
Setelah seharian penuh berusaha mengumpulkan kembali mood dan semangatnya, akhirnya Glen menelpon Sheila karena rindunya sudah tak tertahankan.
Glen bukan mengabaikan Sheila, hanya saja dia butuh waktu untuk meredakan luka hatinya, dan ia merasa seharian ia merenung di dalam Apartemennya itu sudah cukup.
" Halo sayang.... " sapa Glen dari ponselnya.
" Hai sayang....kamu kemana saja? aku WhatsApp dari kemarin siang gak dibalas sih, huhu... " keluh Sheila seraya cemberut, mengingat betapa kemarin ia begitu tak karuan rasanya tidak mendapat kabar dari Glen.
" maaf ya sayang...aku gak maksud buat nyuekin kamu, tapi aku ada beberapa hal yang harus diselesaikan...maaf banget... jangan ngambek yah... " ujar Glen penuh penyesalan namun ia tak mau memberitahukan duduk perkara yang sebenarnya, mungkin nanti atau tidak sama sekali, mengingat gadisnya itu begitu polos dan ia tidak ingin membuat beban di pikirannya.
" kamu ada masalah ya??? kok gak cerita??? kenapa??? pasti kamu ada yang ditutupin deh dari aku!! " cecar Sheila dengan pertanyaan bertubi-tubi, feeling-nya memang tidak enak dari kemarin, seperti akan ada masalah besar yang datang.
" nggak ada sayang, nggak ada masalah kok...hanya urusan bisnis Papi aja yang lagi ada sedikit kendala..." tepisnya berbohong.
" kamu gak usah mikirin yah sayang... " tambah Glen.
" hmmmm....oke deh kalau begitu...tapi janji yah kalau ada masalah apapun itu kamu harus cerita ke aku... " pinta Sheila dengan nada suara sedikit bersungut-sungut.
" iya sayang...aku janji... " jawab Glen singkat, tidak ingin memperpanjang obrolan ini.
" owh iya....besok kan kamu udah mulai masuk kuliah, ayo kita beli perlengkapan untuk besok...aku jemput kamu jam 12 yah?? sekalian kita makan siang bareng... " ajak Glen bersemangat.
" hmmmm....oke, kalau gitu aku siap - siap deh....sampai ketemu sayang.... " jawab Sheila mengiyakan.
" oke sip ..bye sayang... muachhhhh... "
" bye... muachhhhh..." Sheila pun beranjak dari ranjangnya dan menuju ke kamar mandi.
Luna yang berpapasan dengan Sheila pun bertanya.
__ADS_1
" kamu mau kemana La??? " tanyanya penasaran
" aku mau pergi sama Glen Na... " jawab Sheila. seketika wajah Luna berubah, ada rasa iri dalam dirinya yang menyeruak kita mendengar nama Glen.
" mau kemana La??? aku boleh ikut gak??? aku bosan La di rumah terus, aku belom pernah jalan - jalan di Jakarta, aku penasaran karna katanya di Jakarta banyak tempat nongkrong yang kece, aku janji gak akan ganggu kalian berdua kok.... " pinta Luna dengan tampang sedih yang nampak di buat - buat mencoba merayu Sheila.
hmmm....ngapain sih dia kepengen ikut segala, aku kan gak enak sama Glen, tapi kalau aku tolak gak enak juga sama Tante Amel, takutnya aku dibilang sombong lagi,ckck... gumamnya dalam hati.
" please La...... " rayu Luna lagi, kali ini dia sambil memohon dengan menggunakan kedua tangannya.
" iya iya....kamu boleh ikut Na...yaudah kamu siap - siap yah, nanti jam 12 Glen datang jemput.." Jawab Sheila pasrah, hmmm....ganggu saja.
" Yeay....makasih La, kamu emang sepupu paling baik sedunia, hehehe... " ujar Luna dengan girangnya dan berlalu begitu saja.
huftttttttt.....mudah - mudahan Glen nanti mau ngerti dan gak marah aku ajak Luna jalan bareng, pikir Sheila.
" dia pasti ngelirik aku nanti, kita liat saja... jelas aku yang lebih menarik daripada Sheila..." ungkapnya sinis dan penuh kedengkian.
sejam kemudian....
Sheila pun sudah siap, jam menunjukkan pukul 12 Glen pun sudah tiba di depan rumah. Sheila memanggil Luna yang sedari tadi tak kunjung keluar dari kamar.
" Na....Luna ..... ayo buruan, Glen udah datang..." teriak Sheila.
hmmmm lama banget deh...keluhnya.
Luna pun keluar dari kamar dengan dandanan tebal dan baju yang agak seksi, Sheila pun tercengang melihat penampilan Luna yang nampak berlebihan itu.
" Na....kamu gak salah dandan begitu??? kita kan cuma mau jalan biasa... " tanya Sheila dengan ekspresi tidak percaya pada apa yang dilihatnya.
__ADS_1
" kan ini Jakarta La, aku liat - liat gaya cewek - cewek gaul disini kan emang begini La... " jawab Luna tanpa merasa ada yang salah.
" siapa tau nanti ada yang nyantol sama aku La...mumpung aku lagi jomblo nih...hehehe " tambah Luna semakin menjadi.
sebenarnya Sheila agak risih dengan penampilan Luna yang nampak berlebihan dan Tua, ia gak enak hati sama Glen nanti, Ia juga agak ngeri jikalau nanti Glen akan melirik ke arah Luna yang tampak seksi itu,huh... tapi sepertinya Luna ngeyel, jadi percuma di kasih tau juga.
" Sheila.... " panggil Glen dari depan pintu yang terbuka, membuyarkan lamunan Sheila yang sedang sebal dengan kelakuan Luna. kebetulan Renata dan Amel sedang tidak di rumah, Kedua Abang Sheila juga sudah kembali ke kostan masing-masing.
" oh...iya, kamu udah sampe yah??? " ucap Sheila salah tingkah.
" Glen ...Sepupu aku Luna mau ikut, katanya dia bosan di rumah, gak apa - apa kan??? " tanya Sheila dengan ekspresi yang segan dan terpaksa, takut Glen tidak suka.
Glen pun menoleh ke arah Luna yang nampak menor, membuat Glen menahan tawanya. ' Kenapa dia dandan menor banget?? sok pakai baju seksi lagi!!! males banget liatnya, mau semenor apapun dia dandan, gak akan bisa menyentuh kecantikan alami Sheila...ckck ' pikir Glen dalam hati.
Luna merasa Ge er karena merasa diperhatikan oleh Glen, hatinya merasa menang, dia berpikir bahwa rencananya nampak berhasil untuk membuat Glen terpesona padanya lalu menyukainya dan meninggalkan Sheila. ' hmmm kena kau ' gumamnya picik.
Sheila yang menyadari acara lirik - lirikan itu merasa kesal, ketakutannya jadi kenyataan. hmmm....nampaknya Luna punya niatan lain, apa dia sebenarnya suka pada Glen??? ah mana mungkin, dia kan sepupuku, mana mungkin dia setega itu merebut kekasihku. pikirnya sebal.
Glen melirik Sheila yang nampak cemberut, dia pun sadar beberapa detik tadi sibuk mengamati Luna, pasti Sheila merasa tidak suka, pikirnya.
" yaudah ayo kita berangkat...Ayo sayang... " ajak Glen seraya menarik tangan Sheila dan menggenggamnya, membuat Luna bete. mereka pun menaiki mobil lalu beranjak pergi.
selama menyetir, pandangan Glen selalu tertuju pada Sheila, ia rindu kekasihnya itu. seharian kemarin mereka tidak saling menyapa meski hanya lewat ponsel.
" aku kangen sama kamu sayang... " ucap Glen memecah keheningan, tidak peduli pada kehadiran Luna di kursi belakang.
" ah kamu ...gak enak ada Luna ih... " ujar Sheila merasa malu, wajahnya merona.
" hehehe....oke sorry... " ledek Glen lalu mencubit pelan hidung Sheila, membuat gadis itu menepis tangan Glen dan menjadi salah tingkah, membuat Luna yang menyaksikan tontonan cute itu merasa kesal dan tidak suka.
__ADS_1