Selir Kecil Kaisar Xiao San

Selir Kecil Kaisar Xiao San
Bab 16 : Dia Hidup Kembali


__ADS_3

Sesuai perintah kaisar, Kasim Li mengawetkan tubuh Xixi. Tabib istana membuat ramuan dari bahan-bahan herbal terbaik agar dapat mengawetkan jasad Xixi. Tidak mengherankan lagi bahwa Xixi seorang dayang istana paling rendah menjadi orang yang mendapatkan perlakuan istimewa karena demi kebaikan pangeran.


Seharusnya efek dari obat khusus yang dibuat oleh Xixi hanya bertahan seminggu. Xixi seharusnya sudah bisa sadar dari kematian palsunya. Namun karena pengaruh ramuan pengawetan obat dan suhu sangat rendah yang mengelilingi tubuh Xixi, membuat kontraksi antar ramuan itu. Hingga akhirnya tubuh Xixi mengalami kondisi vegetatif. Saat ini dia berada dalam keadaan koma. Jika keadaan ini berlangsung lebih dari tiga bulan, maka Xixi akan benar-benar mengalami kematian.


Sudah sebulan berlalu, pangeran masih belum sadarkan diri. Kaisar mencari ke seluruh wilayah untuk mendapatkan tabib yang terbaik. Kaisar membuka sebuah sayembara, jika tabib itu adalah seorang pria maka akan diangkat menjadi tabib istana tertinggi, namun jika tabib itu adalah seorang wanita maka akan dijadikan selir pangeran. Kaisar akan melakukan apapun demi pangeran.


Jiang Xi memutuskan untuk menyamar menjadi seorang tabib. Dia datang ke istana dan mengikuti sayembara yang dibuat oleh kaisar. Jiang Xi memeriksa kondisi pangeran yang masih dalam keadaan koma. Faktanya Xixi tidak mengerti cara pengobatan, dia hanya memeriksa secara acak dan membuat diagnosis palsu. Jiang Xi mengatakan bahwa pangeran Xiao San bisa bangun dari koma, jika Xixi dapat dibangkitkan lagi dari kematian. Kaisar yang mendengar pernyataan itu sangat terkejut. Bagaimana seseorang yang sudah mati selama hampir dua bulan bisa bangkit kembali.


Jiang Xi menyombongkan kemampuannya dan meminta agar dapat membangkitkan Xixi dari kematian. Seluruh tabib istana menganggap Jiang Xi sebagai tabib gila. Namun itu adalah syarat utama untuk menyembuhkan pangeran dengan membangkitkan Xixi. Kaisar yang meragukan tabib gila ini, mencoba memberikannya kesempatan untuk melakukannya. Jiang Xi dibawa ke tempat penyimpanan tubuh Xixi. Jiang Xi meminta semua orang untuk meninggalkannya sendiri saat sedang melakukan pengobatan.


Jiang Xi mengambil ramuan khusus untuk menetralisir ramuan obat sebelumnya. Dia memberikan ramuan khusus itu secara bertahap selama seminggu. Jiang Xi memberikan ramuan itu dengan hati-hati, karena Xixi pernah berpesan bahwa takaran yang salah ataupun waktu yang salah dalam pemberian penawar obat itu justru akan membuat kematian bagi Xixi. Jiang Xi melakukan semua ini dengan rasa cemas dan takut, dia tidak ingin melakukan kesalahan.


Seminggu sudah berlalu, tubuh Xixi mulai memberikan respon yang baik. Secara bertahap suhu tubuhnya mulai menghangat dan kulitnya mulai kembali ke warna semula. Jiang Xi terus memantau perubahan tubuh Xixi. Setiap perubahan kecil akan diawasi dengan baik. Hingga akhirnya Xixi bangkit kembali. Dia membuka matanya dan mencoba menyadarkan dirinya secara menyeluruh.


"Apakah kamu sudah sadar?" tanya Jiang Xi cemas


"Hm." jawab singkat Xixi.

__ADS_1


"Berikan aku minum." ucap Xixi pelan.


Jiang Xi memberikan minum kepada Xixi. Dia memeriksa kembali keadaan Xixi dan semua sudah kembali normal. Setelah memastikan semua baik-baik saja, Jiang Xi memanggil kaisar dan kasim Li. Mereka masuk dan melihat Xixi. Mereka sangat terkejut dan tidak percaya, Xixi kembali hidup. Dia kembali hidup. Kaisar menganggap Jiang Xi sebagai dewa tabib. Dia benar-benar memiliki kemampuan di atas tabib istana terbaik. Setelah Xixi bangun. Jiang Xi meminta ijin kepada kaisar agar dapat membawa Xixi dalam pengobatan pangeran dan kaisar menyetujuinya.


Xixi menuju kediaman pangeran. Xixi terkejut melihat kondisi pangeran yang sedang koma. Xixi memeluknya dengan erat. Dia menangis melihat keadaan pangeran yang lemah dan tidak berdaya.


"Pangeran, lihat aku disini." bisik Xixi di telinga pangeran.


Xixi mengecup lembut kening pangeran dan memegang lembut tangannya. Dia tidak menyangka bahwa pangeran memiliki perasaan yang sangat besar terhadap dirinya. Xixi memeriksa kondisi pangeran. Dia sedikit tenang saat mengetahui pangeran masih bisa diselamatkan. Jiang Xi yang berpura-pura sudah memeriksa pangeran, meminta kepada kaisar agar mencari beberapa tanaman khusus di gunung dekat perbatasan utara untuk memulihkan kondisi pangeran. Kaisar memerintahkan beberapa pengawal istana dan tabib istana untuk mencari tanaman itu.


"Xixi." bisik pangeran dengan suara lemah.


"Pangeran sudah sadar?" tanya Xixi lembut.


"Apakah aku sedang bermimpi?" tanya pangeran dan kemudian menutup matanya kembali.


Xixi terkejut melihat pangeran yang kembali tidak sadarkan diri. Dia memeriksa kondisi pangeran dan memeriksa lebih teliti apakah ada kesalahan. Xixi mencoba menenangkan dirinya dan memeriksa sekali lagi. Sepanjang hari Xixi berusaha menjaganya. Dia tidak ingin gagal dan akhirnya kehilangan pangeran. Meskipun baru sadar dari koma, Xixi tidak pernah beristirahat. Dia selalu menjaga pangeran tanpa lelah. Esok paginya, pangeran kembali membuka matanya. Xixi sangat senang.

__ADS_1


"Pangeran, apakah kamu baik-baik saja?" tanya Xixi lembut sambil memegang tangannya.


"Xixi." panggil pangeran lemah.


"Aku disini." Xixi tersenyum lembut sambil memegang pipi pangeran dengan lembut.


"Istirahatlah." ucap Xixi dan mencoba bangun dari ranjang pangeran.


"Jangan pergi." bisik pangeran sambil memegang erat tangan Xixi


"Aku akan selalu disisi pangeran. Biarkan aku mengambil makanan dan obat untukmu." ucap Xixi tersenyum kecil.


Xixi memberikan makan dan obat kepada pangeran. Xixi menjaganya dengan baik. Sepanjang hari Xixi berada di samping pangeran hingga dia tertidur.


"Aku tidak akan membiarkan kamu menderita lagi." bisik Xixi lembut dan meneteskan air matanya.


Kaisar yang melihat putranya sudah sadar kembali, membuat perasaannya senang. Rasa cemas dan takut hilang begitu saja. Dia sangat senang dengan pengobatan Jiang Xi. Sesuai dengan janjinya, akhirnya Jiang Xi diangkat menjadi tabib istana tertinggi. Dia dapat hidup mewah di istana dan sekaligus dapat menjaga Xixi dari jarak dekat. Bagaimanapun juga tugas Jiang Xi adalah menjaga Xixi. Meskipun sudah tidak ada kesempatan bagi Jiang Xi untuk mendapatkan cintanya, namun dia cukup bahagia menjaga dan melindungi Xixi dengan baik. Cinta Jiang Xi sangat suci, dia rela mengorbankan segalanya demi kebaikan orang yang dicintainya. Dia tidak akan meminta imbalan apapun dari pengorbanannya ini. Bagi Jiang Xi dengan melihat senyuman di wajah Xixi, itu cukup baginya. Xixi adalah cintanya yang pertama dan terakhir.

__ADS_1


__ADS_2