
Hari \- hari baruku di tempat kerja bisa dibilang tidak selalu berjalan mulus. Ada kalanya aku merasa begitu letih karena harus terus berdiri sepanjang waktu, kebetulan aku selama di training bertugas untuk membukakan pintu, menyambut tamu dan mengantar mereka ke meja yang tersedia. Belum lagi sebagian dari tamu yang datang tidak semuanya bersikap baik, beberapa terlihat begitu angkuh dan tidak menghargai. namun aku tetap bertahan, banyak kakak seniorku yang menyemangati dan tekadku yang bulat untuk menabung adalah alasan terbesar untuk aku bertahan.
Selain itu, terkadang aku mendapatkan customer yang agak genit, yang sering menatapku, dan sempat ada yang meminta nomor telpon ku.
" mbak, nama mbak yang berdiri disitu siapa??" tanya seorang om - om botak yang tampilannya begitu parlente kepada temanku Dara di kasir sambil menunjuk ke arahku.
" owh...dia Sheila pak, memang kenapa pak??" tanya Dara penasaran, sambil menyiapkan bill.
" ada pulpen sama kertas gak??" tanya om - om itu lagi. kemudian Dara memberikan pulpen dan secarik kertas. " ini pak.." ujar Dara.
om - om botak itu pun dengan cepat menulis sesuatu di kertas, sepertinya nomor telpon.
setelah Dara memberikan bill si om botak, dan om botak membayarnya dengan membuka dompetnya yang begitu tebal,setebal isinya ketika terbuka, membuat mata silau.
__ADS_1
kemudian om botak berjalan ke arahku sambil tersenyum....
" Sheila....nanti hubungi saya yah..." ucap si om sambil menatapku dengan senyuman menggoda dan berlalu.
deg....... aku kaget bukan kepalang....
bukannya merasa terpesona atau tersanjung, tidak.... bahkan lebih ke arah jijik dan masih tidak percaya, kok bisa sampai begitu!!! pikirku yang masih sangat polos.
" cie......cieeeeeeee Sheila....ditaksir om - om botak..... hahahaha" ledek Dara sambil tertawa geli, membuatku jadi malu dan ikutan geli.
" ih....apa sih kak Dara....haha...males banget ih jijay...." ujarku sambil tertawa. kebetulan siang itu yang bertugas hanya ada aku dan Dara. yang lain masuk shift kedua, sedangkan aku masuk shift pagi. baguslah dalam hatiku, jadi tidak akan banyak yang tau dan nanti tidak akan banyak yang meledekku.
dia pasti menganggapku cewek gampangan yang bisa diajak berkencan singkat hanya untuk memuaskan nafsunya. iyuhhhhhh....aku kembali merasa jijik sampai merinding membayangkannya.
" La....Lo kan cakep...badan tinggi,langsing lagi...mending manfaatin aja lah, daripada cuma kerja begini hasilnya gak seberapa...capeknya doang" ujar Dara yang masuk ke ruangan karyawan tempatku istirahat sambil membawa makan.
" aihhhhh....si Kaka...ogah banget deh, amit - amit ih geli ka.." tandasku merasa jijik dan agak sebal dengan kata - kata seniorku itu, walaupun aku tau Dara hanya berusaha menggodaku, karna raut wajahnya terlihat begitu meledek. Dan tanpa sadar aku jadi agak cemberut membayangkan perkataan Dara tadi.
__ADS_1
"HAHAHA....bercanda keleussss...jangan diambil hati ah..tapi Lo hebat La...selama gw kerja disini, gak pernah tuh ada yang begitu...sampe ngasih nomor telpon segala. cewek - cewek lain disini juga gak pernah deh kayaknya, baru Lo doang. belum sebulan disini udah banyak dapet fans Lo La....ya customer yang suka lirik Lo, karyawan disini juga yang pada naksir, belum lagi kalo Lo makan ke kantin,beuh....mata cowok - cowok yang liat Lo kayak pada mau copot aja...ckck" ucap Dara sambil geleng - geleng kepala.
memang benar selama hampir sebulan bekerja disini, aku sering sekali dilirik customer entah itu bapak - bapak, anak muda, sampai om - om, tapi aku tidak terlalu memikirkannya, bukan aku sombong. tapi aku memang sering sekali dilirik lawan jenisku dimanapun aku berada, entah itu dijalan, di angkutan umum, di sekolah, dimana saja deh. tapi aku tidak pernah merasa begitu 'CANTIK' sehingga harus merasa tinggi hati.
karyawan laki - laki disini pun semuanya begitu baik dan ramah padaku. para koki di dapur sering membuatkan makan siang untukku, ada yang sibuk mengambil minuman untukku,atau mentraktirku ke kantin. tapi aku selalu menolak ketika ditraktir, aku tidak mau nantinya ada balas Budi atau rasa segan yang malah merusak hubungan kerja antara satu sama lain.
malah teman kerjaku Ilham pernah bertanya " La...Lo kenapa mau kerja di tempat begini deh?? kan capek udah gitu gak keren lah itungannya, padahal kan Lo cantik, bisa aja Lo dapet kerjaan yang jauh lebih keren." dia merasa heran,kenapa aku mau bekerja disini, yang istilah kasarnya jadi pelayan restauran.
" ah Abang bisa aja..." jawabku sambil tersenyum, " aku kan baru lulus SMA bang, belom punya pengalaman apa - apa dalam dunia kerja. lagipula gak segampang itu bang zaman sekarang nyari kerja, kalau gak punya kenalan segala macem, kerja begini aja aku udah bersyukur kok...seenggaknya aku bisa punya pengalaman, nanti baru deh bisa nyari yang lebih baik lagi..." jelasku.
bagiku, untuk memulai sesuatu yang baru dalam hidup ini, kita gak boleh merasa gengsi ataupun malu dengan bagaimana dan dimana cara kita memulainya. jangan selalu pengennya enak tanpa mau bersusah payah dulu. selalulah mulai dari bawah, agar ketika kita diatas kita tidak pernah lupa seperti apa kita dulu ketika dibawah, sehingga tidak ada istilah besar kepala dan sombong. begitulah nasihat Bapakku dulu, beliau selalu menceritakan kisah hidupnya yang dimulai dari nol hingga bisa seperti sekarang.
bapak hanyalah anak seorang petani yang merantau ke Jakarta untuk mengejar mimpinya. tidak punya banyak bekal uang apalagi pengetahuan tentang seluk beluk Jakarta, tapi Bapak punya modal keberanian yang tinggi yang mampu mengantarkan Bapak ke level hidup yang lebih baik.
prinsip itu lah yang selalu aku terapkan dalam hidupku,meski usiaku masih terbilang muda tapi didikan Bapak selalu tertanam baik dalam pikiranku.
__ADS_1
\*