
* Flashback *
seorang anak laki-laki culun sedang mengintip dari sudut tembok dekat kantin, ia sibuk mengamati gadis cantik yang sedang asyik menikmati makan siangnya.
Terbersit dalam benaknya untuk menghampiri gadis itu lalu menyapanya dan mengajaknya berbicara, namun keberaniannya tidak ada. Angel, gadis yang ia sukai itu terkenal angkuh dan jutek, dan semua orang di sekolah tahu jika Angel menyukai Glen.
laki - laki culun itu bernama Frederick Aldian, anak seorang konglomerat yang terlahir dengan banyaknya problema hidup ditengah - tengah kemewahan harta orangtuanya. Ia terlahir dari rahim seorang wanita yang tidak dicintai oleh Ayahnya, Ayahnya terpaksa menikahi ibunya karena memang ia butuh keturunan untuk menjadi penerusnya kelak. sedangkan Ayahnya memiliki wanita simpanan lain yang memang adalah cinta sejatinya, wanita yang tidak mendapat restu dari kakek Frederick karena latar belakangnya yang miskin.
Frederick tumbuh tanpa kasih sayang, Ayahnya sibuk dengan simpanannya, begitu juga Ibunya sibuk dengan dunia sosialitanya. Hidupnya begitu sepi dan hampa, meskipun hartanya melimpah, tapi ia tidak merasa bahagia, hingga ia menjadi sosok anak yang culun karena tidak memiliki kepercayaan diri, sebab tidak ada orang terkasih yang mendukungnya.
hingga pada saat ia masuk ke sekolah SMA yang berisi anak - anak dari kaum elit, ia melihat sosok Angel, gadis cantik yang dingin dan angkuh tapi berhasil menarik hatinya yang sedang dalam masa - masa pubertas. Ia sudah mengagumi Angel sejak kelas 1 SMA, dan ketika kelas 2 ia kebetulan sekelas dengan Glen. Glen yang mempunyai sifat introvert tampak agak cocok dengan Frederick yang culun, meskipun banyak gadis yang mengagumi Glen tetapi cowok tampan sekaligus dingin itu tidak pernah peduli dan bergeming.
Glen dan Frederick akhirnya berteman, Frederick pun tahu bahwa Angel ternyata telah menyukai Glen sejak mereka masih sama - sama kecil, ia sempat kecewa tapi melihat Glen yang tidak pernah membalas perasaan Angel itu membuat Frederick tetap berteman baik dengan Glen, hingga akhirnya mereka berpisah saat lulus karena memutuskan untuk berkuliah di luar negeri. Glen di Singapura dan Frederick di London. Sejak itu komunikasi di antara mereka sudah jarang, namun sesekali Frederick kerap berkirim email pada Glen.
***
" Kau mau kemana??? " Tanya Angel menyelidik melihat Frederick yang sudah berpakaian Rapi.
" ternyata kau sudah mulai peduli padaku sayang??? hahaha... Aku sudah bosan disini dan ingin menghirup udara segar diluar, berhubung aku sudah begitu lelah semalam, berusaha memuaskan mu yang ternyata cukup buas...ckck... " ledek Frederick dengan senyum nakal, membuat Angel semakin kesal.
" Dasar kurang ajar!!! setelah puas denganku kau pergi begitu saja??? " Desis Angel kesal.
" lalu??? kau mau aku melakukan apa??? kita melakukannya karena suka sama suka kan??? " Sahut Frederick dengan tenangnya.
" hei brengsek...laki - laki mesum, kau sudah menjebak ku...kau pikir aku bodoh!!! jangan pura - pura, cepat beritahu apa yang Glen rencanakan tentang semua ini???!! " serunya, ia tahu betul bahwa Glen dan Frederick telah bekerja sama untuk menjebaknya.
" hmmm.... tampaknya kau memang tidak bodoh...ya aku akui itu, Sejak dulu kau memang pintar dan juga angkuh..." gumam Frederick cuek, ia benar-benar menyepelekan amarah Angel dan tampak biasa saja.
" aku tidak akan diam dengan perbuatan kalian, aku akan membuat perhitungan dengan kalian!!! " ancam Angel dengan menunjuk tangannya ke wajah Frederick.
" sepertinya kau lupa, kalau aku memegang kartu As mu cantik...jadi ketika kau tidak menurut padaku, maka aku akan menyebarkannya, membuatmu bahkan tidak berani menunjukkan batang hidungmu lagi karena malu..." ucap Frederick dan menyeringai. membuat Angel sekali lagi merasa ngeri.
" Sial...sial...sial.... kurang ajar kau Frederick.... ARGHHHH.... " umpat Angel lalu menjambak rambutnya kasar karena merasa frustasi.
__ADS_1
' kenapa semuanya jadi berantakan begini' pikirnya.
" Aku akan keluar sebentar, dan kau jangan berpikir untuk pergi dari sini...aku akan kembali dalam 1 jam... " titah Frederick mengancam, lalu mengedipkan sebelah matanya dan berlalu pergi.
Angel kembali merebahkan badannya dengan kasar, ia tak hentinya mengatakan sumpah serapah dan kata kasar lainnya. ia tidak percaya ada laki - laki yang berani mengerjainya. seketika Angel teringat akan Roni orang suruhannya, ia pun langsung mengambil ponselnya yang sudah ia lempar tadi dan menelpon Roni.
" telpon yang anda tuju sedang tidak aktif... " terdengar bunyi nada sambungannya.
" ah sial...kenapa disaat seperti ini Roni tidak bisa dihubungi!!! " umpatnya kesal bukan main.
***
Frederick pun mengambil ponselnya dan menelpon Glen sambil menyetir.
Tut....
" hai Glen...."
" pasti Glen, semua berjalan dengan sangat mulus...dan Angel sudah masuk ke dalam perangkap kita, dia terlihat begitu kesal dan marah...hahaha, dia lucu juga.. " jawab Frederick.
" hahaha baguslah...aku senang mendengarnya, berkatmu rencana ku bisa berjalan dengan baik, thanks Bro..." ucap Glen.
" you're welcome Bro...Aku juga berterimakasih padamu, karena sudah mengajakku bekerjasama untuk ini, tanpa rencana buruk ini aku tidak bisa mendekatinya..." ujar Frederick senang.
" ya...kita sama - sama untung disini Bro... itulah gunanya teman bukan??? " ucap Glen.
" betul sekali Bro...hahaha, ya sudah...nanti jika ada rencana baru kau bisa hubungi aku kapan saja... "
" oke...tentu saja aku akan memberitahumu bro...Bye... "
" oke bye Glen... " tutup Frederick.
Lelaki berwajah tegas dan tampan itu tersenyum bahagia, berkat Glen yang meminta bantuannya, ia bisa dekat dengan Angel, cinta pertamanya.
__ADS_1
***
Mata Sheila terbelalak melihat video dan pesan dari Glen yang masuk ke ponselnya.
" Ya Tuhan....Aku sudah salah paham " keluhnya sedih.
tubuh Sheila bergetar, mengingat apa yang sudah terjadi pada dirinya. menjadi sosok berbeda karena merasa sakit hati dan menjadi seorang pendendam, padahal semua hanyalah rencana jahat Angel untuk merebut Glen.
Sheila menangis, merasa tak berdaya. mengutuki kebodohannya.
" maafkan aku Glen... aku sudah bukan Sheila yang kau kenal dulu...hiks...hiks...aku sudah kotor Glen...aku sudah ternoda oleh kebodohan ku sendiri...." tangisnya meraung-raung.
Sheila merasa sudah tidak ada kesempatan lagi untuk melanjutkan hubungannya bersama Glen, lelaki itu tidak akan mau menerimanya yang sudah ternoda oleh lelaki lain, sebesar apapun Glen mencintainya, pikir Sheila.
' semuanya sudah berubah Glen...aku tidak bisa menjalani kisah bersamamu lagi... '
***
Frederick memasuki salah satu pusat perbelanjaan, ia hendak membelikan baju baru untuk Angel, ia tahu Angel pasti tidak membawa baju ganti, setelahnya ia juga membelikan makanan untuk Angel.
wajah polos Angel ketika tidur masih terngiang di dalam pikirannya. Ia merasa begitu bahagia bisa tidur disamping Angel dan menikmati harum tubuh wanita cantik itu, ketika tertidur Angel terlihat seperti malaikat sesuai dengan arti namanya, begitu teduh dan indah, tidak seperti ketika ia sedang sadar, wajahnya akan berubah dingin dan angkuh.
lamunan Frederick membuatnya senyum - senyum sendiri, membuat pramusaji di hadapannya merasa gemas melihat Lelaki tampan didepannya itu.
" ini kopinya Tuan... " serunya seraya tersenyum manja melirik penuh makna ke arah Frederick.
" ah iya terimakasih mbak... " jawabnya setelah sadar dari lamunannya.
setelah selesai membeli beberapa baju, makanan dan kopi, Frederick pun beranjak kembali ke apartemen milik Glen, yang kini sudah dibeli oleh Frederick, sesaat setelah Glen meminta bantuannya untuk mengerjai Angel.
" hari ini aku akan mengerjaimu lagi Angel...aku akan membuatmu jatuh cinta padaku... meski dengan cara yang tidak biasa... " Frederick bertekad.
bersambung
__ADS_1