Sayang, Apa Kau Menyesal??

Sayang, Apa Kau Menyesal??
Episode 49 " Tak semudah itu "


__ADS_3

" Bilang sama aku La...ini semua hanya bercanda kan??? " seru Glen tidak mau percaya pada ucapan Sheila, ia tidak mau.


" please Glen...jangan persulit keadaan!!! " bentak Sheila pada Glen, ia sudah lelah menangis dan ingin segera mengakhiri pertemuan yang menyakitkan ini.


" kamu yang bertele-tele La.... dari tadi kamu gak kasih aku alasan yang jelas, gimana aku mau ngerti!!! " seru Glen dengan nada suara cukup tinggi, mengejutkan Sheila, ia sadar ia sudah membuat Glen sangat penasaran.


" Aku sudah menyerahkan kesucianku pada Radith Glen...hiks....aku udah gak suci lagi, maafin aku Glen...maaf....hiks...hiks... " akhirnya Sheila mengatakan yang sejujurnya pada Glen agar lelaki itu mengerti tentang keputusan nya, meski Sheila sadar hal itu akan membuat Glen murka.


" APA?????? " teriak Glen sangat kencang, hingga pengunjung lain menengok ke arah mereka. Sheila menangis semakin terisak.


" gak....itu gak mungkin!!! aku gak percaya itu, kamu cuma mau kasih alasan aja kan sama aku supaya mutusin kamu!" sangkal Glen.


" aku serius Glen...aku gak bohong... " ujar Sheila sambil terisak.


Glen pun merebahkan Badannya kasar ke sofa yang ia duduki.


Ia memegang pelipisnya, air matanya mulai berjatuhan, tidak pernah ia merasa bisa sesakit ini, sungguh ia tidak menyangka, gadisnya yang polos bisa berbuat sejauh itu.


melihat ekspresi Glen yang tak berdaya disampingnya membuat Sheila semakin hancur dan menangis tanpa henti. Ingin sekali ia memeluk Glen, menghiburnya, tapi itu mustahil sekarang. Glen bangkit berdiri, menatap Sheila penuh rasa kecewa lalu meninggalkan gadis yang masih menangis itu pergi tanpa berkata-kata. Sheila pun hanya bisa memandangi kepergian Glen tanpa bisa berbuat apa-apa. Ia menundukkan kepalanya ke atas meja dan menangis sejadi-jadinya.


***


langkah Glen terasa gontai, ia seperti tersambar petir, terkejut sekaligus kecewa bukan main. Apa semudah itu berpaling darinya??? apa tidak ada sedikitpun cinta di hatinya??? Dasar gadis BRENGSEK!!! umpatnya kesal. Selama ini ia tidak pernah mencintai wanita manapun seperti ia mencintai Sheila. Ia tidak bisa suka pada wanita manapun dengan mudah hingga ia bertemu Sheila dan bisa jatuh cinta, tapi gadis itu dengan mudahnya berpaling dan memberikan miliknya yang berharga begitu mudahnya.


Ia menyetir penuh emosi, melaju kecepatan mobilnya dengan kencang, tak peduli pada keselamatannya, baginya ia sudah mati sekarang. Mati karena gadis yang ia sangat cintai sudah pergi, Semangat hidupnya pun sepertinya pergi meninggalkan tubuhnya.


" ARGHHHHHH.... " teriaknya lalu memukul stir nya dengan kasar.


" kenapa hidupku begitu sial???!!!! pertama Mamiku pergi meninggalkan ku ketika aku kecil, dan Papi berubah jadi orang yang dingin hingga aku tidak pernah lagi merasakan kasih sayangnya, dan sekarang....sekarang gadis yang aku cintai juga pergi meninggalkan aku...kenapa hah????!!!! kenapaaaa?!! " makinya kesal, air matanya terus mengalir mengisyaratkan betapa sakit hatinya sekarang.


" Aku benci menjadi diriku....Aku benci!!!! " serunya seperti orang gila.


terbersit di benaknya untuk mengakhiri hidupnya, namun ia tidak rela melihat semua orang begitu jahat kepadanya.


" Akan aku balas kalian semua....Hidup kalian akan menjadi sulit sekarang, Aku muak menjadi diriku yang lemah...kali ini aku akan membalas semua perbuatan kalian!!! " Glen bertekad untuk berubah, karena emosi dan amarah sudah membutakan nuraninya.


***

__ADS_1


1 bulan kemudian...


Ponsel Sheila berdering, ternyata telpon dari Radith, calon suaminya. besok adalah hari pernikahan mereka.


" halo Dith .. " sapa Sheila.


" halo calon istriku...kamu lagi apa??" sahut Radith mesra, meskipun Sheila terlihat datar.


" aku lagi di kamar Dith... "


" kamu sudah makan kan??? "


" sudah Dith... "


" kamu kenapa sayang?? kamu sakit??" tanya Radith mendapati jawaban Sheila yang sangat singkat.


" ah gak kok...aku gak sakit, aku baik - baik saja... " kilah Sheila lalu tertawa kecil yang dipaksakan.


" hmmm...gitu... harusnya kamu bahagia, karena besok adalah hari pernikahan kita... aku akan menjaga kamu dan membahagiakan kamu seutuhnya La..."


Sheila malah ingin menangis mendengar perkataan Radith, ia sama sekali tidak bahagia, semua kebodohan yang ia lakukan waktu itu bersama Radith hanyalah kesalahan, cintanya masih untuk Glen, tapi nasi sudah jadi bubur, dan Sheila tidak punya pilihan untuk itu.


" iya Dith... terimakasih... " jawab Sheila singkat.


" oke kalau gitu kamu istirahat ya, supaya besok tubuh kamu fit... " ucap Radith.


" iya kamu juga ya Dith...bye... "


" bye sayang.... " tutup Radith, Sheila pun menyudahi panggilan dari Radith.


ia menangis lagi, meratapi nasibnya yang akan hidup bersama lelaki yang tidak ia cintai karena kebodohannya.


***


Angel tak lagi mengganggu Glen, karena ia sudah benar-benar menyukai Frederick sekarang, lelaki yang romantis itu sudah merajai dunia Angel saat ini. tidak pernah Angel merasa sebahagia ini bisa dicintai oleh seorang lelaki. Lelaki setampan Frederick yang sangat menakjubkan.


ketika ada cinta pasti sepaket dengan rasa cemburu, begitu pula Angel. Ia sering menemukan wanita - wanita penggoda yang berusaha menggoda kekasihnya, awalnya ia merasa sangat dongkol, tapi lama - kelamaan ia jadi lebih waspada dan bisa bersikap lebih baik.

__ADS_1


Ayah Angel juga sudah mengetahui tentang hubungannya dengan Frederick, dan ia menyetujui hubungan mereka, dan menghentikan rencana jahatnya pada Roy Zaldy rekan bisnisnya sekaligus Ayah dari Glen.


***


Glen kini berubah 180°, ia tidak lagi baik seperti kemarin. Hobinya sekarang mabuk - mabukan dan bermain perempuan.


ia berusaha sekuat tenaga untuk melupakan Sheila dengan caranya sendiri. namun bukan berarti ia hendak melepaskan Sheila semudah itu. ia sudah merencanakan sesuatu yang besar, sesuatu untuk membalas perbuatan Sheila yang sudah mengkhianatinya sedemikian rupa.


Glen kembali teringat akan perbuatan Sheila yang menyerahkan kesuciannya pada Radith, membuat Glen sekarang menjadi lelaki buas yang banyak meniduri wanita hanya untuk ajang balas dendam, namun bukannya bahagia, hatinya malah semakin tidak tenang, karena yang ia inginkan hanya Sheila, bukan wanita lain.


ia pun bertekad untuk mengambil Sheila dari sisi Radith, membawa gadis itu pergi jauh ke luar negeri dan memilikinya selama - lamanya. Sampai matipun ia tidak akan rela melepaskan cinta pertama dan terakhirnya itu.


***


Renata datang menghampiri Sheila di kamarnya. wajahnya terlihat begitu bahagia melihat Anak bungsunya besok akan menikah, betapa bahagia almarhum suaminya jika ia masih hidup.


" Sheila.... " panggil Renata, membuat Sheila terkejut dan buru - buru mengusap air matanya, ia tidak mau Mamanya mengetahui kesedihannya.


" iya Ma... " sahut Sheila pura - pura tersenyum.


" mama bahagia sekali La, besok kamu akan menikah, mama gak nyangka kamu akan menikah secepat ini... " senyum Renata terlihat begitu tulus,


" kalau Bapak masih hidup, pasti Bapak akan sangat bahagia melihat kamu menikah " suasana berubah jadi haru, Sheila jadi sedih membayangkan Bapaknya yang sudah tiada, cinta pertamanya.


" Iya Ma...pasti Bapak bahagia sekali jika beliau masih hidup... " Sheila menitikkan air matanya, Renata pun langsung memeluknya.


" kamu harus belajar untuk menjadi istri yang baik untuk Radith La...Mama lihat Radith sangat sayang sama kamu... " ujar Renata mengeratkan pelukannya, membuat Sheila semakin sedih, sungguh itu bukan lah kemauannya.


" iya Ma...Sheila akan banyak belajar untuk jadi istri yang baik " ucap Sheila pasrah.


" Radith bilang ke Mama, setelah menikah kalian akan tinggal di rumah yang sudah ia belikan khusus untuk kamu, Radith baik sekali ya La...kamu jangan pernah yah kecewakan dia.. " pinta Renata.


" iya Ma...Sheila akan berusaha sekuat mungkin untuk menjadi yang terbaik bagi Radith"


Renata pun mengelus pipi anaknya yang sangat cantik itu. Ia bangga sekali sudah melahirkan gadis secantik Sheila ke dunia, ia juga bahagia anaknya mendapatkan lelaki mapan yang bisa membahagiakan anaknya dengan baik, cukup dirinya saja yang susah, anaknya jangan. Renata pun beranjak pergi dari kamar Sheila. meninggalkan Sheila seorang diri dengan kegetiran di hatinya, berharap hari esok tidak pernah datang dan ia lenyap saja dari dunia ini.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2