Selir Kecil Kaisar Xiao San

Selir Kecil Kaisar Xiao San
Bab 38 : Bukit Gua Perak (Part 2)


__ADS_3

Pangeran terus mengawasi pengawasan pengobatan itu. Terkadang dia akan tertidur karena kelelahan menjaga tubuh selir kecilnya. Sudah sebulan pengobatan itu terus berlangsung. Pangeran sangat bersyukur berada di dalam bukit gua perak. Disana sudah tersedia air jernih yang sangat segar dan makanan yang melimpah. Disana terdapat banyak sekali buah-buahan dan hewan buruan yang dapat ditangkap olehnya.


Sambil mengawasi pengobatan selir kecil, pangeran juga menyerap energi murni yang ada di dalam gua perak itu. Seperti yang pernah diajarkan oleh selir kecil, pangeran menyerap energi murni itu memulihkan semua organ-organ di dalam tubuhnya. Energi murni itu sangat menyegarkan, setiap energi yang mengalir di dalam tubuhnya akan terasa sangat luar biasa. Energi murni itu dapat memperlancar aliran darah dan membuat tubuh pangeran menjadi lebih kuat untuk mempelajari ilmu pedang yang pernah diajarkan oleh selir kecilnya.


Setiap pagi pangeran akan berburu hewan untuk dimakan dan setiap siang dia akan melatih ilmu pedangnya. Di sore hari dia akan membersihkan tubuh selir kecil dan meminumkan obat yang diberikan oleh tabib muda itu. Hanya dalam waktu tiga bulan, hasil pengobatan itu mulai terlihat. Semua luka di tubuh selir kecil mulai pulih seperti semula. Wajahnya pucat nya mulai berubah menjadi kemerah-merahan. Tubuhnya yang sangat kurus berubah menjadi lebih berisi. Detak jantung yang berdetak sangat lambat kini mulai stabil. Semua terlihat normal.


Saat itu karena kelelahan, pangeran tertidur di samping selir kecil. Dia memegang tangan selir kecil dengan erat. Dia tidak ingin melepaskannya. Hanya ingin berada di sampingnya. Pangeran tertidur cukup lama. Tiba-tiba seekor kupu-kupu hinggap di wajahnya dan membuatnya bangun dari tidurnya. Pangeran menepis kupu-kupu itu dari wajahnya, namun dia terkejut saat kupu-kupu itu terbang menuju ke arah selir kecilnya. Pangeran sangat terkejut saat melihat tubuh selir kecil berubah. Tubuhnya dibungkus oleh sulur itu hingga membentuk sebuah kepompong. Kepompong itu membuat selir kecil tidak terlihat. Kepompong itu dihinggapi banyak sekali kupu-kupu. Pangeran panik, tubuh selir kecilnya tak terlihat lagi.


"Selir kecil." teriak pangeran dengan panik.


Pangeran berusaha membuka kepompong itu, dia ingin mengeluarkan tubuh selir kecilnya. Namun semakin keras pangeran mencoba untuk membukanya, semakin kuat kepompong itu membungkus selir kecil. Pangeran semakin panik, sudah banyak usaha yang dilakukan olehnya, namun semua sia-sia. Dia selalu gagal menghancurkan kepompong itu.


"Selir kecil." teriak pangeran penuh keputusasaan.


"Aku mohon.. Aku mohon.." ucap pangeran sambil berusaha menghancurkannya.


Sepanjang hari pangeran berusaha, namun selalu gagal. Kini dia hanya menunggu kepompong itu akan terbuka sendiri. Hatinya tidak tenang, dia selalu mondar-mandir mengecek keadaan selir kecil. Dia tidak ingin kehilangan selir kecilnya. Sudah seminggu ini berjalan, namun kepompong itu belum terlihat tanda-tanda akan terbuka. Kondisinya masih sama.


Pangeran memasrahkan semuanya. Dia hanya mampu berdiri di samping kepompong selir kecilnya. Pangeran memeluk kepompong itu dan menitikkan air matanya di kepompong itu. Air mata itu menyerap ke dalam kepompong itu dan membuat kepompong itu retak. Retakan itu mengeluarkan sebuah cahaya terang. Pangeran mencoba menghalangi cahaya yang masuk ke dalam matanya dengan tangannya. Pangeran berusaha melihat apa yang sedang terjadi. Saat cahaya itu menghilang, dia melihat tubuh selir kecilnya yang sudah pulih secara menyeluruh. Pangeran sangat senang melihat itu, dia tersenyum bahagia.

__ADS_1


"Selir kecil" panggil pangeran sambil menyentuh wajahnya.


Pangeran tidak percaya dengan semua ini. Dia sangat senang, dia memeluk tubuh selir kecilnya dengan erat memastikan bahwa semua ini adalah nyatanya. Dia dapat merasakan detak jantung selir kecil. Dia dapat merasakan napas selir kecil. Pangeran dengan lembut mencium bibir selir kecilnya. Dia tersenyum sangat lebar. Ini adalah hari terbaik dalam hidupnya. Dia bisa melihat selir kecilnya kembali.


"Pangeran" panggil pelan selir kecil.


"Aku disini. Aku disini selir kecil." ucap pangeran dengan penuh semangat.


"Pangeran." panggil selir kecil sekali lagi.


"Aku disini. Aku disini bersamamu." ucap pangeran sambil memegang tangan selir kecil.


"Terima kasih telah kembali padaku." ucap lembut pangeran.


Pangeran mengecup telapak tangan selir kecil dan mengusap kembali pipi lembutnya. Dia tersenyum dengan sumringah. Ini adalah hari yang paling bahagia untuknya. Selir kecil mencoba bangun dan memeluk pinggang pangeran. Selir kecil menyandarkan kepalanya di dada pangeran sambil memeluk erat pangeran.


"Maafkan aku. Aku tidak bisa menjaga anak kita." bisik pelan selir kecil dengan suara penuh kesedihan dan penyesalan.


"Maafkan aku pangeran." ucap selir kecil pelan.

__ADS_1


"Jangan katakan itu. Kamu adalah yang terbaik. Aku yang tidak kompeten sebagai seorang suami. Aku yang telah lalai dalam menjagamu dan anak kita. Aku berjanji akan selalu menjagamu dengan baik." ucap pangeran mencoba menenangkannya.


Selir kecil menangis di dalam pelukan pangeran. Dia masih sangat menyesali atas kehilangan calon bayinya. Rasa dendam di hatinya terhadap putri Ye Xiwu dan menteri keuangan sangat mendalam. Dia hanya ingin mereka semua membayar hutang dendam ini. Pangeran yang mendengar tangisan selir kecil hanya mampu menenangkannya dengan pelukan yang hangat. Dia hanya ingin membantu selir kecil untuk melepaskan rasa sakit di hatinya.


"Aku akan selalu bersamamu. Apapun yang kamu inginkan, aku akan mendukungmu." ucap lembut pangeran.


Selir kecil mencoba menenangkan dirinya dan tersenyum kecil saat melihat wajah tampan pangeran. Selir kecil tersenyum kecil dan mengecup bibir pangeran. Pangeran yang terkejut dengan sikap selir kecilnya, mencoba membalas ciuman itu. Keduanya tersenyum dan tersipu malu.


Semenjak selir kecil pulih dari kritisnya, pangeran selalu berjalan bersama selir kecil. Pangeran membawa selir kecil berjalan-jalan mengelilingi bukit gua perak. Mereka pun berlatih bersama ilmu pedang. Mereka juga berlari bersama untuk menyerap energi murni di dalam bukit gua perak itu.


"Apa yang akan kita lakukan selanjutnya pangeran?" tanya selir kecil.


"Kita harus mencari sebuah bunga ajaib. Bunga itu dapat mengobati semua luka-luka baik di dalam maupun luar tubuhmu." ucap pangeran.


"Baiklah." ucap selir kecil lembut.


"Kita akan mencarinya bersama-sama. Aku akan membantumu untuk mendapatkannya." ucap pangeran dengan lembut.


Pangeran menggandeng tangan selir kecilnya. Mereka menghabiskan waktu bersama selama berada di dalam bukit gua perak. Mereka memanfaatkan momen ini untuk mendapatkan waktu berdua yang pernah dirampas oleh putri Ye Xiwu. Mereka hanya ingin hidup berdua saja dalam bukit gua perak.

__ADS_1


__ADS_2