
Setelah hukumannya berakhir. Siang itu setelah melakukan tugasnya dengan kaisar, pangeran menjenguk selir kecil di kediamannya. Seperti biasa pangeran menyapa selir kecil yang masih tidur panjang.
"Selir kecil apakah kamu tidak merindukan aku?" bisik pangeran.
"Sudah sebulan aku tidak melihat wajahmu, aku sangat merindukanmu." bisik pangeran dengan mesra.
Pangeran mengecup lembut kening dan ujung hidung selir kecil. Dia tersenyum bahagia karena bisa melihat selir kecilnya lagi. Tabib istana datang dan menyadarkan pangeran dari lamunannya. Dia memeriksa keadaan selir kecil.
"Dia sudah mulai membaik." ucap tabib istana.
"Pangeran mengapa sejak awal kita tidak memberi tahu keadaan selir kecil kepada tabib istana Jiang Xi. Mungkin saja dia akan lebih cepat menyembuhkan selir kecil." tanya tabib istana penasaran.
"Sebelum selir kecil mengalirkan energi murni kepadaku. Dia berpesan agar tidak memberitahukan apapun ke Jiang Xi. Aku hanya ingin melakukan keinginannya." ucap pangeran.
Tabib istana benar, mungkin saja Jiang Xi bisa menyembuhkannya lebih cepat. Namun pangeran masih belum bisa memahami mengapa selir kecil tidak memperbolehkan memberitahunya. Pangeran hanya bisa berharap dari kemampuan tabib istana ini. Tabib istana pergi meninggalkan kediaman selir kecil setelah memeriksanya. Pangeran masih setia menemani selir kecil di dalam kamar itu.
"Pangeran." suara lirih memanggil.
"Pangeran." panggilan itu terdengar kembali.
"Selir kecil aku disini. Aku disini." ucap pangeran penuh semangat.
"Aku disini. Lihatlah " pangeran berkata dengan perasaan senang.
"Apa pangeran baik-baik saja?" tanya selir kecil pelan dalam keadaan setengah sadar.
"Jangan pikirkan tentang aku. Bagaimana keadaanmu?" tanya pangeran cemas.
"Aku sudah lebih baik. Bisakah pangeran mengambil kantong obatku yang berada di lemari itu?" ucap selir kecil lemah.
Pangeran dengan sigap langsung mengambilkan kantong obat itu di lemarinya. Dia membuka kantong itu dan melihat hanya ada satu pil berwarna emas. Pangeran memasukkan pil itu ke dalam mulut selir kecil. Reaksi pil itu mulai terlihat, tubuh selir kecil mengeluarkan sebuah cahaya seperti energi yang mengalir ke seluruh tubuhnya. Pangeran dapat melihat cahaya itu terus mengalir bersama aliran darah. Pangeran hanya dapat melihat pemulihan energi yang dilakukan oleh selir kecil. Pangeran tak menyangka bahwa selir kecilnya bukanlah orang sembarangan. Yang mengejutkan adalah pangeran dapat melihat dengan jelas untuk sesaat saat energi itu mengalir. Peristiwa ini merupakan sebuah pemandangan yang sangat berharga, walaupun hanya sesaat dia dapat melihat wajah mungil dan lembut selir kecil. Sangat cantik. Tubuh selir kecil kini sudah pulih kembali. Energinya telah kembali.
__ADS_1
"Pangeran kemari, mendekat padaku." ucap selir kecil dengan lembut.
Pangeran yang masih bisa melihat wajah selir kecil, begitu terpesona. Dia merasakan jatuh cinta untuk kedua kalinya. Pangeran mendekati selir kecil.
"Selir kecil kamu sangat cantik." ucap pangeran dengan mata berbinar.
"Kamu dapat melihatku pangeran?" tanya selir kecil penasaran.
"Hm, aku dapat melihat wajah cantikmu." ucap pangeran sambil menyentuh lembut wajah selir kecilnya.
Selir kecil terkejut dengan perkataan pangeran. Dia memeriksa mata pangeran dan tersenyum kecil. Rupanya energi murni itu benar-benar memulihkan semua organ di dalam tubuhnya. Hanya saja penglihatan ini bersifat sementara. Pangeran masih memerlukan donor mata untuk penglihatannya.
"Selir kecil." bisik pangeran menggodanya.
"Biarkan aku menyentuhmu dan melihatmu seperti ini. Aku ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk bersamamu." bisik lembut pangeran di telinganya.
Pangeran melihat wajah selir kecil dengan penuh cinta. Dia menyentuh setiap bagian dari wajah itu dengan penuh kekaguman. Dia terus menyentuh dan mengecup setiap bagian wajah cantik itu secara perlahan. Selir kecil sangat menggoda dirinya. Napas keduanya mulai tak beraturan. Tatapan keduanya mulai berhasrat. Pangeran mulai melepaskan pakaian sutra milik selir kecil. Dia terus memandangi dan menyentuh setiap bagian lembut dan halus tubuh selir kecil.
"Panggil namaku." ucap pangeran sambil mengecup tekuk leher selir kecil.
"Xiao San." bisik lembut selir kecil.
Pangeran tersenyum kecil dan terus melakukan penjelajahan ke setiap sudut tubuh selir kecilnya. Setiap sudut yang disentuh membuat napas selir kecil semakin kencang dan tak beraturan.
"Pangeran, aku mohon berhenti." bisik selir kecil yang tak mampu menahan godaan ini.
Pangeran tersenyum licik dan tidak mendengarkan permohonan selir kecil. Diawali dengan sebuah kelembutan, pangeran mulai tidak dapat menahannya. Akhirnya pangeran tidak dapat menahan diri, dia kehilangan kendalinya. Dia menjadi arogan dan brutal. Siang itu keduanya bertemu dan bersatu tanpa sadar dan tidak dapat dikendalikan. Keduanya saling melepaskan kerinduan dan hasrat mereka. Tak peduli dimana mereka ataupun sekitar mereka. Keduanya benar-benar kehilangan kendali atas kesadaran mereka. Keduanya hanya ingin melepaskan semuanya.
Malam pun tiba, mereka sudah kelelahan. Keduanya sudah tertidur dalam pelukan. Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu memanggil mereka.
"Pangeran, waktunya makan malam." ucap dayang istana.
__ADS_1
"Siapkan makanan itu satu jam lagi. Aku masih ingin beristirahat." ucap pangeran.
Pangeran melihat ke arah selir kecilnya. Dia menyadari bahwa penglihatan telah hilang kembali. Kini semua kembali terlihat gelap. Pangeran tidak menyesalinya. Dia sangat bersyukur mendapatkan kesempatan untuk melihat wajah selir kecil walaupun hanya sesaat. Bahkan dapat menikmati kemesraan berdua dengan selir kecil dengan melihat wajahnya. Mungkin kenangan penglihatan itu cukup baginya untuk diingatnya selamanya.
"Pangeran." ucap selir kecil pelan.
"Kamu sudah bangun?" ucap pangeran sambil mengecup ujung hidung selir kecil.
"Hm, aku sangat bahagia." ucap selir kecil lembut.
"Aku juga sangat bahagia." ucap pangeran tersenyum kecil.
"Bagaimana dengan matamu pangeran?" tanya selir kecil penasaran sambil menyentuh pelan matanya.
"Hm, aku baik-baik saja. Penglihatan itu telah hilang kembali." ucap pangeran dengan tenang.
"Aku berjanji akan membuatmu bisa melihat kembali. Aku harap kamu tidak putus asa." ucap selir kecil mencoba memberikan semangat.
"Hm, aku percaya padamu." ucap lembut pangeran.
Keduanya bangun dari ranjangnya dan membersihkan diri mereka. Keduanya sangat bahagia. Kejadian siang itu sangat berharga bagi mereka. Terlebih lagi kejadian itu bisa dianggap sebagai latihan bersama mereka untuk menyatukan energi yin dan yang. Penyatuan energi yin dan yang itu sepertinya telah berhasil. Tubuh mereka terasa lebih ringan. Organ-organ di dalam tubuh mereka terasa lebih sehat. Mereka dapat merasakan energi yang mengalir dalam tubuh mereka.
Malam itu mereka makan bersama. Dalam kesempatan itu, pangeran ingin mengatakan yang sebenarnya kepada selir kecil.
"Selir kecil ada yang ingin aku sampaikan padamu." ucap pangeran ragu.
"Apa itu pangeran?" ucap selir kecil lembut.
"Aku.. Aku minta maaf." ucap pangeran sambil bersujud.
"Bangunlah pangeran. Katakan ada apa?" tanya selir kecil.
__ADS_1
"Aku.." ucap pangeran ragu.