
Radith tidak mau melewatkan moment langka seperti ini, ia tahu ini terlalu cepat tapi baginya kesempatan ini tidak mungkin ia sia - siakan. ia tidak mau kehilangan Sheila, ia takut seandainya ia tidak mengungkapkan perasaannya sekarang, makan Sheila akan berpaling pada laki - laki lain lagi, apalagi ia tahu bahwa Sheila sudah tidak bersama kekasihnya lagi. oh No, ia tidak akan Sudi.
" La.... " panggil Radith dengan tatapan serius, lalu menyentuh tangan Sheila dan menggenggamnya. Sorot matanya begitu dalam, memancarkan ketulusannya. Membuat Sheila terenyuh, dan mampu merasakan perasaan lelaki dihadapannya itu, meskipun hatinya belum bisa mencintai orang lain, karena hatinya kini telah dikuasai dendam.
" iya Dith... " jawab Sheila dengan senyuman manis, tidak sedikitpun menolak sentuhan tangan Radith, membuat senyum di bibir Radith mengembang. Ia merasa dapat lampu hijau dari Sheila, kemudian ia pun melanjutkan kata-katanya.
" aku tahu ini terlalu cepat...Aku juga tahu kamu baru saja berpisah dari pacarmu, namun aku sudah tidak sanggup lagi menutupi perasaanku yang sesungguhnya pada kamu La...jujur, sejak pertama kali kita ketemu di pesta pernikahan Dahlia waktu itu aku sudah jatuh cinta sama kamu... Maaf, kalau aku tidak sopan...tapi aku tidak bisa lagi lebih lama menahan perasaan suka ku padamu La...."
Sheila pun terdiam mendengarkan perkataan Radith. Inilah sebenarnya yang ia inginkan, ucapan cinta dari Radith agar mereka bisa segera berpacaran untuk melancarkan rencananya. tapi kenapa, meski hanya pura - pura, Sheila tetap merasa berat untuk menjalaninya, ah ..tapi aku harus konsisten pada pendirianku, Sheila yang lama sudah mati, tidak ada lagi Sheila yang lemah dan polos, aku harus bisa tega ya...aku harus bisa, pikirnya.
" ah ...aku tahu ini pasti terlalu cepat, dan bikin kamu gak nyaman ..maafin aku ya La...aku gak akan maksa kamu...aku gak mau kamu malah jadi benci sama aku, maaf La... " sambung Radith merasa tidak enak melihat ekspresi Sheila yang terdiam.
" aku juga suka sama kamu Dith.... " ujar Sheila penuh kebohongan, berusaha terlihat meyakinkan dengan tersenyum cantik.
Mata Radith terlihat nanar, ia tidak percaya dengan pendengarannya. Rasanya bahagia sekali, mendapatkan balasan dari Sheila.
" ka ....kamu serius La??? " tanya Radith meyakinkan.
" iya Dith .. aku serius...Aku juga suka sama kamu ... " jawab Sheila senyumnya semakin lebar.
Harusnya Radith menaruh curiga, bagaimana bisa Sheila secepat itu berpaling dari mantan pacarnya ke Radith, hanya dalam waktu seminggu, tapi itu semua tidak membuat Radith bergeming, ia tidak peduli mau Sheila benar suka padanya atau hanya berbohong, yang jelas Radith akan terus membuat Sheila benar - benar mencintainya dan menikahinya kelak.
" makasih ya La...sudah mau membalas perasaan aku... " ungkap Radith lalu mencium tangan Sheila.
" iya Dith.. terimakasih juga sudah mau menyukai gadis miskin seperti aku ini... " ucap Sheila.
" kamu jangan pernah bicara begitu La...bagi aku kamu itu sempurna dan spesial, dan aku bahagia bisa dekat dengan kamu... " ujar Radith lalu bangkit dari kursinya menghampiri dan memeluk Sheila. merekapun berpelukan, Membuat Sheila merindukan pelukan Glen.
__ADS_1
***
Sheila tidak mau membuang kesempatan ini, dia sejak tadi sudah update status di sosmednya, menyatakan jika ia sedang makan malam bersama Radith, tidak lupa ia mengabadikan fotonya bersama Radith yang terlihat begitu cocok.
Sheila berharap Glen melihat fotonya dengan Radith, karena Sheila masih berteman dengan Glen di sosmednya. ia ingin menunjukkan pada Glen bahwa ia telah move on dan mendapatkan pengganti Glen yang jauh lebih hebat.
Dan niat Sheila itu pun di sambut baik oleh Glen yang terlihat sangat geram melihat foto kebersamaan Sheila dan Radith.
" BRENGSEK..... secepat itu kamu berpaling dariku La???? " umpat Glen kesal, tapi ia sadar dengan apa yang sudah ia perbuat pada Sheila seminggu yang lalu. ia menjadi lemas, ditambah Sheila terlihat begitu bahagia dan berbeda, wajahnya terlihat lebih cantik dengan make up dan baju yang cukup menantang, Glen mengusap wajahnya dengan kasar. Kali ini ia tidak mempedulikan Angel, ia memutuskan untuk pergi ke restoran dimana Sheila sedang menikmati makan malamnya dengan Radith.
Glen pun mengendarai sedan hitam mewahnya dengan kecepatan tinggi, ia tidak peduli jika ia harus mati malam ini, yang terpenting ia ingin menemui Sheila.
Akhirnya Glen pun sampai di depan restoran lalu terburu - buru masuk tanpa menghiraukan sambutan sang pelayan restoran. Glen terlihat menyisir pandangannya ke seluruh penjuru restoran dan menemui keberadaan Sheila yang sedang berdansa di pelukan Radith. Matanya membulat kesal, darahnya seperti mendidih, ia tidak terima lelaki lain menyentuh gadisnya, apalagi lelaki itu Radith, yang jelas-jelas memang mengincar Sheila. Glen pun mempercepat langkahnya dengan penuh emosi ia menghampiri Sheila lalu memukul Wajah Radith hingga ia tersungkur, membuat Sheila terkejut dan berteriak.
" Glen..... apa yang kamu lakukan??? " teriak Sheila marah, lalu membantu Radith berdiri, namun Glen menarik tangannya dengan kasar.
" menjauh dari dia La... " menarik Sheila hingga mendekat pada dirinya.
Radith pun sekilas mengusap Darah di ujung bibirnya dan bangkit berdiri lalu gantian memukul Glen. Radith pun meraih tangan Sheila agar mendekat padanya.
" Maksud Lo apa datang kesini tiba - tiba dan mukul gw??? " teriak Radith dengan nada tinggi, membuat orang-orang di sekitar mereka datang mendekat dan mengerumuni mereka, terlihat security datang untuk melerai mereka.
" jangan pernah Lo sentuh dia!!! ngerti Lo...??!" ancam Glen yang cemburu berat dengan nafas memburu.
" hak Lo apa ngelarang gw??? dia udah bukan pacar Lo lagi, ngerti Lo...??? " jawab Radith tak kalah geram.
Sheila pun berusaha menenangkan Radith dengan mengelus Bahunya.
__ADS_1
" udah Dith ..udah... " ujar Sheila. membuat Glen semakin panas dan hendak memukul Radith lagi namun di tahan oleh security.
" lepas...lepasin saya... " teriak Glen.
" tolong usir dia dari sini pak... " perintah Radith pada pak security.
" baik Pak... " menuruti perintah Radith dan menarik Glen pergi keluar restoran.
" dasar brengsek.... " umpat Glen yang tak terima dirinya di usir keluar.
" Sheila...kamu harus ikut aku... " pinta Glen dengan sorot mata memohon, namun ditepis oleh Sheila dengan wajah meledek.
" Sorry Glen, sekarang kamu bukan siapa-siapa ku lagi, hubungan kita sudah berakhir bukan??? jangan ganggu hubunganku dengan Radith... " tukas Sheila dengan senyum sinisnya, tak lupa ia merangkul mesra Radith. Membuat hati Glen semakin hancur berkeping-keping melihat perubahan sikap Sheila yang begitu drastis, tak ada lagi gadisnya yang polos seperti kemarin. Glen merasa Sheila sudah berubah menjadi sosok lain, sosok yang ia tak lagi kenali.
Glen pun tak lagi meronta dan terlihat pasrah dibawa keluar oleh dua orang security.
' ini semua karna kamu Angel, besok aku akan membuat perhitungan denganmu...tidak peduli jika aku harus menghabisi nyawamu dengan kedua tanganku.... kamu harus membayar semua ini!!!! ' umpat Glen kesal.
Radith terlihat puas melihat respon Sheila yang lebih memilih dirinya dibandingkan Glen si laki - laki arogan itu. Ia akan membuat perhitungan pada lelaki yang telah berani - beraninya membuat wajahnya babak belur.
' Aku tidak akan pernah melepaskan Sheila padamu Glen... Tidak akan pernah!!! ' pikir Radith dalam hati.
" Dith kamu baik-baik saja ?? " tanya Sheila penuh rasa cemas, mengalihkan lamunan Radith.
" ah...gak apa - apa La...aku baik - baik saja, kamu gak perlu khawatir... " jawab Radith seraya tersenyum, meski ia merasa nyeri ketika tersenyum.
" Aku akan minta obat ke pelayan restoran, kamu tunggu disini ya Dith... " ucap Sheila lalu beranjak pergi.
__ADS_1
Radith merasa menang malam ini, ia akan merelakan wajah tampannya terluka demi Sheila, meskipun ia tetap akan membuat perhitungan pada Glen.
bersambung