Sayang, Apa Kau Menyesal??

Sayang, Apa Kau Menyesal??
Episode 18 " Radith Handoyo "


__ADS_3

sehabis menikmati dinner yang begitu romantis, aku pun di antar pulang ke rumah. senyum manis tak beranjak pergi dari wajahku, aku merasa cerita tentang adanya seorang princess tak hanya ada dalam dongeng, namun nyata, dan aku adalah salah satu yang beruntung itu.


aku menyenderkan kepalaku di pundak Glen yang tengah fokus menyetir, membuatnya refleks mengelus kepalaku dengan tangan kanannya. kali ini aku semakin nyaman dan mantap untuk melabuhkan hati pada Glen, maksudku bersikap apa adanya tanpa jaim lagi. layaknya pasangan kekasih lain yang tampil mesra ketika bersama, lagipula sudah 8 bulan ini kami menjalin kasih. dan semakin hari kamipun semakin saling menyayangi.


sesampainya di Gank dekat rumahku, Glen membukakan seat belt ku, seketika matanya terhenti pada wajahku, wajah kami saling berdekatan, Glen tampak tampan sekali dilihat dari dekat dan aroma parfumnya yang begitu ku hapal seperti menyatu dengan sempurna dan meluluh lantahkan hatiku.


akupun tersenyum, dan Glen langsung mengecup bibirku, dan melumatnya lebih dalam lagi, setelah puas ia menarik badannya menjauh. meninggalkan jantungku yang berdetak amat kencang bak sedang lari maraton.


" kamu cantik sayang..." bisiknya lembut di telingaku dan mengecup dahiku.


membuat pipiku merah padam.


" makasih ya sayang untuk hari ini, kamu emang yang terbaik..." ujarku dengan tulus, ya kamu memang yang terbaik sejauh ini sayang.


" sama - sama sayang, anything for you..." jawab Glen tersenyum tampan.


" yaudah aku pulang dulu ya, bye sayang...kamu hati - hati di jalan yah jangan ngebut " perintahku kemudian membuka pintu mobil dan turun, sebenarnya Glen tidak mau membiarkan aku membuka pintu mobil sendiri, karena memang biasanya ia selalu membukakan pintu mobil untukku, namun jika sedang berada di dekat rumah aku memintanya untuk tidak melakukan itu karna takut tetanggaku pada tau dan mengadu pada orangtuaku, maklum tetanggaku banyak yang rese dan bermulut ember.


mobil sedan hitam milik Glen pun berlalu.


sesampainya di rumah aku langsung merebahkan diri di kasur empukku. Kasur yang meski murahan tapi aku bisa begitu nyenyak tidur diatasnya. kebetulan ini sudah larut malam, Mama dan Bapak sudah tidur, sebelumnya aku sudah izin hendak menghadiri ulang tahun teman SMP ku Keisha, ya aku masih menutupi hubunganku dengan baik bersama Glen pada orangtuaku, bahkan selama 8 bulan ini mereka tidak menyimpan rasa curiga sedikitpun, wah tampaknya aku berbakat jadi seorang pembohong, ckck.


keesokan harinya...


" Selamat pagi Sayang..." Glen mengirimiku pesan. ahh ...aku bangun kesiangan, tidurku terlalu nyenyak semalam. aku pun langsung beranjak ke kamar mandi untuk bersih - bersih.

__ADS_1


" La....sarapan dulu nih, tadi Mama beli bubur ayam di Mang Edi..." teriak Mama dari dapur.


" iya Ma bentar...." jawabku yang sedang mengelap wajah dengan handuk. lalu bergegas ke dapur.


" baru saja menempelkan bokongku ke kursi Mama sudah menyuruhku ikut menemaninya ke Pesta hari Minggu nanti.


" La...Minggu besok anaknya om Anton nikah, si Dahlia...kamu ingatkan??? " tanya Mama seraya ikut duduk di sebelahku. aku pun berusaha keras mengingatnya, Dahlia yang mana yah??? bukannya aku sok lupa, berhubung saudara Mama dan Bapak begitu banyak aku jadi susah mengingat. dan akhirnya aku berhasil mengingat sosok gadis cantik yang selalu di banggakan om Anton itu, ya kami memang jarang bertemu tapi dari cerita Mama aku jadi tau betapa hebatnya Dahlia, dia yang di umur 24 tahun sudah bergelar S2 dari kampus ternama di Yogyakarta tampak begitu sempurna memang, ditambah parasnya yang cantik, SEMPURNA.


" iya Ma Sheila inget.... " jawabku singkat,


" dia hebat banget La, udah cantik...pintar...bisa dapat suami kaya dan terpandang lagi, dia nikah sama anaknya Walikota La...hebat yah... " ucap Mama menggambarkan betapa kagumnya ia pada sosok Dahlia, yang meski berasal dari keluarga sederhana namun bisa begitu membanggakan orangtua, membuatku merasa semakin bersemangat untuk berkuliah supaya bisa memperbaiki masa depanku.


" kamu punya Gaun kan La??? nanti pakai Gaun yang bagus ya, karena tamu yang datang ke pesta Dahlia pasti isinya banyak orang penting dan terpandang.


ah kebetulan Gaun yang aku pakai semalam bisa aku pakai ke acara itu, karena memang hanya itu Gaun bagus yang aku punya.


sesudah sarapan aku memilih untuk pergi ke kamar untuk nonton TV, kebetulan masuk kuliah masih sebulan lagi. jadi aku punya banyak waktu senggang, ah senangnya bisa bersantai lagi di kamarku, setelah beberapa bulan ini aku begitu sibuk, entah itu bekerja, sampai ikut kursus. lagipula hari ini Glen tidak berniat mengajakku kemana - mana karena Glen harus ke Surabaya selama 1 Minggu untuk urusan bisnisnya, yaitu Papi Glen membuka cabang usaha baru disana dan menyuruh anaknya langsung yang meng-handle.


baru ini kali pertama Glen pergi meninggalkan aku cukup lama untuk keperluan bisnisnya selama 8 bulan kami jadian. aku jadi sedikit melow, karena seminggu ke depan tidak dapat berjumpa dengan cowok tampanku itu. huhu, semoga saja Glen tidak melirik gadis - gadis cantik disana, kalau sampai iya aku jitak kepalanya, pikirku sebal.


bagiku yang baru pertama kalinya merasakan jatuh cinta sedalam ini, pastinya cemburu jadi bagian dari perasaan yang timbul, karena sudah merasa saling memiliki, siapapun tidak ada yang suka jika barang miliknya diambil orang, ahhh...kenapa lama - lama aku mirip seperti Glen, gumamku.


############


hari Minggu pun tiba, sebelumnya aku sudah bilang ke Glen hendak menemani Mama ke acara pernikahan sepupuku, Glen pun berpesan padaku agar bisa jaga diri dan tidak mau didekati lelaki manapun, bahkan ia menelpon ku berkali - kali memastikan aku menuruti permintaannya, huft....dasar cowok terposesif se KABUPATEN, ckck.

__ADS_1


untuk sampai ke gedung yang berada di salah satu kawasan elit di Jakarta, aku dan Mama memilih untuk naik taksi online yang sejak jam 10 sudah ku pesan agar kami bisa sampai disana on time.


aku kembali memakai gaun maroon pemberian Glen beberapa hari yang lalu. Mama tak henti-hentinya memuji kecantikan ku.


setelah satu setengah jam lamanya akhirnya kami sampai, wah gedungnya cukup mewah, gumamku kagum. Gedung yang memiliki aula besar dan di dekor secantik mungkin terlihat begitu sempurna, banyak sekali bunga disana, membuatnya terlihat seperti taman bunga dengan berbagai macam jenis bunga. tamu yang datang pun begitu ramai, orang - orang yang datang terlihat begitu rapi dengan jas dan gaun juga kebaya modern. ah untung saja aku pakai gaun ini, setidaknya aku tidak kalah dengan mereka.


tanpa sadar kehadiranku membuat orang-orang disana menoleh ke arahku, membuatku salah tingkah karena merasa ada yang salah denganku. Mama pun tersenyum bangga lalu berbisik " tuh liat....saking cantiknya kamu sampe diliatin orang - orang tuh..." ujar Mama bangga.


Mama pun dihampiri oleh saudara - saudaranya yang melepas kangen karena sudah lama tak berjumpa. semenjak Bapak sakit, Mama jadi jarang berkumpul dengan saudaranya, waktu Mama tersita untuk menjaga Bapak di rumah.


" hei Sheila...kamu makin cantik aja sekarang...." puji Tante Rita seraya mencium pipiku. aku hanya bisa tersipu malu mendengar pujian wanita paruh baya sepupu jauh Mama itu, tampilannya sangat Glamour berbeda sekali dengan Mama yang tampak sederhana. sebetulnya suami Tante Rita yang adalah seorang Jendral bintang 3 dulunya pacar Mama semasa muda, kebetulan mereka 1 kampus, namun karena tidak mendapat restu dari orangtua, yaitu kakekku yang merasa kasta om Arnold terlalu tinggi sedangkan Mama hanya berasal dari keluarga sederhana. hingga akhirnya Mama bertemu dan jatuh cinta dengan Bapak lalu menikah, begitu pula om Arnold yang akhirnya melabuhkan hatinya pada wanita yang dikenalkan temannya yang ternyata adalah sepupu jauh Mama. tiba - tiba sesosok cowok tampan dan gagah datang menghampiri sambil tersenyum.


" hai Tante Renata (Mamaku)... apa kabar??? " sapanya seraya mencium tangan Mama. siapa dia??? tanyaku dalam hati penasaran, karena tiba - tiba ia muncul begitu saja apalagi sok kenal sama Mama.


suara Mama pun memecahkan lamunanku.


" Wahhhh....Radith, kamu udah besar aja yah....Tante sampe pangling udah lama banget gak ngeliat, terakhir kali ketemu waktu kamu SMA " ujar Mama begitu terkejut sambil memukul bahu cowok itu.


" iya Mba ... gak kerasa yah anak - anak udah pada besar aja...hehe " ucap Tante Rita pada Mama.


kebetulan om Arnold sudah 5 tahun yang lalu meninggal, sehingga kini Tante Rita hanya sibuk mengurus ketiga anaknya. Kekayaan Om Arnold pun tak perlu diragukan, selain menjadi Jendral bintang 3, om Arnold punya begitu banyak usaha di bidang kuliner dan retail di seluruh Indonesia, tanpa embel - embel Jendral pun sebenarnya Om Arnold sudah kaya, mengingat Ayahnya Suhadi Handoyo yang memang seorang konglomerat.


" owh iya....Ini siapa Tante??? " tanya Radith penasaran seraya menunjukku.


" ini anak Tante Dith, anak bungsu Tante perempuan satu-satunya, abangnya pada sibuk kuliah dan cuma Sheila yang bisa nemenin Tante kesini karena kan om kamu udah sakit - sakitan sekarang " Mama menjelaskan pada Radith yang tampak begitu tertarik.

__ADS_1


Radith pun dengan percaya dirinya menyodorkan tangan hendak bersalaman denganku, akupun buru - buru menyambut tangannya.


__ADS_2