
Seperti biasa, selir kecil dibawa dengan kasar kehadapan putri Ye Xiwu. Sudah seminggu semenjak selir kecil keluar dari penjara bawah tanah, putri Ye Xiwu selalu memanfaatkan kesempatan untuk terus melakukan penyiksaan kepada selir kecil. Penyiksaan itu semakin terlihat kejam. Seakan penyiksaan itu adalah dendam yang belum tersampaikan selama beberapa generasi.
"Kamu lihat, aku adalah pemenang sesungguhnya." ucap putri Ye Xiwu dengan wajah penuh kesombongan.
Dia menarik dan mendorong tubuh selir kecil hingga terjatuh dan terluka berkali-kali. Penyiksaan itu tidak ada henti-hentinya. Seakan putri Ye Xiwu tidak pernah merasakan kepuasan dari kekejamannya. Semua dayang istana yang semula menonton penyiksaan ini sebagai hiburan semata, namun semakin lama tontonan ini menjadi tontonan horor yang sangat menakutkan. Mereka tidak menyangka wajah selembut dan secantik putri Ye Xiwu memiliki perangai yang lebih kejam dari iblis.
"Dayang istana, bawa dayang istana Xixi ke kandang babi. Biarkan dia membersihkan kandang itu hingga bersih." perintah putri Ye Xiwu.
Seperti biasa, meskipun beberapa dayang istana ingin membantu selir kecil, namun mereka tidak berani. Mereka takut akan bernasib sama dengan selir kecil. Seharian tanpa makan, minum dan istirahat selir kecil berjuang sendirian membersihkan semua kotoran di kandang babi. Tubuh selir kecil terlihat sangat kotor dan mengeluarkan bau yang menyengat. Mungkin kalau dia mandi beberapa kali pun tidak akan menghilangkan bau busuk itu dari tubuhnya.
Setelah menyelesaikan tugasnya, selir kecil bermaksud ingin kembali ke kediamannya karena sudah terlalu larut. Namun, tiba-tiba saja putri Ye Xiwu menghadangnya dan memerintahkan untuk membersikan taman persik miliknya di malam dingin itu. Putri Ye Xiwu tidak membiarkannya untuk beristirahat malam itu.
"Sebaiknya kamu bersihkan tubuhmu dahulu sebelum membersihkan taman persik. Aku tidak ingin taman persik milikku bau seperti tubuh busuk mu." ucap putri Ye Xiwu dengan kasar.
"Dayang istana, siram tubuh dayang istana Xixi." perintah putri Ye Xiwu.
Tanpa persiapan apapun, air dingin mendarat di tubuh selir kecil. Beberapa dayang istana menyiramkan air dingin ke tubuh selir kecil hingga dia menggigil kedinginan. Perbuatan putri Ye Xiwu kali ini benar-benar sangat kejam di luar batas nalar.
__ADS_1
"Aku rasa tubuhmu sudah bersih. Sekarang bersihkan taman persik aku." ucap putri Ye Xiwu dengan kejam.
Dengan baju basah, tubuh menggigil dan kaki diseret karena tubuh yang lemah. Selir kecil berjalan secara perlahan di tengah malam menuju taman persik. Dia terus berjalan berusaha sekuat tenaga menuju taman persik. Pangeran yang melihat semua itu, hanya bisa menitikkan air mata. Dia merasakan bahwa dirinya menjadi seorang suami pengecut yang tidak mampu melindungi istrinya. Pangeran ingin sekali menghampiri kekasihnya dan menemaninya. Namun dia hanya seorang pria lemah. Pangeran melihat selir kecilnya sampai di taman persik. Dia melihat kekasihnya duduk untuk menenangkan dirinya sebelum dia melakukan tugasnya.
Selir kecil mencoba untuk menstabilkan energi di tubuhnya, agar tubuhnya masih bisa bertahan untuk bekerja. Setelah merasakan sedikit kekuatan di tubuhnya, dia mulai membersihkan taman persik itu. Karena kondisinya yang lemah, dia mengerjakan tugas itu cukup lama. Tak terasa sudah pukul 3 pagi dia masih di taman persik. Selesai membersihkan, dia berjalan kembali ke kediamannya. Pangeran yang masih mengawasi, mulai bergerak membawanya pergi secara diam-diam.
Pangeran membawanya ke sebuah ruangan rahasia, disana pangeran sudah menyiapkan sebuah bak mandi besar yang berisi air hangat dan bunga-bunga harum. Pangeran dengan lembut membantu selir kecil untuk membersihkan tubuhnya. Ternyata ramuan bunga-bunga itu mampu menghilangkan bau di tubuh selir kecil. Pangeran berusaha untuk memanjakannya. Pangeran memberikannya obat khusus agar luka-lukanya cepat.mengering dan energi di tubuhnya segera pulih. Pangeran memberikannya banyak nutrisi untuk kesehatan tubuhnya. Meskipun hanya beberapa jam saja dia mampu memberikan yang terbaik untuk selir kecilnya, namun itu sangat berharga.
"Pangeran." bisik selir kecil pelan.
"Ada apa?" tanya pangeran lembut.
"Tentu saja. Kamu harus beristirahat dengan baik." ucap pangeran dengan lembut sambil memeluknya.
Setelah mengucapkan kata-kata itu, suasana menjadi sunyi. Pangeran melihat selit kecilnya sudah tertidur lelap dalam pangkuannya. Pangeran mengecup bibir mungil selir kecil dengan lembut. Hati pangeran terasa sangat sakit, saat melihat kondisi selir kecilnya. Malam itu pangeran membiarkan selir kecil tertidur lelap sebelum dia membawanya ke kediamannya. Setidaknya beberapa jam cukup untuk selir kecilnya beristirahat.
"Tidurlah dengan nyenyak. Mimpi indah." ucap pangeran sambil mengecup lembut kening selir kecilnya.
__ADS_1
Beberapa jam telah berlalu, matahari sebentar lagi akan menampakkan wajahnya. Pangeran membawa selir kecil kembali ke kediamannya sebelum diketahui putri Ye Xiwu. Selir kecil tidur sangat lelap. Hari itu tidak ada satupun dayang istana itu yang membangunnya. Putri Ye Xiwu pun tidak menampakkan dirinya untuk menyiksanya. Rupanya hari itu pangeran sengaja datang ke kediaman putri Ye Xiwu untuk mengalihkan perhatiannya. Dia hanya ingin seharian ini selir kecil terbebas dari kekejaman putri Ye Xiwu.
"Ada apa pangeran menemui hamba?" tanya putri Ye Xiwu.
"Apakah tidak boleh seorang suami mengajak istrinya untuk berjalan-jalan di luar?" tanya pangeran dengan tenang.
Meskipun tahu itu hanya sebuah kepalsuan. Putri Ye Xiwu tetap menerima ajakan pangeran. Mereka sepanjang hari berjalan-jalan berdua dengan mengumbar kemesraan. Pangeran harus bisa bertahan dengan kepalsuan ini, demi kondisi selir kecilnya. Tubuhnya membutuhkan istirahat yang cukup, dan hanya ini cara yang terbaik.
"Aku harap kamu dapat beristirahat dengan baik selir kecil." ucap pangeran dalam hatinya.
Putri Ye Xiwu sangat senang dapat bermesraan dengan pangeran. Dia hanya ingin dapat berdua seperti ini setiap hari. Bukan karena dia mencintai pandangan, hanya saja dengan kemesraan ini, membuat dia berada dalam sebuah kemenangan karena telah mengalahkan selir kecil.
"Pangeran, hamba sangat senang. Bolehkah kita berjalan berdua seperti ini lagi?" tanya putri Ye Xiwu dengan wajah menggoda.
”Baiklah." ucap pangeran tersenyum kecil.
Pangeran menggandeng tangan putri Ye Xiwu dan berjalan menuju ke kediamannya. Pangeran melihat suasana hati putri Ye Xiwu dalam keadaan baik. Pangeran berharap ini juga akan membawa dampak baik untuk selir kecilnya. Pangeran meninggalkan putri Ye Xiwu. Dia berjalan dengan tenang. Setelah menjauh dari kediaman putri Ye Xiwu, pangeran melepaskan topeng kepalsuannya.
__ADS_1
"Hah, syukurlah semua berjalan dengan baik. Aku harap kamu baik-baik saja selir kecil." ucap pangeran dalam hatinya.
Pangeran berbaring di atas ranjangnya. Dia beristirahat sejenak sambil menunggu telah malam tiba. Dia tidak sabar untuk bertemu dengan selir kecil.