
selama di kampus Sheila sangat merindukan sosok Almarhum Bapaknya. Jika masih hidup, beliau pasti sangat bahagia melihat anak bontotnya bisa kuliah. Air mata nya pun menetes di sela - sela lamunannya ketika menunggu dosen mata kuliah selanjutnya datang. Buru \- buru ia mengusap air matanya karena tidak ingin teman \- temannya menatapnya heran.
' Bapak pasti bangga kan sama Sheila??? ' gumamnya seraya tersenyum.
Glen teringat akan mimpi buruknya tadi, ia sampai tidak berani memejamkan matanya lagi, ia takut mimpi buruknya akan berlanjut. untung mengurangi rasa cemasnya, Glen mengambil semangkuk salad yang ia beli kemarin sore. ia berusaha menyegarkan pikirannya yang kalut.
Ia merogoh ponsel yang berada di kantong celana jeans\-nya, lalu mengirimkan pesan WhatsApp untuk Sheila.
" sayang... nanti pulang kuliah aku jemput yah... kamu jangan kemana - mana sebelum aku sampai yah...Semangat kuliahnya 😘😘 " Kirim Glen. Lalu ia memasukkan kembali ponsel ke saku celananya.
******
Radith kembali mengingat pembicaraan dengan Mamanya kemarin, ia terlihat bersemangat, dalam waktu dekat rencananya ia dan Rita akan berkunjung ke rumah Tante Renata untuk membicarakan tentang keinginan anaknya Radith mengenal Sheila lebih dekat dan serius lagi.
" kita lihat saja La... kedepannya pasti kamu tidak dapat menolakku, karena jelas Tante Renata akan lebih memilih aku yang jelas -jelas ia kenal dengan baik dibandingkan pacarmu yang Arogan itu... " tukasnya sambil tersenyum licik.
Akhirnya mata kuliah yang terakhir sudah selesai, Sheila pun merogoh Ponsel di dalam tasnya. Ia membaca pesan dari Glen, lalu segera membalasnya.
" Kelasku sudah selesai Glen... " Ia mengabari
Glen pun dengan cepat membalas pesannya.
" oke sayang...Aku langsung otw kesana, kamu tunggu aku Yah...jangan kemana-mana... " balas Glen.
" oke sip...hati - hati yah 🤗 " Balas Sheila.
" oke sayang... 😘 " Glen pun langsung bergegas mengambil kunci mobilnya di meja dan berlalu pergi.
Sheila menyadari ada yang berbeda dengan Glen, sedari tadi ia mengatakan jangan kemana-mana, tumben pikirnya. Padahal ia pasti tahu kalau Sheila akan setia menunggunya datang menjemput.
ketika sampai di parkiran mobil Glen terkejut bukan main melihat Ban mobilnya yang tiba-tiba kempes.
" Ahhh siallllll!!!! Bagaimana mungkin Ban mobilku bisa kempes, tadi terakhir aku lihat baik - baik saja.... " umpatnya kesal. ia merasa ada yang janggal, Glen pun mendekati mobilnya dan melihat pisau yang tertancap di kedua Ban depannya.
" kurang ajar !!!! siapa yang berani melakukan ini padaku??!! apa keamanan disini segitu mudahnya untuk di lewati " pekiknya Marah,
__ADS_1
" sepertinya ada yang sengaja mengerjaiku... tapi siapa yang berani melakukan ini???? " Glen terlihat semakin kalut dan perasaannya semakin tidak karuan.
Ia pun berusaha memanggil security Apartemen, lalu melaporkan kejadian janggal itu.
Security merasa kaget karena sedari tadi tidak ada kegiatan yang mencurigakan terjadi selama ia berjaga di parkiran, ia pun mengajak Glen untuk bertemu petugas pengawas CCTV apartemen untuk melihat siapa pelakunya, namun Glen menolak karena ia harus segera menjemput Sheila dari kampusnya. perasaannya tidak enak, ia takut sesuatu yang buruk menimpa Gadisnya. Glen pun memanggil taksi yang terlihat di depan lobby Apartemen sedang menurunkan penumpang. Ia langsung menaiki taksi itu dan bergegas menuju kampus Sheila.
ia mengambil ponselnya lalu menekan nomer Sheila.
Tut....Tut...Tut... ( suara telpon masuk )
" ayo angkat La..... " Glen semakin tidak tenang jantungnya berdebar tidak karuan. Akhirnya Sheila mengangkat telponnya.
" halo Glen....kamu udah sampai dimana??? " tanya Sheila.
" aku udah di jalan La...tapi naik taksi karena mobilku bannya bocor... " belum selesai Glen menjelaskan Tiba - tiba ia mendengar suara Sheila yang berteriak.
" kamu siapa??? kamu mau apa ???!!!! " teriak Sheila Panik. Lalu telponnya pun mati. tuttttt....
" Halo.....Halo....La....HALOOOOO.... " teriak Glen panik. ia berusaha menghubungi Sheila kembali tapi hasilnya nihil.
" Ya TUHAN.....apa yang terjadi pada Sheila.... " ujar Glen panik dengan suara bergetar.
" Pak....buruan Pak....lebih cepat lagi Pak.... " perintah Glen pada supir taksi dengan suara panik tidak karuan.
*******
" TOLONG....... TOLONG......TO..... " teriak Sheila lalu sang penculik yang menggunakan masker hitam pun menutup mulutnya dengan kain putih yang sudah dibalurkan obat bius, seketika Sheila tak sadarkan diri, kemudian si penculik menggendong tubuh Sheila dan membawanya ke dalam mobil lalu bergegas pergi.
Tidak ada satupun saksi disana yang menyaksikan kejadian penculikan itu, karena kebetulan Sheila menunggu Glen di tempat yang sepi.
" Target sudah berada di tangan Saya Non... " terdengar Suara si penculik menelpon bosnya.
" bagus... kamu memang bisa diandalkan... segera bawa ke tempat yang sudah kita siapkan.... " terdengar suara seorang wanita yang merasa puas dengan kinerja orang suruhannya itu.
Wanita itu tidak lain adalah Angel, watak di balik penculikan ini. Dia tersenyum bahagia, sudah mendapatkan kelemahan Glen. Dan kali ini dapat dipastikan Glen tidak punya pilihan lain selain menyerah pada Angel jika Glen tidak ingin Angel menghabisi nyawa Sheila, gadis yang ia cintai.
" ternyata sangat mudah mendapatkan Gadis yang kamu cintai Glen... " gumam Angel seraya menyeringai dengan jahatnya.
******
beberapa saat kemudian Taksi yang Glen naiki akhirnya sampai di depan kampus Sheila, Glen langsung mengeluarkan uang pecahan 100 ribu dan membayar Ongkosnya tanpa memperhatikan perkataan si supir taksi lagi. pikirannya hanya tertuju pada Sheila.
Ia langsung berlari menghampiri tempat dimana tadi pagi ia menurunkan Sheila. tidak ada siapapun disana. Glen pun bertanya pada satpam kampus yang kebetulan sedang lewat di dekatnya.
__ADS_1
" Pak....Saya mau tanya...liat perempuan tinggi terus kulitnya putih pakai baju berkerah warna biru dan jeans abu - abu gak ?? " Glen menjelaskan ciri - ciri Sheila.
" waduh....saya gak lihat Mas, soalnya saya baru aja kesini... " jawab Pak Satpam.
Ya Tuhannn.... bagaimana ini, pikir Glen frustasi.
" oke pak makasih ya... " lalu Glen pergi ke arah lain untuk mencari keberadaan Sheila. tiba - tiba ponselnya bunyi, ada pesan masuk.
" HAI...MASIH INGAT DENGANKU??? AKU RINDU PADAMU SAYANG... TAPI SAYANGNYA KAMU TIDAK PERNAH PEDULI, BAHKAN SEDIKIT SAJA KAMU TIDAK PERNAH MEMBALAS CINTAKU... DAN KINI, ORANG YANG KAMU CINTAI BERADA DI TANGANKU, JIKA KAMU MASIH INGIN MELIHATNYA HIDUP.... DATANGLAH PADAKU.... "
" Kurang ajar !!!!!!!! siapa yang berani melakukan ini padaku!!??? " Respon Glen gusar, ternyata Sheila benar - benar di culik.
Dia pun langsung menelpon nomer misterius yang mengirimkan pesan padanya.
Tutttt..... ( suara telpon masuk ) kemudian diangkat.
" Halo....siapa ini???? " tanya Glen geram.
" Ha ...Ha...Ha..... kamu sudah lupa padaku rupanya ya.... " jawab si wanita misterius di ujung telpon dengan tawa meledek.
menyadari suara yang nampak tidak asing ditelinganya, Glen langsung tertegun.
" Angelll??????? " teriaknya.
" ahhh....rupanya kamu ingat juga padaku Glen....manisnya.... " ujar Angel puas dengan nada mengejek.
" apa yang kamu lakukan pada pacarku Angel?!!!! apa maksud dari semua ini hah???!!! " teriak Glen dengan nafas memburu dan amarah yang meluap - luap.
" ssshhhhh....tidak usah berteriak padaku Glen, aku tidak Tuli... Tenang saja, pacarmu aman....Asalkan kamu mau menuruti permintaan ku... " tukas Angel dengan tenang, ia nampak tidak takut sama sekali dengan kemarahan Glen.
" kurang ajar Kamu Angel!!! apa sebenarnya mau mu???" tanya Glen dengan nada tinggi.
" Aku ingin kamu jadi milikku seutuhnya Glen, menikah denganku dan hidup berbahagia denganku selamanya.... " ujar Angel dengan percaya diri.
" apa???? hah....kamu sudah gila ya???? aku tidak pernah menyukai apa lagi mencintai kamu, bagaimana mungkin aku mau menikahimu, jangan bermimpi Angel!!!! cepat lepaskan pacarku atau aku laporkan pada polisi!!! " ancam Glen dengan serius.
" jadi kamu ingin mengetes ku Glen??? laporkan saja jika kamu ingin aku menghabisi nyawa pacarmu...huh...aku tidak sebodoh yang kamu pikir Glen..sekarang semua keputusan ada di tanganmu, Selama kamu masih keras kepala, aku tidak akan pernah melepaskan kekasihmu yang malang itu... BYE..... " tuttttttt... Angel menutup telponnya.
" Halo....halo.... Angelllllllll!!!!!! shittttt " umpat Glen kesal nyaris menangis saking emosinya sudah tak tertahankan lagi. Pikirannya kacau sekali, ia tidak bisa berpikir untuk beberapa saat, kejadian ini terlalu cepat sehingga ia belum sempat mencerna semua dengan baik.
bersambung
__ADS_1