
Setelah Lulus SMA aku merasa menjadi seseorang yang baru, baru disini dalam artian "pasrah". kenapa pasrah??? karena UANG begitu penting untukku cari saat ini, bukan kuhabiskan untuk kuliah tapi untukku bertahan hidup dan membantu perekonomian kedua orangtuaku.
kebetulan kedua abangku masih kuliah, sehingga tidak bisa mencari uang. Bapakku tetap kekeh menyuruh abangku untuk tetap melanjutkan kuliahnya. karena mereka adalah kebanggaan Bapakku, bukti nyata suksesnya Bapak dalam mendidik anak. meskipun aku, anaknya yang terakhir tidak seberuntung kedua abangku.
" maaf ya La, Bapak sepertinya sudah tidak sanggup membiayai kuliahmu...karena keadaan Bapak yang sudah seperti ini. tidak sekuat dulu lagi dalam mencari nafkah...uang penghasilan Bapak sekarang hanya cukup untuk membiayai kedua kuliah abangku dan makan kita sehari - hari, Bapak gak bisa lagi cari uang tambahan seperti dulu La" ujar Bapak dengan raut wajah yang begitu sedih.
" Sheila ngerti pak....ini semua kan bukan kemauan Bapak. Lagi pula Sheila gak apa - apa kok pak kalaupun gak lanjut kuliah...hehe" jawabku sambil tersenyum, mencoba untuk tampak kuat di depan Bapak, meski dalam hatiku menangis. Impianku dulu ingin jadi seorang penerjemah bahasa Perancis harus gugur.
FLASHBACK
*Entah kenapa aku begitu mengagumi negara Perancis. awalnya ketika kecil aku suka ikut \- ikutan Bapak nonton bola. tepatnya waktu sedang berlangsung piala dunia. setiap malam Bapak selalu standby di depan TV.
lalu aku bertanya " Bapak nonton apa sih?? kayaknya seru banget??" tanyaku yang waktu itu berumur 12 tahun.
" piala dunia La... sepakbola, kamu tau gak sepakbola???" jawab Bapak menggodaku.
" tau dong Pak...yang main bola ditendang \- tendang gitu kan???" jawabku polos.
seketika Bapak tertawa mendengar jawaban polosku. sambil mengusap rambutku Bapak berucap " pintar ya anak Bapak...sini mau nonton gak?? seru loh..." ajak bapak.
tanpa menolak aku duduk disamping Bapak menonton pertandingan antara Perancis dan Jerman kala itu. Dan entah kenapa pertandingan itu tampak begitu seru dan menyenangkan, aku sangat tertarik untuk terus menonton, sampai lupa kalau jam sudah larut dan Bapak menyuruhku tidur.
sejak saat itu Perancis dengan logo ayam jantannya menarik perhatianku, aku mulai sering mengumpulkan koran - koran langganan Bapak yang berisi profil pemain tim Perancis atau berita - berita tentang tim. lalu ketika beranjak dewasa aku mulai sering searching tentang apapun yang berbau Perancis, entah negaranya yang terkenal romantis dengan menara Eiffel yang begitu fenomenal, tradisinya, kebiasaan orang - orangnya, hingga gaya 'ciuman' nya yang begitu hits HAHAHA*.
__ADS_1
setelah permintaan maaf Bapak karna tidak bisa membiayai kuliahku. aku memutuskan untuk minta izin ke Bapak ingin mencari kerja, supaya bisa menabung untuk nanti bisa bayar kuliahku sendiri, awalnya Bapak melarang karena merasa bersalah namun aku berusaha keras meyakinkannya dan akhirnya Bapak mengizinkan.
" kalau kamu memang kekeh ingin bekerja, kamu harus bisa jaga diri ya La...kamu harus fokus dengan tujuanmu ingin bekerja itu apa. jangan sampai kamu malah tidak mencapai tujuanmu, yang nanti akan membuatmu menyesal. soalnya kamu masih muda, dan uang itu bisa menyilaukan mata...selalu lakukan yang terbaik untuk masa depanmu, karena kamulah pemegang kunci keberhasilan mu..." ujar Bapak mencoba menasehatiku.
aku mengerti kenapa Bapak bilang begitu, yang jelas Bapak pasti sudah banyak makan asam garam kehidupan, sehingga tau betul seperti apa kejamnya dunia luar. Bapak hanya berusaha membentengi diriku agar bisa lebih jaga diri dan tidak mengikuti arus yang negatif dan menyesatkan.
Hari ini aku berencana untuk melamar pekerjaan, sebelumnya aku sudah bertanya \- tanya tentang pekerjaan ke saudara dan tetanggaku. dan aku dapat info tentang lowongan di salah satu restauran cepat saji. entah mengapa aku merasa begitu gugup, oh yeah tentu saja, ini adalah sebuah transisi besar dalam hidupku, dimana yang tadinya aku adalah seorang pelajar yang taunya hanya belajar dan belajar lalu sekarang aku hendak melamar kerja untuk mencari nafkah, tentu itu sangat membuatku gugup, apalagi aku sama sekali tidak punya bayangan bagaimana dunia kerja itu.
" wah kamu cantik banget La...." puji Mama yang nampaknya begitu terpana melihat wajahku yang menggunakan make up. ah aku menjadi tambah PD kalau begini, ucapku dalam hati.
" semangat ya sayang ngelamar kerjanya...Mama doain kamu diterima, amin" ucap Mama seraya mencium dahiku, lalu aku pamit pergi karna ojolku sudah datang. " bye Ma......" teriakku.
**SHEILA** **RASTY PRADIPTA**....
__ADS_1
namaku akhirnya dipanggil. ahhh....hatiku makin deg \\- degan, tanganku dingin sekali tapi aku berusaha sekeras mungkin untuk tampil baik \\- baik saja, tidak mungkin aku membuat kesan pertama yang buruk.
" siang pak...." sapaku sambil membuka pintu, tidak lupa melebarkan senyumku.
" siang...silahkan duduk.." sambil menunjuk kursi dihadapannya.
" nama kamu Sheila Rasty Pradipta yah???" lanjutnya bertanya.
" iya pak saya nama panggilan saya Sheila.." jawabku.
" nama saya Anthony, kamu bisa panggil saya Tony....." dan pak Tony melanjutkan sesi wawancara pekerjaan seperti bagaimana mestinya. dan kabar baikpun aku terima, AKU DITERIMA kerja. Ya Tuhan aku bersyukur sekali, bayangan aku akan mendapatkan uang setiap bulan sudah terngiang dalam benakku. setidaknya, hidupku bisa jadi sedikit lebih baik. aku bisa menabung untuk biaya kuliahku nanti, pikirku.
aku akan di training selama 1 bulan memakai seragam hitam putih, baru setelah itu aku akan diberikan seragam.
hatiku begitu lega...bulan depan aku akan punya penghasilan sendiri, pencapain terbesar dalam hidupku selama ini. fase yang tidak terbayangkan untukku sebelumnya. dengan semua kejadian yang terjadi, aku bahkan dipaksa harus kuat, meski aku belum terlalu paham akan pahitnya dunia. semua ini seperti pintu menuju dunia baru yang membuat perasaanku nano \- nano, antara penasaran, takut, bersemangat dan tertantang. semoga ini adalah awal yang baik untukku.
\\* \\* \\*
__ADS_1