
Pagi itu dengan suasana hati yang gembira, putri Ye Xiwu membawakan keperluan mandi dan sarapan pangeran. Bersama dengan beberapa dayang istana, dia membangunkan pangeran. Pangeran yang harus berpura-pura dalam suasana hati yang buruk, hanya bisa menerima perhatian palsu dari putri Ye Xiwu.
"Apakah pangeran sudah bangun?" ucap putri Ye Xiwu dengan lembut.
"Biarkan aku membantu pangeran membasuh tubuhmu." ucap putri Ye Xiwu dengan rayuannya.
Pangeran hanya diam dan menampakkan raut wajah kesedihan. Pangeran langsung menepis tangan putri Ye Xiwu saat ingin membersihkan tubuhnya.
"Biarkan aku membersihkan diriku sendiri. Aku sudah terbiasa. Sebaiknya kamu menunggu di luar." ucap pangeran dengan tegas.
"Baiklah hamba mengerti." ucap putri Ye Xiwu dengan senyum palsunya dan mencoba menahan amarahnya.
Pangeran Xiao San membersihkan dirinya dan berpakaian tanpa dibantu siapapun. Dia tidak ingin ada yang menyentuhnya selain selir kecilnya. Pangeran menghampiri putri Ye Xiwu dan memakan sarapan yang dibawanya.
"Pangeran, makanlah. Ini sangat baik untuk kesehatanmu." ucap putri Ye Xiwu dengan lembut.
Pangeran hanya bungkam dan melanjutkan memakan sarapannya. Dia bersikap sangat dingin dengan putri Ye Xiwu. Putri Ye Xiwu sangat kesal dengan sikap dingin pangeran, namun dia berusaha untuk mengambil hati pangeran.
"Pangeran, apakah kamu sudah mendengar rumor di istana?" tanya putri Ye Xiwu.
Pangeran tetap diam dan melanjutkan makannya. Seakan dia tidak peduli. Melihat reaksi pangeran yang dingin, putri Ye Xiwu masih melanjutkan perkataannya.
"Apakah pangeran tidak tahu alasan selir kecil menghilang?" ucap putri Ye Xiwu.
"Selir kecil pergi bersama dengan pria lain. Pria itu adalah sahabat kecilnya. Dayang istana di kediamanku melihat mereka kabur. Ternyata pria itu adalah mantan kekasihnya." ucap putri Ye Xiwu mencoba memanasi hatinya.
"Kurang ajar. Jangan pernah memfitnah selir kecil." ucap pangeran dengan lantang.
"Maafkan hamba pangeran, hamba tidak bermaksud. Namun semua itu adalah fakta." ucap putri Ye Xiwu sambil bersujud berpura-pura ketakutan.
"Kalau pangeran tidak percaya dengan perkataan hamba. Pangeran dapat bertanya kepada kasim Li, dia juga sempat mengejar mereka, namun mereka dengan cepat langsung menghilang dari pandangan kasim Li." ucap putri Ye Xiwu dengan penuh kebohongan.
__ADS_1
"Panggilkan kasim Li kehadapan aku sekarang." perintah pangeran.
Salah satu dayang istana pergi ke kediaman kaisar dan membawa kasim Li ke kediaman pangeran. Kasim Li pergi menghadap ke pangeran. Dengan sikap tenang, kasim Li menyapa pangeran. Tanpa basa-basi pangeran langsung menanyakan kebenaran yang disampaikan oleh putri Ye Xiwu. Dengan tegas dan penuh keyakinan, kasim Li mulai membenarkan setiap perkataan yang disampaikan oleh putri Ye Xiwu.
"Ternyata benar apa yang dikatakan oleh Jiang Xi, perilaku kasim Li sangat aneh. Mengapa kasim Li bisa bekerja sama dengan putri Ye Xiwu?" ucap pangeran dalam hati.
"Apakah kamu yakin dengan setiap perkataanmu kasim Li?" tanya pangeran menegaskan kembali.
"Hamba sangat yakin pangeran." ucap kasim Li dengan wajah datar.
"Baiklah jika memang itu adalah Kebenaran yang terjadi. Kasim Li kerahkan semua pengawal istana untuk mencari selir kecil dan pria itu. Aku yang akan menghukum mereka." ucap pangeran dengan tegas.
Putri Ye Xiwu sedikit tersenyum kecil mendengar perintah pangeran. Dia merasakan kemenangan sudah ditangannya. Kini sangat terlihat bahwa pangeran mulai tidak memiliki kepercayaan terhadap selir kecilnya. Rencana putri Ye Xiwu berhasil dengan baik.
"Semuanya tinggalkan kediaman pangeran." perintah putri Ye Xiwu.
Pangeran hanya terdiam dan berpura-pura dalam kesedihan karena penghianatan istri kesayangannya. Putri Ye Xiwu mengambil kesempatan ini untuk menggoda pangeran.
Secara perlahan tangan putri Ye Xiwu mulai menyentuh pipi lembutnya, dia menatap pangeran dengan penuh hasrat. Tangannya mulai menyentuh bagian depan tubuh pangeran secara perlahan.
"Pangeran." bisik lembut putri Ye Xiwu.
Putri Ye Xiwu tidak mau menyerah, meskipun ekspresi wajah pangeran terlihat sangat datar. Dia terus menyerang dan menggoda pangeran. Dia mulai menyentuh leher pangeran dan mengecup perlahan leher pangeran. Godaan itu semakin berani, putri Ye Xiwu mulai menggigit bibir mungilnya dan menggoda pangeran dengan ekspresi wajah penuh gairah. Dia tidak membiarkan pangeran lepas dari pandangannya. Dia mulai membuka lapisan pakaiannya. Melihat godaan itu semakin berani, pangeran langsung menghentikannya.
"Putri Ye Xiwu, sebaiknya kamu kembali ke kediamanmu. Biarkan aku sendiri." ucap pangeran dengan tegas dan langsung merapihkan pakaian putri Ye Xiwu.
"Baik pangeran." ucap putri Ye Xiwu.
Dengan rasa malu dan kesal, dia pergi meninggalkan kediaman pangeran. Pangeran yang hampir saja tergoda, berusaha untuk menepis godaan itu dan mengendalikan dirinya.
"Sebaiknya aku harus segera menemui Jiang Xi." ucap pangeran.
__ADS_1
Di tengah malam, secara diam-diam pangeran pergi ke ruang tabib istana. Dia pergi menemui Jiang Xi. Pangeran hampir saja percaya dengan rumor yang sedang beredar di istana.
"Bagaimana keadaan selir kecil?" tanya pangeran cemas.
"Selir kecil baik-baik saja. Dia masih mencari kebenaran ini." ucap Jiang Xi.
"Sebaiknya selir kecil segera menemukan bukti itu, sebelum para pengawal istana membawanya secara paksa." ucap pangeran cemas.
Pangeran segera meninggalkan ruang tabib istana. Namun segera dihentikan oleh Jiang Xi.
"Tunggu pangeran." panggil Jiang Xi.
"Ada apa?" tanya pangeran.
"Ambillah pangeran. Selir kecil memberikannya untukmu." ucap Jiang Xi.
"Benarkah?" tanya pangeran dengan wajah bahagia
Pangeran kembali ke kediamannya dengan membawa hadiah yang diberikan oleh selir kecilnya. Dia membuka hadiah itu dan itu adalah kue kesukaan pangeran. Pangeran sangat menikmati kue itu, kue itu terasa sangat lezat. Rasa kue itu membuat hati pangeran semakin merindukan selir kecilnya.
"Kapan kamu kembali selir kecil?" ucap pangeran dengan helaan penuh kesedihan
Pangeran menghabiskan kue itu tanpa tersisa satupun. Hati pangeran semakin lirih penuh keputusasaan. Dia benar-benar sangat merindukan kekasihnya. Malam itu dia hanya bisa memimpikan kekasihnya. Dia hanya mampu melupakan kerinduannya dari dunia mimpi. Matanya terpejam. Malam itu pangeran tertidur dengan lelap. Rupanya kue itu sengaja diberikan obat penenang, agar pangeran dapat tidur dengan lelap. Selir kecil tidak ingin tubuh pangeran menjadi sakit karena memikirkan masalah ini.
"Mimpi indah pangeran." ucap selir kecil dari kejauhan.
"Bersabarlah. Sebentar lagi aku akan menemukan kebenaran dari semua ini." ucap selir kecil tersenyum kecil.
"Aku sangat merindukanmu. Aku benar-benar sangat merindukanmu." ucap selir kecil.
Malam itu kedua insan ini, tidur dengan suasana hati yang saling merindukan satu sama lain. Di bawah keindahan sinar bulan purnama, keduanya tertidur dan bermimpi indah saling bertemu.
__ADS_1