Sayang, Apa Kau Menyesal??

Sayang, Apa Kau Menyesal??
54 "Akhir cerita kita"


__ADS_3

Sinar matahari pagi menembus kaca kamar sepasang calon orangtua yang terlihat sedang tertidur saling berpelukan dengan penuh cinta, seakan dunia hanya milik mereka berdua saja. Beberapa menit setelah cahaya merayap masuk menyentuh wajah Gwen, membuatnya terbangun karena merasa kesalahan. Tangannya terasa kebas karena terlalu lama memeluk istrinya yang tampak begitu cantik ketika tertidur, layaknya peri yang tersesat di hutan, begitu polos dan memukau. Ada desiran perasaan bangga juga penuh syukur atas kesempatan yang Tuhan berikan padanya untuk bisa hidup berdampingan bersama istri dan calon ibu dari anak- anaknya kelak. Kemudian tatapan Glen turun ke perut Sheila yang sudah terlihat buncit, membuatnya merasa gemas karena wanita cantik itu terlihat semakin cantik.


Glenpun mengecup kening Sheila penuh cinta dan sayang. Membuat Sheila merasa geli hingga akhirnya terbangun.


"hmmm.... Kamu sudah bangun sayang??" ucap Sheila sambil menggeliat dengan mata yang masih terpejam.


Glen tersenyum dan mengelus kepala Sheila " selamat pagi sayang... Apa tidur mu nyenyak??" lalu Glen kembali mengecup pipi kiri istrinya hingga akhirnya Sheila benar-benar membuka matanya dengan sempurna.


" sangat nyenyak sayang... Aku bermimpi indah, di dalam mimpiku terdapat banyak anak - anak kecil yang mengelilingi tubuhku di tengah padang bunga lavender yang sangat indah, mereka bernyanyi sambil tertawa, oh... Aku sungguh bahagia sayang..." ungkap Sheila dengan wajah berbinar, sungguh mimpi yang teramat menyenangkan.


" mungkin karena sebentar lagi kita akan memiliki anak makanya kamu bermimpi seperti itu sayang" balas Glen lalu memeluk Sheila.


" ya itu mungkin benar, hatiku begitu gembira akhir - akhir ini, karena dalam beberapa bulan lagi bayi kita akan lahir" Sheila membalas pelukan Glen.


Tiba-tiba Sheila merasa lapar, ia melepaskan pelukannya dan menatap Glen dengan penuh makna juga wajah yang dibuat begitu sendu.

__ADS_1


Dahi Glen berkerut, " kamu kenapa sayang??"


Sheila masih terdiam sambil berpikir, membuat Glen semakin heran.


" apa kamu sakit? Mana yang sakit?" tanya Glen sambil mengecek Dahi dan menyentuh perut istrinya dengan wajah cemas.


Sheila tersenyum geli melihat respon suaminya yang begitu berlebihan.


" lho kok kamu malah ketawa sih? Kamu sebenarnya kenapa sayang?" tanya Glen.


" kamu mau bilang apa sayang?? Ayo bilang aja, aku gak akan marah kok. " bujuk Glen, ia sungguh merasa penasaran bukan main.


"aku.. Aku... Mau cium ketiak kamu sayang...." ucap Sheila kemudian menutup wajahnya karena merasa malu. Glen tak mampu menahan tawanya, hanya mengatakan itu saja, istrinya tampak begitu malu.


" ya ampun sayang, aku pikir kamu bakalan ngidam apa, ternyata hal konyol begitu... Haha" ledek Glen, Sheila nampak tidak bisa berkata apa-apa, pipinya saja sudah nampak begitu memerah.

__ADS_1


Glen pun menyibakkan ketiaknya membuat Sheila langsung menempel seperti lebah ya g menempel pada sarang madunya.


'ah betapa manisnya wanita yang sedang mengidam 'ucap Glen dalam hati.


***


Beberapa bulan kemudian lahirlah bayi cantik Glen dan Sheila yang bernama Arabella zinia Zaldy. Mereka berdua begitu terharu menyambut bayi mungil yang sangat cantik itu. Glen merasa kebahagiaannya sudah semakin lengkap, dengan bertambahnya anggota baru yang sangat amat dia sayangi.


Ia berjanji akan menjaga mereka berdua dengan sebaik mungkin. Dan tidak akan mengecewakan mereka berdua.


Mengingat betapa berlikunya dulu cobaan yang datang menerpa hubungan Glen dan Sheila. Kini dia amat bersyukur pada Tuhan karena sudah mengirimkan Sheila ke dalam hidupnya. Membuat harinya menjadi berwarna dan indah.


Glen, Sheila dan Arabella pun hidup bahagia di sebuah perkebunan teh yang begitu menyejukkan dan memanjakan mata sejauh memandangnya.


End

__ADS_1


__ADS_2