, membuat mereka bergosip dibelakang ku, tapi aku tidak peduli, karena disini aku hanya ingin belajar supaya bisa diterima di kampus terbaik yang aku inginkan.
aku hanya mengenal seorang cewek bernama Puput teman kursusku yang terlihat cukup cuek orangnya dan cukup asyik diajak ngobrol. sedangkan cowok - cowok di kelas jelas tidak akan berani mendekatiku karena selalu melihat sosok Glen yang mengantarku sampai depan pintu kelas, huft.... betapa posesifnya cowok itu. kadang aku sampai merasa malu, seperti anak TK saja diantar sampai ke depan kelas, pikirku. tapi, bukan Glen namanya kalau tidak posesif.
selama 6 bulan lamanya aku kursus hingga akhirnya pendaftaran untuk mahasiswa baru pun dibuka, wah aku sangat excited, gak sabar pengen cepet-cepet kuliah supaya aku bisa buktikan pada temanku yang lain bahwa aku juga bisa kuliah seperti mereka. dan taraaaa.....akhirnya aku diterima masuk di universitas impian akhhhhhh senangnya.
akupun langsung memeluk Glen ketika tau namaku muncul di kertas pengumuman penerimaan mahasiswa baru didinding kampus, Glen pun ikut bahagia melihatku lulus.
" kamu hebat sayang, bisa lulus di universitas terbaik yang negeri ini punya...aku bangga sama kamu " puji Glen seraya mencium pipiku, akupun semakin erat memeluknya karena merasa begitu bahagia hingga jantungku ingin berpindah tempat.
__ADS_1
* bersambung *