
Sheila, Glen dan Luna pun sampai di sebuah mall yang terletak di Jakarta Selatan. Bangunan Mall yang megah membuat Luna berdecak kagum, karena di Bandung ia tidak pernah pergi ke Mall sebesar ini.
Mata Luna pun tertuju pada cewek - cewek remaja yang sangat stylish dan kece badai, lantas membandingkan dengan dirinya yang seperti tidak ada apa - apanya.
bahkan dari segi make up pun jelas Luna kalah kemana - mana, hanya menang tebal saja. Membuat Luna menjadi minder dan tidak percaya diri, apalagi dari ujung kaki hingga kepala tidak ada satupun barang branded yang ia gunakan. sedangkan sepupunya Sheila masih pakai tas dan sepatu branded yang pasti dibelikan oleh Glen, hmmm....Luna semakin ingin merebut Glen dari Sheila, supaya ia bisa bergaya keren seperti cewek - cewek gaul Jakarta.
" kita makan siang dulu yuk... Aku udah Laper nih .. " Ajak Glen. Sheila dan Luna pun mengiyakan, karena memang mereka berdua belum makan siang.
Glen mengajak mereka makan di restoran Jepang yang menyediakan Sushi, udon dan makanan Jepang lainnya.
semenjak berpacaran dengan Glen, akhirnya Sheila sering makan di restoran mahal dari western, Japanese, Korean, dll. Jadi dia mulai terbiasa dan tak lagi kaget makan - makanan dari negara lain, beda halnya dengan Luna yang tampak bingung dengan makanan yang tertera di buku menu.
" kalian mau pesan Apa??? " tanya Glen setelah beberapa saat melihat buku menu.
" aku mau maki sushi sama sashimi Glen " jawab Sheila, yang semenjak mengenal Glen menjadi penggemar berat makanan Jepang yang ada ikan mentahnya, Bagi Sheila rasa ikan segar mentah itu nikmat sekali.
" kamu mau pesan apa Na??? " tanya Sheila pada Luna yang sedari tadi sibuk mengamati buku menu.
' Aduh.... pesan apaan yah, Aku gak ngerti lagi makanan Jepang,hiks... ' keluh Luna dalam hati.
sambil garuk-garuk kepala Luna menjawab
" samain aja deh La kayak kamu...hehe " padahal dia bilang begitu karena sama sekali buta dengan makanan Jepang,ckck.
" oke kalau gitu...Mba... " teriak Glen memanggil Mbak waitress dan memesan makanan.
Di sela - sela menunggu makanan, Luna pamit hendak ke toilet.
" La...aku ke toilet bentar yah... "
" oke Na... " jawab Sheila.
sesampainya di toilet Luna kembali menata penampilannya, merapikan rambutnya dan menambahkan parfum agar tambah wangi.
__ADS_1
sementara Luna di toilet Glen pun memanfaatkan momentum tersebut untuk menggenggam tangan Sheila.
" sayang...aku kangen banget sama kamu... kamu baik - baik aja kan??? " Tanya Glen dengan serius, sebenarnya ia tidak suka akan keikutsertaan Luna tapi ia tidak enak menolak permintaan Sheila.
Sheila pun membalas genggaman Glen dengan sama eratnya, ia tersenyum dengan manis.
" dasar gombal...huuu.... " serunya.
" aku baik - baik aja Glen, kamu kan cuma gak ngabarin aku seharian bukan setahun, haha " tambahnya sambil terkekeh, kadang ia merasa sikap Glen terlalu berlebihan, tapi ia suka, menjadi begitu penting di mata lelaki tampan dan keren seperti Glen.
" hmmm....dasar,,, aku kan mau mastiin aja... weeekkkkk.. " ledek Glen seraya mencubit gemas hidung Sheila.
kemesraan mereka mengundang rasa iri berat Luna yang sudah keluar dari toilet dan menyaksikan adegan romantis itu dengan nafas memburu. tidak sadar ia mengepal tangannya dengan penuh amarah. kemudian ia pun tidak peduli dan buru - buru menghampiri Glen dan Sheila agar adegan menyebalkan itu dapat segera berakhir.
Namun ia salah besar, sesampainya ia kembali ke kursinya, Glen tidak sama sekali melepas genggaman tangannya pada Sheila, membuat Luna menatap nanar yang disadari oleh Sheila dan segera melepas genggaman tangannya. Ia hanya tak ingin Luna mengadu yang tidak - tidak pada Mamanya nanti.
tak lama pelayan datang membawakan makanan yang mereka pesan.
Luna tercengang bukan main melihat makanan yang tersedia dihadapannya.
" kenapa Na??? kamu gak suka yah??? " Tanya Sheila penasaran dengan ekspresi Luna yang nampak diam membatu.
" eh...enggak La...gak papa, aku doyan kok... aku juga suka kok makan Sushi waktu di Bandung....hehehe... " Luna berusaha berkelit, tidak mau menjatuhkan harga dirinya di depan Glen dan Sheila.
' Halah ..alesan ajah, palingan juga dia kaget karena gak pernah makan Sashimi...haha ' gumam Glen dalam hati.
mereka pun makan, Sheila terlihat begitu lahap menikmati makanannya, membuat Glen tersenyum lebar melihat gadisnya itu. sementara Luna mati - Matian berusaha menelan makanannya dengan ekspresi yang begitu jelek, membuat Glen menahan tawanya lagi dan lagi, karena tidak ingin membuat kesan buruk di depan sepupu pacarnya.
Glen pun melahap Nigiri sushinya dengan lahap.
tak beberapa lama mereka pun selesai menikmati makanan masing-masing. Luna tampak menahan mual karena berusaha menelan paksa makanannya dan menghabiskannya agar tidak membuat Glen curiga kalau sebenarnya ia tidak pernah makan sushi ataupun sashimi sebelumnya. ia ingin tampil semenarik dan sesempurna mungkin di depan Lelaki incarannya itu.
" Glen....aku ke toilet sebentar yah... " Sheila pun pamit hendak ke toilet, ia kebelet pipis.
__ADS_1
" oke sayang... "
tak ingin membuang peluang, Luna mendekatkan kursinya ke dekat Glen dengan percaya dirinya. sontak membuat Glen kaget dan merasa aneh.
" hai Glen... " sapa Luna dengan penuh pesona, mendekatkan dadanya pada lengan Glen dengan tidak tahu malunya.
sikapnya yang memalukan itu membuat Glen menepis lengannya dengan jijik, menjauhkan badannya dari cewek aneh itu.
" hei... maksudnya apa ??" bentak Glen tidak suka, membuat Luna kaget, karena nada suara Glen yang tinggi membuat orang-orang di sekitar mereka menengok.
" sssttttt....kamu jangan marah dong, aku kan cuma mau lebih dekat sama kamu... " jawab Luna masih dengan tidak tahu malunya. Lalu tersenyum manja berharap Glen tertarik padanya.
" kamu buta yah??? saya itu pacar sepupu kamu!!! pikiran kamu dimana memang??? " maki Glen makin emosi dan jijik.
" memang apa sih yang bikin kamu suka sama dia??? jelas aku jauh lebih seksi dari dia... " ucap Luna dengan penuh percaya diri. membuat Glen semakin naik pitam dengan cewek dihadapannya.
" dengar dan camkan baik-baik yah.... Kamu itu bukan tipe saya!!! dan kamu gak ada artinya sama sekali dibandingkan dengan kecantikan yang Sheila miliki.... jangan pernah bermimpi untuk merebut saya dari Sheila... saya sama sekali tidak tertarik dengan kamu!!!! " kata - kata Glen seperti tamparan keras bagi Luna yang sedari tadi mencoba mengesampingkan rasa malunya. seketika air matanya menetes mendengar ucapan kasar Glen padanya.
Sheila yang sudah kembali dari toilet merasa ada yang aneh dengan kedekatan antara Glen dan Luna, ditambah Luna menangis.
" kamu kenapa nangis Na???? " tanyanya.
namun Luna hanya membisu dan semakin terisak-isak.
" Glen....Luna kenapa " Tanya Sheila dengan panik, karena kebisuan Luna membuatnya cemas, hanya 10 menit Sheila ke toilet dan ketika kembali ia sudah melihat sepupunya menangis.
Glen nampak begitu kesal, membuat Sheila jadi serba salah. tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi.
" lebih baik kita pulang saja, antar sepupu kamu, sepertinya dia sedang SAKIT... " jawab Glen sinis, ia tidak ingin menceritakan yang sesungguhnya, biar bagaimanapun Luna adalah saudara Sheila, dan dia harus menghargainya.
Luna pun hanya bisa menangis tanpa berkata apapun. membuat Sheila menuruti kemauan Glen untuk pulang, sesampainya mereka di rumah, Sheila akan menginterogasi Luna dengan sedetail-detailnya, ada yang tidak beres dengan mereka, pikirnya.
Bersambung
__ADS_1
* Jangan Lupa untuk komen dan Likes nya yah 🤗🤗🤗 Thanks *