Sayang, Apa Kau Menyesal??

Sayang, Apa Kau Menyesal??
Episode 40 " Malam Spesial "


__ADS_3

Radith datang tepat waktu, ia turun dari mobilnya memasuki rumah Sheila dan bertemu dengan Tante Renata yang terlihat agak kaget melihat kehadiran Radith. Sudah seminggu ini ia tidak melihat batang hidung Glen, sempat ia bertanya pada Sheila tentang Glen namun Sheila terlihat marah mendengar nama Glen dan menyuruh Renata untuk tidak lagi menanyakan tentang Glen karena hubungan mereka telah selesai, Renata tidak menyangka hubungan anaknya dan Glen yang terlihat begitu cocok dan harmonis harus bubar begitu saja.


" Sore Tante Renata... " sapa Radith dengan senyum manis lalu menyalim tangan Renata.


" Sore Radith.... " sahut Renata balas tersenyum.


" Ada apa nak?? tumben kamu kemari?? Mama mu gak ikut?? " tanya Renata yang tampak masih belum paham dengan kedatangan Radith ke rumahnya.


" Radith mau ajak Sheila pergi keluar Tante... " jawab Radith agak malu-malu. membuat Renata terkejut, sekaligus bingung dengan perubahan hati Sheila yang begitu cepat, ah mungkin mereka hanya berteman saja, tepis Renata.


Sheila pun tiba - tiba muncul setelah mendengar percakapan antara Radith dan Renata di teras.


" Hai Dith... kamu sudah datang..." Sapa Sheila dengan senyum cantiknya.


deg...


deg...


deg...


Radith langsung terpana dengan penampilan Sheila yang amat berbeda, sampai - sampai jantungnya berdebar kencang tidak karuan. ' kamu cantik sekali Sheila..' gumamnya dalam hati.


Lama Radith terdiam, membuat Sheila puas melihat respon Radith, yes...dia berhasil membuat Radith terpukau akan penampilannya.


Radith pun tersadar dari lamunannya, dan buru - buru menjawab sapaan Sheila.


" Hai La...i...iya aku sudah sampai La beberapa menit yang lalu...he he he... " kata Radith salah tingkah, mukanya memerah.

__ADS_1


Renata yang ada di antara mereka pun terkejut melihat penampilan anaknya yang terlihat sangat cantik itu, ia sampai lupa telah melahirkan anak secantik itu, sesaat merasa bangga sekali melihat anaknya itu.


" kita jadi berangkat ??? " tanya Sheila lagi membuyarkan suasana yang menjadi begitu kaku.


" eh iyaa...jadi La...ayo kita berangkat " Radith merespon dengan tawa ringan, menyadari kekikukkannya.


" Tante saya ajak Sheila pergi ke luar dulu yah... " pamit Radith kembali menyalim tangan Renata.


" iya Dith... Hati - hati yah kalian... " ujar Renata sambil tersenyum senang, ia senang melihat Sheila di sukai banyak lelaki mapan, seketika ia merasa tenang karena Sheila tidak jatuh pada pelukan lelaki yang salah.


" Ma...Aku berangkat dulu yah... " Sheila pun pamit dan mencium tangan Mamanya. Mereka pun menaiki mobil Radith dan berlalu pergi.


terlihat ada dua pasang mata yang melihat penuh iri dan dengki, siapa lagi jika bukan Luna Dan Amel.


" siapa lagi itu Ma yang jemput Sheila??? kayaknya tajir juga sama kayak Glen... " ujar Luna dengan wajah penasaran penuh dengkinya.


Mereka berdua semakin tidak suka melihat keberuntungan Sheila, apalagi Amel yang merasa iri pada ponakannya itu, dan berharap Luna bisa seberuntung Sheila juga.


***


Selama di perjalanan Radith tidak hentinya melirik ke arah Sheila yang tampak sangat cantik meskipun tanpa penerangan. Hatinya semakin berdebar, nampaknya perasaan Radith pada Sheila semakin bertambah saja.


Sheila pun merespon lirikan Radith dengan sebaik mungkin, ia tampak tersenyum menanggapi Radith.


" Radith...ada yang salah yah sama penampilanku?? " tanya Sheila pura - pura tak paham akan sikap Radith.


" ah Nggak La...apanya yang salah, penampilan kamu bahkan terlalu sempurna, sampai mataku gak mau berpaling... " ungkap Radith serius, membuat Sheila semakin merasa puas telah membuat lelaki dihadapannya klepek-klepek.

__ADS_1


" kamu bisa aja Dith... haha " bantah Sheila, tak mau merasa terlalu percaya diri, supaya Radith semakin tergila-gila padanya.


tak lama mereka sampai di salah satu restoran mewah yang sebelumnya sudah di reserve oleh Radith. Restoran nya tak kalah mewah dengan restoran yang pernah ia datangi bersama Glen dulu, ah kenapa juga aku harus memikirkan lelaki itu lagi, keluhnya. terlihat pelayan restoran menyambut mereka dengan ramah.


" selamat malam Tuan Radith dan Nona... selamat datang di restoran kami...silahkan " sapanya lalu menuntun Radith dan Sheila ke meja yang sudah Radith Reserve sebelumnya. dan menarik kursi untuk Radith dan Sheila, memberikan buku menu lalu pamit pergi.


Radith tampak sibuk memandangi Sheila yang tengah sibuk memandangi buku menu, ia merasa menjadi lelaki paling beruntung malam ini, sebab dari tadi ketika berjalan bersama Sheila memasuki Restoran, entah sudah berapa pasang mata yang melirik Sheila dengan penuh kekaguman. membuat Radith merasa bangga sekaligus kesal dalam waktu bersamaan.


Radith dan Sheila pun memesan beberapa jenis makanan, lebih tepatnya Radith yang memesankan, karena ia yang jauh lebih paham akan makanan yang paling enak di tempat itu.


sambil menunggu makanan mereka tiba, Radith memberanikan diri untuk bertanya tentang hal penting yang sudah sangat ia ingin tanyakan dari kemarin, tapi ia urungkan karena ia ingin bertanya secara langsung pada Sheila.


" La...maaf kalau aku Lancang, tapi aku pengen tanya hal serius sama kamu...tapi please kamu jangan marah ya.. " tukas Radith dengan hati - hati, ia takut membuat Sheila marah, berhubung ini adalah kesempatan besar pertama yang bisa ia lakukan untuk mendekati Sheila.


" kamu mau tanya Apa memang Dith??? Aku gak akan marah kok... " jawab Sheila dengan manisnya.


" Ehm.... Aku sebenarnya ingin bertanya dari kemarin tapi aku ragu karena ingin bertanya langsung pas ketemu sama kamu... hubungan kamu dengan pacar kamu gimana?? apa dia gak marah kalau tau aku ajak kamu makan malam begini??? " Tanya Radith penasaran.


" owh dia...hahaha " seketika respon Sheila membuat Radith terkejut, apa pertanyaannya begitu lucu sampai Sheila tertawa seperti itu.


" Sorry Dith...aku malah ketawa... " Sheila buru - buru mengendalikan dirinya setelah melihat wajah Radith yang nampak terkejut melihat ekspresinya.


" Aku udah gak ada hubungan apa-apa sama dia Dith... kita sudah putus... " jawab Sheila sambil tersenyum, mengisyaratkan dia tidak merasa sakit hati sedikitpun, menunjukkan bahwa Glen tidak berarti apa-apa untuknya, meskipun hatinya terasa sakit ketika ia berpura - pura biasa saja.


senyum Radith pun mengembang, dia terlihat begitu tampan dan percaya diri. Akhirnya hal yang ia harapkan akhir - akhir ini dapat terwujud tanpa harus melancarkan niat buruknya untuk memisahkan Sheila dan Glen. Ia merasa bahagia bukan main, baginya kehadiran Sheila yang tiba-tiba mampu menerangi hatinya yang kelam karena tidak pernah mencintai wanita manapun sebelumnya.


Sheila jelas sadar dengan respon Radith yang begitu senang mendengar bahwa hubungannya dengan Glen sudah berakhir, semoga saja Radith segera menjadikan dirinya sebagai kekasihnya, agar Sheila bisa melancarkan aksi balas dendamnya pada Glen. karena tanpa Radith dan kekayaannya, Sheila akan sulit membalas orang seperti Glen dan juga kekasih sialannya Angel.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2