
Sheila berniat mengakhiri hubungannya dengan Glen, dalam arti kata benar - benar mengakhiri semuanya, meskipun hatinya amat sangat terluka karena cintanya memang milik Glen, namun tubuhnya sudah milik Radith, lelaki yang kemarin juga sudah datang bersama Ibunya ke rumah untuk melamar Sheila secepat kilat, tanpa jeda, terhitung 2 hari setelah ia melakukan hubungan terlarang itu.
Awalnya Renata terkejut bukan main, melihat betapa cepatnya Radith melamar anaknya yang belum lama baru putus dengan pacarnya Glen, sungguh ajaib memang, dalam waktu kurang dari 2 minggu, wanita paruh baya itu harus mendapatkan kabar gembira sekaligus mengherankan. di satu sisi anak bontotnya itu masih cukup muda, masih 20 tahun, sedangkan Renata sendiri menikah di umur 25 tahun. Tapi, jika memang takdir yang terbaik untuk anaknya adalah menikah muda, ia tidak akan menentang, ia akan dengan senang hati mendoakan yang terbaik untuk anaknya.
Di sisi lain Sheila tidak punya kuasa untuk menolak, karena di pemikirannya yang polos perbuatan liarnya memang perlu di pertanggung jawabkan, tidak peduli ia cinta atau tidak, toh hidup juga tidak banyak memberinya pilihan.
ia merogoh ponselnya, mencari nomer telpon Glen dan menghubungi lelaki itu.
" Halo... " sapanya ketika sudah tersambung.
" halo sayang....kamu apa kabar??? kamu sudah terima video yang aku kirim kan ?? aku_" tanya Glen meledak - ledak penuh kebahagiaan, namun Sheila memotong perkataan nya.
" aku mau ketemu sama Kamu di Cafe Classy jam 4 sore... " pintanya serius.
" aku jemput kamu ya???!! " tanya Glen
" gak usah kita ketemu disana saja...oke?? " tolak Sheila dengan dingin.
" oh...oke... " jawab Glen, ia menyadari perubahan dalam diri Sheila, ia tampak dingin dan acuh, berbeda sekali dengan Sheila yang kemarin ia kenal.
Sheila pun mengakhiri panggilannya begitu saja tanpa basa basi.
Perasaan Glen seketika tidak karuan, ia merasa ada yang tidak beres. ia tidak sabar untuk segera menemui Sheila nanti sore.
' maafkan aku Glen... hubungan di antara kita memang harus berakhir...karena kebodohan yang sudah kulakukan...' Sheila menangis tersedu-sedu di dalam kamarnya.
***
Frederick sudah sampai di Apartemen dengan tangannya yang penuh dengan tentengan, langkahnya terasa ringan, senyumnya merekah, hatinya terlalu bahagia karena hari - harinya kedepan akan terlihat lebih cerah dari sebelumnya, ia sudah menghubungi sekretarisnya untuk mengosongkan semua jadwalnya selama seminggu kedepan, ia ingin melancarkan rencananya untuk mendapatkan Angel.
Ia memasuki Apartemen yang sekarang sudah menjadi miliknya itu dengan pelan, ia tidak mau mengagetkan Angel yang mungkin saja kembali tertidur. Ia pun menuju ke kamar, namun dahinya mengernyit ketika melihat tidak ada Angel disana, ia mulai panik, namun kepanikannya hilang setelah mendengar suara gemericik air di kamar mandi, Rupanya Angel sedang mandi, hatinya pun lega. Frederick meletakkan bungkusan baju untuk Angel di sudut kamar dan kopi juga makanan di atas meja dekat tempat tidur. Tak lama Angel pun keluar dengan rambutnya yang basah dan handuk putih yang melingkar di tubuhnya, membuat Frederick tertegun melihat pemandangan itu.
" ah...kau tampak menggiurkan sayang... " gumam nya tersenyum nakal.
__ADS_1
Angel membulatkan matanya dan mengeratkan genggaman nya pada handuk di tubuhnya. Ia takut Frederick akan menyerangnya.
" hahaha.... aku hanya bercanda sayang...cepat ganti baju, aku sudah membelikan mu beberapa baju baru... " titah Frederick sambil menunjuk dengan matanya ke arah bungkusan belanjaan yang ada di sudut.
tanpa berkata apa-apa Angel pun menuruti lelaki itu. Meskipun masih dengan perasaan sebal yang teramat sangat.
Angel membuka semua bungkusan berisi baju yang sudah di belikan oleh Frederick.
' hmmm.... seleranya bagus juga, baju - baju ini nampak sesuai dengan seleraku... ' gumamnya.
Angel pun hendak memakai bajunya di kamar mandi, mengingat Frederick masih saja berdiri di dalam kamar itu, namun tangan kekar Frederick menghentikan langkah kakinya.
" hei kau mau kemana??? pakai saja disini!!! " perintah Frederick dengan wajah angkuh dan senyum sinis.
" tidak mau!!!! " tolak Angel dengan ekspresi tidak sukanya.
" kenapa memang?? apa kau malu??? hah...sudah terlambat untuk malu sayang...kau lupa apa yang sudah terjadi semalam??? hahaha....dasar wanita...ckck " decak Frederick lalu melipat kedua tangannya di dada. Angel yang terlihat kesal ditambah malu hingga kupingnya memerah membuat Frederick merasa gemas, karena tidak punya pilihan akhirnya ia terpaksa membuka handuknya dan memakai bajunya tepat dihadapan Frederick.
" I hate you.... " desis Angel sambil memakai bajunya dengan kasar.
" KAU_ " pekik Angel, belum sempat melanjutkan amarahnya Frederick memajukan wajahnya lalu mencium bibir Angel membuat Angel refleks memundurkan tubuhnya, namun kedua tangan Frederick mendekatkan tubuh wanita itu dan melumat bibirnya dengan penuh nafsu, Angel berusaha sekuat tenaga menolak tapi tenaganya ternyata tak sekuat lelaki itu. Entah kenapa kelihaian Frederick membuat Angel agak menikmati kelancangan lelaki itu.
Angel tidak pernah berciuman se liar itu, tidak pernah merasakan bahwasanya ciuman bisa se klimaks dan se menyenangkan itu.
tangan Frederick mulai meraba kebagian leher dan dada Angel, membuat Angel tanpa sadar mendesah. Membuat Frederick semakin menikmati sentuhannya pada Angel, wanita itu bagai candu, tidak cukup menciumnya sebentar, bahkan terasa tidak pernah cukup.
Wangi maskulin dari Tubuh Frederick membuat gejolak bertambah pada diri Angel, ah sepertinya harga diri dan akal sehatnya sudah hilang entah kemana. Brengsek kau Frederick!
Frederick melepaskan ciuman panasnya, berusaha mengambil nafas, Nafas Angel terengah-engah tapi dahinya mengernyit seakan mengisyaratkan sesuatu, membuat Frederick semakin gemas, ia mengerti, wanita di depannya itu menginginkan lebih.
Lelaki itu kembali mendaratkan lumatan panas pada bibir Angel, kini lebih dalam dan penuh gairah. Dengan cepat Frederick membuka kembali baju yang baru Angel kenakan dengan tidak sabar, kemudian menciumi leher gadis itu dan menjalar ke bawah, membuat desahan Angel semakin berani dan tidak tertahan lagi. Frederick merasa begitu puas, mendapati reaksi Angel yang begitu menikmati sentuhannya.
" I love you Angel.... " desah Frederick di telinga Angel, namun wanita itu sedang tidak fokus karena terlalu menikmati sentuhan - sentuhan Frederick.
__ADS_1
Angel merasa di mabuk kepayang, tidak lagi terlintas wajah Glen yang selama ini menghiasi pikirannya, laki - laki yang sedang memuaskannya kini membuat dunianya berubah 180° dalam waktu semalam.
Akhirnya siang itu Frederick berhasil mendapatkan tubuh Angel seutuhnya, tidak berbohong seperti tadi pagi.
***
Sheila dan Glen berhadapan di sebuah meja cafe. Pandangan Sheila lebih banyak ia tujukan ke arah lain, dan sesekali menunduk, ia menolak duduk disamping Glen dan memilih berjaga jarak dengan lelaki itu.
Glen merasa sedih, harusnya ini hari yang membahagiakan mengingat sudah hampir 2 Minggu ia tidak bertemu dengan Sheila, tapi gadis itu tampak dingin dan berbeda. mbuat hatinya terluka.
" aku minta maaf sayang.... " Glen membuka suaranya, mengakhiri kecanggungan antara dirinya dan Sheila.
" aku tau kamu masih marah sama aku, tapi demi Tuhan itu semua bukan kemauan aku...itu semua terjadi karena rencana jahat Angel yang sejak dulu sudah menyukaiku dengan begitu berlebihannya, tapi aku sama sekali tidak pernah menyukainya La...dan kejadian buruk kemarin itu semua adalah rencana jahatnya, dia mengancam ku akan membunuh kamu jika aku tidak menuruti semua kemauannya, wanita itu memang IBLIS!!!... " ungkap Glen dengan mimik wajah serius.
Sheila tak mengeluarkan sepatah katapun, ia dilema sekali. ia ingin sekali memeluk Glen dan kembali pada lelaki yang ia cintai itu, tapi itu semua sudah tidak mungkin lagi, karena sekarang statusnya sudah calon istri Radith. Tiba - tiba air matanya luruh.
" kamu kenapa nangis La??? " tanya Glen panik lalu menghampiri Sheila.
" Maafin aku Glen...hiks....hiks.... " Isak Sheila lalu menutup wajahnya.
" gak kamu gak salah La ..itu semua salah wanita iblis itu...bukan kamu... " sanggah Glen lalu merebahkan Sheila ke dalam pelukannya. Sheila kembali teringat bahwa dia sudah jadi milik Radith dan ia langsung menghempaskan tubuhnya menjauh dari Glen.
" Maaf Glen ...tapi aku tidak bisa melanjutkan hubungan kita lagi .. "
" kenapa La???? aku kan udah jelasin semuanya ke kamu apa yang sebenarnya terjadi, itu semua bukan keinginanku La... " seru Glen mulai kesal.
" A....aku....akan menikah dengan Radith bulan depan Glen... " ucap Sheila dengan suara bergetar kemudian kembali menangis.
" Apa???? gak mungkin!! kamu bercanda kan La??? " Seru Glen dengan mata terbelalak dan jantung yang bagai di hunus pedang tajam, sungguh sakit ya Tuhan, rintihnya dalam hati.
Sheila tidak bergeming, ia malah semakin terisak, tidak tahu harus menjelaskan dari mana pada Glen, rasanya ia ingin mati saja.
Glen mengusap wajahnya kasar, ia terlihat frustasi dan kacau. Tangannya mengepal sepertinya ingin memukul sesuatu tapi tidak bisa.
__ADS_1
bersambung