
jalanan cukup lengang, kebetulan kami lewat tol sehingga tidak banyak memakan waktu. Selama di dalam mobil aku bisa merasakan wangi parfum Glen yang begitu menyeruak, tumben Glen pakai parfum segala, gumamku heran. perasaan kemarin Glen gak pernah pakai parfum, tapi kali ini....ahhh wangi sekali dia, semakin membuat auranya keluar. semakin membuatku berdebar tak karuan, kenapa sih aku ini !!! pekikku kesal terhadap diriku sendiri yang semenjak kenal Glen menjadi sering berdebar dan salting. padahal dalam hati dan pikiran sudah aku ajarkan untuk tidak banyak berharap, ya...Glen seorang cowok tajir yang punya usaha Bengkel mobil di ruko pribadi setinggi tiga lantai, dengan penghasilan yang cukup besar setiap bulannya. Glen juga lulusan kampus luar negeri dan anak dari keluarga terpandang, tidak seperti aku yang berasal dari keluarga sederhana dan tidak kuliah, hu hu hu....
cukup lama aku bengong sehingga mendapat perhatian Glen yang cukup pendiam kali ini namun sering sekali mencuri pandang ke arahku.
" Lo kenapa bengong La?? lagi mikirin apa??" tanyanya sambil melirikku sebentar kemudian kembali fokus ke depan.
" ahh...eh...gak kok, gw gak lagi mikirin apa - apa cuma lagi asyik liatin jalan aja hehehehe..." jawabku salting, lagi - lagi aku salting, hmmmmm....beginilah nasib remaja yang sedang mekar - mekarnya, semua terasa begitu baru dan aku masih dalam tahap menyesuaikan diri.
" owh....kirain bengong kenapa, serius banget kayaknya...hehe, owh iya ntar kalo pas ketemu temen gw Ivan, Lo bilang aja yah kita udah temenan lama, jangan bilang baru kenal seminggu, nanti dia kepo lagi " pinta Glen padaku, mungkin temannya iseng sehingga dia memintaku berkata demikian supaya temannya tidak merasa aneh.
" iya tenang aja....hehe " jawabku seraya tersenyum,
mataku akhirnya memilih untuk sibuk mengamati jalanan ibu kota yang padat melalui kaca mobil di sebelah kiriku, menikmati gedung - gedung tinggi dan tata kota yang keren, tidak seperti tempatku tinggal yang berada di pinggiran kota.
banyak para pekerja ibu kota yang tampilannya begitu necis dan elegan. begitu fashionable dari ujung rambut hingga ujung kaki, membuatku menikmati pemandangan itu. sedari SMP aku sudah suka sekali segala sesuatu yang berbau fashion, aku senang sekali melihat orang yang berpakaian modis, entah dari riasan wajah, gaya rambut, pakaian, hingga ke accesoris seperti perhiasan, tas dan sepatu.
teman - teman SMA ku pun sangatlah modis, meski masih pelajar mereka sudah pintar bergaya, mulai dari extension rambut, skin care, hingga tas dan sepatu yang keren. karena orangtua mereka memang berada, hanya aku mungkin yang berasal dari keluarga sederhana, tapi walaupun begitu aku tetap punya banyak fans laki - laki. namun tidak ada satupun dari para cowok itu yang bisa menggetarkan hatiku, ditambah hobiku bergaul dengan buku - buku di perpustakaan menyita waktuku sampai aku tak memikirkan masalah asmara.
" udah mau sampe nih....." ujar Glen memecahkan lamunanku, dia membelokkan mobilnya ke dalam mall yang cukup fenomenal beberapa tahun lalu, sebelum banyak mall lain yang akhirnya muncul sehingga pamornya agak sedikit turun.
" cepet juga ya, gw biasanya kesini naik metromini jadinya kerasa lama dan jauh banget hahaha...." ucapku sambil tertawa geli, mengingat betapa konyolnya aku 2 tahun yang lalu.
" ya ampun Lo kesini naik metromini, penumpangnya pada kesenengan dong ada cewek cantik naik hehe..." ledek Glen sambil tersenyum nakal ke arahku.
what.....
aku gak salah denger kan????
dia bilang aku Cantik????
__ADS_1
ihhh....God.... meleleh deh aku hihihi
akhirnya kami sampai di parkiran basement 2, dan kamipun turun dari mobil dan bergegas masuk ke dalam mall.
di sepanjang perjalanan, banyak cowok yang melirikku bahkan tersenyum padaku, tapi tidak aku gubris sama sekali. buatku itu adalah hal yang lumrah, dan aku tidak peduli.
" gw berasa jalan sama supermodel yah, dilirik cowok terus....ckck..." bisik Glen kepadaku, membuatku merinding terkena desahan nafasnya. rupanya Glen menyadarinya juga.
" pret....mana ada supermodel buluk kayak gw sih, hahaha...." jawabku berusaha menepis pujian Glen, karena memang aku tidak merasa secantik itu.
tak lama kamipun sampai di restaurant sushi yang terkenal mahal untuk menemui Ivan yang sudah lebih dulu sampai. tak lama pun Ivan melambaikan tangannya, kemudian kami menghampirinya.
tapi aku cukup kaget ketika melihat Ivan hanya datang seorang diri, padahal kemarin Glen bilang kalau Ivan akan datang bersama pacarnya, makanya dia mengajakku untuk menemaninya kesini. huhhh....jangan - jangan itu cuma alasan Glen untuk mengajakku pergi saja,ckck. gerutuku dalam hati.
" wooi apa kabar bro ????" sambut Ivan seraya memeluk Glen.
" baik bro...Lo sendiri gimana??? makin ganteng aja Lo sekarang, udah makin sukses juga nih kayaknya..." timpal Glen sambil tertawa begitu bersemangat, nampak dari ekspresinya Glen begitu senang dapat bertemu kembali dengan temannya selama berkuliah di Singapura.
aku yang sedari tadi hanya mematung menyaksikan adegan dua orang teman yang kembali reuni setelah beberapa tahun tak bertemu akhirnya diperkenalkan oleh Glen.
" owh iya...kenalin ini Sheila temen gw..." ucap Glen pada Ivan, lalu aku dan Ivan pun bersalaman.
" Sheilla .." ucapku sambil tersenyum.
" Ivan..." balas Ivan membalas senyumku.
Ivan punya tangan yang cukup kekar, dengan wajah oriental dan potongan rambut yang sangat cocok dengan wajahnya membuat lelaki itu terlihat keren.
" bisa aja Lo Glen bawa temen kece begini, Lo gombalin apa sampe mau ikut Lo??? hahaha" ledek Ivan seraya tertawa. sesekali Ivan melirikku ketika Glen sedang membuang pandangannya ke Ivan, membuatku merasa aneh dan kurang nyaman.
__ADS_1
" sialan Lo Van.... enak aja, jelas dia mau lah.. toh gw juga keren jadi sebanding lah..haha" jawab Glen dengan begitu percaya diri.
whatttt????
Glen PD banget coba, huh.. awas ya ntar, gumamku gemas dalam hati.
Glen pun sekilas melirikku, merasa tau bahwa jawabannya membuatku kesal.
" yaudah pada mau makan apa nih??? buruan pesen gih.. gw udah laper banget dari tadi nungguin Lo berdua..." ujar Ivan menyudahi acara ledek - meledek ini. dan kamipun langsung sibuk melihat buku menu.
aku cukup bingung mau makan apa, sebab perutku masih cukup kenyang setelah tadi sarapan nasgor hati ampela buatan Mama.
" Lo mau makan apa La?? " tanya Glen padaku, kebetulan kami duduk bersebelahan dan cukup dekat, entah mengapa Glen duduk begitu dekat denganku, hingga sesekali badan kami bersentuhan.
" hmmmm...apa yah, samain aja deh kayak Lo...gw ikut aja" jawabku yang kebetulan juga tidak terlalu familiar dengan sushi, maklum karena keadaanku yang begini membuatku tak pernah berpikir untuk menghabiskan uang buat makan di tempat mahal.
" oke gw pesenin yah.." ujar Glen seraya memilih beberapa jenis sushi yang top di rastaurant itu bersama Ivan.
tak beberapa lama, Ivan minta izin hendak ke toliet.
" bro gw ke toilet dulu yah..." ucap Ivan
" oke..." jawab Glen
setelah Ivan berlalu, aku akhirnya memberanikan diri untuk bertanya pada Glen.
" eh...kata Lo Ivan bawa pacarnya??? mana ??? kok gak ada??" tanyaku penasaran sambil menaikkan kedua alisku.
awalnya Glen tertawa kecil mendengar pertanyaanku, membuatku makin gemas dan memukul lengannya. " ihhhh.... malah ketawa bukannya jawab!!!" tambahku lirih.
__ADS_1
" haha...sorry gw udah bohong...Ivan gak punya pacar, gw cuma bikin alasan aja supaya Lo mau pergi sama gw...hehe...maaf ya???" ucap Glen dengan mimik yang sok sedih, membuatku malah jadi gemas dan tak bisa marah.
bagaimana mungkin aku bisa marah pada seorang cowok dengan wajah seperti itu ????