Selir Kecil Kaisar Xiao San

Selir Kecil Kaisar Xiao San
Bab 17 : Melihatnya Telah Kembali


__ADS_3

Pemulihan kesembuhan pangeran terus diawasi oleh Jiang Xi dan Xixi. Mereka tetap mengawasi dengan ketat kondisi tubuh pangeran. Setiap makanan dan minuman harus diperiksa dengan ketat. Tidak boleh ada kelalaian dalam pemulihan ini. Tubuh pangeran sangat berharga bagi kerajaan ini. Karena pangeran merupakan pewaris satu-satunya yang akan dijadikan sebagai putra mahkota dan pengganti kaisar Xiao Ge.


Pagi itu cuaca sangat sejuk. Diiringi suara kicauan burung yang sedang bertengger di atas pohon. Awan terlihat terang dan meneduhkan. Sinar matahari merambat lurus hingga mengenai tubuh lembut pangeran. Xixi yang melihatnya, langsung menutup dengan tubuhnya hingga sinar matahari pun tak mengenai tubuh pangeran lagi. Xixi berdiri di dekat ranjang pangeran. Memastikan pangeran tetap tidur dengan nyaman. Xixi tersenyum kecil, dia mengekspresikan hatinya yang bahagia masih bisa melihat wajah polos pangeran. Xixi menjaganya dengan baik.


Pangeran secara perlahan membuka matanya. Dia melihat ke sekelilingnya hingga tatapan itu jatuh tepat di mata Xixi. Xixi hanya tersenyum kecil sambil menatapnya dengan mata berbinar. Pangeran yang masih tidak percaya dengan sosok di depannya, hanya menatap penuh kerinduan. Pangeran berharap ini bukanlah sebuah mimpi.


"Pangeran." sapa lembut Xixi dengan senyuman kecil.


Panggilan lembut itu menyadarkan pangeran dari lamunannya. Dia terkejut bahwa itu bukanlah sebuah fatamorgana. Pangeran mencoba bangun dari ranjangnya. Dia mendekatkan dirinya kepada Xixi. Dia menatap Xixi dengan tatapan lembut dan penuh kerinduan. Dia mencoba menyentuh pipi lembut Xixi untuk memastikan bahwa semua ini nyata.


"Apakah ini benar kamu?" tanya pelan pangeran sambil menyentuh pipi lembut itu.


Xixi hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya pelan. Pangeran mencoba memastikan sekali lagi. Dia menyentuh tangan Xixi dan memegangnya dengan lembut. Kehangatan tangan itu membuat pangeran percaya bahwa ini nyata. Xixi telah kembali.


"Aku merindukanmu." bisik pangeran dan memeluk Xixi dengan erat.


"Hamba juga sangat merindukan pangeran." Xixi mengatakannya dengan penuh kelembutan.


"Aku mohon jangan pergi lagi." pangeran berkata dengan mata yang tak mau kehilangan.

__ADS_1


"Hamba tidak akan meninggalkan pangeran lagi." ucap Xixi lembut.


Keduanya saling menatap dengan penuh kerinduan. Ada trauma kehilangan yang telah terukir dalam hati keduanya. Mereka terdiam dan hanya terpaku dalam tatapan itu. Perasaan mereka sudah tak terbendung lagi. Perlahan keduanya ingin melepaskan kerinduan itu. Pangeran semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Xixi. Sampai akhirnya kedua kening mereka bertemu. Tatapan keduanya semakin intens. Wajah mereka yang saling mendekat tanpa jarak, membuat mereka dapat merasakan napas masing-masing yang tak beraturan dan berhasrat.


"Xixi." bisik pangeran.


"Aku tidak tahan lagi." bisik pangeran penuh hasrat.


Tanpa menunggu balasan apapun. Pangeran memegang tengkuk leher Xixi dengan tangan kirinya dan memegang bibir lembut Xixi dengan tangan kanannya. Pangeran menatap Xixi dan ingin melihat responnya. Xixi memejamkan matanya secara perlahan dan pangeran tersenyum kecil. Pangeran secara perlahan mencium lembut bibir mungil Xixi. Pangeran menciumnya dengan mesra dan penuh kelembutan.


"Ah." Sebuah suara lembut yang tiba-tiba keluar dari mulut Xixi.


"Aku mencintaimu." bisik pangeran sambil tersenyum kecil.


"Hamba juga sangat mencintai pangeran." Xixi berkata dan meneteskan air mata haru.


Pangeran sekali lagi menciumnya dan sentuhan lembut mulai berjalan di tubuh Xixi. Xixi tak menolaknya dan pangeran terus bergerak melepaskan semua kerinduannya.Hingga hari itu mereka melakukannya. Kedua insan itu saling melepaskan rasa cinta mereka hingga pagi hari. Tak ada satupun pelayan istana ataupun pengawal istana yang berani untuk mengganggu mereka. Akhirnya hari itu, cinta mereka telah dikukuhkan secara utuh. Pangeran akan bertanggung jawab atas semua ini. Dia ingin menjadikan Xixi sebagai permaisurinya. Sebagai pendampingnya. Hanya Xixi yang berhak memiliki hati dan tubuhnya. Karena pangeran hanya mencintai Xixi.


Esok paginya. Xixi membuka matanya dan melihat pria yang sangat dia cintai berada di sampingnya. Pangeran sedang tertidur lelap dan kelihatan sangat nyaman. Xixi tersenyum dan mengecup bibir pangeran. Xixi turun dari ranjang pangeran dan bersiap-siap untuk mempersiapkan kebutuhan pangeran. Tiga jam kemudian pangeran bangun dan mencoba menyentuh orang yang di sampingnya, namun dia panik saat melihat Xixi sudah tidak berada di sampingnya.. Pangeran bangun dan mencoba memanggil Xixi. Tak lama kemudian Xixi masuk dan membawa peralatan mandi untuk pangeran.

__ADS_1


"Pangeran sudah bangun?" tanya Xixi lembut.


Pangeran yang masih takut kehilangannya langsung terbangun dan memeluknya tanpa mengatakan apa-apa.


"Ada apa pangeran?" tanya Xixi.


Pangeran hanya menggelengkan kepalanya dan masih memeluk Xixi dengan erat. Xixi membantu pangeran mandi dan berpakaian untuk bertemu dengan kaisar. Hari itu pangeran terlihat sangat tampan. Pangeran terlihat sangat berbeda. Xixi menemani pangeran bertemu dengan kaisar. Kaisar sangat senang dapat melihat putranya sudah kembali sehat.


"Xixi, kembalilah. Aku ingin berbicara dengan kaisar." ucap pangeran.


"Baik pangeran." ucap Xixi singkat.


Xixi meninggalkan kediaman kaisar. Dia kembali ke kediamannya. Pangeran memastikan bahwa Xixi telah pergi jauh dari kediaman kaisar. Setelah Xixi pergi, pangeran menceritakan semua yang terjadi semalam. Pangeran mengutarakan keinginannya untuk menjadikan Xixi sebagai permaisurinya. Namun apalah daya, kaisar menolak keinginan itu. Kaisar mengatakan bahwa Xixi tidak akan bisa menjadi seorang permaisuri, mengingat latar belakang keluarga dan statusnya. Pangeran hanya dapat menikah dengan seorang putri yang memiliki status tinggi agar dapat menyokong tahtanya. Pangeran sangat sedih. Dia hanya ingin menikah dengan Xixi. Namun posisinya membuat dia hanya boleh menikah karena tujuan politik.


"Jika kamu mencintainya, jadikan dia sebagai selir kecil. Itu sudah cukup membuatnya dihormati." ucap kaisar.


"Aku akan menuruti semua keinginan kaisar. Aku akan menyetujui menikah dengan siapapun yang kaisar inginkan. Namun satu persyaratan dariku. Walaupun Xixi hanya menjadi selir kecil di istanaku. Namun aku ingin kaisar memberikan hak khusus sebagai selir kecil. Xixi hanya boleh diperintahkan dan dihukum olehku bukan permaisuri ataupun selir lainnya di hareem istanaku." ucap pangeran dengan penuh permohonan.


"Baiklah." ucap kaisar.

__ADS_1


Akhirnya kaisar menyetujui bahwa pangeran bisa menikah dengan Xixi. Kini Xixi berubah statusnya dari seorang dayang istana menjadi seorang selir kecil. Kini Xixi secara resmi akan tinggal di hareem istana timur. Dia akan mendapatkan tempat tinggal khusus, dimana tempat itu hanya bisa dikunjungi oleh pangeran kapanpun. Permaisuri dan selir lainnya dilarang untuk berkunjung ke tempat itu. Semua itu dilakukan oleh pangeran sebagai bentuk perlindungan, agar Xixi tidak ditindas ataupun dianiaya oleh para wanita yang tinggal di hareem istana timur.


__ADS_2