
Angel sudah dapat semua informasi tentang Sheila dari Roni. bahkan alamat tempat tinggal Sheila pun sudah ia ketahui.
Roni adalah orang bayaran Angel yang sangat kompeten. bahkan sebelum bekerja dengan Angel, Roni adalah seorang pembunuh bayaran. Yang tega membunuh orang demi uang. Baginya menghilangkan nyawa seseorang bukan hal yang aneh, ia malah sudah terbiasa. Dia juga begitu profesional sehingga tidak pernah meninggalkan jejak sedikitpun pada korban - korbannya. Dan Roni hanya bekerja pada orang-orang dengan kekayaan yang tidak main-main.
Angel bahkan sudah tahu keseharian Sheila, ia juga tahu bahwa Glen membiayai semua kebutuhan perempuan itu dan juga membiayainya kuliah. Membuat Angel merasa begitu membenci perempuan muda pengganggu itu.
" sepenting itu kah kamu di mata Glen?? hingga ia rela melakukan banyak hal padamu!!! perempuan miskin yang menggangu dan merusak kebahagiaan ku!!! sedangkan Glen tidak pernah sekalipun menoleh padaku apalagi tertarik denganku!!! Namun aku tidak peduli, bagaimanapun juga Glen adalah MILIKKU!!! HANYA MILIKKU " kecamnya dengan nafas memburu penuh amarah.
*******
Di sisi lain Radith juga sudah merancang siasat untuk merebut hati Sheila. Ia sudah merencanakan sesuatu yang nantinya akan sulit untuk Sheila tolak.
Radith diam - diam mencari tahu tentang latar belakang Sheila dan juga keluarganya. Ia mencari celah untuk memanfaatkan semua peluang yang ada. termasuk mencari informasi tentang Glen, pacar posesif Sheila yang membuat Radit mendendam karena kata - katanya yang mengancam waktu itu.
" dia pikir dia siapa bisa seenaknya mengancam ku !! dia sama sekali belum mengenal Radith Handoyo, orang yang bisa menghancurkannya dalam sekejap saja.... " Pikir Radith penuh emosi.
Radith pun kaget ketika mengetahui siapa Glen dari informasi yang orang suruhannya berikan, ternyata ayahnya Roy Zaldy merupakan rekanan bisnis almarhum Papanya dulu Arnold Handoyo. Dan Radith tersenyum penuh kemenangan mengetahui bahwa kekayaannya jauh lebih banyak dari Glen. dia merasa sudah berada di atas angin.
Aku akan melancarkan serangan pertamaku pada Glen, hingga ia akhirnya akan menyerah dan melepaskan Sheila.
**********
__ADS_1
Sesampainya di rumah sehabis di antarkan oleh Glen, Sheila langsung mencecar Luna dengan banyak pertanyaan yang sedari tadi sudah ia persiapkan. Glen pun pamit pulang karena merasa masih kesal akibat ulah Luna yang merusak harinya. Dan ia pun berpesan akan menelpon Sheila sesampainya ia di rumah. Dia belum cerita kalau saat ini tinggal di Apartemen.
" ceritakan padaku Na, sebenarnya kenapa kamu menangis tadi??? " tanya Sheila to the point dengan wajah menyelidik. wajah Luna masih murung dan matanya juga bengkak, ia menundukkan wajahnya karena merasa malu.
" Na....jawab dong.... kenapa kamu nangis ???" tanya Sheila lagi dengan ekspresi gemas menahan kesal.
" a....aku ....aku cuma berusaha ngajakin Glen tadi ngobrol La...cuma dia acuh banget sama aku, terus dia mengatakan hal buruk sama aku....dia menghinaku makanya aku nangis karena sakit hati, ternyata Glen itu orangnya Jahat La....hiks...hiks.... " Luna kembali menangis, dengan kebohongan yang ia rancang, dengan tujuan agar Sheila membenci Glen dan memutuskan lelaki itu, sehingga ia bisa merebut Glen dari sisinya.
deg.....
Sheila begitu kaget mendengar perkataan Luna barusan, ia tidak percaya pada apa yang Luna katakan, setahunya Glen adalah laki - laki yang ramah pada orang yang baru ia kenal. walaupun memang Glen tidak suka basa basi tapi ia tidak mungkin mengatakan hal buruk jika lawan bicaranya yang tidak memulai duluan. Hmmm..... ucapan Luna terdengar janggal, kenapa dia mengatakan hal bohong itu padaku...aku harus bertanya langsung pada Glen, pikirnya.
" kamu gak percaya sama aku ya La??? " tanya Luna yang menyadari ekspresi bingung Sheila yang seakan - akan tidak mempercayai kata - katanya.
mendengar jawaban Sheila yang tetap mempercayai Glen membuat Luna kesal.
" yaudah deh kalau kamu gak percaya sama aku... " ucap Luna kesal dan berlalu pergi meninggalkan Sheila.
membuat Sheila hanya bisa menghela nafas melihat tingkah sepupunya itu.
30 menit kemudian Glen pun menelpon, Sheila pergi ke depan rumah supaya pembicaraannya tidak terdengar oleh Luna. ia merasa butuh privasi untuk berbicara dengan pacarnya, karena kehadiran Luna diantara mereka tadi sungguh membuat kacau harinya dengan Glen.
__ADS_1
" Halo sayang.... " sapa Glen.
" iya Glen...hmmmm...sorry yah, gara - gara aku ngajak sepupuku, acara kita jadi kacau, huh... " ujar Sheila dengan suara menyesal.
" gak apa - apa La, kita masih bisa jalan sehabis kamu pulang kuliah besok... kebetulan aku lagi gak banyak kerjaan. " jawabnya dengan suara yang hangat, berusaha mencairkan suasana yang tegang tadi.
" iya Glen, besok kita bisa ketemu lagi... owh iya, aku penasaran apa benar kamu tadi berkata kasar pada Luna?? kenapa Glen?? tadi Luna bilang dia cuma ngajak kamu ngobrol tapi kamu malah menghinanya..?? " Tanya Sheila penasaran ingin mengetahui kejadian yang sesungguhnya.
' kurang ajar.... dia berusaha memutar balikkan fakta!!! dasar cewek licik!!! ' gumam Glen dalam hati .
" Dia berbohong sama kamu La...jelas - jelas dia menggodaku, dia juga membandingkan dirinya dengan kamu, membuat aku marah dan jijik sama dia.... Aku gak nyangka sepupumu bisa sejahat itu, ckck " ujar Glen dengan emosi, membuat Sheila tidak percaya dengan perbuatan Luna yang sejahat itu, ternyata benar firasatnya, bahwa Luna memang punya tujuan lain.
Hatinya kecewa sekali dengan Luna. Seandainya dia bukan sepupunya dan Tante Amel bukan adik dari Mamanya, pasti dia sudah meributkan hal ini, tapi rasanya tidak perlu. kali ini ia tidak akan mengadukan hal ini pada Tante Amel, Sheila tidak ingin merusak suasana di rumahnya yang masih dalam situasi berduka.
" ya ampunnnn.... aku gak nyangka Luna bisa sejahat itu, aku pikir dia ingin ikut karena memang merasa bosan berada di rumah dan ingin jalan - jalan menikmati kota Jakarta...tapi....huh...Maaf ya Glen....aku gak tau sifat dia begitu, kalau aku tau aku gak akan ngajak dia.... " ucap Sheila merasa malu dengan sikap Luna yang keterlaluan.
" gak apa - apa sayang.... itu bukan salah kamu, memang murni sepupu kamu yang punya niat tidak baik, dan sekarang kamu harus jaga jarak sama dia, bukannya aku ingin mengatur hidup kamu, tapi rasanya Luna punya sifat yang tidak baik...dan bisa saja dia nekat, makanya kamu hati - hati yah...jangan beritahukan rahasia apapun padanya. " Glen memberikan solusi yang terbaik untuk pacarnya, karena ia merasa Luna punya niatan jahat pada Sheila.
" iya Glen ..aku akan berhati-hati pada Luna sekarang, dan semoga saja dia gak lama berada di rumahku... " ucap Sheila penuh harap.
*Bersambung
__ADS_1
* jangan lupa like dan coment yah* *