
Pangeran membawa bubur dan obat untuk memulihkan tubuh selir kecil. Pangeran Xiao San dengan lembut menyuapi selir kecil yang masih lemah. Pangeran dengan penuh kehangatan merawat selir kecilnya. Selama beberapa pangeran secara tekun merawat selir kecilnya, dia menolak bantuan Chen Yi yang ingin membantunya.
Setelah beberapa hari menjalankan pengobatan, akhirnya selir kecil sudah pulih dengan baik. Dia sudah mampu untuk berjalan-jalan di sekitar tempat persembunyiannya. Hingga akhirnya dia bertemu dengan kasim Li. Melihat sosok kasim Li di depannya, selir kecil menampakkan raut wajah penuh dendam. Tanpa sadar dengan penuh amarah, dia mecoba menyerang kasim Li. Sebuah senjata rahasia dilempar ke arah kasim Li, namun kasim Li tidak mengelak dan hanya menerima senjata itu mengenainya. Perutnya tertusuk oleh senjata itu dan mengeluarkan banyak darah.
"Ayah angkat.." teriak Chen Yi saat melihat kasim Li yang jatuh dan terluka.
"Guru mengapa kamu melukai ayah angkat?" tanya Chen Yi dengan nada sedikit marah.
Selir kecil masih diam seribu bahasa dan hanya melihat saat Chen Yi membawa kasim Li. Ada pertarungan perasaan dalam hati selir kecil. Dia tak mampu mengendalikan amarahnya saat melihat kasim Li namun dia tak berdaya saat melihat kasim Li terluka olehnya. Pangeran Xiao San yang mendengar peristiwa itu langsung berlari menghampiri selir kecilnya. Dia sangat mengerti perasaannya, selir kecil masih mengingat dengan jelas masa lalunya yang kelam dua tahun lalu.
"Selir kecil ikutlah denganku." ajak pangeran dengan lembut.
Selir kecil tak berkata apa-apa. Dia hanya diam dan mengikuti pangeran Xiao San yang menggandengnya. Pangeran membawanya ke dalam kamar dan mencobanya menenangkannya. Dia memberikan teh hangat untuk menjernihkan pikiran selir kecil. Merasakan kesedihan yang dipendam oleh istrinya, dia mencoba memeluk selir kecil. Dia menepuk-nepuk punggungnya, untuk menenangkan pikirannya.
"Selir kecil tatap mataku." ucap pangeran dengan lembut.
Selir kecil menatapnya dengan tatapan kosong. Selir kecil kini sedang dalam pertarungan hati.
"Selir kecil dengarkan aku." ucap pangeran dengan lembut.
Pangeran mulai menceritakan semua kebenaran yang terjadi selama dua tahun yang lalu. Setiap kebenaran yang sudah diketahuinya, diceritakan secara rinci kepada selir kecil. Awalnya selir kecil hanya menampakkan wajah datar dengan tatapan kosong. Namun semakin banyak yang diceritakan oleh pangeran, ekspresi wajahnya mulai berubah. Terkadang dia menangis saat mengetahui penderitaan yang dialami oleh kaisar Xiao Ge dan kasim Li namun terkadang dia marah seperti iblis saat mengetahui kebiadaban dan kelicikan rencana putri Ye Xiwu dan ayahnya.
"Berengsek." ucap selir kecil dengan wajah menakutkan.
__ADS_1
Selir kecil mengepalkan tangannya dan dia menggunakan tangan itu memukul keras sebuah batu besar yang ada dihadapannya. Batu itu hancur seketika karena energi besar yang dikeluarkan oleh selir kecil. Pangeran hanya bisa mengawasi selir kecil yang sedang kehilangan kendali. Dari sela-sela jari tangannya mengalir darah segar karena pukulan itu. Pangeran Xiao San hanya bisa menunggu sampai kemarahannya reda.
"Apakah sekarang kamu sudah memaafkan kasim Li?" tanya pangeran kepada selir kecilnya dengan lembut
Mendengar nama kasim Li, selir kecil menangis. Dia menyesal telah melukai kasim Li yang selama ini dianggap sebagai ayahnya. Dia berlari kencang menuju kamar kasim Li. Sesampainya disana, dia melihat Chen Yi yang sedang membalut luka kasim Li. Selir kecil menghampirinya dan memegang tangannya
"Mengapa kamu tidak menghindari seranganku kasim Li?" tanya selir kecil penuh penyesalan.
"Hm, hamba anggap amarahmu ini sebagai penebusan atas perbuatan hamba yang sudah membuatmu menderita." ucap kasim Li dengan tenang.
"Maafkan aku yang tidak berbakti kasim Li." ucap selir kecil sambil memegang tangannya.
Selir kecil menangis tersedu-sedu penuh penyesalan. Dia merasa sangat bersalah karena telah menyerang kasim Li. Dia menyesal telah meragukan kesetiaan kasim Li. Selir kecil semakin tak terkendali, dia berteriak dan menangis. Dia menangis seperti anak kecil kepada ayahnya.
"Sudahlah. Hamba baik-baik saja." ucap kasim Li mencoba menenangkannya.
"Hm, putriku masih sangat manja." ucap kasim Li dengan lembut.
Selir kecil Xixi dan pangeran Xiao San meninggalkan kamar kasim Li. Mereka membiarkan kasim Li untuk beristirahat. Kasim Li tertidur dengan lelap.
"Bagaimana keadaan kasim Li?" tanya selir kecil khawatir.
"Hm, sebenarnya keadaan ayah angkat tidak baik-baik saja. Sebenarnya ayah angkat sedang berjuang menahan racun." ucap Chen Yi.
__ADS_1
"Apa? Racun? Bagaimana bisa?" ucap pangeran dan selir kecil secara bersamaan.
"Sebenarnya setelah menemukan kaisar Xiao Ge yang sudah terbujur kaku. Ayah angkat tidak percaya bahwa itu adalah kasus bunuh diri. Kemudian secara diam-diam, dia mengambil sampel darah kaisar. Dia selama berbulan-bulan meneliti sampel darah itu dan mencari tahu racun apa itu. Ternyata racun yang disentuh oleh ayah angkat berdampak bagi kesehatannya. Tubuh ayah angkat terkena racun yang sama karena penelitian itu. Kini ayah angkat hanya memiliki waktu yang sedikit." ucap Chen Yi lirih dan menangis.
"Mengapa kasim Li melakukan itu semua?" tanya selir kecil.
"Dia berkata bahwa semua yang dia lakukan sebagai penebusan kesalahan dan dosanya. Mungkin penembusan ini, membuat dia tidak malu ketika bertemu dengan kaisar Xiao Ge disana." ucap Chen Yi sedih.
Selir kecil kembali menangis dengan kebenaran yang ada. Tangisan itu tak berhenti. Hatinya sungguh sangat menyesal. Pangeran yang mendengar kebenaran itu semakin marah. Dia sudah tidak sabar untuk membalaskan dendamnya.
"Tak akan kubiarkan mereka berada di atas selamanya." ucap pangeran dengan ekspresi wajah menakutkan.
Selir kecil yang tidak mungkin dapat menyembuhkan kasim Li, hanya mampu menebus kesalahannya dengan merawat kasim Li hingga hari terakhirnya. Selama berminggu-minggu selir kecil merawatnya dengan hangat. Dia mencurahkan semua kasih sayangnya kepada kasim Li. Dia berharap waktu yang sebentar ini, mampu memberikan kebahagiaan kepada kasim Li.
"Putriku.." panggil kasim Li dengan lembut.
"Aku disini ayah." ucap selir kecil sambil memegang tangannya.
"Ini adalah penebusan terakhirku. Aku harap ini akan membantu kalian." ucap kasim Li pelan.
Setelah memberikan sebuah catatan, kasim Li tersenyum kecil dan memejamkan matanya. Tangannya yang memegang selir kecil akhirnya terlepas. Napas terakhir berhenti. Selir kecil yang melihat itu akhirnya menangis kencang.
"Ayah, maafkan aku.. Maafkan aku.." teriak selir kecil sambil memeluk kasim Li dengan erat.
__ADS_1
"Ayah, maafkan putrimu yang tidak berbakti ini." ucap selir kecil dan terus memeluk kasim Li.
...~Bersambung~...