
"Ayah?" ucap pangeran yang terkejut.
"Katakan padaku, apakah kamu bekerja sama dengan kasim Li untuk menjebak kami?" ucap pangeran Xiao San sambil menarik kerah bajunya hingga membuat Chen Yi tercekik.
"Tolong lepaskan hamba pangeran. Hamba tidak menjebak kalian." ucap Chen Yi dengan lugu.
"Katakan padaku yang sebenarnya." ucap pangeran dengan tatapan penuh amarah.
"Kasim Li adalah ayah angkatku dan selir kecil adalah guruku sekaligus kakak angkatku. Selir kecil membawaku ke kasim Li dan pada akhirnya kasim Li mengadopsi sebagai putranya. Namun kasim Li tidak memperbolehkan aku untuk mengatakan identitasku kepada siapapun. Karena kasim Li mengatakan bahwa jika ada yang mengetahuinya, keselamatan selir kecil akan terganggu." ucap Chen Yi menjelaskan.
"Lalu..?" tanya pangeran Xiao San yang masih ragu dengan penjelasan tabib muda itu.
"Di masa lalu aku sempat marah mendengar pengkhianatan ayah angkat yang menjebak selir kecil. Namun semua itu bukan kemauan ayah angkat. Ayah angkat telah dijebak, putri Ye Xiwu dan ayahnya telah menjebak ayah angkat dan memberikannya sebuah ramuan yang membuat ayah angkat hanya bisa mendengar dan menuruti semua perintah mereka." ucap Chen Yi penuh amarah sambil mengepalkan tangannya.
"Lalu mengapa tiba-tiba saja kasim Li membantu kita?" tanya pangeran penuh kebingungan.
"Sampai akhirnya aku bersama anak buah selir kecil menculik kasim Li. Waktu itu putri Ye Xiwu merasa panik, karena kasim Li menghilang secara tiba-tiba. Aku bersama tabib muda lainnya mencoba mencari penawar untuk mengobati ayah angkat. Akhirnya kami berhasil memulihkan kesadaran ayah angkat. Ayah angkat menyesali perbuatannya saat mengetahui semuanya." ucap Chen Yi dengan lemah sambil menundukkan kepalanya.
"Apakah kasim Li kembali bertemu dengan kaisar?" tanya pangeran.
"Ayah angkat tak berani datang secara terbuka. Dia menemui kaisar Xiao Ge secara diam-diam. Ayah angkat sangat menyesali karena telah meninggalkan kaisar Xiao Ge. Ternyata pangeran Xiao Fang dan putri Ye Xiwu telah mengurung kaisar Xiao Ge dan menguasai kerajaan Xiao. Setelah itu ayah angkat menyuruh hamba menemui pangeran dan menyembuhkan selir kecil. Akhirnya kita terjebak selama dua tahun di bukit gua perak. Hamba tak mengetahui apapun lagi setelahnya." ucap Chen Yi dengan wajah penuh penyesalan.
Pangeran Xiao San yang mendengar semua itu, tak menyangka bahwa putri Ye Xiwu memiliki perangai lebih buruk dari iblis. Ternyata dia benar-benar iblis yang sangat jahat. Chen Yi menyiapkan makanan untuk pangeran dan susu untuk Xiao Jiwu. Pangeran kembali ke selir kecil. Dia memegang tangannya yang sudah dingin. Tubuhnya mulai pucat kebiruan.
__ADS_1
"Selir kecil, apakah kamu sudah cukup beristirahat?" tanya pangeran dengan lemah.
"Aku disini. Apakah kamu sangat lelah? Mengapa kamu tidak membuka matamu?" tanya pangeran Xiao San penuh keputusasaan.
Dia meneteskan air matanya dan hanya menatapnya selir kecilnya dengan tatapan penuh keputusasaan. Dia mencium tangan selir kecil dan memeluknya. Dia menaruh kepalanya di atas dada selir kecil, berharap ada keajaiban. Dia berharap dapat mendengar suara detak jantungnya.
"Aku mohon bangunlah." ucap pangeran penuh permohonan.
"Lihatlah putra kita membutuhkanmu. Aku tidak bisa hidup tanpamu. Apakah kamu sedang merajuk padaku? Mengapa kamu hanya diam? Aku mohon bangunlah. Marahi aku jika aku memang telah melakukan kesalahan. Aku mohon bangunlah." ucap pangeran Xiao San dengan suara lirih.
Pangeran tak berani melepaskan pelukan itu. Dia hanya menyadarkan kepalanya di atas dada selir kecil yang sedang terbaring. Pangeran Xiao San berharap semua ini hanya mimpi dan ketika dia membuka matanya, dia masih melihat senyum selir kecilnya.
Pangeran yang semakin melemah, akhirnya pingsan. Dia tak sadarkan diri. Chen Yi mencoba memeriksanya dan psikologis pangeran telah membuatnya tak sadarkan diri. Rasa kehilangan membuatnya tak berdaya. Chen Yi mengobati tangannya yang terluka parah. Dia memberikan obat untuk memulihkan tubuh pangeran. Dia membiarkan pangeran beristirahat dengan tenang di samping selir kecil.
"Ada apa dengan pangeran?" tanya kasim Li.
"Pangeran tak sadar diri karena kesedihannya. Aku sudah memberikannya obat. Mungkin besok pangeran baru sadarkan diri." ucap Chen Yi.
"Baguslah. Sekarang bantu aku untuk meracik obat untuk selir kecil." ucap kasim Li sambil membawa semua obat-obatan yang dicarinya.
"Apa? Apakah ayah angkat dapat menyembuhkan selir kecil? Tapi bukankah selir kecil sudah meninggal" tanya Chen Yi tak percaya.
"Coba periksa nadinya sekali lagi dengan tenaga dalammu. Alirkan tenaga dalammu kepadanya. Dia bukan meninggal tetapi energi di dalam tubuhnya telah menutupi detak jantungnya dan menghentikan napasnya sesaat." ucap kasim Li.
__ADS_1
"Dasar bodoh. Bagaimana kamu bisa menjadi murid kakakmu." ucap kasim Li sambil memukul pelan kepala putra angkatnya.
"Maafkan aku ayah angkat. Aku akan belajar lebih serius lagi." ucap Chen Yi dengan manja.
"Sudah.. Sudah.. Bantu aku untuk meracik obat ini." ucap kasim Li.
Semalam mereka meramu obat itu. Chen Yi memberikan obat itu dan merawat selir kecil dengan sangat baik. Kini Chen Yi harus merawat tiga pasien. Meskipun lelah, dia tetap merawat ketiga pasien dengan sangat baik. Kasim Li membantu Chen Yi merawat Xiao Jiwu. Dia sangat bahagia melihat Xiao Jiwu yang sudah dianggapnya sebagai cucunya sendiri.
"Lihatlah kaisar. Cucumu sangat mirip denganmu. Aku harap cucumu akan menjadi penerus istana ini dengan segala kebijakan dan kebajikan. Dia akan menjadi penerus terbaikmu." ucap kasim Li sambil mengusap lembut kepala Xiao Jiwu.
Kasim Li sangat senang bermain dengan cucunya. Dia tertawa bahagia saat melihat senyum di wajah Xiao Jiwu. Kasim Li menyadari ada yang spesial dari bayi ini. Dia tak menyangka bayi ini memiliki suratan takdir yang begitu hebat. Kasim Li mencium tangan Xiao Jiwu. Dia dapat melihat begitu banyak kebahagiaan dan penderitaan yang akan dialaminya.
"Aku percaya, kamu dapat menjaga kedua orangtuamu." ucap kasim Li tersenyum kecil.
Xiao Jiwu tertidur dalam pelukan hangat kasim Li. Dia menjaga Xiao Jiwu dengan sangat baik. Keesokkan paginya, pangeran Xiao San terbangun dengan kepalanya yang sedikit sakit. Dia bangun dari tidurnya dan melihat di sampingnya selir kecil yang terlihat tak pucat lagi. Pangeran mencoba memastikan, tubuhnya terasa lebih hangat, napasnya terdengar dan jantungnya berdetak. Dia dapat mendengar detak jantung selir kecilnya.
"Chen Yi, apakah kamu melihat itu? Selir kecil masih hidup. Dia masih bernapas." ucap pangeran dengan wajah sumringah.
"Kasim Li yang mengobatinya." ucap Chen Yi
"Benarkah?" tanya pangeran dengan penuh kegembiraan.
Pangeran menghampiri kasim Li yang sedang bermain dengan putranya. Dia memeluknya dengan penuh rasa syukur.
__ADS_1