
Sehabis di make over, tepatnya pukul 6 petang kami bergegas menyusuri jalanan Jakarta yang padat, Glen sudah memperhitungkan dengan matang semuanya, termasuk memesan meja di sebuah restoran dalam hotel mewah bintang 5. Aku pun sangat gugup, mengingat gadis miskin ini tidak pernah sekalipun mencicipi makanan mewah yang harganya bisa membuatku tiba - tiba panas dingin. Bapak hanya pernah mengajak kami ke restoran Chinese dekat rumah yang harga makanannya terjangkau.
" Glen ...apa ini semua tidak terlalu berlebihan?? " tanyaku memecah kebisuan menghadapi jalanan yang sedikit padat.
cowok yang begitu tampan dan gagah dengan jas hitamnya itu tersenyum dengan manisnya ke arahku.
Deg......
membuat hatiku meleleh dan merasa begitu bangga bisa bersama cowok se berbobot itu!!
' ahkkk...aku gak lagi mimpi kan?!!' pikirku.
" jelas ini semua pantas kamu dapetin sayang, semua hal yang kamu raih adalah hal yang spesial untukku...apapun itu, ingat La..apapun itu..." ungkap Glen seraya mengelus pipiku dengan tangan kirinya lalu mengecup pipiku.
oh tuhan..rasanya ini terlalu sempurna untuk gadis biasa sepertiku. tak ku sangka di umurku yang beranjak dewasa dan sudah tidak anak kecil lagi, Engkau mengirimkan malaikat tampan dan keren ini dengan segala keajaibannya. kadang aku merasa tidak pantas tuhan!!! tapi akan lebih tidak tau diri lagi jika aku menolak pemberian Tuhan yang luar biasa ini.
setelah berkendara selama 45 menit dari salon akhirnya kami tiba di lobby hotel mewah yang hendak kami tuju. terlihat jelas kemewahan tersirat dari dinding hotel yang dibalut dengan marmer dan ornamen mewah lainnya khas hotel berbintang 5. mataku begitu takjub, melihat ada red carpet disana. Membuat hatiku berdebar dan nampak makin grogi.
Glen pun meminta tanganku untuk bergandengan bersamanya, sedangkan kunci mobil sudah Glen berikan pada petugas Vallet parking. kamipun berjalan bersama masuk ke dalam hotel menuju restoran di lantai 70.
lift kami pun sampai ditujuan, ketika keluar dari lift aku kembali tertegun dengan kemewahan restorannya. warna gold dan red mendominasi dekorasinya, ditambah meja dan kursi yang tertata dengan apik, membuatku merinding.
setelah sampai di meja yang sudah di reservasi oleh Glen sebelumnya, dengan manisnya Glen menggeser kursi untuk ku duduki, seperti tingkah gentleman di film romantis. aku pun terpukau dengan dekorasi meja yang cantik ditambah mawar merah, bahkan piring, gelas dan peralatan makannya pun sangat bagus, sampai aku bertanya dalam hati apakah peralatan makannya terbuat dari kristal dan emas, huhu...pikirku norak.
__ADS_1
Pelayan yang memakai tuxedo rapih pun menghampiri kami.
" selamat malam tuan dan nyonya, silahkan ini buku menunya " sapa sang pelayan dengan ramah penuh senyum seraya menyuguhkan 2 buku menu kehadapan kami masing-masing lalu membungkuk dan berlalu.
deg ......
mataku rasanya mau copot melihat harga yang tertera di menu, belum lagi nama makanan yang sungguh asing bagiku, ckck...
akupun sibuk mencari makanan yang agak familiar untukku, ahh...aku melihat kata Steak disana, aku pesan itu saja, siapa yang tidak tau steak bukan???
" ayo sayang...kamu mau makan apa??? " tanya Glen sambil mengelus tangan kiriku yang sedang sibuk menatapi buku menu.
" hmmmm....aku mau tenderloin steak aja Glen " jawabku polos.
" hanya itu ??? " tanya Glen lagi.
whatt??? makan steak sepiring penuh saja sudah pasti bikin perut rampingku ini kenyang, kenapa harus ada makanan pembuka juga.
karena responku lama, akhirnya Glen yang mengambil alih pesanananku, ia memilih makanan pembuka, makanan utama sekaligus makanan penutup yang nama - namanya terasa asing ditelingaku, rupanya Glen pandai membaca situasi, haha!!! aku jadi malu. oh iya, untuk minuman aku yang memilih sendiri, Peach Sparkle, karna aku suka buah peach.
Glen pun mengangkat tangannya dan pelayan datang menghampiri, setelah selesai memesan Glen kembali fokus padaku.
ia menggenggam tanganku, membuat suasana menjadi begitu romantis ditambah alunan lagu klasik yang menenangkan.
__ADS_1
" selamat ya sayang...akhirnya gadisku jadi anak kuliahan sekarang,hehe...jujur sebenarnya aku lebih pengen kamu berada di tempat yang nggak begitu ramai, karena aku nggak terlalu suka kamu jadi santapan mata laki - laki lain. " ujar Glen dengan begitu posesif seperti biasanya.
" Sayang...aku kan niat kuliah untuk belajar dan mengejar cita-cita aku, bukan untuk tebar pesona di depan cowok - cowok. " jawabku dengan tegas, lagipula bukan salahku kalau sering menjadi perhatian kaum Adam yang aku temui di manapun. toh aku gak pernah genit ke cowok manapun, bahkan ke Glen pun yang notabene pacarku, aku tidak pandai bergenit - genit ria, huftttttttt....dasar cowok posesif.
" hehe...iya aku ngerti sayang, kamu memang gak salah, karena memang kamu terlalu cantik jadi banyak yang ngelirik kamu, dan entah kenapa aku gak suka aja... " tambah Glen sambil mengelus pipiku, sepertinya ia paham bahwa aku jadi agak bete.
" pokoknya jangan pernah lepas cincin pemberian dari aku ya... biar gak ada yang berani macam-macam sama kamu, biar orang berpikir kalau kamu udah tunangan. " perintah Glen, sumpah cowok ini berlebihan banget, emangnya pacaran tuh sebegininya ya?? gak santai banget woyy... berasa tahanan deh begini, pekikku kesal.
" iya iya...bawel..." jawabku dengan ketus, mulai jengah dengan perkataan Glen yang terlalu lebay.
tak beberapa lama minuman dan makanan pembuka yang Glen pesan tiba, wah... ada cake coklat gumamku, dari tampilannya begitu menggugah pasti rasanya enak sekali, aku pun tak sabar ingin mencicipi, mengingat perutku memang sudah lapar karena melewatkan makan siang mengingat aku yang terlalu gugup membayangkan makan malam istimewa ini.
" hmmmm....enak banget... " gumamku setelah melahap cake yang sungguh lezat itu, seketika Glen tertawa kecil melihat ekspresi anak kecilku yang tampak norak. ah masa bodo, cake ini memang enak, pikirku.
" kamu suka cake coklat ya?? " tanya Glen menanggapi tingkahku yang menggemaskan nya.
" sebenernya aku gak terlalu suka coklat, tapi setelah makan kue ini aku kaget ternyata enak banget...hehe " jawabku polos, membuat Glen tertawa geli yang akhirnya membuat pipiku memerah karena malu.
" kalau kurang kamu bisa makan punya aku kok " tukas Glen yang belum sama sekali menyentuh cake nya.
akupun hanya menggeleng, memangnya perutku karung goni, aku gak makan sebanyak itu juga kali,huh.
tak berselang lama makanan utama pun datang, wah...cake ini saja cukup mengganjal perutku, dan tiba - tiba sudah datang lagi makanan lainnya, sungguh luar biasa.
__ADS_1
aku pun menyantap steak ku yang harumnya begitu lezat, dan penampilannya begitu menarik membuatku tak sabar ingin mencicipi. benar saja...rasanya enak dan empuk sekali, bumbunya meresap dengan sempurna, rasanya ini adalah makanan terenak yang pernah aku makan seumur hidup, pantas harganya cukup fantastis, hanya selembar daging yang beratnya paling 500 - 700 gram dihargai 2 juta, OMG!!! jiwa misqueenku kembali meronta, rasanya aku ingin menyimpannya dengan baik di dalam perutku agar tidak menjadi kotoran yang hanya akan terbuang sia - sia, hahaha.
semua rangkaian menu pun sudah selesai, wah aku kenyang sekali, sumpah ini pengalaman yang amat berkesan bagiku. aku pun sedari tadi tidak lupa untuk upload kegiatanku di sosmed. semenjak berpacaran dengan Glen yang sudah begitu banyak memberiku banyak hal, aku menjadi keranjingan update di sosmed, entahlah aku ingin membuktikan saja kepada mereka yang meremehkan ku bahwa sekarang kehidupanku sudah menjadi lebih baik. rasanya aku berubah jadi cewek matre nih, huh... wajar saja, semua hal indah ini terasa baru bagiku dan jika ada perubahan nampaknya hal yang biasa bukan. toh aku juga tidak pernah meminta pada Glen, dialah yang dengan senang hati memberikan semua itu padaku, hmmmm.....betapa bahagianya aku.