Sayang, Apa Kau Menyesal??

Sayang, Apa Kau Menyesal??
Episode 39 " Aku yang lama sudah mati "


__ADS_3

Banyak orang bilang, bahwa seseorang bisa saja berubah ketika sudah sakit hati. Dan bagiku itu benar adanya. Semenjak kejadian penculikan seminggu yang lalu, aku merasakan perbedaan dalam diriku. Aku merasa harga diriku di injak-injak dengan cara yang menjijikan. Aku tahu Aku adalah seorang gadis polos nan bodoh yang miskin, yang tidak bisa kuliah tanpa bantuan Glen. Bekerja saja aku hanya menjadi seorang pelayan, mana mungkin aku bisa membiayai kuliahku sendiri. Tapi apa perlakuan mereka yang seperti binatang itu pantas??? tentu Tidak, aku akan membalaskan dendam ku padamu Glen, Supaya Kamu menyesal telah menyakitiku sedemikian rupa SAYANG!


Aku akan buktikan pada dua manusia menjijikan itu, bahwa aku tidak sehina yang mereka pikir meskipun aku memang terlahir dari keluarga yang miskin. Untukmu Glen dan Angel, terimalah pembalasanku...


***


Sheila masih memiliki tabungan uang yang selama ini Glen berikan padanya setiap bulan. Ia berpikir hendak merubah dirinya menjadi lebih cantik dan menawan, hingga tak satupun lagi ada orang yang bisa merendahkannya. Apalagi ia menyadari bahwasanya dirinya cantik, sehingga ia tinggal memoles sedikit lagi agar para laki-laki bertekuk lutut padanya.


Sudah seminggu Glen tidak mengirim pesan atau bahkan menelpon Sheila, ya laki - laki brengsek itu mungkin sedang bersenang-senang dengan kekasih seksinya itu.


Sheila memutuskan untuk berhenti berkuliah, namun ia tidak mengatakan yang sebenarnya pada Mamanya. supaya ia punya kesempatan untuk keluar rumah tanpa banyak alasan pada Mamanya. Ia merasa pendidikan tak lagi penting, karena yang penting baginya kali ini adalah membalaskan dendamnya.


***


Sheila pun sudah menanggapi sinyal - sinyal suka dari Radith. sudah selama seminggu ini mereka lebih intens saling mengirim pesan bahkan menelpon. Sheila merasa Radith adalah sosok tepat yang dapat ia gunakan untuk membalaskan dendamnya, sebab Radith adalah anak orang kaya raya yang tidak kalah dengan Glen bahkan mungkin lebih.


Radith merasa begitu bahagia melihat respon dari Sheila yang dalam seminggu ini ia rasa berubah drastis. Tanpa harus bersusah payah untuk melakukan hal-hal kotor, Sheila pun luluh dengan sendirinya, baguslah... pikir Radith, mana ada wanita yang mampu menolak pesona Radith yang tampan dan kaya raya.


Bahkan Radith ingin sekali berubah menjadi lelaki setia jika Sheila mau menerimanya sebagai kekasih. Entah kenapa, Radith yang memiliki masa lalu yang kelam alias gemar main wanita ingin sekali menjalin hubungan yang serius dengan gadis yang sudah membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama itu, Apapun akan aku berikan untukmu Sheila, Aku akan mencintaimu seutuhnya.


***

__ADS_1


Sudah cukup selama seminggu ini Radith hanya mengirim pesan dan menelpon Sheila, ia sudah tidak tahan untuk melakukan pendekatan nya secara langsung dengan bertemu dengannya. Radith pun memberanikan diri untuk mengajak Sheila pergi keluar bersamanya. Tanpa ia duga sebelumnya, Sheila tidak menolak sama sekali, membuat hati Radith begitu riang.


" Ma... Sheila mau jalan sama Aku... " ujar Radith sambil tersenyum senang pada Rita ketika mereka sedang menikmati sarapannya.


" wah....akhirnya... kamu keliatan senang sekali Dith... " ledek Rita ikut merasakan kebahagiaan yang anaknya itu rasakan.


" pasti lah Ma... gimana Radith gak senang, secara Susah sekali membuat Sheila mau merespon pendekatan Radith, apalagi ada pacarnya yang Arogan itu... " ungkap Radith sekilas kesal membayangkan Glen.


" iya Dith... pokoknya Mama dukung kamu... semoga pendekatan kamu berhasil yah sama Sheila, lekas menikah dan kasih Mama cucu, soalnya Mama udah ubanan nih sudah sepantasnya memiliki cucu... " Tukas Rita sambil senyum-senyum membayangkan dirinya yang ingin menimang cucu.


" Haha...Mama bisa saja, iya Ma...makanya Mama doain Radith yah biar semuanya berjalan dengan Lancar.... " ucap Radith sambil menggenggam tangan Rita lembut.


" pasti sayang.... " Angguk Rita dengan tersenyum, ia dapat melihat pancaran ketulusan Radith anaknya pada Sheila gadis yang mampu membuat anak sulungnya itu berubah semenjak kembali ke Indonesia, dan itu membuatnya bahagia hingga tidak mempedulikan latar belakang Sheila yang terlahir dari keluarga sederhana, baginya kebahagian anaknya jauh lebih penting karena harta yang ia miliki sudah begitu melimpah dan ia tidak butuh apa - apa lagi selain melihat anak - anaknya bahagia.


***


Glen bukannya menyerah pada keadaan, tentu tidak, selama ia hidup ia tidak akan melepaskan Sheila begitu saja, ia hanya butuh waktu untuk memikirkan cara yang tepat untuk melancarkan serangan baliknya, tanpa ia sadari dalam seminggu ini gadis yang ia cintai sudah berubah, tidak sepolos dulu lagi.


***


Sheila mengiyakan ajakan Radith untuk makan malam bersama. Ia merasa harus tampil sempurna agar Radith semakin menyukainya dan tidak mampu berpaling darinya, supaya Rencana Balas dendam Sheila bisa berjalan dengan mulus.

__ADS_1


Siangnya ia pergi ke salon untuk gunting rambut, merubah gaya rambutnya yang terlihat menyedihkan ketika ia melihat pantulan dirinya di cermin, ia benci melihat dirinya yang lama, yang polos dan bodoh, ia tidak mau lagi menjalani peran itu, tidak Akan.


Sheila sibuk memilih berbagai macam model rambut yang terdapat dalam sebuah majalah di Salon, lalu ia memilih potongan rambut yang tidak terlalu pendek, karena ia benci rambut pendek, rambutnya tetap panjang namun di beri sedikit sentuhan agar terlihat berbeda dan cocok pada dirinya.


setelah selesai ia berdecak kagum melihat penampilan barunya yang nampak sangat cocok sekali, seakan-akan ia melihat orang lain di depan cermin. Respon yang sama pun di berikan oleh sang stylish.


" wah...Kaka terlihat semakin cantik... seperti seorang Artis saja... " pujinya.


" ahh... terimakasih Kak, berkat keahlian Kakak aku bisa secantik ini... " Balas Sheila sambil tersenyum.


Ia pun beranjak keluar dari salon dan hendak membeli beberapa baju baru dan juga make up, ia ingin berubah total, tidak main-main.


Sheila banyak membeli dress, atasan yang kece dan celana juga rok yang modelnya kekinian, ia sudah lelah menjadi Sheila yang norak dan tidak modis. Ia juga membeli beberapa jenis parfum yang wanginya sangat enak untuk menunjang penampilannya. setelah selesai ia bergegas pulang ke rumah untuk mempersiapkan dirinya tampil secantik mungkin untuk pergi bersama Radith.


sesampainya di rumah, Luna melirik belanjaan Sheila yang tampak banyak, ia bergumam dalam hati dan merasa iri sekali melihat Sheila bisa berbelanja sesuka hatinya, jelas saja... Ia punya Glen yang seperti Bank berjalan, huh... keluhnya.


Sheila tidak mempedulikan lirikan sinis Luna padanya, ia bahkan sudah tidak peduli lagi dengannya, mau ia merancang rencana jahat apapun lagi terserah, baginya Luna hanya batu kerikil kecil yang bisa ia tendang kapan saja ketika ia mau. Sheila pun langsung masuk ke kamarnya dan menguncinya rapat - rapat. Mengeluarkan semua belanjaannya, ia memutuskan untuk memakai dress berwarna silver dengan bahu yang sedikit terbuka, meski potongannya terlihat casual, tapi sangat cocok di tubuh Sheila, membuat kulit cerahnya semakin terpancar. Ia tidak mungkin memakai jeans dan kaos biasa ketika berjalan dengan Radith, ia akan memantaskan dirinya agar seimbang dengan Radith yang tajir dan tampan itu.


Ia pun bergegas mandi, karena 2 jam lagi Radith akan datang menjemputnya.


setelah selesai mandi ia pun memakai kimononya. Lalu memilih berdandan terlebih dahulu sebelum memakai dress nya. Ia memilih warna lipstik yang lebih berani kali ini, dan riasan yang agak sedikit tebal namun tidak menor, malah semakin menonjolkan kecantikannya. Lalu setelah make up ia beralih pada rambutnya, ia mem blow rambutnya agar terlihat sedikit bervolume. yang terakhir ia mengenakan dress nya lalu membubuhkan parfum di seluruh tubuhnya. Ah, Aku sudah siap, gumamnya sambil tersenyum cantik melihat pantulannya di cermin yang begitu menawan.

__ADS_1


" Aku siap untuk Malam ini.... " ujarnya.


bersambung


__ADS_2