Sayang, Apa Kau Menyesal??

Sayang, Apa Kau Menyesal??
Episode 19 " Perkenalan "


__ADS_3

" Radith " ucapnya sambil tersenyum, tangannya sedikit dingin.


" Sheila " balasku dengan senyuman ala kadarnya, seperti takut akan ada sosok Glen yang selalu membayangiku. ckck.


Mama dan Tante Rita terlihat berbisik-bisik sambil tersenyum ke arah kami.


" Radith kayaknya terpana mba sama kecantikan Sheila..." bisik Tante Rita ke Mama yang berada begitu dekat disebelahnya.


Mama pun hanya tertawa sumringah mengangguk tanda setuju melihat sikap Radith yang nampak agak grogi.


" Sheila cantik ya Dith ??? " tanya Tante Rita meledek anaknya, yang hanya dibalas senyuman penuh salah tingkah dari anaknya itu.


tiba - tiba saudara Mama yang lain menghampiri dan memeluk Mama, membuat Mama terlihat sibuk meninggalkan aku dengan Radith berduaan dengan suasana yang kikuk.


" La...kamu belum makan kan??? kita kesana yuk..." ajak Radith sambil menunjuk ke arah prasmanan. akupun mengangguk lalu mengekor di belakang Radith.


disana tersaji begitu banyak jenis makanan, mulai dari buah-buahan, puding, cake, hingga makanan utama yang lauknya luar biasa bervariasi. belum lagi stan makanan yang berjejer. aku memilih mengambil puding strawberry dengan saus fla putih yang menyejukkan.


" sekarang sibuk apa La??? " tanya Radith memecah keheningan di antara kami.


" gw baru aja mau masuk kuliah Dith, beberapa hari yang lalu gw baru Nerima hasil kelulusan gw" ujar Sheila sambil menikmati pudingnya, hingga tak sadar Fla putih puding yang ia makan menempel sedikit di ujung bibirnya, menarik perhatian Radith yang buru - buru pergi mencari tissue di meja. kemudian kembali dan mengelap sisa Fla menempel di bibirku, sontak membuatku kaget dan reflek memundurkan badan.


" sorry La...tadi ada Fla nempel di ujung bibir Lo, gw reflek aja... " ujar Radith merasa tak enak hati. akupun tidak mau memperpanjang dan tersenyum.


" gak papa Dith, thanks ya...hehe " jawabku berusaha biasa saja. Lalu Radith kembali membahas tentang percakapan kami tadi.

__ADS_1


" owh Lo baru mau masuk kuliah, Lo kuliah dimana La?? " tanya Radith dengan keponya.


akupun memberitahukan nama kampus baruku, membuat mata Radith berbinar mendengarnya.


" wah hebat banget La, bisa keterima disitu, secara itu kan universitas terbaik di Indonesia. " puji Radith dengan sumringah.


" ahh biasa aja kok Dith..mungkin nasib gw lagi bagus aja pas ikutan Tes " ujarku berusaha merendah. karena tidak ingin terlihat spesial Dimata cowok lain.


" kalau Lo sekarang kuliah atau kerja Dith ?? " tanyaku berusaha mengalihkan pembicaraan.


" gw baru lulus setahun yang lalu La, sekarang ngejalanin Bisnis almarhum Papa, karena gw anak cowok satu - satunya di keluarga, jadi ya mau gak mau gw harus terjun langsung, gak mungkin nyuruh orang lain kan..." jawabnya santai sembari menenggak minumannya.


masa depan yang cerah nampaknya, pikir Sheila.


aku pun banyak bertemu saudaraku yang lainnya, tak lupa menyalim sang pengantin dan Om Anton, berfoto bersama hingga bertukar nomor telpon agar bisa semakin akrab dan kapan - kapan bisa berkumpul bersama.


Radith pun tak luput meminta nomor HP ku dan akun sosmedku, karena aku pikir kenapa tidak? toh dia juga saudara jauhku.


Tanpa sadar, foto - foto ku bersama saudara-saudara ku di upload oleh Abel adik dari Dahlia dan menge-tag akun sosmedku, sehingga fotonya muncul di berandaku.


dan itu menarik perhatian Glen yang kebetulan sedang beristirahat dan mengecek sosmednya.


kemudian foto - fotoku muncul juga di berandanya karena tentu kami berteman di sosmed, seorang Glen pasti akan meneliti semua tentang kekasihnya, termasuk akun sosmedku.


betapa emosinya dia, melihatku berfoto disamping lelaki muda dan......dan tanpa cincin yang kuberikan di jarinya!!!!!

__ADS_1


" arghhhh..... " teriak Glen sambil memukul meja dihadapannya. " berani - beraninya kamu foto deketan sama cowok lain La..!!! " geram Glen yang tampak begitu tempramen, padahal hanya masalah sepele, bagaimana tidak, itu hanya saudara.


#########


tak lama hp ku berdering, ada telpon masuk dari Glen, hmmm ada apa yah dia tiba - tiba telpon, bukannya dia sudah tau kalau aku sedang ada di dalam pesta, tanyaku.


" iya halo Glen...." belum sempat aku melanjutkan.


" maksud kamu apa La foto deketan sama COWOK lain begitu???!!!" terdengar suara Glen begitu emosi, membuatku shock karena ini yang pertama kalinya aku mendengar Glen marah dan membentak ku. perasaanku berubah jadi tak enak.


" maksud kamu apa sih Glen??? aku gak ngerti " tanyaku balik karena tidak paham maksud Glen. foto apa memangnya???? ahhhhh iya....pasti Glen liat foto yang tadi Abel upload, huftttttttt....mana disitu aku berfoto deketan sama Radith lagi, mampus deh.


" gak usah pura - pura gak paham deh La...kamu pikir aku gak tau, jelas - jelas udah terpampang di beranda sosmed, gitu ya kamu kalo gak ada aku, malah enak - enakan Deket cowok lain, dan cincin yang aku kasih....kenapa gak kamu pakai hah???!!!! kamu emang sengaja kan tebar pesona!!!" tuduh Glen seenaknya, membuatku seketika dongkol dengan semua kesalahpahamannya, rasanya aku ingin menangis mendengar perkataannya yang menyebalkan.


" kamu tuh salah paham Glen!!! " bentakku ketus. " cincin itu sengaja gak aku pakai kalau di rumah, dan karena aku ke pesta sama Mama aku juga gak pakai karna gak mau Mama nanti curiga sama cincin mahal begitu.." jelasku dengan nada tinggi, untung aku berada di luar gedung, jika tidak orang - orang pasti akan menoleh kasar kearahku.


" alasan aja kamu La...emang kamu niat kan untuk tebar pesona, mumpung aku lagi gak ada sama kamu!!!! " Glen menampik semua alasanku mentah - mentah, membuatku naik pitam.


" terserah kamu deh!!!!....." teriakku tak kalah marahnya lalu mematikan telponku. bikin sewot aja deh, keluhku kesal. dan kembali masuk ke dalam gedung karena takut Mama mencariku.


terlihat Glen berusaha menghubungiku kembali, berkali - kali hingga membuatku jengah dan memilih untuk menonaktifkan HP ku.


Glen merasa menyesal sudah bersikap tidak pantas ke padaku dan mengusap wajahnya dengan kasar. " ahhhh bodoh....kenapa aku bentak - bentak dia, dia pasti marah dan kecewa banget! mana aku lagi di Surabaya gak bisa nyamperin dia, ya ampunnn...." keluh Glen merasa frustasi.


jujur ia baru merasakan bahwa dirinya menjadi begitu terobsesi pada sosok pacarnya, sehingga ia begitu tak rela melihat lelaki manapun mendekati miliknya, ya...Glen merasa Sheila adalah miliknya...

__ADS_1


__ADS_2